cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 153 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL PADA MATERI POKOK KERUNTUHAN VOC UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 4 SMAN 1 TUREN KABUPATEN MALANG Ima Offiana; Dewa Agung Gede Agung; Ulfatun Nafi'ah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p19-29

Abstract

The demands of contemporary era are increasingly complex and have impacte education field. Moreover, there are various advanced technologies are basically designed to make is easy for humans. Similary, in learning history, the use of technology can be used as a learning material tends to be complex and abstract often makes students unmotivated to learn history. Due to rationale, learning media are needed to concretize historical contentl so that students can easily understand and trigger the student’s imagination. Comic as a visual media with latest technology will be more easily accepted by students. It is because the learning media seems close to the reality of life of students as it is being subjected tailored to their needs. According to this, the purpose of research and developments is to produce and test the effectiveness of digital comic learning media on the subject matter of the collapse of VOC for students of class XI MIPA 4 SMAN 1 Turen Malang Regency. The method which has been used is a media program development model developed by Sadiman, et al. Furthermore, the results shows that the validity of the product obtained from material experts was 79.5% and from media experts amounted 98.9%. The results of product effectiveness and testing is small group which is conducted on 7 students obtained a percentage of 91.9%. Meanwhile, the results of trail us of large groups that were only attended by 28 students obtained a percentage of 91.1%. On the other hand, the result of the pre-test and post-test measurements increase in learning outcomes for students after using learning media. While the average pre-test score obtained was 42.6 and the average post-test score was 75.3. According to these data, it can’t be denied that the “VOC Collapse” digital comics learning media is classified exceptionally valid and completely effective to use in history learning.Tuntutan era kontemporer semakin kompleks dan berdampak pada bidang pendidikan. Apalagi ada berbagai teknologi canggih yang pada dasarnya didesain untuk memudahkan manusia. Begitu pula dalam pembelajaran sejarah, pemanfaatan teknologi sebagai bahan pembelajaran yang cenderung kompleks dan abstrak seringkali membuat siswa tidak termotivasi untuk belajar sejarah. Berdasarkan pemikiran tersebut, diperlukan media pembelajaran untuk mengkonkretkan isi sejarah agar siswa dapat dengan mudah memahami dan memicu imajinasi siswa. Komik sebagai media visual dengan teknologi terkini akan lebih mudah diterima oleh siswa. Hal ini karena media pembelajaran terkesan dekat dengan realitas kehidupan siswa karena disesuaikan dengan kebutuhannya. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan dan menguji keefektifan media pembelajaran komik digital pada materi pelajaran runtuhnya VOC untuk siswa kelas XI MIPA 4 SMAN 1 Turen Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah model pengembangan program media yang dikembangkan oleh Sadiman, dkk. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan validitas produk yang diperoleh dari ahli materi sebesar 79.5% dan dari ahli media sebesar 98.9%. Hasil uji keefektifan produk dan uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 7 siswa diperoleh persentase 91.9%. Sedangkan hasil trail us kelompok besar yang hanya diikuti oleh 28 siswa diperoleh persentase sebesar 91.1%. Di sisi lain, hasil pengukuran pre-test dan post-test meningkatkan hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran. Sedangkan rata-rata skor pretes yang diperoleh adalah 42.6 dan rata-rata skor postes adalah 75.3. Berdasarkan data tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa media pembelajaran komik digital “Keruntuhan VOC” tergolong sangat valid dan sangat efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.
PELUANG DAN TANTANGAN METAVERSE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH: SEBUAH KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Alim, Muhammad Rofiul
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p201-215

Abstract

Abstract: The metaverse technology was massively developed in the last decade. The utilization and development of the metaverse in the field of education is considered in line with the concept of society 5.0 and 21st century competencies. Innovation makes the learning process interactive by cultivating critical thinking, communication, creative thinking, and collaboration. The development of the metaverse in the field of education is an effort to present the concept of student center learning. This research method uses a literature review by collecting scientific studies, analyzing, and comparing the use and utilization of the metaverse in education. Data search procedures, data analysis, topic determination, literature review and conclusions related to the opportunities and challenges of the metaverse as a medium for learning history. Data analysis used a literature review with descriptive qualitative. The keywords in the literature search are "Metaverse" and "Learning Media" with a publication period of 2015-2023. The Opportunities for metaverse technology in the world of education have great opportunities to be developed to improve the quality of education. The presence of metaverse technology has challenges such as crime and digital data security and a lack of humanity. This needs to be balanced with an understanding of digital literacy so that it is the center of progress in human-centered society, science and technology. Abstrak:Teknologi metaverse masif dikembangkan dalam dekade belakangan. Pemanfaatan dan pengembangan metaverse dalam bidang pendidikan dinilai selaras dengan konsep masyarakat 5.0 dan kompetensi abad 21. Inovasi menjadikan proses belajar pembelajaran interaktif dengan menumbuhkan critical thinking, communication, creative thinking, and collaboration. Pengembangan metaverse pada bidang pendidikan menjadi upaya menghadirkan konsep pembelajaran student center. Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan mengumpulkan kajian ilmiah, menelaah, dan membandingkan penggunaan dan pemanfaatan metaverse pada pendidikan. Prosedur pencarian data, analisis data, penentuan topik, literature review dan kesimpulan terkait peluang dan tantangan metaverse sebagai media pembelajaran sejarah. Analisis data menggunakan literatur review dengan kualitatif deskriptif. Kata kunci dalam pencarian literatur yakni “Metaverse” dan “Media Pembelajaran” dengan rentang waktu publikasi tahun 2015-2023. Peluang teknologi metaverse di dunia pendidikan memiliki peluang besar untuk dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hadirnya teknologi metaverse memiliki tantangan seperti adanya kejahatan dan keamanan data digital dan kurangnya sisi kemanusiaan. Hal ini perlu diimbangi pemahaman literasi digital sehingga pusat kemajuan pada human-centered society, sains, dan teknologi.
PERSEPSI GURU SEJARAH TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KABUPATEN MALANG Santi, Dwijayati Ari Novia; Sayono, Joko; Agung, Dewa Agung Gede
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p440-450

Abstract

Abstract: The Hindu-Buddhist heritage sites in Indonesia, dating back to the kingdom era, bear witness to the diverse religious practices coexisting among the people. These historically significant sites are frequently utilized in history lessons to underscore the nation's tradition of tolerance. However, questions arise about the extent of teachers' awareness regarding the tolerance content within these heritage sites and their effective incorporation of such content into history classes. Recent phenomena, such as children mocking each other and using religious symbols for jokes, emphasize the need for a comprehensive understanding of tolerance in history education. This descriptive qualitative research focuses on exploring history teachers' perceptions of implementing tolerance character education in high schools in SMA Malang Regency, examining their knowledge of tolerance content within Hindu-Buddhist sites in Malang Raya and the teaching methods employed for Hindu-Buddhist material. Conducted through interviews and research documentation with history teachers at SMA Malang Regency, the study ensures data validity through source triangulation. This research also employs data reduction, presentation, and verification in the analysis. The findings reveal that history teachers possess a reasonably good understanding of Hindu-Buddhist heritage sites in Greater Malang. Notably, teachers are knowledgeable about the tolerance content found in sites like Singosari Temple, Sumberawan Stupa, and Jago Temple, connecting this content to architectural features, religious practices of the past, and their relevance to contemporary society. In terms of teaching methods, some history teachers use cooperative learning and contextual teaching, emphasizing the importance of incorporating tolerance character education into the curriculum. All informants unanimously stress the significance of imparting tolerance education in the classroom as a crucial measure to prevent national disintegration, considering Indonesia's diverse conditions.Abstrak:Situs peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia yang berasal dari masa kerajaan menjadi saksi beragamnya praktik keagamaan yang hidup berdampingan di kalangan masyarakat. Situs-situs bersejarah yang penting ini sering digunakan dalam pelajaran sejarah untuk menekankan pentngnya tradisi toleransi bangsa Indonesia. Namun, muncul pertanyaan tentang sejauh mana kesadaran guru mengenai konten toleransi dalam situs warisan tersebut dan efektivitas penggabungan konten tersebut ke dalam kelas sejarah. Fenomena terkini, seperti anak-anak yang saling mengejek dan menggunakan simbol agama untuk bercanda, menekankan perlunya pemahaman komprehensif tentang toleransi dalam pendidikan sejarah. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menggali persepsi guru sejarah terhadap penerapan pendidikan karakter toleransi di SMA se-Kabupaten Malang, mengkaji pengetahuan konten toleransi dalam situs Hindu-Buddha di Malang Raya, dan metode pengajaran yang digunakan pada materi Hindu-Buddha. Melalui wawancara dan penelitian dokumentasi dengan guru sejarah SMA Kabupaten Malang, penelitian ini menjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber. Penelitian ini juga melakukan reduksi data, penyajian, dan verifikasi dalam analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang situs peninggalan Hindu-Buddha di Malang Raya. Khususnya, para guru memiliki pengetahuan tentang konten toleransi yang terdapat di situs-situs seperti Candi Singosari, Stupa Sumberawan, dan Candi Jago, menghubungkan konten tersebut dengan ciri-ciri arsitektur, praktik keagamaan di masa lalu, dan relevansinya dengan masyarakat kontemporer. Dalam hal metode pengajaran, beberapa guru sejarah menggunakan pembelajaran kooperatif dan pengajaran kontekstual, menekankan pentingnya memasukkan pendidikan karakter toleransi ke dalam kurikulum. Seluruh informan sepakat menekankan pentingnya pendidikan toleransi di kelas sebagai langkah penting untuk mencegah disintegrasi bangsa, mengingat kondisi Indonesia yang beragam.
JARINGAN PERNIAGAAN HITU SEBAGAI BANDAR REMPAH DAN KAJIAN POTENSI PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM KURIKULUM MERDEKA UNTUK JENJANG SMK Ersanda, Privera Ajeng; Wahyudi, Deny Yudo
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p264-285

Abstract

Abstract: This study discusses the Hitu spice trade network and studies the potential for learning history in the Independent Curriculum for the SMK level. The writing of this study uses the literature study method by conducting an assessment of various literature in the form of articles, books, scientific journals, and previous studies that is relevant to the topic to be studied. The result of writing this study is that the Maluku Islands have been known as a trade network in the archipelago. The growth of the Hitu spice trading network is related to the creation of interaction and connectivity with local and foreign traders. Having a strategic location, Ambon Island is a place for boats and ships to stop as well as a spice trading market. This is because the Ambon coastal area connects ports or ports in the Maluku Islands which form a local network for trading activities with the main commodities being cloves and nutmeg. With the increasing number of Hitu, this led to the formation of a kingdom known as the Tanah Hitu Kingdom and was formed by the Four Primes. The arrival of the Portuguese to Hitu initially did not have a bad influence, but over time there were differences in interests which led to the Portuguese being expelled from Hitu. Then at the end of the 16th century the arrival of the Portuguese was followed by the Dutch and in 1605 succeeded in subduing the Portuguese and controlling Ambon. In an effort to achieve the learning objectives in the Independent Curriculum, vocational school history subject teachers are required to be able to design learning by utilizing various media and learning models that support the implementation of the Independent Curriculum, namely digital-based learning media and project-based learning models. Thus, the purpose of writing this study was to design an innovative and creative history lesson, and it is hoped that it will create future generations who are educated and able to compete globally in order to advance the quality of education in Indonesia. Abstrak: Kajian ini membahas mengenai jaringan perniagaan rempah Hitu dan kajian potensi pembelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka untuk jenjang SMK. Penulisan kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan melakukan pengkajian terhadap berbagai literatur baik berupa artikel, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang akan dikaji. Hasil dari penulisan kajian ini adalah Kepulauan Maluku telah dikenal sebagai jaringan perniagaan di Nusantara. Tumbuhnya jaringan perniagaan rempah Hitu berkaitan dengan terciptanya interaksi dan konektivitas dengan para pedagang lokal dan asing. Memiliki letak yang strategis, Pulau Ambon menjadi tempat singgah perahu dan kapal sekaligus pasar perniagaan rempah. Hal tersebut karena wilayah pesisir Ambon menghubungkan pelabuhan atau bandar di Kepulauan Maluku yang membentuk jaringan lokal bagi aktivitas perniagaan dengan komoditi utama cengkeh dan pala. Dengan semakin ramainya Hitu, maka mendorong terbentuknya suatu kerajaan   yang dikenal dengan Kerajaan Tanah Hitu dan dibentuk oleh Empat Perdana. Kedatangan Portugis ke Hitu pada  awalnya tidak memunculkan pengaruh buruk, namun seiring berjalannya waktu terdapat perbedaan kepentingan yang membuat Portugis terusir dari Hitu. Kemudian pada akhir abad ke 16 kedatangan Portugis disusul oleh Belanda dan pada tahun 1605 berhasil menundukkan Portugis serta menguasai Ambon. Sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, guru mata pelajaran sejarah SMK dituntut harus mampu mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan model pembelajaran yang menunjang penerapan Kurikulum Merdeka yakni media pembelajaran berbasis digital dan model pembelajaran berbasis projek. Sehingga, tujuan penulisan kajian ini dilakukan untuk mendesain pembelajaran sejarah yang inovatif dan kreatif, serta diharapkan dapat mewujudkan penerus bangsa yang terdidik dan mampu  bersaing secara global guna memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BERBASIS AR –VIDECK (AUGMENTED REALITY, VIDEO, KOMIK DIGITAL, PEARDECK, AND QUIZZIZ) Nafi'ah, Ulfatun; Djono, Djono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p358-373

Abstract

Abstract: History learning is required to produce more innovation to answer the challenges and developments of the industrial revolution 4.0. This is because the students we are dealing with are the digital generation. Therefore, this research aims to produce innovative history learning media based on AR-VIDECK (augmented reality, video, digital comics, peardeck, and quizziz). This research uses the development method carried out by Davidson-Shiver and Rasmunssen. The model was selected based on suitability to appropriate development characteristics in developing AR-VIDECK media with stages 1) Analysis, 2) Evaluation Plan, 3) Simultaneous Design which includes design, system development, testing and Implementation and Formative evaluation. This phase can be done many times up to an indefinite time limit; 4) Full Implementation; 5) Summative Evaluation and Research. The data collection technique is in the form of a questionnaire. The type of data used is qualitative and quantitative data. The instrument used in this research was a questionnaire. The questionnaire created was measured using a scale. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results of product trials with 92.5% media experts and 95% material experts, the feasibility of AR-VIDECK learning media content is categorized as valid. Abstrak: Pembelajaran sejarah dituntut lebih banyak menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan dan perkembangan revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan siswa yang dihadapi adalah generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media pembelajaran sejarah berbasis AR-VIDECK (augmented reality, video, komik digital, peardeck, dan quizziz). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dilakukan oleh  Davidson-Shiver dan Rasmunssen. Model tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian terhadap karakteristik pengembangan yang sesuai dalam mengembangan media AR-VIDECK dengan tahapan 1) Analisis, 2) Rencana Evaluasi, 3) Desain Serentak yang meliputi desain, pengembangan sistem, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan berkali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4) Implementasi Penuh; 5) Evaluasi Sumatif dan Penelitian. Teknik pengumpulan data berbentuk angket. Jenis data yang digunakan data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Angket yang dibuat diukur dengan menggunakan skala. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji coba produk kepada ahli media 92,5% dan ahli materi 95% maka kelayakan konten media pembelajaran AR-VIDECK dikategorikan valid.
E-HANDOUT MATERI PERANAN ULAMA MASA PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH DAN HASIL BELAJAR SISWA Supriadi, Supriadi; Andayani, Endang Sri
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p216-228

Abstract

Abstract:The problem that arises in the process of learning history is the lack of supporting teaching materials so learning history becomes less interesting. For this reason, it is necessary to develop teaching materials that fit to the characteristics and potential of students at MA Al-Umm. The required teaching materials are e-handouts as  supplement books in history learning. The material focuses on the role of Muslim clerics during the proclamation of independence. This research and development aims to determine the effectiveness of e-handouts in increasing historical awareness and student learning outcomes. Collecting research data through observation, interviews, questionnaires, and tests. Based on the data analysis it was concluded that the e-handout shows valid, effective, practical, and interesting results and can increase historical awareness and student learning outcomes. From the results of expert validation and the teacher's assessment of the e-handout, it was easier for students to understand and most students liked the pictures inserted in this book. Students' interest in material containing the character of Islamic figures in Islamic boarding schools is the main reason for the high interest of students in this product. Therefore, it can be concluded that the product is effective in increasing historical awareness and learning outcomes.  Abstrak:Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sejarah adalah kurangnya bahan ajar pendukung sehingga pembelajaran sejarah menjadi kurang menarik. Untuk itu perlu dikembangkan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan potensi siswa di MA Al-Umm. Bahan ajar yang dibutuhkan berupa e-handout sebagai buku pelengkap dalam pembelajaran sejarah. Materi berfokus pada peran ulama Muslim selama proklamasi kemerdekaan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-handout dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar siswa. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa e-handout menunjukkan hasil yang valid, efektif, praktis, dan menarik serta dapat meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar siswa. Dari hasil validasi ahli dan penilaian guru melalui angket dan observasi yang diberikan terhadap e-handout mendapatkan hasil sangat valid sehingga lebih mudah dipahami siswa. Kemudian melalui wawancara yang dilakukan sebagian besar siswa menyukai gambar yang disisipkan dalam buku ini. Minat santri terhadap materi yang memuat karakter tokoh Islam di pondok pesantren menjadi alasan utama tingginya minat santri terhadap produk ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk tersebut efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar.
JAS MERAH (JALAN-JALAN SEJARAH MENGEMBANGKAN KESADARAN SEJARAH): PEMBELAJARAN SEJARAH LUAR RUANGAN BERBASIS KESADARAN SEJARAH Mahfud, Muhammad Hasmal; Hariyono, Hariyono; Widiadi, Aditya Nugroho
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p1-7

Abstract

Abstract: The importance of historical counciousness as an affective aspect in learning historical goals requires specific historical learning designs to achieve these goals. The purpose of this paper is to formulate JAS MERAH (Historical Journey Based on Historical Counciousness), namely a learning design that is based on outdoor learning (outdoor learning) which divides into three stages, namely preparation, implementation, and follow-up based on historical counciousness, especially on aspects of historical knowledge, aspects of historical research methods, aspects of historical uses, and aspects of historical meaning. Abstrak: Pentingnya sejarah lokal sebagai bagian dari pengenalan lingkungan bagi peserta didik dan kesadaran sejarah sebagai aspek afektif dalam tujuan pembelajaran sejarah memerlukan desain pembelajaran sejarah yang khusus untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan tulisan ini merumukandesain pembelajaransejarahyang disusun berdasar pada pembelajaran sejarah luar ruangan (outdoor learning)yang focus pada sejarah local dilingkungannya dan aspek kesadaran sejarah sebagai tujuan pembelajarannya. Hasilnya penulis merumuskan JASMERAH (Jalan-jalan Sejarah Mengembangkan Kesadaran Sejarah) untuk sejarah local yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan follow up yang setiap tahapannya berbasis pada kesadaran sejarah khususnya pada aspek pengetahuan sejarah, aspek metode penelitian sejarah, aspek kegunaan sejarah, dan aspek pemaknaan sejarah.Desain yang penulis rumuskanberfokus pada situs-situs sejarah lokal yang ada disekitar lingkungan peserta didik.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS PELAJARAN BERBASIS SEJARAH LOKAL KESULTANAN KUTARINGIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS X SMKN 1 PANGKALAN BANTENG Setiyowati, Cici; Sapto, Ari; Leksana, Grace
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p286-299

Abstract

Abstract: Learning using an environment-based approach is urgently needed in the current Merdeka curriculum. In history subjects, one of them is by utilizing local history as teaching materials in schools. However, from the findings of problems at SMKN 1 Pangkalan Banteng, many students do not know their local history because they have obstacles in learning local history such as lack of internet access, lack of reading materials on local history, and living places that are far from historical sites. Next is also the lack of social attitudes of students in the aspects of mutual cooperation and self-confidence. Based on the findings of these problems, a teaching material was developed in the form of a textbook based on local history using historical studies of the Kutaringin Sultanate, and to know the effect on learning outcomes and social attitudes. This development uses the Dick & Carey research and development method which has 10 research steps. In the research conducted starting from the validation test, individual test, small group test, and usage test, it was found that the history textbook with the title Sejarah Kesultanan Kutaringin was valid and feasible to use. As for its influence on learning outcomes and social attitudes, especially in the aspects of cooperation and self-confidence, It was discovered that the textbook might enhance student social attitudes and learning results in the areas of collaboration and confidence, so that the history textbook with the title Sejarah Kesultanan Kutaringin was appropriate. used in secondary level schools, Tenth Grade students in West Kotawaringin Regency and can be mass-produced.Abstrak:Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis lingkungan sangat diperlukan pada Kurikulum Merdeka saat ini. Pada mata pelajaran sejarah salah satunya adalah dengan memanfaatkan sejarah lokal sebagai bahan ajar di sekolah. Namun dari temuan masalah di SMKN 1 Pangkalan Banteng, banyak peserta didik yang belum mengetahui sejarah lokalnya karena memiliki kendala dalam belajar sejarah lokal seperti kurangnya akses internet, kurangnya bahan bacaan mengenai sejarah lokal, dan tempat tinggal yang terpaut jauh dari situs sejarah. Berikutnya juga kurangnya sikap sosial peserta didik pada aspek gotong-royong dan percaya diri. Berdasarkan temuan masalah tersebut dikembangkan sebuah bahan ajar dalam bentuk buku teks pelajaran berbasis sejarah lokal dengan menggunakan kajian sejarah Kesultanan Kutaringin dan untuk diketahui pengaruhnya terhadap hasil belajar dan sikap sosial. Pengembangan ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Dick & Carey yang memiliki 10 langkah penelitian. Pada penelitian yang dilakukan mulai dari uji validasi, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji pemakaian didapatkan hasil bahwa buku teks pelajaran Sejarah Kesultanan Kutaringin valid dan layak digunakan. Adapun pengaruhnya terhadap hasil belajar dan sikap sosial khususnya dalam aspek kerjasama dan percaya diri, didapatkan hasil bahwa buku teks tersebut dapat meningkatkan hasil belajar dan nilai sikap sosial siswa dalam aspek gotong-royong dan percaya diri, sehingga buku teks pelajaran Sejarah Kesultanan Kutaringin layak digunakan di sekolah-sekolah tingkat menengah khususnya kelas X di Kabupaten Kotawaringin Barat dan bisa diproduksi secara massal.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDASARKAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA: SEBUAH SUDUT PANDANG TEORI BELAJAR Hasan, Hasan; Kuswandi, Dedi; Thaariq, Zahid Zufar At
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p374-402

Abstract

Abstract: This study presents a theoretical framework for instructional management in Indonesia, taking into account the historical context of curriculum development and aligning it with the principles of sustainable development goals. Instructional management plays a crucial role in optimizing resources to achieve instructional objectives, and its significance is closely tied to the historical evolution of the curriculum in Indonesia. We examine the instructional management practices employed throughout the history of the curriculum in Indonesia, starting from the Rentjana Pelajaran in 1947 to the implementation of the Merdeka Curriculum since February 2022. By adopting a historical approach, we provide a narrative exploration of instructional management. This article uncovers insights into the theoretical shifts in learning approaches based on the established policies. Furthermore, the curriculum journey in Indonesia has been predominantly influenced by behavioristic learning theory. However, recent curriculum developments have embraced the principles of sustainable development goals. As a result, this article can serve as a valuable reference for teachers seeking guidance on effective instructional management in the classroom.Abstrak: Studi ini menyajikan kerangka teori untuk manajemen pembelajaran di Indonesia, dengan mempertimbangkan konteks historis pengembangan kurikulum dan menyelaraskannya dengan prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan. Manajemen pembelajaran memainkan peran penting dalam mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan signifikansinya terkait erat dengan evolusi historis kurikulum di Indonesia. Kami meneliti praktik manajemen pembelajaran yang digunakan sepanjang sejarah kurikulum di Indonesia, mulai dari Rentjana Pelajaran pada tahun 1947 hingga implementasi Kurikulum Merdeka sejak Februari 2022. Dengan mengadopsi pendekatan historis, kami memberikan eksplorasi naratif tentang manajemen pembelajaran. Artikel ini mengungkap wawasan tentang pergeseran teoritis dalam pendekatan pembelajaran berdasarkan kebijakan yang ditetapkan. Lebih jauh lagi, perjalanan kurikulum di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh teori pembelajaran behavioristik. Namun, perkembangan kurikulum baru-baru ini telah merangkul prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, artikel ini dapat menjadi referensi yang berharga bagi para guru yang mencari panduan mengenai manajemen pembelajaran yang efektif di kelas.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agung, Rendi Marta; Septianingsih, Sumiyatun; Jazimah, Ipong
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p229-238

Abstract

Abstract: The development of the 21st century presents challenges for the education sector to produce globally competitive human resources. One crucial demand in 21st-century learning is the cultivation of character. Character is a key aspect in education, and one of them is the character of love for one's homeland. National education in Indonesia faces complexity in addressing students' character issues, including the lack of love for the homeland character among students. This research aims to find appropriate solutions, identify root problems, and discover ways to strengthen the character of love for the homeland among students. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, aiming to understand and study human life experiences and seek the essence of those experiences. The research findings show that character encompasses values that govern all aspects of life. The formation of the character of love for the homeland is vital for nation-building. Nationalism and love for one's homeland reflect loyalty, concern, and appreciation for the country and its culture. History education is considered a means to instill nationalism and love for the homeland values in students. Proper history learning can develop a sense of nationalism and love for one's homeland. Teachers play a crucial role in the success of history learning and the formation of the character of love for the homeland in students. By integrating effective history learning and the cultivation of the character of love for the homeland, it is hoped that students will become citizens with a nationalist spirit, caring for their nation and ready to face future challenges. Abstrak: Perkembangan abad ke-21 menghadirkan tantangan bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan SDM yang kompetitif secara global. Salah satu tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 adalah pembentukan karakter. Karakter menjadi aspek kunci dalam pendidikan, dan salah satunya adalah karakter cinta tanah air. Pendidikan nasional di Indonesia menghadapi kompleksitas dalam mengatasi masalah karakter siswa, termasuk rendahnya karakter cinta tanah air pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang sesuai, mengidentifikasi akar masalah, dan menemukan solusi untuk menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk memahami dan mempelajari pengalaman hidup manusia serta mencari hakikat pengalaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang meliputi segala aspek kehidupan. Pembentukan karakter cinta tanah air sangat penting dalam pembangunan bangsa. Nasionalisme dan cinta tanah air mencerminkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap negara dan budaya bangsa. Pendidikan sejarah dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air pada siswa. Pembelajaran sejarah yang tepat dapat mengembangkan semangat nasionalisme dan cinta pada tanah air. Guru memiliki peran krusial dalam keberhasilan pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter cinta tanah air pada siswa. Dengan mengintegrasikan pembelajaran sejarah yang efektif dan pembentukan karakter cinta tanah air, diharapkan siswa akan menjadi warga negara yang berjiwa nasionalis, peduli terhadap bangsa dan negaranya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.