cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 181 Documents
PEMANFAATAN MUSEUM NASIONAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS SRIWIJAYA Wijaya, Tomy; Alauwiyah, Fatimah; Pahlevi, Muhammad Reza
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p42-60

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar dalam meningkatkan kualitas pemahaman sejarah bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Museum sebagai lembaga pelestarian warisan budaya dan sejarah memiliki potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran. Dalam pendidikan sejarah, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, melainkan juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, historis, dan reflektif. Oleh karena itu, keberadaan museum sebagai sumber belajar menjadi alternatif yang kontekstual, aplikatif, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di Museum Nasional Jakarta, serta dokumentasi koleksi-koleksi yang relevan dengan materi kuliah. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar memberikan dampak positif bagi penguatan pemahaman materi sejarah mahasiswa. Koleksi museum, seperti artefak prasejarah, peninggalan Hindu-Buddha, nisan kuno, manuskrip Islam, senjata perjuangan, arsip pergerakan nasional, hingga dokumen kemerdekaan, secara nyata membantu mahasiswa mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan bukti otentik yang dapat diamati langsung. Selain memperkuat aspek kognitif, pengalaman belajar berbasis museum juga menumbuhkan apresiasi dan kesadaran historis mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa. Interaksi langsung dengan koleksi di museum mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga mengembangkan pemikiran kritis, membangun hubungan sebab-akibat antar peristiwa, dan memahami dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya dalam konteks sejarah Indonesia. Dengan demikian, pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang berwawasan historis dan cinta terhadap budaya bangsa. Abstract:This research aims to analyze the utilization of the National Museum as a learning resource in improving the quality of historical understanding for students of the History Education Study Program of Sriwijaya University. Museums as cultural and historical heritage preservation institutions have great potential in supporting the learning process. In history education, it is not enough for students to master theory, but they are also required to have the ability to think critically, historically, and reflectively. Therefore, the existence of museums as a learning resource is a contextual, applicable, and meaningful alternative. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through direct observation at the National Museum Jakarta, as well as documentation of collections relevant to the course material. The data analysis technique refers to the Miles and Huberman model, which includes the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the utilization of the National Museum as a learning resource had a positive impact on strengthening students' understanding of historical material. Museum collections, such as prehistoric artifacts, Hindu-Buddhist relics, ancient gravestones, Islamic manuscripts, weapons of struggle, national movement archives, and independence documents, clearly help students link the theories learned in class with authentic evidence that can be observed directly. In addition to strengthening cognitive aspects, museum-based learning experiences also foster students' appreciation and historical awareness of the importance of preserving the nation's cultural heritage. Direct interaction with collections in the museum encourages students to not only memorize historical facts, but also develop critical thinking, establish cause-and-effect relationships between events, and understand social, political, economic, and cultural dynamics in the context of Indonesian history. Thus, the utilization of the National Museum as a learning resource not only enriches the learning process, but also becomes an effective means in shaping the character of students with historical insight and love for the nation's culture.
STORYTHAT COMIC BASED ON THE NGIDERI DHISAH TRADITION: AN INNOVATION IN HISTORY LEARNING TO ENHANCE STUDENTS’ VISUAL PERCEPTUAL SKILLS Triyanto, Jefri Rieski; Na'im, Mohamad
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p301-318

Abstract

Abstract: This study aims to develop a history learning medium using a Storythat comic based on the Ngideri Dhisah tradition. Secondly, it aims to measure the effectiveness of the Storythat comic medium based on the Ngideri Dhisah tradition in enhancing students’ visual perceptual skills. This research is a development study or Research & Development (R&D) adopting the ADDIE model by Branch. The study was conducted at SMAN 1 Tenggarang with the research subjects being grade X students. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and observations. Meanwhile, the data analysis technique to measure students’ visual perceptual skills used IBM SPSS V29. The results of this study indicate that: (1) the Storythat comic medium based on the Ngideri Dhisah tradition is suitable for use in the learning process with minor revisions; (2) the Storythat comic medium based on the Ngideri Dhisah tradition can significantly enhance students’ visual perceptual skills with a “Large Effect” category (Relative Effectiveness Test score of 0.83). This research provides initial information for future studies that will examine the effectiveness of the Storythat comic medium in improving students’ visual perceptual skills, particularly in the history learning process.
BELAJAR DARI NEGERI EVEREST: SISTEM PENDIDIKAN DASAR DALAM PERUBAHAN SOSIAL NEPAL, 1950-2000 Agli, Muhammad Rizky; Wibowo, Des Fitra Dwi; Rizal, Aslama Nanda
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p19-29

Abstract

Abstract:Pendidikan dasar di Nepal memainkan peran kunci dalam perubahan sosial, menghubungkan upaya modernisasi dengan tantangan ketimpangan sosial, geografis, dan budaya. Sebagai landasan pembangunan manusia, pendidikan dasar di Nepal berkembang dari sistem yang eksklusif di era Dinasti Rana—yang membatasi akses hanya bagi elit—menuju sistem inklusif pasca-revolusi 1951. Dengan menggunakan metode studi literatur dan metode kualitatif untuk menganalisis sumber, penelitian ini menelaah transformasi sistem pendidikan dasar dan dampaknya terhadap masyarakat melalui analisis berbagai sumber sekunder, termasuk laporan pendidikan, jurnal internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa reformasi pada 1970-an, melalui New Education System Plan (NESP), berhasil memperluas akses pendidikan dengan sentralisasi kurikulum, meskipun wilayah pedesaan tetap tertinggal. Pada 1990-an, upaya untuk menciptakan pendidikan gratis dan inklusif semakin meningkatkan angka partisipasi, termasuk dari kelompok perempuan dan masyarakat marginal. Namun, tantangan seperti bias budaya yang meminggirkan kelompok minoritas, kurangnya infrastruktur di wilayah terpencil, dan ketergantungan pada donor asing terus membatasi efektivitas sistem pendidikan. Di sisi lain, pendidikan dasar berhasil meningkatkan mobilitas sosial, memberdayakan perempuan, dan memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman etnis dan bahasa. Abstract:Primary education in Nepal plays a key role in social change, linking modernization efforts with the challenges of social, geographic and cultural inequality. As a cornerstone of human development, primary education in Nepal evolved from an exclusive system under the Rana Dynasty-which restricted access to the elite-to an inclusive system after the 1951 revolution. Using the literature study method and qualitative methods to analyze sources, this research examines the transformation of the primary education system and its impact on society through the analysis of various secondary sources, including educational reports, international journals. The results show that reforms in the 1970s, through the New Education System Plan (NESP), succeeded in expanding access to education by centralizing the curriculum, although rural areas remained behind. In the 1990s, efforts to create free and inclusive education further increased enrollment, including from women and marginalized communities. However, challenges such as cultural biases that marginalize minority groups, lack of infrastructure in remote areas, and dependence on foreign donors continue to limit the effectiveness of the education system. On the other hand, basic education has improved social mobility, empowered women and strengthened national identity amid ethnic and linguistic diversity.
Pengembangan Media Persija (Pembelajaran Website Sejarah) Berbasis Google Sites Peninggalan Candi Kerajaan Tumapel di X DKV 2 SMK Negeri 1 Prigen Pasuruan viananda, Anita
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p81-94

Abstract

Konteks penelitian ini di SMK Negeri 1 Prigen Pasuruan, yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, di sekolah ini peserta didik diperbolehkan membawa gawai atau smartphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Pembelajaran sejarah di SMK sangat terbatas dan termasuk kedalam pembelajaran umum kurang diminati oleh peserta didik. Penelitian dan pengembangan model ADDIE dari Dick and carry dipilih sebagai metode penelitian. Demikian pengembangan media Persija (pembelajaran website sejarah) berbasis google sites mengenai peninggalan candi Kerajaan Tumapel. Penelitian diperoleh hasil validasi materi 96%, dan untuk hasil validasi media 81%. Sedangkan untuk hasil uji coba diperoleh dua hasil, uji coba kelompok kecil mendapatkan 90%, dan uji coba kelompok besar mendapatkan 86%. Berdasarkan hasil dari kedua validasi ahli dan kedua uji coba di lapangan terhadap tabel kriteria ketentuan yang digunakan bahwa media Persija dinyatakan sangat valid dan sangat layak untuk media pembelajaran sejarah di kelas X DKV 2 SMK Negeri 1 Prigen Pasuruan.
Analisis Potensi Relief Sri Tanjung Candi Surawana Sebagai Materi Media Pembelajaran Komik Sejarah Afandi, Alifia Nurhusna
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i2p329-339

Abstract

On Surawana Temple, several beautiful reliefs are engraved, one of which is the relief of Sri Tanjung. The story of Sri Tanjung itself contains life values that can be used as a lesson. However, not much has been done to introduce the story of Sri Tanjung, especially to students through learning media. So that the writing of this article aims to find out the reliefs of Sri Tanjung at Surawana Temple, the story of Sri Tanjung in history lessons, and the potential of the Sri Tanjung Reliefs at Surawana Temple as learning media material for historical comics. The research method used is descriptive qualitative method. Research techniques using observation and documentation. The results of the study show that the relief of Sri Tanjung in Surawana Temple has the meaning of ruwatan, consisting of several panels that tell the story of the dispute between Sidapaksa and Sri Tanjung until they reunited. The story of Sri Tanjung has character values such as hard work, honesty, responsibility, and religion which can be included in history lessons. The integration process can be done through learning methods, selecting or making teaching materials and learning media. The relief of Sri Tanjung at Surawana Temple has the potential to be used as a historical comic because the pictures are arranged sequentially and form a story like a storyline in a comic. Making comics can provide benefits such as making it easier for students to grasp material, and taking a positive side that will support student character development. 
PROBLEMATIKA GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA KERTANEGARA MALANG Fauziah, Risma Silvi Elviana
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p385-397

Abstract

Perkembangan kurikulum merupakan langkah yang tepat untuk memperbaiki kualitas sistem pendidikan di Indonesia agar sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya perkembangan sebuah kurikulum tentunya akan menimbulkan problematika yang dirasakan di Sekolah, khususnya guru sejarah di SMA Kertanegara Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sejarah, mengidentifikasi problematika guru dalam implementasi pembelajaran sejarah berdasarkan Kurikulum Merdeka, dan mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi problematika guru dalam implementasi pembelajaran sejarah berdasarkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melibatkan wakil kepala kurikulum, guru mata pelajaran sejarah, serta beberapa siswa kelas X dan XI yang dirasa dapat membantu jalannya penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka berfokus pada penguatan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila berdasarkan tema dan metode yang telah ditentukan. Terdapat beberapa problematika yang dialami oleh guru sejarah dalam implementasi Kurikulum Merdeka, meliputi guru perlu melakukan penyesuaian dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, paradigma pembelajaran berdiferensiasi, dan kesulitan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, seperti Modul. Selanjutnya terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi problematika implementasi Kurikulum Merdeka, diantaranya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru melalui sosialisasi maupun pelatihan yang dapat dilakukan melalui Kerjacita.id dan PMM, menambah wawasan melalui sharing dengan guru lain, dan melakukan kegiatan MGMPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMAN 1 LAWANG Ardifa'ansyah, Muhamad Damang; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p165-173

Abstract

Pembelajaran yang mengandalkan teknologi, seperti penggunaan Artificial Intelligence (AI), mengurangi inisiatif peserta didik dalam belajar dan memilih cara instan untuk mengerjakan tuga. Sebagai solusi untuk mengantisipasi perkara tersebut, maka seorang pendidik mesti memilih model dan media pembelajaran yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar sejarah. Metode yang dipakai yakni quasi-experimental dengan pengukuran pre-test post-test, menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol. Sampelnya masing-masing kelas 36 peserta didik berasal dari kelas eksperimen dan dari kelas kontrol juga berjumlah 36 peserta didik. Pada tahapan analisis menggunakan Uji Independent Samples T-Test. Hasil uji hipotesis menunjukan sig. 0,399 > 0,05 maka Ho gagal ditolak. Hasil pre-test pada kelas eksperimen sebesar 73,9 dan post-test 80,5. Sedangkan pada kelas kontrol, hasil pre-test sebesar 72,5 dan post-test 78,6. Maka dapat disimpulkan bahwasanya pembelajaran Project Based Learning memiliki pengaruh jika dilihat dari soal peserta didik sebelum dan setelah diberikan pengaruh model pembelajaran PjBL, namun kalau dibanding dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran mixed yakni kelas kontrol (diskusi dan ceramah) diketahui tidak ada pengaruhnya.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DENGAN PEMANFAATAN ARSIP DIGITAL PADA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Anggoro, Dimas; Shokheh, Mukhamad; Soeharso, R.; Asmoro, Gondo; Wicaksono, Adika; Rayes, Muhammad Mirza Maksoem; Safitri, Adz Kirani
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i2p285-305

Abstract

Mengembangkan keterampilan berpikir historis berguna bagi siswa untuk memahami peristiwa masa lalu yang kompleks dan relevansinya dengan masa kini. Dalam pembelajaran sejarah, model inkuiri sering dipakai sebagai metode untuk melibatkan siswa secara aktif mengeksplorasi sumber sejarah dan membangun pengetahuan. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat IBL terhadap partisipasi dan pemahaman siswa, namun kajian tentang pengintegrasian model ikuiri dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan arsip digital dalam pembelajaran sejarah lokal masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi model pembelajaran inkuiri berbasis AI dengan pemanfaatan arsip digital untuk pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 6 Semarang, sebagai produk utama. Penelitian mengikuti kerangka pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi, meliputi analisis kebutuhan, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba lapangan dengan siswa. Model yang dikembangkan mengintegrasikan alat AI seperti ChatGPT dan Google Lens untuk memudahkan akses dan analisis sumber primer digital. Validasi oleh para ahli menunjukkan skor kelayakan sebesar 79%, dan uji coba terbatas skala kecil maupun besar dengan siswa menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi. Melalui desain kuasi eksperimen, hasil posttest dijadikan ukuran pembeda keberhasilan antara penggunaan model inkuiri berbasis AI dan model inkuiri konvensional. Dari hasil analisis statistik dampak positif model pembelajaran yang dikembangkan dapat dilihat dari perbedaan signifikan pada skor posttest (t = 19,576, p < 0,05). Meskipun terdapat persoalan terkait akses internet dan kemampuan teknis di awal pengembangan, hasil revisi produk secara berkala memperlihatkan adanya peningkatan partisipasi siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian dalam penyelidikan sejarah. Hasil temuan penelitian memberi kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan dukungan teknologi AI dan Arsip Digital dalam pembelajaran sejarah lokal, mampu meningkatkan pemahaman sejarah siswa secara bernakna, sehingga para pendidik dianjurkan untuk mengadopsi model ini guna meningkatkan pemahaman sejarah dan literasi digital bagi siswanya.
JAVA INSTITUUT (1919-1940): PERAN LEMBAGA ILMIAH SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN JAWA DAN KONTRIBUSI INTELEKTUAL LOKAL Setyawan, Aris Dany; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i2p227-241

Abstract

Konsekuensi atas pelaksanaan politik etis di Indonesia adalah lahirnya kaum intelektual yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Java Instituut menjadi salah satu bukti majunya ilmu pengetahuan di masa kolonial Hindia-Belanda. Lembaga ini menyimbolkan adanya harmonisasi intelektual antara golongan kolonial dan lokal pada orientasi pemajuan kebudayaan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk mengupayakan adanya pembahasan yang mendalam tentang Java Instituut dengan menggunakan pendekatan sejarah. Selain itu, tulisan ini akan memberikan penjabaran kaitannya upaya Java Instituut dalam pemajuan kebudayaan Jawa serta peran tokoh lokal di dalamnya. Dengan demikian, metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi dirasa sesuai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Java Instituut merupakan lembaga yang diusulkan oleh Mangkunegara VII yang kemudian disahkan oleh pemerintah kolonial berkat menjadi mosi di dalam Kongres Kebudayaan Jawa I tahun 1918. Upaya Java Instituut di dalam memajukan kebudayaan Jawa dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti kongres kebudayaan, lomba karya tulis, kongres bahasa, penerbitan majalah dan surat kabar serta pendirian sekolah dan fasilitas budaya. Di dalam Java Instituut, tokoh intelektual lokal diberikan kesempatan yang besar dalam pemajuan kebudayaan, baik sebagai pengkaji maupun penggiat budaya.
Dari Medan Perang Meksiko ke Strategi Perang Saudara: Transformasi Pengalaman Tempur Jenderal Ulysses S. Grant Harefa, Faonaso
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p95-117

Abstract

This study was motivated by the urgency to understand how combat experience forms an effective and adaptive military strategy in the context of Sishankamrata. By using a mixed methods approach, quantitative correlation, and qualitative analysis through historical case studies. This study examined the influence of war experience on the war strategy, focusing on the figure of General Ulysses S. Grant. The results showed a very strong correlation (r = 0.979) between combat experience and military strategy development. This indicates that experience on the battlefield contributes greatly to forming effective intuition, decision-making, and strategic leadership. Novelty This study lies in the integration of experiential learning theory and adaptive leadership in analyzing causal relationships between combat experience and military strategy, which has not been widely studied in depth in academic literature. This study contributes to enriching the Sishankamrata framework by emphasizing the importance of empirical learning in forming adaptive strategic leadership while offering a historical-comparative perspective for the development of a responsive global military strategy of the dynamics of modern conflict. The limitation of this study lies in the focus on one single figure, namely General Ulysses S. Grant, so that generalizations to the context of military and civilian leaders in history are still limited; however, this finding still has theoretical and practical significance because it opens new insights on how combat experience can be converted into an effective military strategy and adaptive civilian leadership. Keywords: History of War, Sishankamrata, Mixed Methods.