Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles
87 Documents
Nilai moral Bangsa Jepang Jin dalam Film Sayonara Bokutachi No Youchien (Kajian Semiotika John Fiske)
Shabrina, Selma
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i2.2419
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral bangsa Jepang Jin yang direpresentasikan oleh tokoh Kanna dalam film Sayonara Bokutachi No Youchien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan semiotika John Fiske. Fiske menganalisis suatu makna yang terkandung dalam teks dengan menggunakan 3 level kode televisi, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teori film, nilai moral bangsa Jepang dan semiotika. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 adegan yang diidentifikasi mengandung nilai moral bangsa Jepang jin yang direpresentasikan melalui tokoh Kanna. Kata Kunci : nilai moral bangsa Jepang, semiotika, film Abstract This research aims to find out the jin’s moral values of the Japanese people that are portrayed through the Kannas’s character in the film Sayonara Bokutachi no Youchien. This research is a descriptive analysis study with the using of John Fiske's semiotic approach. According to Fiske, there are 3 levels to analyzing the meanings in the text, those are the reality level, the representation level, and the ideology level. The theories used in this study are about film, Japanese moral values, and semiotics. The data collection technique used in this study is the observation with note-taking and the literature review. The data chosen as the object of this research are scenes that reflects the jin’s moral values ​​of the Japanese people. The results of this study indicate that there are 2 scenes who’s showing the jin’s moral values ​​of the Japanese nation ​​that described by Kanna. Keywords : Japanese moral values, semiotics, film
Penilaian terhadap Fungsi Aplikasi Kansaimo sebagai Media Pembelajaran Dialek Kansai Berbasis Android
Faturrohman, Shady
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i2.2420
Abstrak Penelitian ini membahas penilaian dari responden tentang fungsi aplikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan ADDIE dan data dikumpulkan dari kuesioner yang diberikan kepada dua puluh enam mahasiswa Sastra Jepang yang aktif dalam perkuliahan di tingkat tiga Fakultas Sastra Universitas Komputer Indonesia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan untuk pengumpulan data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat setuju dengan aplikasi pembelajaran Dialek Kansaimo Kansai sebagai media pembelajaran untuk fitur-fiturnya yang menarik, konten yang mudah dipahami, dan pengoperasian yang mudah. Aplikasi ini masih belum sempurna dan perlu pengembangan lebih lanjut. Kata kunci : Multimedia, Kansaimo, Media Pembelajaran, Kansai Abstract This paper discusses the valuation from the respondents about function of the application. The method used is the ADDIE development method and the data is collected from questioners given to twenty six Japanese Literature students who were active in lecture at third level Faculty of Letters of Universitas Komputer Indonesia. The research instrument using questionnaire and to collection data using likert scale. The result has shown that the respondents strongly agree the application of Kansaimo Kansai Dialect Learning as a media of learning for its interesting features, easy to understand content, and easy operation. This application is still imperfect and needs further development. Keywords: Multimedia, Kansaimo, Learning Media, Kansai
Penggambaran Trauma Arima Kousei Dalam Anime Your Lie In April Menggunakan Metode Analitik
Kurnia, Indah Angelia
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 1 (2018): Mei (2018)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i1.2421
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud trauma Arima Kousei dalam anime Your Lie in April karya Naoshi Arakawa dengan menggunakan metode analitik. Subjek penelitian ini adalah anime Your Lie in April karya Naoshi Arakawa. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan masalah trauma kejiwaan yang dialami tokoh utama dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh dengan teknik simak dan catat. Data yang menjadi objek penelitian yaitu kutipan dan gambar yang menggambarkan wujud trauma kejiwaan Arima Kousei. Lalu teknik yang digunakan pengarang dalam menggambarkan trauma kejiwaan pada tokoh Arima Kousei yaitu menggunakan metode analitik. Metode analitik adalah metode dimana pengarang menggambarkan watak-watak tokoh dengan mendeskripsikan wataknya secara langsung.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arima Kousei mengalami trauma kejiwaan karena merasa bersalah atas kematian ibunya. Untuk penelitian selanjutnya, jika ingin meneliti karya sastra dari anime Your Lie in April ada baiknya untuk meneliti mengenai psikologis tokoh lain yang terdapat dalam anime tersebut. Bukan hanya cerita dari tokoh utamanya saja yang menonjol karena trauma yang dialaminya, terdapat cerita dari tokoh lainnya juga yang menyimpan kemungkinan permasalahan menarik untuk dijadikan objek penelitian. Kata kunci: karya sastra, psikologi sastra, trauma, anime ABSTRACT This study aims to describe the form of trauma Arima Kousei in the anime Your Lie in April by Naoshi Arakawa using analytical methods. The subject of this research is the anime Your Lie in April by Naoshi Arakawa. The research is focused on problems related to psychiatric trauma problems experienced by the main character by using a literary psychology approach. Data obtained by listening and note techniques. The data that are the object of research are quotes and pictures that illustrate the form of Arima Kousei's psychiatric trauma. Then the technique used by the author in describing psychiatric trauma to the figure of Arima Kousei is using analytic methods. Analytic method is a method in which the author describes the character's character by describing his character directly. The results of the study indicate that Arima Kousei suffered a psychological trauma because he felt guilty for the death of his mother. For further research, if you want to examine the literary works of the anime Your Lie in April it is better to examine the psychological character of other characters contained in the anime. Not only the story of the main character who stands out because of the trauma he experienced, there are stories of other characters who also save the possibility of interesting problems to be the object of research. Keywords: literary works, literary psychology, trauma, anime
Pengaruh Komunikasi Amae Terhadap Hubungan Uchi Dan Soto Pada Kelompok Persahabatan Orang Jepang Dalam Film Ano Hana
Sompotan, Rizta Emrys Fransiska
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 1 (2018): Mei (2018)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i1.2422
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh komunikasi amae terhadap interaksi sosial pada hubungan persahabatan tokoh utama, yaitu kelompok Super Peace Busters. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Sumber data primer penelitian ini adalah Film Live Action Ano Hana (2013) dan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan teori dependensi Jepang menurut Takeo Doi yang dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa 4 kutipan dialog diantara setiap anggota kelompok yang dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh komunikasi amae pada film ini lebih cenderung menggambarkan hubungan uchi yang baik dan menjadi semakin erat akibat komunikasi amae yang juga terjalin baik. Kata kunci: penokohan, kelompok sosial, interaksi sosial, komunikasi amae Abstract This study aims to describe the influence of amae communication on social interactions on the friendship relationships of the Super Peace Busters group as the main of characters. The research method is descriptive analytic. The primary data source of this study is Live Action film of Ano Hana (2013) and the secondary data sources of this study are books, journals and articles related to Japanese dependency theory according to Takeo Doi which were collected using literature study technique. The object of the research is 4 dialogue quotes between each group member which collected by observation and writing technique. The results of this study indicate that the influence of amae communication on this film is more likely to describe a good uchi relationship and become more tighter due to the amae communication also good communication. Keywords: characterization, social group, social interactions, amae communication
Cara Pengajaran untuk Mengurangi Kesalahan dalam Penggunaan Fukugoukakujoshi 「ã«ã¤ã‚Œã¦ã€â€™Ni Tsurete’ dan 「ã¨ã¨ã‚‚ã«ã€â€™To Tomoni’ pada Kalimat Bahasa Jepang
Ghaisani, Nadin
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 1 (2018): Mei (2018)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i1.2423
Abstrak Fukugoukakujoshi ‘Ni tsurete’ dan ‘to tomoni’ dalam bahasa Indonesia memiliki makna ‘seiring’ atau ’bersamaan dengan’. Kesamaan makna yang dimiliki oleh kedua fukugoukakujoshi tersebut menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa dalam memahami perbedaan kedua fukugoukakujoshi tersebut. Analisis dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan pada hasil angket yang telah diberikan kepada 40 orang mahasiswa tingkat III Program Studi Sastra Jepang Universitas Komputer Indonesia tahun akademik 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengajaran dalam mengurangi kesalahan dalam penggunaan fukugoukakujoshi ‘ni tsurete’ dan ‘to tomoni’ . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini diketahui dapat diketahui bahwa cara pengajaran yang paling tepat untuk mengurangi kesalahan dalam penggunaan fukugoukakujoshi ‘Ni tsurete’ dan ‘to tomoni’ adalah dengan menggunakan referensi lain selain buku ajar agar penjelasan mengenai kedua fukugoukakujoshi tersebut lebih jelas dan detail. Kata Kunci : cara pengajaran, fukugoukakujoshi, Ni tsurete, to tomoni. Abstract Fukugoukakujoshi ‘ni tsurete’ and ‘to tomoni’ in Indonesian mean ‘bersamaan’ or ’bersamaan dengan’. The similarity meaning of the two fukugoukakujoshi creates difficulties for students in understanding the differences between the two fukugoukakujoshi. The analysis in this study was conducted based on the results of a questionnaire that was given to 40 third-level students of the Japanese Literature Study Program at the Indonesian Computer University academic year 2018/2019. The purpose of this study is to find out ways of teaching to reduce errors in the use of fukugoukakujoshi 'Ni tsurete' and 'to tomoni'. The method used in this research is quantitative descriptive research method. The results of this study are the most appropriate eaching method to reduce errors in the use of fukugoukakujoshi ‘Ni tsurete’ and ‘to tomoni’ is to use references other than textbooks so that the explanation of the two fukugoukakujoshi is clearer and more detailed. Keywords : teaching method, fukugoukakujoshi, ni tsurete, to tomoni.
Aspek Sosiologi Pengarang Pada Struktur Batin Puisi Watashi Ga Ichiban Kirei Datta Toki
Avyliani, Lisa
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 7 No. 1 (2018): Mei (2018)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v7i1.2424
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aspek sosiologi pengarang dengan struktur batin puisi Watashi ga Ichiban Kirei Datta Toki Karya Ibaragi Noriko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan pendekatan sosiologi pengarang oleh Wellek dan Warren (1994). Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan objek penelitian kemudian menganalisis hubungan aspek sosiologi pengarang dengan struktur batin puisi. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan aspek sosiologi pengarang dengan struktur batin puisi, yaitu pada aspek status sosial pengarang dengan tema dan aspek latar belakang sosial budaya pengarang dengan amanat. Dari hasil penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa puisi Watashi ga Ichiban Kirei Datta Toki ditulis oleh Ibaragi Noriko berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Kata Kunci : puisi, struktur batin, sosiologi pengarang Abstract This research aims to determine the relationship of the sociological aspects of the author with the inner structure of the poetry Watashi ga Ichiban Kirei Datta Toki by Ibaragi Noriko. This research uses descriptive analysis method, with the author's sociology approach by Wellek and Warren (1994). This research was conducted by describing the object of research then analyzing the relationship of the sociological aspects of the author with the inner structure of the poetry. The result of this research is that there is a relationship between the sociological aspects of the author with the inner structure of poetry, namely on the aspect of the author's social status with the theme and aspect of the author's socio-cultural background with the mandate. From the results of this research, it can be seen that the poetry Watashi ga Ichiban Kirei Datta Toki was written by Ibaragi Noriko based on events that occurred in his life. Keywords : poetry, inner structure, author's sociology
Fungsi dan Peran Elemen Supranatural dalam Folklor Jepang
Jessica Nathania Handayani
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 9 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v9i1.3330
This study discusses the role and nature of the supernatural aspects of Japanese folklores. The folklores studied in this research are collected from Japanese folklore internet database and were analyzed using descriptive method. After examining the contents, the result shows that the presence of supernatural aspects in Japanese folklores are to facilitates and implements the functions of folklore itself. They exist in the oral tradition as a medium to the folklore functions; as a projective system, cultural validation, didactic aspect, and lastly, as social control. This demonstrates that the study of folklore can be utilized to explore a group’s historical and sociological elements
Nilai Ryosai (Good Wife) Zaman Edo dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer (2000)
Annisa Maulida Salamah
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 9 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v9i1.3333
This study discusses the Japanese’s ryosai (good wife) that depicted in Pramoedya Ananta Toer’s novel “Gadis Pantaiâ€. The similarities between Japanese ideal value of wives from Edo era and Javanese during Dutch colonizations can be found throughout the Toer’s novel. This study conducted by using descriptive methods, by analyzing the ryosai value and then matching the findings to the novel. Both the society in the novel and the ryosai value limit the role of women as wives, giving them role in domestic level only based on their gender and biological function. The wives should dedicate their lives for their husbands, children and in-laws, and have no rights to educate and raise their children. This findings demonstrate the similarities of values between Japanese Edo era and Javanese Colonized era regarding women’s role in family and society.
Analisis Ujaran Dalam Pengajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar : Fokus Pada Pertanyaan Pengajar
Muliadi Muliadi
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 9 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v9i1.3356
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis pertanyaan, strategi pertanyaan dan bagaimana respon pembelajar terhadap pertanyaan pengajar dalam kelas bahasa Jepang. Partisipan adalah satu orang pengajar bahasa Jepang penutur asli dan 16 mahasiswa asing pascasarjana di salah satu universitas negeri Jepang yang mengikuti pembelajaran partisipan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pertanyaan yang paling banyak digunakan adalah pertanyaan iya/tidak sebanyak 59,51%, diikuti dengan jenis pertanyaan referensial sebanyak 27,03%, dan terakhir jenis pertanyaan display sebanyak 13,45%. Terdapat lima strategi yang digunakan yaitu penggantian kata, penyederhaan, pengulangan, penguraian, dan penggalian. Jenis pertanyaan iya/tidak dan pertanyaan display paling mudah mendapatkan jawaban. Sedangkan pertanyaan referensial merupakan pertanyaan yang cukup sulit mendapatkan jawaban terutama jika pertanyaan ditujukan kepada seluruh pembelajar. Namun penunjukkan perorangan akan lebih mudah mendapatkan jawaban. Pertanyaan referensial merupakan pertanyaan yang cukup sulit, sehingga untuk penelitian berikutnya perlu untuk menghitung berapa durasi waktu yang diperlukan pembelajar untuk menjawab pertanyaan terutama untuk pertanyaan referensial.
PERUBAHAN SERAGAM TOKOH LIGHT DALAM DEATH NOTE FILM VERSI NETFLIX
Honesty Audi;
Nungki Heriyati
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 8 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/js.v8i2.3459
Death Note yang dibuat oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata yang dibuat ulang oleh Netflix pada 2017. proses remake mengubah beberapa aspek cerita, salah satunya adalah perubahan dalam karakter utama, Light. One of the changes that can be seen is Light’s fashion to school. These changes are influenced by cultural differences due to changes in place settings in the story. By using the theory of cultural change proposed by Julian Steward, this study will be analyzed descriptively using a qualitative method. The data in this study were obtained from the anime Death Note made in Japan and the film Death Note version of Netflix. From the research conducted, it was found that there was a change in the way of dressing Light Yagami and Light Turner to school. This can be seen from the uniform rules in the two very different countries, between United State and Japan. There is a cultural adaptation that occurs in the making of the film Death Note Netflix version. Keywords : Death Note, Adaptation, Culture, Fashion