cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Populasi dan Habitat Labi-Labi Hutan (Dogania subplana) di Anakan Sungai Melintang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu Julianti, Apri; Karyadi, Bhakti; Parlindungan, Deni; Ruyani, Aceng; Defianti, Aprina
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan habitat Dogania subplana di anakan Sungai Melintang. Pengamatan dilakukan selama periode Juni-September 2024 dengan menggunakan metode pemasangan trap untuk menangkap sampel yang dibagi menjadi 4 stasiun. Sebagai habitat D. subplana, setiap stasiun dilakukan identifikasi tumbuhan, substrat serta mengukur abiotik. Parameter yang diamati meliputi Populasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diketahui jenis labi-labi yang ditemukan adalah Dogania Subplana, diperoleh 10 ekor tangkapan dengan jenis kelamin jantan 4 dan betina 6. Substrat habitat D. subplana yaitu berpasir, berlumpur dan berkerikil. Tutupan lahan stasiun (I, II) kebun kopi dan stasiun (III, IV) lahan bekas perkebunan. Jumlah tangkapan spesies hewan dari 4 stasiun yaitu 838 individu. Hasil pengukuran parameter lingkungan adalah pH (air (8,33–8,69), lumpur (1,79–2,08), tanah (5,91–6,22)), suhu (air (20,59–22,43°C), udara (21,75–31,84°C)), kelembapan (lumpur (51,2–54,9%), udara (51,78–87,56%), tanah (56,19–61,37%)), TDS (0,24–0,26), DO (6,14–7,6), dan intensitas cahaya (0,0546–741,22). Berdasarkan data lapangan diketahui bahwa identifikasi jenis dan habitat D. subplana di anakan Sungai Melintang masih tergolong baik, ditandai dengan sumber makanan di habitat alami masih berlimpah dan parameter lingkungan yang diamati berada pada rentang yang cukup mendukung kelangsungan hidup spesies ini.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Kegiatan Wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nadira, Rahma Dini; Qomar, Nurul; Andriani, Yulia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16497

Abstract

Taman Wisata Alam Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang berasal dari hutan adat yang dihibahkan oleh masyarakat adat Desa Buluh Cina dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan kegiatan wisata alam di TWA Buluh Cina seperti belum terorganisir pengelolaan kegiatan wisata alam dan adanya konflik antara masyarakat Desa Buluh Cina dengan pihak pengelola TWA Buluh Cina. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan wisata alam, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam dan mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Buluh Cina. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sampel berasal dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar kawasan TWA Buluh Cina yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara campuran deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel eksogen yang diuji dalam penelitian ini adalah: sikap masyarakat, peran serta masyarakat, lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang telah dikembangkan di TWA Buluh Cina adalah kegiatan wisata edukasi satwa yang dilindungi, berkemah, hiking, bersampan di danau, dan fotografi alam. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam termasuk dalam kategori baik dan faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tersebut adalah sikap masyarakat.
Pola Silvopastura Pada Hutan Pinus Perhutani Kph Kedu Selatan (Studi Kasus: Kecamatan Kaligesing, Purworejo) Jihad, Aqmal Nur; Aryani, Zaini Silvia; Riyadi, Bagus; Budiadi, Budiadi; Hardiwinoto, Suryo; Pahlevi, Muhammad Reza
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.13130

Abstract

Silvopastura merupakan bagian dari ragam implementasi agroforestry yang menggabungkan antara pohon dengan ternak atau hijauan pakan ternak. Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo merupakan wilayah dengan program tahunan kontes kambing Peranakan Etawa (PE) dimana sumber pakan utama adalah Calliandra calothyrsus (kaliandra). Implementasi silvopastura dilakukan di lahan Perhutani dengan penanaman kaliandra dibawah tegakan Pinus merkusii (Pinus). Agroforestri sebagai praktek lama, ilmu baru menimbulkan konsekuensi adanya gap penelitian yang masih lebar. Terlebih lagi pada kasus agroforestri pinus dan kaliandra sebagai pakan ternak yang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendokumentasi implementasi pola silvopastura berbasis pinus dan eksplorasi aktivitas silvopastura yang diharapkan menjadi pondasi dalam rencana pengembangan silvopastura. Hasil penelitian yang diperoleh yakni (1) pola agroforestri yang terbentuk adalah alternate rows dan alley cropping; (2) aktivitas masyarakat berkaitan dengan silvopastura masih dominan terbatas pada penanaman dan pemanenan. Silvopastura di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo dapat dikategorikan sebagai praktek tradisional silvopastura. Penelitian ini dapat menjadi baseline dalam penyusunan rencana pengembangan dan penelitian lanjutan di masa mendatang.
Benzoin Business Opportunity Analysis in Conservation Areas: Case Study of Bukit Tiga Puluh National Park Ayu, Sari; Zuhud, Ervizal AM; Bahruni, Bahruni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19096

Abstract

This study analyzes the business potential and commercial benefits of benzoin (Styrax benzoin) in the Bukit Tigapuluh National Park (TNBT) conservation area, while exploring the traditional ecological knowledge of the Talang Mamak community in forest resource management. Benzoin is a non-timber forest product with high economic value used in cosmetics, pharmaceuticals, and perfumery. This research employed a descriptive qualitative method through ethnobioprospecting and supply chain analysis. The findings show that despite its high market value, farmers earn minimal profits due to reliance on middlemen and limited access to markets and processing technology. The study recommends strengthening farmers’ capacity through training, product diversification, and community-based marketing support. A benzoin conservation strategy should actively involve local communities as key actors in sustainable forest management.
Kualitas Briket Arang Berbahan Baku Cangkang Kemiri (Aleurites mollucanus) dan Serbuk Kayu Jati (Tectona grandis) Wulandari, Fenni Krisna; Wardana, Rendy Wikrama; Setiawan, Iwan; Koto, Irwan; Parlindungan, Deni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19630

Abstract

Penelitian Bertujuan adalah mengevaluasi mutu briket melalui pengukuran nilai kalor, kandungan air, dan kadar abu pada enam sampel berbeda. Dari hasil analisis, sampel K-A1, yang mengandung 77% kulit kemiri dan 3% bahan perekat, mencatatkan nilai kalor tertinggi, yaitu 6562 kkal/kg. Seluruh sampel yang diuji menunjukkan nilai kalor di atas 5000 kkal/kg, melampaui ketentuan standar nasional (SNI). Selain itu, kadar abu pada sampel K-A1 sebesar 6,78%, masih dalam batas toleransi SNI yang memperbolehkan kadar abu hingga 8%. Dalam aspek kadar air, sampel K-A3 (97% kulit kemiri dan 3% perekat) mencatat angka 5,78%, sedangkan sampel C-A3 dan K-A2 masing-masing memiliki kadar air 6,46% dan 7,59% — semuanya memenuhi syarat kadar air di bawah 8% menurut SNI. Berdasarkan keseluruhan parameter, briket dari sampel K-A1 dinilai sebagai yang terbaik, dengan kombinasi nilai kalor 6562 kkal/kg, kadar abu 6,78%, dan kadar air 9,07%.
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur Awaluddin, Awaluddin; Suhardiman, Ali; Karyati, Karyati; Marjenah, Marjenah; Kiswanto, Kiswanto; Sulistioadi, Yohanes Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.17513

Abstract

Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa (The European Commission’s Joint Research Centre ). Berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan jumlah luasan area terdeforestasi dan area hutan terdegradasi dari versi KLHK dan versi TMF, deforestasi periode tahun 2018-2019 versi peta KLHK menunjukkan bahwa angka deforesatasi yaitu seluas ±42,59 hektar, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF yaitu seluas ±47,73 hektar, lebih tinggi angka deforestasi versi peta TMF sebesar ±5,14 hektar. Luas deforestasi periode tahun 2019-2020 versi peta KLHK seluas ±672 hektar dan versi peta TMF seluas ±16,14 hektar lebih tinggi angka deforestasi versi peta KLHK ±656,76 hektar. Deforestasi periode tahun 2020-2021 versi peta KLHK seluas ±61,05 hektar, sedangkan luasan deforestasi versi peta TMF seluas ±41,67 hektar, lebih tinggi ±19,38 hektar angka deforestasi versi peta KLHK. Deforestasi periode tahun 2021-2022 versi peta KLHK tidak terdapat area deforestasi, sedangkan angka deforestasi versi peta TMF adalah seluas ±25,00 hektar. Degradasi hutan versi peta KLHK periode tahun 2018-2019 tidak terdapat area yang terdegradasi. Sedangkan degradasi hutan versi peta TMF seluas ±293,55 hektar. 
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Berkhasiat Obat di Lahan Rawa Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Lensari, Delfy; Rosianty, Yuli; Rasyid, Rasyid
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19120

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk 3.500 jenis tumbuhan obat dari 35.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi, yang sebagian bersifat endemik. Tumbuhan bawah berfungsi sebagai penutup tanah dan bahan obat dengan adaptasi khusus di bawah kanopi hutan. Tujuan menganalisis keanekaragaman tumbuhan bawah dengan nilai sebagai tumbuhan obat dan peluang pemanfaatannya oleh masyarakat, terutama di Kecamatan Gelumbang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan data survey. Analisis data menggunakan Indeks Nilai Penting, dan Indeks Shanon-wiener. Penelitian ini dilaksanakan lahan Rawa di sekitar tanaman Pohon Karet (Havea brasiensis). Pengambilan data dilakukan di 9 desa yaitu Desa Gelumbang, Desa Gumai, Desa Bitis, Desa Sukamenang, Desa Talang Taling, Desa Putak, Desa Teluk Limau, Desa Segayam, dan Desa Karang Endah. Jenis tumbuhan obat yang terdapat di lahan rawa sekitar kebun Karet masyarakat Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim 30 Jenis. Jenis yang mendominasi adalah Senduduk (Melastoma malabathricum). Indeks Nilai Penting yang tertinggi adalah Senduduk (Melastoma malabatricum) dengan nilai 20,52 %. Indeks keragaman jenis, bahwa jenis tumbuhan bawah di lahan rawa Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tergolong sedang yaitu 2,97 dengan 30 jenis tumbuhan bawah.
Analisis Potensi Forest Healing di Taman Hutan Raya Gunung Kunci Sumedang Berdasarkan Karakteristik Lingkungan Hutan Nuraisyah, Shamia; Wahyuni, Dwi; Darliana, Ina; Al-Reza, Dimaz Danang; Adu, Steven Jonathan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.21051

Abstract

Lingkungan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental manusia, di mana hutan dinilai sebagai tempat terapi alami yang efektif dan terjangkau. Salah satu bentuk terapi alam yang dikenal adalah Forest Healing, yaitu aktivitas menyatu dengan alam hutan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci di Sumedang sebagai lokasi Forest Healing berdasarkan karakteristik lingkungan hutannya. Parameter yang digunakan mengacu pada SNI 9006:2021, meliputi kerapatan vegetasi, suhu, kelembapan, tingkat kelerengan, dan tingkat kebisingan. Data dikumpulkan dari tiga lokasi utama: amfiteater, gardu pandang, dan bunker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan vegetasi tergolong rapat dengan dominansi pinus yang menghasilkan senyawa terpen bermanfaat bagi pernapasan. Kelembapan berada dalam kisaran ideal (68%) dan tingkat kebisingan tergolong rendah (<40 dB). Meskipun suhu rata-rata melebihi standar kenyamanan (27,4°C) dan beberapa titik memiliki kelerengan curam, kondisi tersebut masih dapat ditoleransi selama pengunjung dalam kondisi fisik sehat. Dengan demikian, Tahura Gunung Kunci memiliki potensi tinggi sebagai lokasi Forest Healing, dengan waktu terbaik pelaksanaan pada pagi hari. Hasil ini mendukung pengembangan wisata hutan berbasis terapi di Jawa Barat.. 
Sebaran dan Karakteristik Spasial Konflik Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Tiga Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, Indonesia Harahap, Moehar; Telaumbanua, Abdul Azis; Zahrah, Ma`rifatin; Ulfa, Mariah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.21910

Abstract

Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) adalah herbivora terbesar di Pulau Sumatera. Gajah sumatera termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Konflik Manusia Gajah terjadi di beberapa desa penyangga sekitar Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Indonesia. Setidaknya terdapat delapan konflik manusia gajah terjadi selama tahun 2022 di tiga desa (Bukit Mas, Mekar Makmur dan Sei Serdang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spasial distribusi konflik gajah sumatra dengan manusia di tiga desa sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Mas, Mekar Makmur, dan Sei Serdang dengan menggunakan metode observasi lapangan pada titik kejadian konflik. Hasil penelitian menunjukkan setidaknya terdapat 48 titik konflik manusia gajah berhasil ditemukan pada lokasi penelitian. Konflik manusia gajah paling banyak terjadi pada tipe tutupan lahan hutan, ketinggian area 0-1.100 meter di atas permukaan laut, cenderung terjadi di daerah landai (8-15%) dan dekat dengan sumber air (sungai). Penelitian ini bermanfaat dalam penyediaan basis data dan informasi awal untuk mitigasi konflik manusia gajah melalui distribusi kunjungan atau keberadaan spesies di desa penyangga TNGL.
Analisis Geospasial Lahan Agroforestri Untuk Budidaya Lebah Kelulut (Trigona sp.) di Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan Febrian, Ardi; Safei, Rahmat; Darmawan, Arief; Asmarahman, Ceng; Hidayat, Wahyu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.21125

Abstract

Dalam mengoptimalisasikan pengelolaan dan pemanfaatan budidaya lebah kelulut terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain kondisi iklim dan vegetasi; ketersediaan sumber pakan; dan praktik serta inovasi dalam budidaya lebah kelulut. Melalui analisis daya dukung, kegiatan budidaya lebah kelulut dapat dioptimalisasikan berdasarkan kesesuaian antara syarat hidup lebah kelulut dengan kondisi ruang yang menjadi lokasi budidaya lebah kelulut melalui pencermatan terhadap faktor lingkungan, faktor habitat, faktor iklim, dan faktor vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan potensi daya dukung dari lahan agroforestri di Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan uji Maxent kesesuian habitat dan daya dukung untuk budidaya lebah kelulut di Desa Karang Jaya dapat diklasifikasikan Tinggi, dengan variabel ketinggian (36,2%), variabel NDVI (24,3%), dan variabel suhu (19,4%) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kehadiran dan kesesuaian habitat lebah kelulut.