cover
Contact Name
Adiyana Adam
Contact Email
adiyanaadamm@gmail.com
Phone
+6281340137313
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Lumba-lumba, Kel. Dufa-dufa, Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
ISSN : 19072740     EISSN : 26139367     DOI : -
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles 144 Documents
PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA ANAK -ANAK DIBAHAH UMUR DAN PENANGGULANGANNYA Fitri Rezki Amelia
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.1 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.892 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i1.161

Abstract

Maraknya penyalahgunaan barang haram (narkoba) akhir-akhir ini menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Dari fakta yang dapat disaksikan hampir setiap hari baik melalui media cetak maupun elektronik, barang haram tersebut telah merebak kemana-mana tanpa pandang bulu, terutama di antara remaja yang sangat diharapkan menjadi generasi penerus bangsa dalam membangun negara di masa mendatang. Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan-bahan zat adiktif lainnya) dapat membahayakan kehidupan manusia, jika dikonsumsi  dengan cara yang tidak tepat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas; baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial budaya hankam, dan lain sebagainya. Banyak cara digunakan agar pemakai  narkoba dapat normal dan pulih kembali seperti biasanya.Sehingga kepada pemakai / pengedar dalam ketentuan hukum pidana nasional diberikan sanksi yang berat. Metode penelitian adalah studi kepustakaan, hasilnya adalah kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan sangat tajam karena belum ada standarisasi sistem pencatatan dan pelaporan penyalahgunaan narkoba.
Gender dan Ekonomi (Analisa Terhadap Mitra Go-Jek Perempuan di Indonesia Tahun 2018) Darmawati H
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 12 No.1 Tahun 2018
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.174 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v12i1.130

Abstract

Abstrak Transportasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat milenial. Transportasi yang aman, nyaman, mudah, dan murah merupakan syarat utamanya. Sektor ini dengan cepat ditanggapi oleh seorang entrepreneur muda Indonesia yang dengan membangun kerajaan bisnis yang berbasis daring. Go-Jek Indonesia telah menjelma menjadi salah satu bisnis transportasi terkemuka di Indonesia. Mitranya tidak hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perlakuan perusahaan terhadap mitra perempuannya dan apa respon masyarakat atas keikutsertaan perempuan dalam bidang yang didominasi kaum laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan perlakuan perusahaan baik pada mitra perempuan ataupun lelaki, hanya saja stigma masyarakat tentang perempuan yang lemah dan kurang lincah di jalan merupakan alasan munculnya respon negative.
FEMINISME DAN GERAKAN SOSIAL AMIN BENDAR
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.1 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.801 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i1.156

Abstract

Fokus Tulisan ini  berupaya membawa perbedaan tersebut ke dalam keterbukaan untuk menunjukkan posisi subordinat kaum perempuan dan untuk menjelaskan sistem ekonomi dan politik dunia tidak mengistimewakan posisi perempuan. Feminisme dalam teori ini bisa dilihat sebagai proyek oleh kaum feminis untuk mem­pengaruhi perubahan sosial baik sebagai serangkaian penerapan maupun sebagai kumpulan teori. Feminisme mengadopsi gabung­an tematik dan struktur kronologis, menyatukan koleksi karya tokoh-tokoh yang tak terbantahkan dalam proyek ini, serta penelitian penting dari generasi sarjana baru. Fokusnya kemudian akan membuka wacana kehidupan sosial pada tradisi teori sosial yang lebih luas dan peduli dengan studi tentang kekuatan sosial dan emansipasi manusia.
LGBT, PERILAKU SEKS MENYIMPANG DALAM ISLAM YAMIN HADAD
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 10 No.1 Tahun 2016
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.157 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v10i1.15

Abstract

Permasalahan Seks menyimpang  dalam Islam yang trending sekarang ini seperti lesbian, Gay, biseksual dan transgender  bukan merupakan hal baru. Trending topic ini hanya sebuah perulangan sejarah masa lalu, terutama perilaku ummatnya nabi Luth. Hubungan seksual sesama jenis antara laki-laki dan laki-laki atau perempuan dengan perempuan adalah perilaku menyimpang dan bertentangan kodrat  fitrah manusia. Olehnya itu Allah SWT sangat murka dan menyiksa mereka dengan menghujani batu yang menyala-nyala,  menghancurkan negerinya dengan cara membalikkannya dalam perut bumi. Pelampiasan  nafsu birahi  model LGBT dengan alas an apapun bertententangan dengan hukum Islam, manakala ada yang melakukan, maka ia harus dihukum. Menyadari hal itu, maka Islam memandang perilaku seks menyimpang hukumnya haram karena bertentangan jiwa, agama, dan merusak kesehatan manusia. Para ulama berbeda pendapat atas hukum kasus ini, akan tapi paling tidak diklasifikasikan  tingkatan  yakni membunuhnya (qishas), dicambuk (rajam), membayar denda (diyat) atau diasingkan (ta’zir).  Islam menentang segala bentuk upaya pelegalan LGBT dibumi ini dengan alas an apapun, termasuk pemerhati atau para pelakunya. Solusi Islam adalah menganjurkan untuk menikah antara laki-laki dan perempuan secara syah menurut syariat Allah, agar menghidarkan diri dari segala bentuk penyimpangan  seks manusia. Upaya dimaksud guna mengembangkan keturunan dan menjaga fitrah  serta harkat dan martabat manusia secara normal.
KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MARWAN SYABAN
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 12 No.2 Tahun 2018
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.59 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v12i2.141

Abstract

Manajemen pendidikan Islam proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efesien, dan produktip. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan proses transinternalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Tujuan manajemen pendidikan Islam adalah bahwa segala hal dan proses-proses yang berlangsung dapat benar-benar dikelola dengan baik sehingga proses pendidikan dapat benar-benar terwujud  sesuai ajaran Islam dan. upaya  pencapaian tujuan pendidikan Islam dapat lebih mudah terwujud. Ruang lingkup praktik manajemen pendidikan Islam meliputi manajemen kelembagaan dan program pendidikan Islam serta aspek spirit Islam melekat pada setiap aktivitas pendidikan. Sedangkan mengenai prinsip manajemen pendidikan Islam setidaknya ada 14, diantaranya; pembagian kerja, kejelasan dalam wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan komando, kesatuan arah, lebih memprioritaskan kepentingan umum/organisasi daripada kepentingan pribadi, pemberian kontra prestasi, sentralisasi, rantai skalar, tertib, pemerataan, stabilitas dalam menjabat, inisiatif, dan semangat kelompok.
KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM ADIYANA ADAM
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 10 No.1 Tahun 2016
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.151 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v10i1.6

Abstract

Dalam pandangan hukum Islam, segala sesuatu diciptakan Allah dengan kodrat. Demikian halnya manusia, antara laki-laki dan perempuan sebagai individu dan jenis kelamin memiliki kodratnya masing-masing. Al-Qur'an mengakui adanya perbedaan anatomi antara laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an juga mengakui bahwa anggota masing-masing gender berfungsi dengan cara merefleksikan perbedaan yang telah dirumuskan dengan baik serta dipertahankan oleh budaya, baik dari kalangan kaum laki-laki maupun perempuan sendiri. Kodrat perempuan sering dijadikan alasan untuk mereduksi berbagai peran perempuan di dalam keluarga maupun masyarakat, kaum laki-laki sering dianggap lebih dominan dalam memainkan berbagai peran, sementara perempuan memperoleh peran yang terbatas di sektor domestik. Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat pun memandang bahwa perempuan sebagai makhluk yang lemah, emosional, halus dan pemalu sementara laki-laki makhluk yang kuat, rasional, kasar serta pemberani. Anehnya perbedaan-perbedaan ini kemudian diyakini sebagai kodrat, sudah tetap yang merupakan pemberian Tuhan. Barang siapa berusaha merubahnya dianggap menyalahi kodrat bahkan menentang ketetapan Tuhan. Peran dan status perempuan dalam perspektif Islam selalu dikaitkan dengan keberadaan laki-laki. Perempuan digambarkan sebagai makhluk yang keberadaannya sangat bergantung kepada laki-laki. Sebagai seorang anak, ia berada di bawah lindungan perwalian ayah dan saudara laki-laki, sebagai istri bergantung kepada suami. Islam menetapkan perempuan sebagai penenang suami, sebagai ibu yang mengasuh dan mendidik anak dan menjaga harta benda serta membina etika keluarga di dalam pemerintahan terkecil.
PEREMPUAN DALAM GERAKAN TERORISME DI INDONESIA Musdah Mulia
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 12 No.1 Tahun 2018
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.946 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v12i1.136

Abstract

Modus baru dalam aksi terorisme menjadikan perempuan sebagai pelaku. Kalau sebelumnya aksi-aksi teror berwajah maskulin dan menggunakan pendekatan patriarkal, belakangan aksi-aksi teror memanfaatkan perempuan sebagai pelaku dan dengan pendekatan feminin. Meskipun faktanya perempuan adalah pelaku, hakikinya mereka tetap korban.Tulisan ini mencoba menguak berbagai hal terkait keterlibatan perempuan Muslim dalam gerakan terorisme di Indonesia. Di antaranya, menggali latar-belakang kehidupan mereka, apa motif utama mereka terlibat dalam aksi-aksi terorisme, mengapa gerakan yang penuh kekerasan dan mematikan ini justru menarik bagi kelompok perempuan yang umumnya secara bias gender masih dipersepsikan sebagai kelompok rentan dan makhluk domestik.Sesuai kodratnya, perempuan lebih mudah direkrut menjadi agen perdamaian (agent of disengagement). Kalau mereka bisa direkrut menjadi teroris seharusnya lebih mudah mengajak mereka menjadi agen perdamaian. Karena secara alami perempuan diciptakan dengan sebuah rahim untuk merawat keberlangsungan kehidupan manusia.
WANITA KARIR DALAM PANDANGAN ISLAM Ismiyati Muhammad
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.1 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.364 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i1.162

Abstract

Wanita Karir berarti wanita yang memiliki pekerjaan dan mandiri finansial baik kerja pada orang lain atau punya usaha sendiri. Ia identik dengan wanita pintar dan perempuan modern. Ketiga label ini bisa positif tapi juga negatif tergantung bagaimana dia bisa membawa diri secara agama dan sosial. Ada beberapa alasan kenapa wanita terjun dalam dunia karier, antara lain adalah faktor pendidikan yakni dengan pendidikan dapat melahirkan wanita karier, keadaan dan kebutuhan yang mendesak dalam keluarga, alasan ekonomis yakni sebagian kaum perempuan tidak ingin bergantung terus pada suami, untuk mengisi waktu lowong yakni perempuan merasa bosan atau jenuh jika berada dirumah terus, untuk mencari ketenangan dan hiburan apabila terjadi kemelut dalam keluarga yang tidak berkesudahan perempuan mencari kegiatan diluar rumah, mengembangkan bakat.  Islam datang mengangkat harkat wanita setara dengan kaum pria dalam hakekat kemanusiannya dan mendapatkan hak-hak yang wajar sebagaimana kaum pria. Seiring dengan berubahnya cara pandang masyarakat terhadap peran dan posisi kaum wanita di tengah masyarakat,Kesimpulan dari makalah ini adalah Islam adalah agama yang sangat fleksibel dan mengerti terhadap perempuan  namun tetap mempunyai aturan mainnya sendiri. Dimana wanita karir dalam Islam memang diperbolehkan asalkan mendapatkan ijin dari suami dan bekerja untuk membantu keluarga, ini akan jadi sebuah kegiatan yang menyenangkan apalagi jika didasari oleh ibadah. 
KONTEKSTUALISASI KARAKTER ANAK MELALUI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Amran Eku
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 12 No.1 Tahun 2018
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.074 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v12i1.131

Abstract

Karakter merupakan potensi dasar manusia dalam kehidupan, siswa memiliki potensi untuk berbuat , bertindak, oleh karena itu setiap manusia memiliki watak, tabiat, akhlak dan kepribadian, yang secara otomatis melekat pada diri individu,  terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan  yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. kebijakan terdiri atas sejumlah nilai, moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya dan hormat kepada orang lain. Pendidikan karakter perlu dikembangkan  dalam pembelajaran oleh karena nilai ini berlaku universal,  nilai-nilai ini bersumber dari agama, Pancasila dan budaya. Nilai-nilai pendidikan karakter perlu dijabarkan sehingga diperoleh pengertian secara kontekstual, karena berguna sebagai batasan atau tolak ukur ketercapaian pelaksanan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. Adapun  nilai-nilai pendidikan karakter meliputi Religius, jujur, disiplin dan kreatif toleransi dan demokratis, semangat kebangsaan, cinta Tanah air, Menghargai , bersahabat, cinta damai, dan  peduli lingkungan, dalam konteks akhlakul karimah, karakter dipahami dalam bentuk nilai-nilai akhlak yang mengarah siswa terhadap nilai keagamaan yang meliputi husnudzhan,  Qanaah, ihlas, sabar, istiqamah, istiqamah dan berdoa.
DINAMIKA HIDUP SINGLE MOTHER (Perspektif Qashash Alqur’an) Muhammad Amri
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.1 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.387 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i1.157

Abstract

Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt. melalui Nabi Muhammad saw. sebagai petunjuk bagi segenap umat manusia. Segala problem umat manusia, sedianya mendapatkan perhatian oleh ayat-ayat Allah swt. meskipun demikian Alqur’an bukan sebuah ensiklopedi yang memuat segala aspek kehidupan. Satu fenomena nyata kehidupan, adanya single mother yang berusaha bertahan menopang kelanjutan hidup sambil memelihara anak serta keluarga dalam waktu yang sama. Ketika Alqur’an menyinggung serangkaian kisah-kisah masa lalu dengan ragam latar belakang manusia. Sejauh manakah Alqur’an melirik single mother dalam uraian kisah-kisahnya?.Studi ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan Qashash Alqur’an. Berdasarkan observasi menyeluruh terhadap seluruh kisah Alqur’an, selanjutnya melakukan pemilahan dan pengolahan data hingga kemudian fase perumusan hasil penelitian. nPenelusuran ini menghasilkan sebuah gambaran bahwa potret single mother dalam rangkaian qashash Alqur’an tercermin pada tiga kisah yaitu Maryam Ibu Nabi Isa as. pada QS. Maryam {19} : 16-25., Ibu Nabi Musa as. pada QS. Al-Qashash {26} : 7-13 , dan Hajar Ibu Nabi Ismail as. pada QS. Ibrahim {14} : 37-38 . Ragam dinamika hidup single mother yang dapat disarikan dari uraian kisah terangkum dalam tiga poin : pertama, rentan terhadap stigma buruk masyarakat; kedua, terjepit dalam kondisi sekitar yang buruk; dan ketiga, memendam masalah dan menanggung beban sendiri.

Page 2 of 15 | Total Record : 144