cover
Contact Name
Adiyana Adam
Contact Email
adiyanaadamm@gmail.com
Phone
+6281340137313
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Lumba-lumba, Kel. Dufa-dufa, Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
ISSN : 19072740     EISSN : 26139367     DOI : -
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles 144 Documents
Peran Ibu Dalam Pembentukan Karakter Anak Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.209

Abstract

AbstrakSeorang ibu dalam melakukan pengasuhan pada anakm usia dini, diajak meniru sesuatu yang sangat berkesan dan anak diajak berfikir tentang ciptaan Allah dengan landasan kasih sayang. Pengenalan kepada Allah bisa dikenalkan dengan anak melalui do’a yang sederhana, melalui bentuk bentuk ciptaaan Allah yang dia kagumi.Melalui pendidikan karakter secara sederhana, Ibu dapat menyelami jiwa anak dan memberikan cinta kasih sayang setulus-tulusnya. Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habination) tentang hal-hal yang baik sehingga anak menjadi paham (cognitive) tentang yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Dengan kata lain, pendidikan karakter terhadap anak usia dini haarus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik  ( moral knowing),  akan tetapi  juga  “merasakan dengan  baik”  (moral  feeling)    dan  “prilaku  yang  baik”    (moral  action). Pendidikan karakter pada anak usia dini lebih menekankan pada habit  atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekkan dan dilakukan.Pendidikan merupakan suatu usaha dimana adanya kesadaran untuk mengembangkan potensi diri dalam memahami suatu pengetahuan untuk dapat
PERAN DAN EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM BIDANG KELUARGA, EKONOMI, PENDIDIKAN MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 Astuti.Muh Amin; Romi Adiansyah
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.215

Abstract

Kesetaraan gender penting untuk dikaji karena dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan SDM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauhmana persepsi mahasiswa terhadap peran dan eksistensi perempuan dalam bidang keluarga, ekonomi, pendidikan menghadapi era industri 4.0 serta faktor-faktor penghambat transformasi hubungan gender dan penghapusan ketidaksetaraan gender. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Sampel penelitian berjumlah 117 orang responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa 91.45% responden berpendapat bahwa perempuan harus berperan sebagai motivator dalam perkembangan minat dan bakat anak-anaknya; 81.20% responden berpendapat bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah dan keluarga saja, tetapi juga dapat berperan dalam ekonomi dan politik; 94.87% perempuan dapat turut berpartisipasi dalam digitalisasi ekonomi mendatang seperti sains, teknologi, mesin maupun matematika.
PENTINGNYA PENDIDIKAN LANJUT BAGI WANITA (Studi Kasus Mahasiswi Indonesia di Khon Kaen University) Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.210

Abstract

Pendidikan diartikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang dengan tujuan  menjadi lebih baik. Pendidikan terbagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non-formal. Kondisi pendidikan di Indonesia baru baru ini menunjukan hasilnya yang cukup mencengangkan. Survei yang diinisiasi oleh OECD atau Organisation for Economic Cooperation and Development menunjukan hasil bahwa pendidikan Indonesia masih dibawah Singapore, Vietnam dan Thailand. Masalah dalam dunia pendidikan adalah terkait kesetaraan gender. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana pentingnya pendidikan tinggi tingkat pascasarjana bagi perempuan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana perspektif perempuan akan hal tersebut serta alasan dibaliknya. Penelitian menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan menggunakan sampling mahasisiwi Indonesia di Khon Kaen University yang menempuh jenjang pasca sarjana. Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa para mahasiswi sangat sadar akan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Para mahasiswi mulai keluar dari stereotip masyarakat dan belajar bidang yang identic dengan laki laki.
ANALISIS SEMIOTIKA JULIA KRISTEVA DALAM FILM “SEXY KILLERS” (Pendekatan Semanalisis Hingga Intertekstualitas Siti Nur Alfia Abdullah
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.216

Abstract

Munculnya sebuah film yang menceritakan keadaan bangsa Indonesia yang melibatkan petinggi-petinggi bangsa dan masyarakatnya yang mempunyai pemahaman berbeda dalam melihat sebuah teknologi, menjadi suatu hal yang patut untuk ditelaah kembali, sejak film tersebut muncul, telah menuai berbagai pujian dan pula yang mengkritisi serta memaknainya dengan cara yang  berbeda , yakni film “Sexy Killers. Ini menjadi sebuah dasar penulis dalam melakukan penelitian untuk  melihat perbedaan tersebut dari berbagai macam bentuk pemaknaan yang dibangun, dengan memaki teori semiotika dari Julia Kristeva, tentang semanalisis hingga intertektualitas. Walaupun teori tersebut terfokus pada bahasa puitis, namun penulis ingin mencoba menerapkannya dalam sebuah media film yang jarang dilakukan dalam peneltian lain. Hasil penelitian menjelaskan bahwa  makna tidaklah mesti dipahami secara kaku dan otoriter, namun makna memiliki perkembangan yang terus berinovasi, “sexy killers” dalam perwujudannya merupakan teks full yang tidak bisa dirubah dalam kristeva disebut dengan genoteksnya, fenoteks merupakan makna yang berkembang di tengah masyarakat saat menyaksikan “sexy killers” makna yang dihasillkan pun berbeda beda, bisa jadi makna tersebut dipahami sama dengan tujuan dari si sutradara film sendiri sebagai bentuk kritis terhadap pemerintah yang tidak bijak dalam melakukan pembangunan tambang batu bara, atau bahkan proses hadirnya film tersebut dimaknai sebatas informasi sesaat dan tidak memiliki pengaruh apa-apa.
Gender Inequality in Workplace (Study Case: Indonesia) Noviyanti Soleman
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.211

Abstract

In Indonesia, gender issue has been develop since long time ago and set under the law of Indonesia. The President Instruction No 9 of 2000 about gender mainstreaming to decrease the gap between men and women in accessing the development, improve the participation and understanding towards development. However, the effort of gender equality in Indonesia has to face many obstacles. According to World Economic Forum, among 149 countries Indonesia placed in the rank of 85 regarding to the gender gap issue of 2018 such as in economic participation and opportunity which means not in the good condition. The paper aims to explore the phenomena of gender inequality in workplace in Indonesia. To answer the research question, the author use qualitative research method with secondary data and analyze through thematic analysis approach. The author also use the theory of structural functionalism by Parsons and Bales (1955) to analyze the data. The result shows that the gender inequality impacted to division of labor such
Lifelong Learning: Pembelajaran Kolaboratif Inklusif Untuk Menyiapkan Generasi Digital Yang Humanis Sukardi Abbas; Nurbaya Nurbaya
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.249

Abstract

Era digital tidak bisa dihindari. Berbagai jenis informasi dapat diakses dengan mudah, cepat, murah dan bahkan lebih banyak dari pada yang dapat di tangani. Hal ini membutuhkan upaya cepat untuk mendidik generasi digital sedini mungkin entah itu anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan orang berkebutuhan khusus. Lifelong learning merupakan satu-satunya jalan menuju masa depan yang lebih baik melalui pembinaan karakter siswa (etika, moral, spiritual, sosial dan intelektual). Pembelajaran kolaboratif secara inklusif diduga dapat membuka ruang-ruang belajar siswa dengan mengintegrasikan antara fisik, psikis dan sosial siswa. Artikel ini akan mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur penting dari lifelong learningmelalui studi literature dan  menawarkan satu model pembelajaran kolaboratif secara inklusif untuk menyiapkan generasi masa kini dan generasi masa depan yang humanis.
Kekerasan Berbasis Gender Online Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Soleman, Noviyanti
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.378

Abstract

Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia sejak awal 2020, dikala itu pemerintah Indonesia dengan sigap melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintahan Joko Widodo demi manangani Covid-19, diantaranya adalah kebijakan work from home dan pembatasan sosial berskala besar. Dengan adanya penyebaran Covid-19 membuat orang banyak beralih melakukan aktivitas dengan memanfaatkan sosial media. Namun sayangnya hal tersebut membawa dampak negative yaitu meningkatnya kekerasan berbasis gender online hingga 3x lipat dari tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja factor yang menyebabkan meningkatnya angka kekerasan berbasis gender online selama masa pandemic covid-19. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik, penulis mencoba menjawab rumusan masalah. Hasil yang ditemukan adalah terdapat berbagai factor yang saling keterkaitan satu sama lain yaitu hasil dari kebijakan yang menyebabkan perubahan sikap, pengaruh era digital dan perkembangannya, hingga objektivikasi terhadap kaum perempuan di Indonesia
Memahami Perbedaan Gender Dalam Perspektif Islam Dan Socio-Kultural” Nurcholish Rustam; JUbair Situmorang
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.243

Abstract

Studi tentang isu-isu gender dalam Islam telah signifikan, ditandai tidak hanya oleh kelimpahan publikasi yang mempromosikan wacana gender dan Islam, tetapi juga fakta bahwa itu telah berkembang menjadi gerakan arus utama yang kemudian mengundang orang untuk dengan mudah menyebutnya sebagai "gerakan kesetaraan gender". Islam datang untuk memberikan posisi penting baik dalam hukum dan hak-hak yang sama dengan laki-laki, sehingga tidak ada diskriminasi bagi perempuan. Kesetaraan hak-hak dalam Islam jelas diatur dalam Al-Qur'an dan hadits. Islam tidak mendiskriminasi hak-hak perempuan terhadap laki-laki
Optimalisasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Organisasi Dharma Wanita Masni Dade
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.298

Abstract

Dharma Wanita adalah sebuah wadah bagi para istri yang suaminya bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau karyawan instansi lainnya. Wadah ini merupakan organisasi wanita yang berfungsi sebagai pendukung dan pendamping para suami yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Tujuan khussu oragnisasi ini adalah agar istri para pegawai lebih terarah dalam mendampingi suami. Peran perempuan dalam organisasi Dharma wanita tidak hanya menyuarakan agar  perempuan bisa mendapat posisi yang sama dengan laki-laki dalam hal pekerjaan, mupun hak-hak lainnya. Tetapi pemeberdayaan perempuan melalui wadah organisasi Dharma wanita  mendukung tugas suami sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat Dari beberapa  sumber yang kami temui sepanjang mereka menjadi anggota Dharma wanita , kegiatan yang dilakukan sangat variatif dan inovatif. Dalam kegiatan yang dilakuakan Dharma wanita selalu menghadirkan  anggota atau kelompok UMKM yang natinya para anggota Dharma Wanita diajarkan bagaimana cara menghidupkan ekonomi keluarga dengan berbagai ketrampilan dengan demikian para anggota Dharma Wanita akan mendapatkan dua keuntungan  yaitu sebagai ibu rumah tangga yang berfungsi  penggerak ekonomi keluarga dan dari sisi menopang ekonomi keluarga.
Konstruksi Identitas Kultural dan Kesalehan Sosial Perempuan Ternate Dalam Pendekatan Sejarah Sosial dan Tafsir Al-Qur’an Muhammad Sakti Garwan
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.293

Abstract

Tulisan ini akan mengkonstruk dari segi aktivitas keseharian dan tradisi yang dilakukan oleh para perempuan Ternate sehingga membentuk sebuah identitas kultural sekaligus kesalehan sosial yang mereka tunjukan baik kepada suami, anak-anak, juga masyarakat sekitar. Dengan menggunakan model peneltian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan di Ternate, Maluku Utara. Untuk data Sekunder di dapat dari buku-buku yang memang relevan terhadap penelitian ini. Pendekatan yang penulis pakai diantaranya adalah pendekatan sejarah sosial, juga teori identitas kultural demi memperoleh bentuk kesalehan sosial perempuan Ternate, juga menggunakan pendekatan tafsir sebagai langkah untuk memaknai tindakan atau kesalehan sosial dari para perempuan Ternate. Hasilnya, konstruk perempuan Ternate dari segi identitas kultural dan kesalehan sosial dapat dilihat pada bentuk aktivitas sehari-hari mereka. Dengan posisi mereka sebagai istri bentuk kebaktian mereka adalah dengan ikut menolong suami juga tergambar saat mereka melakukan tradisi yakni tradisi lilian. Sifat gotong royong dan tolong menolong ini, merupakan bentuk kesalehan secara sosial yang ditunjukan oleh para perempuan Ternate.

Page 5 of 15 | Total Record : 144