cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Ethnobotanical Analysis of Medicinal Plant Utilization by Local Communities Poneke, Wildy Vendy; Pasambuna, Henratno; Pobela, Elva; Gilalom, Trisno
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.22678

Abstract

This study aims to analyze the use of medicinal plants by local communities in the Toraut area of Bogani Nani Wartabone National Park, using an ethnobotanical approach. Data were collected through interviews with respondents and analyzed descriptively and quantitatively using the Informant Consensus Factor (ICF) and Fidelity Level (FL). The analysis results showed a very high consensus (ICF = 1.00) across seven disease categories, such as body odor, sore throat, bone fractures, and kidney disease, dominated by certain species such as Forest Betel (Piper caducibracteum), Sesewanua (Clerodendron sp.), and Forest Starfruit (Averrhoa bilimbi). The highest FL value (100%) was found for specific species-benefit pairs, including Kayu Arang (Cratoxylon celebicum) for diarrhea and vomiting and Mayana (Coleus atropurpureus) for increasing stamina. Most species exhibited low to medium FL values, indicating their multi-indication nature. The species with the highest frequency of mention, namely Sesewanua, Forest Betel, Tiger Grass, Forest Starfruit, and Forest Mangosteen, are key plants that play an important role in traditional medicinal practices. These findings emphasize the importance of conservation efforts, pharmacological validation, and preservation of local knowledge to support the sustainable use of medicinal plants.
Menakar Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian Mangrove: Analisis Faktor Pendukung dan Tantangannya di Kalimantan Timur Deciawarman, Erika; Wibowo, Putra Peni Luhur; Irawan, Dedy; Irviansyah, Alfian; Darmin, Darmin; Rahmawati, Rahmawati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.23423

Abstract

Penelitian ini secara sistematis meninjau peran partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove di Kalimantan Timur, dengan memperhatikan nilai ekologi dan socio-ekonomi yang tinggi dari mangrove serta ancaman serius yang dihadapi akibat konversi lahan dan perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat, menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat konservasi mangrove berbasis masyarakat. Dengan menggunakan metodologi tinjauan kualitatif, penelitian ini mensintesis literatur untuk mengidentifikasi isu-isu kunci, tema-tema lintas studi, dan pendekatan kebijakan terkait keterlibatan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa konservasi dan restorasi yang sukses sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang aktif, dengan model seperti Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat (CBMM) terbukti lebih efektif. Secara ringkas, makalah ini menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat yang aktif dan berkelanjutan sangat kritis untuk konservasi mangrove yang efektif. Partisipasi ini didukung oleh kerangka institusional yang kuat, pendidikan berkelanjutan, dan upaya kolaboratif lintas sektor, yang semuanya berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas, terutama SDG 14 yang menekankan konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta SDG 13 melalui peran mangrove dalam mitigasi perubahan iklim.