Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019"
:
10 Documents
clear
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA MANDIRI DI DESA GALO-GALO MOROTAI
Masni Dade
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.218
Pembangunan yang utuh dan menyeluruh dari suatu negara menuntut peranan penuh dari kaum perempuan dalam segala bidang kehidupan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah membuka ruang terhadap partisipasi warga dalam pembangunan desa. Hal ini seiring dengan adanya kebijakan dana desa dari pemerintah pusat. Dengan ini warga desa diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk berpartisipasi dalam memajukan desanya. Tidak terkecuali kaum perempuan, Perempuan pun memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas dirinya dengan turut aktif dalam meajukan desanya. Desa Galo- galo terletak di bagian selatan Pulau Morotai provinsi Maluku Utara, mempunyai kelompok sadar wisata yang anggotanya sebagian besar perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh peran perempuan dalam mengembangkan desa wisata mandiri di Galo Galo Kabupaten Pulau Morotai
DAMPAK GAME ONLINE BAGI PENDIDIKAN ANAK
Rifki Elindawati
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.217
Fenomena game online kini semakin berkembang seiring perkembangan zaman. Pada era teknologi, jarak bukan lagi menjadi hambatan untuk menjalin komunikasi antar manusia. Kalangan anak anak dibawah usia 16 tahun merupakan salah satu kalangan yang marak memainkan game online. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak game online itu sendiri bagi anak anak. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta data sekunder, penulis menjawab rumusan masalah. Berdasarkan konseptual yang dikembangkan, penulis menemukan hasil bahwa game online memiliki dampak positif dan negative bagi perkembangan anak. dampak positif dari permainan online bagi anak anak diantaranya adalah sebagai media sosialisasi untuk berinteraksi tanpa batasan jarak, melatih kecepatan berfikit sebagaimana menyusun strategi untuk memenangkan permainan, dan melatih skill serta kesabaran. Disisi lain, dampak negatif yang dapat terjadi adalah anak menjadi ketagihan akibat dari rasa penasaran untuk memenangkan permainan sehingga tidak dapat berhenti bermain, anak menjadi anti sosial karena kecanduan game dan hanya ingin bermain game, dan berdampak buruk bagi kesehatan anak.
Komunikasi Visual : Representasi Norma Kesopanan Perempuan Indonesia
Enang Yusuf Nurjaman
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.213
Media sosial merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat dewasa ini, semua orang bisa menjadi content creator dengan berbagai macam konten termasuk tayangan prank falsenya Angga Candra, seorang youtuber dengan 2,4 juta subscriber, dalam aksi pranknya sebagian besar korbannya adalah perempuan, respon perempuan Indonesia ketika menjadi korban prank berkaitan dengan norma kesopanan yang dimiliki oleh perempuan yang bisa dijadikan sebagai representasi perempuan Indonesia. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data penelitian ini dengan mengumpulkan screen shoot dari kumpulan adegan pada video episode “Prank Taxi Online!! Cewe Berhijab Ini Sebel-Sebel Gemes & Hampir Baper Beneran” pada channel Youtube Angga Candra. Penelitian ini menggunakan analisis teori semiotika dari Roland Barthes yang dikenal dengan Two Orders of Signification teori ini adalah ide tentang dua tatanan signifikansi yaitu denotasi dan konotasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka ditemukan representasi kesopanan perempuan Indonesia yaitu; menjaga dirin, ramah, humble, sopan, mengapresiasi dan menghargai prestasi seseorang, bersikap kooperatif, terbuka dan bersikap positif.
Gender Stereotype towards SDGs in Indonesia
Noviyanti Soleman;
Rifki Elindawati
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.212
Sustainable development goals (SDGs) is blueprint for peace and prosperity for people and the planet, now and into the future. SDGs is an agenda to be reach at 2030 with 17 goals. Sustainable Development Goals is officially adopted by 193 members state of United Nation since September 2015. Indonesia is involved in those 193 members state. Since 1950, Indonesia was admitted as 60th member state of United Nations. As the United Nation member state, Indonesia actively adopted the Sustainable Development Goals. How ever Indonesia still have to face gender stereotype in all aspects with the indicators of religion, ethnic, sex, culture and others. It has strong relationship with patriarchy culture. This research is aims to know how the gender stereotype affected the sustainable development goals in Indonesia. The author use qualitative research method by compile the secondary data and analyzing through thematic analysis approach. The result shows that five from 17 goals has stereotype from society in every single goal. The background reason of stereotype is come from culture, behavior, religion, ethnic and other social reason.
AL-QUR’AN DAN TRAFIKING
Niila Khoiru Amaliya
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.214
Praktek perdagangan manusia merupakan bentuk kejahatan yang masih terjadi. Mayoritas korban trafiking adalah perempuan, meskipun juga ada korban laki-laki dan anak-anak. Tulisan ini hendak mengkaji fenomena trafiking dan bagaimana al-Qur’an merespon praktik trafiking. Dari kajian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa trafiking memiliki bermacam bentuk dan modus. Kebanyakan trafiking terjadi dalam bentuk pemaksaan kerja, serta eksploitasi seksual. Modus yang muncul ada kalanya tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi, pemaksaan, pernikahan pesanan, atau yang terkait dengan dunia pendidikan seperti tawaran magang. Banyak faktor yang mendorong terjadinya trafiking, antara lain ekonomi, pendidikan dan sosial budaya, terutama pandangan yang masih bias gender sehingga memandang perempuan sebagai makhluk yang bisa diperlakukan semena-mena. Al-Qur’an memberikan perlawanan terhadap praktik trafiking ini. Karena tidak sesuai dengan elan vital yang dibawa al-Qur’an yang mengajarkan keadilan dan kasih sayang untuk kemaslahatan kehidupan.
Peran Ibu Dalam Pembentukan Karakter Anak
Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.209
AbstrakSeorang ibu dalam melakukan pengasuhan pada anakm usia dini, diajak meniru sesuatu yang sangat berkesan dan anak diajak berfikir tentang ciptaan Allah dengan landasan kasih sayang. Pengenalan kepada Allah bisa dikenalkan dengan anak melalui do’a yang sederhana, melalui bentuk bentuk ciptaaan Allah yang dia kagumi.Melalui pendidikan karakter secara sederhana, Ibu dapat menyelami jiwa anak dan memberikan cinta kasih sayang setulus-tulusnya. Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habination) tentang hal-hal yang baik sehingga anak menjadi paham (cognitive) tentang yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Dengan kata lain, pendidikan karakter terhadap anak usia dini haarus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik ( moral knowing), akan tetapi juga “merasakan dengan baik” (moral feeling) dan “prilaku yang baik” (moral action). Pendidikan karakter pada anak usia dini lebih menekankan pada habit atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekkan dan dilakukan.Pendidikan merupakan suatu usaha dimana adanya kesadaran untuk mengembangkan potensi diri dalam memahami suatu pengetahuan untuk dapat
PERAN DAN EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM BIDANG KELUARGA, EKONOMI, PENDIDIKAN MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0
Astuti.Muh Amin;
Romi Adiansyah
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.215
Kesetaraan gender penting untuk dikaji karena dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan SDM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauhmana persepsi mahasiswa terhadap peran dan eksistensi perempuan dalam bidang keluarga, ekonomi, pendidikan menghadapi era industri 4.0 serta faktor-faktor penghambat transformasi hubungan gender dan penghapusan ketidaksetaraan gender. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Sampel penelitian berjumlah 117 orang responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa 91.45% responden berpendapat bahwa perempuan harus berperan sebagai motivator dalam perkembangan minat dan bakat anak-anaknya; 81.20% responden berpendapat bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah dan keluarga saja, tetapi juga dapat berperan dalam ekonomi dan politik; 94.87% perempuan dapat turut berpartisipasi dalam digitalisasi ekonomi mendatang seperti sains, teknologi, mesin maupun matematika.
PENTINGNYA PENDIDIKAN LANJUT BAGI WANITA (Studi Kasus Mahasiswi Indonesia di Khon Kaen University)
Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.210
Pendidikan diartikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang dengan tujuan menjadi lebih baik. Pendidikan terbagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non-formal. Kondisi pendidikan di Indonesia baru baru ini menunjukan hasilnya yang cukup mencengangkan. Survei yang diinisiasi oleh OECD atau Organisation for Economic Cooperation and Development menunjukan hasil bahwa pendidikan Indonesia masih dibawah Singapore, Vietnam dan Thailand. Masalah dalam dunia pendidikan adalah terkait kesetaraan gender. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana pentingnya pendidikan tinggi tingkat pascasarjana bagi perempuan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana perspektif perempuan akan hal tersebut serta alasan dibaliknya. Penelitian menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan menggunakan sampling mahasisiwi Indonesia di Khon Kaen University yang menempuh jenjang pasca sarjana. Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa para mahasiswi sangat sadar akan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Para mahasiswi mulai keluar dari stereotip masyarakat dan belajar bidang yang identic dengan laki laki.
ANALISIS SEMIOTIKA JULIA KRISTEVA DALAM FILM “SEXY KILLERS” (Pendekatan Semanalisis Hingga Intertekstualitas
Siti Nur Alfia Abdullah
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.216
Munculnya sebuah film yang menceritakan keadaan bangsa Indonesia yang melibatkan petinggi-petinggi bangsa dan masyarakatnya yang mempunyai pemahaman berbeda dalam melihat sebuah teknologi, menjadi suatu hal yang patut untuk ditelaah kembali, sejak film tersebut muncul, telah menuai berbagai pujian dan pula yang mengkritisi serta memaknainya dengan cara yang berbeda , yakni film “Sexy Killers. Ini menjadi sebuah dasar penulis dalam melakukan penelitian untuk melihat perbedaan tersebut dari berbagai macam bentuk pemaknaan yang dibangun, dengan memaki teori semiotika dari Julia Kristeva, tentang semanalisis hingga intertektualitas. Walaupun teori tersebut terfokus pada bahasa puitis, namun penulis ingin mencoba menerapkannya dalam sebuah media film yang jarang dilakukan dalam peneltian lain. Hasil penelitian menjelaskan bahwa makna tidaklah mesti dipahami secara kaku dan otoriter, namun makna memiliki perkembangan yang terus berinovasi, “sexy killers” dalam perwujudannya merupakan teks full yang tidak bisa dirubah dalam kristeva disebut dengan genoteksnya, fenoteks merupakan makna yang berkembang di tengah masyarakat saat menyaksikan “sexy killers” makna yang dihasillkan pun berbeda beda, bisa jadi makna tersebut dipahami sama dengan tujuan dari si sutradara film sendiri sebagai bentuk kritis terhadap pemerintah yang tidak bijak dalam melakukan pembangunan tambang batu bara, atau bahkan proses hadirnya film tersebut dimaknai sebatas informasi sesaat dan tidak memiliki pengaruh apa-apa.
Gender Inequality in Workplace (Study Case: Indonesia)
Noviyanti Soleman
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.211
In Indonesia, gender issue has been develop since long time ago and set under the law of Indonesia. The President Instruction No 9 of 2000 about gender mainstreaming to decrease the gap between men and women in accessing the development, improve the participation and understanding towards development. However, the effort of gender equality in Indonesia has to face many obstacles. According to World Economic Forum, among 149 countries Indonesia placed in the rank of 85 regarding to the gender gap issue of 2018 such as in economic participation and opportunity which means not in the good condition. The paper aims to explore the phenomena of gender inequality in workplace in Indonesia. To answer the research question, the author use qualitative research method with secondary data and analyze through thematic analysis approach. The author also use the theory of structural functionalism by Parsons and Bales (1955) to analyze the data. The result shows that the gender inequality impacted to division of labor such