cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
The potential of stingless bees cultivation with agroforestry techniques in “Kebun Sidang” Antutan Village, Bulungan District, Indonesia Marjenah, Marjenah; Harmonis, Harmonis; Orvalinda, Ona
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.15881

Abstract

Honey, which is generated by honey bees, is one of the prominent non-timber forest products among the population. The stingless bee is the species of bee that has the most potential for cultivation (local name: Kelulut). The stingless bee is the species of bee that has the potential to be domesticated. The stingless bee is a little black insect with a 3 to 4 mm body length and an 8 mm wing span. This study sought to identify the pattern of agroforestry in the evolution of stingless bee cultivation. To determine the plant types and possibilities for stingless bee feed, as well as the viability of growing stingless bee agriculture in the Community Forest of Antutan Village, Bulungan Regency. The descriptive approach and interviews and field surveys are utilized for sample purposes. The results revealed that the applied agroforestry pattern was meliponiculture, or the production of stingless bees in conjunction with plantations and agriculture. There are nine plant species with a total of 64 individuals that could serve as stingless bee food. For the business feasibility value, the R/C ratio is 1.9 and the B/C ratio is 0.9, which shows that the firm is both profitable and possible to operate.
Karakteristik Batang Bambusa Vulgaris Schrad dan Thyrsostachys siamensis Gamble Dari Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Sisillia, Lolyta; Marwanto, Marwanto; Diba, Farah; Nainggolan, Rizky Mangiring Tua; Angraeni, Enita
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.15516

Abstract

Penelitian sifat kimia dan sifat fisik batang bambu merupakan salah satu upaya untuk lebih memahami karakteristik dan kualitas bambu yang tumbuh di Kota Pontianak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan sifat kimia bambu Bambusa vulgaris dan Thyrsostachys siamensis yang tumbuh di Kota Pontianak. Analisis data menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3x2 yaitu bagian batang (pangkal,tengah dan ujung) dan jenis bambu (B.vulgaris dan T.siamensis) dengan ulangan tiga kali. Penetapan kadar holoselulosa mengacu pada metode Browning (1967), penetapan kadar ekstraktif larut alcohol-benzena mengacu pada TAPPI 204 om-88, dan penetapan kadar lignin klason mengacu pada TAPPI T 222 om-88 (TAPPI 2002b). Pengajian sifat fisik bambu mengacu pada standar ISO 13061-3 yang telah dimodifikasi. Sifat kimia Bambusa vulgaris dan Thyrsostachys siamensis bervariasi berdasarkan perbedaan posisi batang. Tidak ada interaksi yang signifikan antara bagian batang bambu dan jenis bambu terhadap sifat kimia bambu  pada selang kepercayaan 95%. Sifat fisik Bambusa vulgaris dan Thyrsostachy siamensis bervariasi berdasarkan perbedaan posisi batang bagian pangkal,tengah dan ujung. Nilai kadar air, kerapatan dan penyusutan tertinggi ada pada bagian pangkal bambu. Berdasarkan analisis statistik, kadar air, kerapatan dan penyusutan bambu memiliki perbedaan yang signifikan pada selang kepercayaan 95%
Kontribusi Agroforestri terhadap Pendapatan Petani Hutan Kemasyarakatan di KPH Batutegi, Provinsi Lampung Manurung, Andre Habinsaran; Qurniati, Rommy; Kaskoyo, Hari; Huda, Robithotul
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.15850

Abstract

Agroforestri merupakan pola tanam yang dikembangkan petani di KPH Batutegi dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu lahan yang sama. Penerapan agroforestri mampu meningkatkan keanekaragaman tanaman, merehabilitasi lahan, dan meningkatkan pendapatan. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani diperlukan penelitian tentang kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani di KPH Batutegi. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel di tiga Gabungan kelompok tani atau Gapoktan yaitu Gapoktan Sumber Makmur, Gapoktan Wana Tani Lestari, dan Gapoktan Mandiri Lestari di KPH Batutegi pada bulan November 2023.  Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan observasi. Data yang digunakan adalah jumlah produksi agroforestri, pendapatan agroforestri, dan pendapatan non-agroforestri. Agroforestri yang diterapkan responden umumnya memiliki komoditas utama kopi dengan pohon buah atau tanaman Multi-Purpose Tree Species sebagai penaungnya. Jenis tanaman yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan antara lain kopi, lada, cengkeh, pisang, durian, alpukat, dan kemiri.  Dalam jumlah terbatas petani mengembangkan ternak sebagai tambahan pendapatan agroforestri. Pendapatan dari agroforestri didominasi dari tanaman pertanian/perkebunan dan memberikan kontribusi yang besar (72-89%) terhadap pendapatan total petani.
Monitoring Deforestasi Mangrove di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Citra Penginderaan Jauh Sentinel 2 dan Klasifikasi Random Forest Roman, Dwiky; Wijaya, Muhammad Sufwandika; Astuti, Ike Sari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18329

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi yang akarnya menjalar dipermukaan, dan berada di muara sungai, dan pesisir. Hutan mangrove sangat penting keberadaannya karena merupakan sistem di dalam menyeimbangkan ekosistem di pesisir, dan muara sungai. Deforestasi hutan mangrove dari akibat alih fungsi lahan pada vegetasi mangrove menjadi ancaman bagi keberlanjutan kehidupan di wilayah pesisir, dan muara. Keberadaan vegetasi mangrove yang penting bagi Kabupaten Belitung Timur untuk menjaga dari abrasi, dan habitat satwa. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsinya hutan mangrove sehingga menimbulkan deforestasi. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsi berbentuk aktivitas pertambangan, dan budidaya tambak udang. Luasan hutan mangrove yang semakin berkurang dari aktivitas tersebut menyebabkan deforestasi. Hal ini akan menjadi ancaman kepunahan yang akan terjadi di masa depan. Monitoring mangrove sangat penting karena untuk melihat deforestasi luasan hutan mangrove yang berubah dari tahun 2017 ke tahun 2024. Data Sentinel 2 sangat berperan penting untuk data yang diolah untuk melihat keberadaan, dan luasan alih fungsi. Dengan menggunakan rumus Mangrove Vegetation Index (MVI) untuk mengetahui area vegetasi mangrove. Pengolahan data menggunakan cara Random Forest untuk menganalisis tingkat lanjut terhadap perubahan alih fungsi mangrove. Sehingga memudahkan dalam pemetaan terjadinya alih fungsi mangrove. Dilakukan juga survei lapangan (ground check) untuk validasi pada Area of Interest (AOI) yang dikaji.
Evaluasi Tingkat Kekritisan Lahan di DAS Manggar Kota Balikpapan Rudiansyah, Muhammad; Sulistioadi, Yohanes Budi; Sudarmadji, Triyono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.17260

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan tingkat kekritisan lahan DAS Manggar, Metode penelitian menggunakan Peta tutupan lahan dibuat dari hasil interpretasi citra satelit SPOT 6/7 dan citra Planet Sccope secara visual. Pengolahan data citra satelit SPOT-6/7 serta Planet Sccope Dari hasil evaluasi peta BPDASHL dapat dilihat bahwa pada DAS Manggar sebagian besar lahannya dalam kondisi agak kritis dengan luasan 5.704,58 ha atau 57,56%, diikuti oleh potensi kritis dengan luasan 2.140,87 ha atau 21,60%, tidak kritis seluas 1.900,49 ha atau 19,18% untuk lahan yang kondisinya kritis memiliki luasan 164,62 ha atau 1,66%. Sedangkan hasil dari penelitian yang di lakukan pada DAS Manggar sebagian besar lahannya dalam kondisi tidak kritis dengan luasan lahan sebesar 3.444,84 ha atau 34,76%, diikuti dengan kondisi lahan agak kritis dengan luasan 2.884,76 ha atau 29,11%, kemudian kondisi sangat kritis dengan luasan lahan 1.616,17 ha atau 16,31%, untuk kritis seluas 1.148,49 ha atau 11,59%, dan untuk lahan yang memiliki potensi kritis sebesar 816,30 ha atau 11,59%. Dari 9.910,56 hektar luasan total DAS Manggar, ada 3.164,32 hektar (31,93%) hasilnya sama dan ada 6.746,24 hektar (68,07%) hasilnya tidak sama.
Dominansi Keanekaragaman Vegetasi pada Berbagai Areal Gangguan Hutan di KPH Way Waya Kabupaten Lampung Tengah Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Hartati, Puspa; Asmarahman, Ceng; Riniarti, Melya; Safe'i, Rahmat; Darmawan, Arief
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16487

Abstract

Kawasan hutan dengan potensi keberagaman yang tinggi dapat memicu terjadinya kegiatan dan akivitas antropogenik secara illegal. Kegiatan antropogenik berpengaruh terhadap kondisi keberagaman penyusun vegetasi. KPH Way Waya merupakan salah satu KPH di Provinsi Lampung yang memiliki potensi keberagaman vegetasi yang tinggi dan diindikasi terjadinya beberapa ganguan-gangguan hutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi dominansi dan keberagaman (H’) vegetasi pada area-area gangguan hutan. Penelitian dilakukan di areal kelola gabungan kelompok tani (gapoktan) Wana Tekad Mandiri KPH Way Waya. Pengumpulan data menggunakan metode jalur berpetak. Penentuan plot menggunakan intensitas sampling (IS) 0,1%, sehingga jumlah plot pengamatan sebanyak 64 plot. Analisis yang digunakan yaitu indeks nilai penting (INP) untuk melihat dominansi vegetasi dan H’ untuk melihat keberagaman vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian, adanya perbedaan area gangguan hutan berpengaruh terhadap kondisi vegetasi hutan terutama nilai INP dan H’. Zona inti memiliki sebaran dominansi dan keberagaman yang tinggi dibandingkan dengan area gangguan lainnya. Sedangkan, area gangguan illegal mining memiliki nilai dominansi dan keberagaman yang sangat rendah. Sebaran jumlah jenis vegetasi yang ditemukan pada masing-masing plot yaitu, sebanyak 47 jenis pada zona inti, 52 jenis pada area pembukaan lahan, 14 jenis pada area illegal mining, 37 jenis pada area illegal logging, dan 37 pada area gangguan kimia. Keberagaman jenis vegetasi pada area gangguan kimia, gangguan illegal logging, gangguan pembukaan lahan, dan zona inti berkategori sedang, sedangkan keberagaman jenis vegetasi pada area gangguan illegal mining berkategori rendah. Dengan demikian, perlu adanya upaya pemulihan lahan dan pemeliharaan terhadap vegetasi pada area-area yang memiliki kondisi vegetasi yang rendah.
Analisis Curahan Waktu Kerja Laki-Laki Dan Perempuan Pada Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Safe'i, Rahmat; Maryani, Lusia Leni; Kaskoyo, Hari; Fitriana, Yulia Rahma; Darmawan, Arief; Wulandari, Christine; Novriyanti, Novriyanti; Febryano, Indra Gumay; Iswandaru, Dian; Herwanti, Susni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16551

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas dan  curahan waktu kerja petani yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dalam mengelola lahan garapan di Hutan Kemasyarakatan Desa Datar Lebuay Kabupaten Tanggamus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Responden terdiri dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Responden ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria responden yakni masyarakat yang mengelola Hkm dan tinggal sekitar hutan serta termasuk anggota Gapoktan Sinar Harapan (SH)  dan Gapoktan Trisno Wana .Jaya (TWJ). Analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis kuantitatif serta menggunakan uji independen sample t test. Hasil penelitian menunjukan curahan waktu kerja pada kegiatan persiapan lahan, pemanenan, dan pemasaran di Gapoktan SH yang dilakukan oleh laki-laki sebanyak 32,69 HKP sedangkan curahan waktu kerja perempuan hanya 8,38 HKSP. Pada Gapoktan TWJ total curahan waktu kerja laki-laki sebanyak 32,36 HKP sedangkan yang dilakukan oleh perempuan sebanyak 4,58 HKSP. Hasil analisis independen sample t test pada curahan waktu kerja Laki-laki dan perempuan baik pada Gapoktan SH maupun Gapoktan TWJ menunjukan bahwa nilai signifikansi < 0,05 maka Gapoktan SH maupun Gapoktan TWJ sama-sama menerima Ha, dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata waktu kerja laki-laki dan perempuan.
Kajian Potensi Pengembangan Ekowisata Kampung Pegat Batumbuk Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Adriansyah, Adriansyah; Matius, Paulus; Purwanti, Emi; Boer, Chandradewana; Herlambang, Heru; Suba, Rachmat B
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.16215

Abstract

Kampung Pegat Batumbuk termasuk dalam wilayah penyangga (buffer zone) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulaun Derawan-Sangalaki dan sekitarnya. Dengan luas Kampung 32.027,80 ha   dimana seluas 31.145,80 ha (97,24%), merupakan kasawan hutan dengan ekositem mangrove, sehingga Pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk dapat mendukung segala upaya pelestarian lingkungan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi daya tarik ekowisata dan mengkaji strategi pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk  Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pegat Batumbuk memilik potensi sebagai obyek wisata yang memanfaatkan sumber daya alam, namun karena sekitar Kampung Batumbuk telah ada obyek wisata lain yang dikenal seperti obyek wisata Pulau Derawan dan Pulau Maratua, maka ekowisata Kampung Pegat Batumbuk selayaknya diarahkan sebagai obyek Wisata Pendukung. Potensi wisata yang ada di Kampung Pegat Batumbuk adalah keanekaragaman jenis flora dan fauna, susur mangrove, memancing. Selain sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam, ekowisata Kampung Pegat batumbuk juga dapat dijadikan lokasi konservasi bagi pengunjung dan cocok dijadikan sebagai lokasi penelitian akan keanekaragaman flora dan fauna pada ekosistem mangrove
Model Penduga Biomassa Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram dengan Menggunakan Citra Sentinel-2A Dwi Putri, Windi Berliana; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16668

Abstract

Estimasi biomassa melalui penginderaan jarak jauh dapat dilakukan di berbagai lokasi, karena penginderaan jarak jauh dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan hutan dengan cakupan yang lebih luas. Salah satunya pada ruang terbuka hijau (RTH), keberadaan ruang terbuka hijau menjadi faktor penting dalam penyerapan dan penyimpanan karbon, khususnya di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model penduga biomassa dengan menggunakan citra Sentinel-2A berdasarkan nilai indeks vegetasi NDVI, kemudian menghitung kandungan biomassa RTH Kota Mataram dengan menggunakan model penduga terpilih. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan metode terestris dalam bentuk pengecekan lapangan . Model regresi eksponensial adalah model terbaik untuk menduga biomassa RTH Kota Mataram dengan persamaan y = 1,1161e6,1872x dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6848. Kandungan biomassa ruang terbuka hijau Kota Mataram dengan menggunakan model regresi terpilih yaitu, 1,19 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH sangat jarang sampai dengan 94,92 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH tinggi.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Hutan di Kawasan Hutan Lindung Desa Nupabomba Menggunakan Citra Landsat 8 Hamka, Hamka; Taiyeb, Asgar; Anwar, Anwar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18304

Abstract

Hutan lindung yaitu kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tatanan air, mencegah banjir, menjaga kesuburan tanah. Apabila hutan lindung diganggu, maka hutan tersebut akan kehilangan fungsinya sebagai pelindung, mencegah erosi, mencegah ilustrasi, air laut dan akan menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan erosi dan kemungkinan akan berakibat fatal dalam kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan primer terjadi penurunan luasan tahun 2018 seluas 288,97 Ha menjadi tinggal 152,16 Ha pada tahun 2023. Laju pengurangan kawasan hutan primer dari tahun 2018 sampai tahun 2023 sebesar 136,80 Ha. Dimana jenis tutupan lahannya berubah menjadi hutan sekunde seluas 132,62Ha dan menjadi pertanian lahan kering campur seluas 4,18 Ha. Hutan sekunder telah terjadi perubahan tutupan lahan dimana terjadi penurunan luasan dari tahun 2018 seluas 1.435,24 Ha menjadi tinggal 981,84 Ha pada tahun 2023. Pertanian lahan kering campur terjadi penurunan luasan pada tahun 2018 seluas 276,71 Ha menjadi seluas 26,05 Ha pada tahun 2023. Semak belukar terjadi fluktuasi perubahan luasannya pada tahun 2018 seluas 463,01 Ha dari total menjadi tinggal 448,29 Ha pada tahun 2023.