cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 153 Documents
ANALISIS POTENSI KAJIAN SEJARAH SUNAN SENDANG DUWUR PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM MERDEKA DI SMA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH Aji, Dinas Bayu; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p44-58

Abstract

Abstract: Using local history sites as a means of learning local history is important for students. This is because linking between national and global history will be difficult if it does not depart from local history. In fact, the learning outcomes of phase E of the historical process skills element require students to be able to link local, national and global history. On the other hand, not all local history material is included in the textbook. In fact, learning history will be meaningful if students are invited to learn history close to their environment. Therefore, the studyof the history of Sunan Sendang Duwur is important to be taught, especially for students who are close to the site. The purpose of writing this article is to explain the role of Sunan Sendang Duwur in the spread of Islam in Lamongan; explain the urgency of studying the history of Sunan Sendang Duwur to foster historical awareness; and explain the implementation of studying the history of Sunan Sendang Duwur as a learning resource in learning the history of the Merdeka Curriculum. Through literature study, it can be seen that Sunan Sendang Duwur played an important role in the spread of Islam in Lamongan. Furthermore, the study of Sunan Sendang Duwur's history is important because it can foster historical awareness. Therefore, the implementation of the historical study of Sunan Sendang Duwur as a learning resource in the history learning of the Merdeka Curriculum must be designed appropriately. Through outdoor learning activities (site visits) accompanied by proper planning, preparation, implementation, and assessment, namely by paying attention to aspects of historical awareness, it is possible to grow students' historical awareness. Abstrak: Menggunakan situs sejarah lokal sebagai sarana belajar sejarah lokal penting bagi siswa. Hal tersebut karena mengaitkan antara sejarah nasional dan global akan sulit dilakukan jika tidak berangkat dari sejarah lokal. Padahal, capaian pembelajaran fase E elemen keterampilan proses sejarah mengharuskan siswa untuk mampu mengaitkan antara sejarah lokal, nasional, dan global. Di sisi lain, tidak semua materi sejarah lokal termuat dalam buku teks. Padahal, pembelajaran sejarah akan bermakna jika siswa diajak belajar sejarah yang dekat dengan lingkungannya. Oleh karena itu, kajian sejarah Sunan Sendang Duwur penting untuk diajarkan, terutama untuk siswa yang dekat dengan situs tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan peran Sunan Sendang Duwur dalam penyebaran Islam di Lamongan; menjelaskan urgensi kajian sejarah Sunan Sendang Duwur untuk menumbuhkan kesadaran sejarah; serta menjelaskan implementasi kajian sejarah Sunan Sendang Duwur sebagai sumber belajar pada pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka. Melalui studi pustaka dapat diketahui bahwa Sunan Sendang Duwur berperan penting dalam penyebaran Islam di Lamongan. Lebih lanjut, kajian mengenai sejarah Sunan Sendang Duwur penting untuk dilakukan karena dapat menumbuhkan kesadaran sejarah. Oleh karena itu, implementasi kajian sejarah Sunan Sendang Duwur sebagai sumber belajar pada pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka harus didesain dengan tepat. Melalui kegiatan outdoor learning(kunjungan ke situs) disertai dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta penilaian yang tepat, yaitu dengan memperhatikan aspek-aspek kesadaran sejarah, memungkinkan tumbuhnya kesadaran sejarah siswa.
PENGEMBANGAN MUSEUM VIRTUAL PRAAKSARA INDONESIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNTAN Robbani, Muhammad Iqbal; Chalimi, Ika Rahmatika; Mirzachaerulsyah, Edwin
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p269-288

Abstract

Abstract: This research aims to develop the Indonesian Prehistoric Virtual Museum as a learning medium for students of the History Education Study Program at FKIP UNTAN. Geographical barriers are one of the reasons why the development of this virtual museum is necessary. This study employs a research and development method that adapts from the Allesi and Trollip model, consisting of the stages of Product Planning, Product Design, Product Development, Product Validation, and Product Testing. Based on the analysis of needs, students require an interactive platform that facilitates access to various types of Indonesian prehistoric collections. Adjustments to the design according to user needs resulted in a virtual museum design that includes features such as: Multiplayer, 3D Object Display, Voice Chat, Text Chat, Character Customization, Profile Customization, Graphic Settings, Audio Settings, Audio Description, Third Person POV, First Person POV, Quiz, and Puzzle. Feasibility testing was conducted through expert validation and group trials with positive results: Media Expert 81%, Content Expert 80 percent, Small Group Test 82 percent, and Large Group Test 81 percent. Based on the results of expert validation and group trials, this museum meets the feasibility requirements as a medium that facilitates access and has features aligned with user needs. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Museum Virtual Praaksara Indonesia sebagai media pembelajaran untuk mahasiswa Prodi Pendididkan Sejarah FKIP UNTAN. Hambatan geografis menjadi salah satu alasan pengembangan museum virtual ini perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi dari model Allesi and Trollip, yang terdiri dari tahapan Perencanaan Produk, Desain Produk, Pengembangan Produk, Validasi Produk, Uji coba Produk. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan mahasiswa membutuhkan platform interaktif yang memudahkan akses ke berbagai jenis koleksi praaksara Indonesia. Penyesuaian desain terhadap kebutuhan pengguna memperoleh desain museum virtual yange memiliki fitur: Multiplayer, 3D Object Display, Voice Chat, Text Chat, Character Customization, Profile Customization, Graphic Settings, Audio Settings, Audio Settings, Audio Description, Third Person POV, First Person POV, Quiz, dan puzzle. Uji kelayakan dilakukan melalui validasi ahli dan uji coba kelompok dengan hasil positif: Ahli Media 81 persen, Ahli Materi 80 persen, Uji Kelompok Kecil 82 persen, dan Uji Kelompok Besar 81 persen. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba kelompok museum ini memenuhi kelayakan sebagai media yang memudahkan akses dan memiliki fitur-fitur sesuai dengan kebutuhan pengguna.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL “GEJENSU” BERBASIS FLIPHTML5 PADA MATERI GERILYA JENDERAL SUDIRMAN DI PACITAN UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 1 PACITAN Asy'ary, Widya Hafidh; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p121-134

Abstract

Abstract: Starting from the potential and problems in learning history in class students are allowed to bring laptop or smartphone electronic devices; and students like visual-based learning media. Meanwhile, the problem that occurs is that teachers are lacking in using learning media; students have difficulty understanding historical events chronologically; students find it difficult to understand material about the Struggle to Maintain Independence; and students' insufficient knowledge of local history. The research method used is RnD with the Sugiyono model. The research was conducted in class XI of SMAN 1 Pacitan. Research data was taken using validated questionnaire instruments, observations and interviews. The research results show that the GEJENSU digital comic learning media is very suitable for use as a learning media in the classroom. Abstrak: Berangkat dari potensi dan masalah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMAN 1 Pacitan. Potensi yang dimiliki berupa fasilitas sekolah yang lengkap berupa jaringan internet, laboratorium komputer dan LCD di setiap kelas; siswa diperbolehkan membawa perangkat elektronik laptop atau smartphone; dan siswa dalam pembelajaran menyukai media berbasis visual. Sedangkan, masalah yang terjadi yakni, guru kurang dalam menggunakan media pembelajaran; siswa mengalami kesulitan dalam memahami peristiwa sejarah secara kronologis; siswa sulit memahami materi tentang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan; dan pengetahuan siswa yang kurang dalam sejarah lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD dengan model Sugiyono. Penelitian dilakukan di kelas XI SMAN 1 Pacitan. Data penelitian diambil menggunakan instrumen angket validasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran komik digital GEJENSU sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.
JEJAK LANGKAH: PERAN TOKOH-TOKOH INSPIRATIF DI KAMPUNG BATIK KAUMAN SURAKARTA Nurhuda, Deviana; Ayuningtyas, Ardia; Aprilianto, Athanasius Agung Budi; Puspitasari, Diah Ayu; Hapsari, Marchelina Dwi; Wiganingrum, Anditya
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p200-216

Abstract

Abstract: Kauman Batik Village, Surakarta, is not only famous for its beautiful batik cloth, but also has inspiring stories of its characters. This article examines the important role of inspirational figures from various backgrounds in building and advancing this village. Their contribution does not only stop at preserving batik, but also in economic development and promotion of Kauman Batik Village as a tourist destination. This article reveals their inspiring stories, figures who dedicate themselves to preserving Kauman batik culture. From the founder of the batik village, who started a business and instilled the noble values of Kauman batik, to successful batik entrepreneurs, who faced various challenges and contribute to the development of the village. Dedicated batik artists also did not escape discussing how they preserve traditional batik motifs and techniques. More than just a biography, this article offers insight into the spirit of Kauman batik, the noble values contained within it, and how these inspirational figures are role models for the younger generation. Kampung Batik Kauman Surakarta has become a cultural icon that is not only famous for the beauty of its batik cloth, but also for the inspiring stories of its characters. They not only play a role in preserving batik, but also in developing the local economy and promoting Kauman Batik Village as an attractive tourist destination. Starting from the founder of the batik village, who persistently started a business and instilled the noble values of Kauman batik, to the batik entrepreneur who successfully faced various challenges and participated in the progress of the village. Apart from that, dedicated batik artists are also the focus of this article, discussing how they keep traditional batik motifs and techniques sustainable. These inspirational figures are not only examples for the current generation, but also become pillars that support priceless cultural heritage. By telling their stories, it is hoped that this article can provide inspiration and a better understanding of the importance of preserving local culture and appreciating the role of figures in advancing it. Abstrak: Kampung Batik Kauman Surakarta, tak hanya terkenal dengan kain batiknya yang indah, tetapi juga menyimpan kisah inspiratif para tokohnya. Artikel ini yang menghadapi berbagai tantangan dan berkontribusi bagi kemajuan kampung. Seniman batik yang berdedikasi juga tak luput dari pembahasan, bagaimana mereka melestarikan mot mengupas peran penting tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang dalam membangun dan memajukan kampung ini. Kontribusi mereka tak hanya terhenti pada pelestarian batik, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi dan promosi Kampung Batik Kauman sebagai destinasi wisata. Artikel ini menguak kisah-kisah inspiratif mereka, tokoh-tokoh yang mendedikasikan diri untuk menjaga kelestarian budaya batik Kauman.Dari pendiri kampung batik, yang merintis usaha dan menanamkan nilai-nilai luhur batik Kauman, hingga pengusaha batik yang sukses, if dan teknik batik tradisional. Lebih dari sekadar biografi, artikel ini menawarkan wawasan tentang semangat batik Kauman, nilai luhur yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana para tokoh inspiratif ini menjadi teladan bagi generasi muda. Kampung Batik Kauman Surakarta telah menjadi ikon budaya yang tak hanya terkenal karena keindahan kain batiknya, tetapi juga karena kisah inspiratif yang dimiliki oleh para tokohnya. Mereka tidak hanya berperan dalam melestarikan batik, tetapi juga dalam mengembangkan ekonomi lokal dan mempromosikan Kampung Batik Kauman sebagai destinasi wisata yang menarik. Mulai dari pendiri kampung batik, yang dengan gigih merintis usaha dan menanamkan nilai-nilai luhur batik Kauman, hingga pengusaha batik yang berhasil menghadapi berbagai tantangan dan turut serta dalam kemajuan kampung. Selain itu, seniman batik yang penuh dedikasi juga menjadi fokus artikel ini, dengan membahas bagaimana mereka menjaga motif dan teknik batik tradisional agar tetap lestari. Para tokoh inspiratif ini tidak hanya menjadi contoh bagi generasi saat ini, tetapi juga menjadi pilar yang mendukung warisan budaya yang tak ternilai harganya. Dengan menceritakan kisah-kisah mereka, diharapkan artikel ini dapat memberikan inspirasi dan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dan menghargai peran para tokoh dalam memajukannya.
TEACHING CONTROVERSIAL HISTORICAL EVENTS: PEDAGOGICAL STRATEGIES AND STUDENT OUTCOMES Fahruddin, Fahruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p59-72

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the effectiveness of inquiry-based interactive pedagogical learning strategies in improving students' engagement and knowledge retention in controversial history lessons. The research method used was mixed methods. The research was conducted in five schools in Yogyakarta and Bantul, with the research population consisting of 500 students and 10 history teachers divided into experimental and control classes. The research instruments used included the use of the Engagement Measurement Tool and Knowledge Retention Test to collect quantitative data, as well as classroom observations and interviews to collect qualitative data. The validity of the instruments was tested through an expert panel and confirmatory factor analysis (CFA), while reliability was measured using Cronbach's Alpha coefficient. Quantitative data was analysed using descriptive statistics and ANOVA tests to compare the improvement in engagement and knowledge retention between the experimental and control classes. Qualitative data were analysed using thematic analysis method to identify patterns and main themes. The results showed that students in the experimental class experienced significant increases in engagement (20percent) and knowledge retention (25percent), compared to smaller increases in the control class (5percentand 8percentrespectively). Observations and interviews supported these findings by showing that students in the experimental class were more active and motivated in learning history. This research contributes to existing knowledge by providing empirical evidence on the effectiveness of inquiry-based interactive pedagogical learning strategies, as well as offering practical implications for educators and policy makers to improve the quality of history education. The findings also highlight the need for further research covering a wider population and various educational contexts to understand the sustained impact of this teaching strategy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pembelajaran pedagogis interaktif berbasis inkuiri dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan retensi pengetahuan dalam pelajaran sejarah kontroversial. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode campuran. Penelitian ini dilakukan di lima sekolah di Yogyakarta dan Bantul, dengan populasi penelitian terdiri dari 500 siswa dan 10 guru sejarah yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi penggunaan Alat Pengukuran Keterlibatan dan Tes Retensi Pengetahuan untuk mengumpulkan data kuantitatif, serta observasi kelas dan wawancara untuk mengumpulkan data kualitatif. Validitas instrumen diuji melalui panel ahli dan analisis faktor konfirmatori (CFA), sementara reliabilitas diukur menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANOVA untuk membandingkan peningkatan keterlibatan dan retensi pengetahuan antara kelas eksperimen dan kontrol. Data kualitatif dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam keterlibatan (20persen) dan retensi pengetahuan (25persen), dibandingkan dengan peningkatan yang lebih kecil di kelas kontrol (5persendan 8persen masing-masing). Observasi dan wawancara mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen lebih aktif dan termotivasi dalam belajar sejarah. Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas strategi pembelajaran pedagogis interaktif berbasis inkuiri, serta menawarkan implikasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah. Temuan ini juga menyoroti kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut yang mencakup populasi yang lebih luas dan berbagai konteks pendidikan untuk memahami dampak berkelanjutan dari strategi pengajaran ini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING TERINTEGRASI TPACK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI SEJARAH Mardiyah, Hidayatul; Ghimby, AB Dimas
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p289-300

Abstract

Abstract: This research aims to determine the effect of applying the Project-Based Learning (PBL) learning model integrated with the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework in history learning. The research design used in this research is quasi experimental with Non-equivalent Control Group Design. The selection of subjects using cluster random sampling so that two classes (control and experimental) were obtained with a total of 72 subjects. The experimental class was taught using the TPACK integrated PBL learning model while the control class used PBL learning. Comparison of student understanding is measured based on pretest and posttest results. Data collection used a critical thinking ability test instrument totaling 20 multiple choice questions. The results showed that the experimental class had better critical thinking skills than the control class. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PBL) terintegrasi dengan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam pembelajaran sejarah. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain Non-equivalen Control Group Desain. Pemilihan subjek menggunakan cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas (kontrol dan eksperimen) dengan total subjek sebanyak 72 orang. Pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PBL terintegrasi TPACK sedangkan kelas kontrol digunakan pembelajaran PBL. Perbandingan pemahaman siswa diukur berdasarkan hasil pretest dan posttest. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis berjumlah 20 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas ekperimen memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dibanding kelas kontrol.
PENTINGNYA PELESTARIAN WARISAN BUDAYA: MAKNA IKONOGRAFI ARCA DURGAMAHISA SURAMARDINI SEBAGAI CERMINAN SEJARAH DAN MITOLOGI JAWA-BALI Rahmawati, Rahmawati; Hudiyanto, Reza
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p135-148

Abstract

Abstract: This study aims to explore the-iconographic meanings related to aesthetics and artistic beauty of one of the-Arca collections at the-Museum Mpu Purwa in Malang, namely the-Arca Durgamahisa Suramardini, and compare it with similar statues found in the-Pura in Gianyar Bali. The-research method used in this study is qualitative-descriptive with a-comparative study approach. Data was collected through a-literature review, observation, and interviews. Subsequently, visual analysis and a-comparative study were conducted. The-results of the-study provide a-detailed description of the-Arca Durgamahisa Suramardini, which holds profound symbolic meanings by-portraying the-figure of the-goddess Durga and her-battle against Mahisasura in the-form and style of the-statue. This research also discovered a-comparison between the-Arca Durgamahisa Suramardini in the-Museum Mpu Purwa collection and a-similar statue in Pura-Pajaksan-Bedulu in Bali. The-implications of this research lie in providing insights into the-fields of history, art, culture, and mythology. Becomes more aware of the-preservation and appreciation of-cultural heritage in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna ikonografi yang menyangkut estetik, dan keindahan artistik dari salah satu arca koleksi Museum Mpu Purwa Kota Malang, yakni Arca Durgamahisa Suramardini, dan membandingkannya dengan arca sejenis yang ada di Pura Daerah Gianyar Bali. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi komparasi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Kemudian dilakukan telaah visual dan studi perbandingan (komparasi). Hasil dalam penelitian mendeskripsikan secara mendalam tentang Arca Durgamahisa Suramardini yang memiliki makna simbolik yang mendalam, tentang sosok Dewi Durga dan pertempurannya melawan Mahisasura, tercermin dalam rupa dan laksana arca. Penelitian ini juga menemukan perbandingan Arca Durgamahisa Suramardini koleksi museum Mpu Purwa dengan arca yang ada di Pura Pajaksan Bedulu Bali. Implikasi dari penelitian ini yaitu, memberikan wawasan dalam bidang ilmu sejarah, seni, budaya, dan mitologi, sebagai representasi perkembangan pengetahuan masyarakat Jawa Kuno dan Bali. Sehingga, masyarakat semakin peduli kelestarian dan penghargaan terhadap warisan budaya di Indonesia.
FEODALISME DALAM NOVEL A GAME OF THRONES KARYA GEORGE R. R. MARTIN DAN PEMANFAATAN NOVEL PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ali, Sutan Rajiv; Andi, Andi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p217-232

Abstract

Abstract: This study is qualitative research aimed at identifying the elements of feudalism present in the novel A Game of Thrones by George R.R. Martin and determining whether similar novels can be used for historical learning. The data in this study consists of texts, specifically quotes from the dialogues and narratives in the novel. The data collection technique is divided into three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that there are elements of feudalism showing that social class can influence the characters' traits. Additionally, similar fantasy novels that contain historical elements cannot be used as historical sources, but they can serve as motivation for students to become more interested in history. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur feodalisme yang ada di Novel A Game of Thrones karya George R.R Martin dan mengetahui apakah novel sejenis dapat dijadikan pembelajaran sejarah atau tidak. Data dalam penelitian ini berupa tulisan, yaitu kutipan-kutipan yang berasal dari dialog dan narasi pada novel. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi 3 tahap, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat unsur-unsur feodalisme yang menunjukan bahwa kelas sosial dapat mempengaruhi sifat karakter. Selain itu, novel fantasi sejenis yang memiliki unsur sejarah tidak dapat dijadikan sebagai sumber sejarah, namun dapat dijadikan sebagai motivasi siswa agar lebih tertarik dengan sejarah.
Inkorporasi Hermeneutika Kritis Jürgen Habermas pada Pendidikan Sejarah Bermuatan Difficult History Ahmad, Tsabit Azinar; Mulyana, Agus; Darmawan, Wawan; Wiyanarti, Erlina
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p73-93

Abstract

Abstract: History education in the 21st century faces various challenges, especially in presenting sensitive and traumatic historical material, otherwise known as "difficult history". This paper aims to explore the relevance of Jürgen Habermas' critical hermeneutics in understanding and teaching this complex history using library research. Habermas' critical hermeneutics, which seeks to uncover structures of domination in language and social interaction and promote emancipation through democratic and inclusive dialogue, offers an approach that can free individuals from distorted historical understanding. Critical hermeneutics enables a dialogical and reflective process of meaning by using the methods of verstehen (understanding) and erklären (explanation). In Indonesia's history education context, various dark events, such as serious human rights violations, are the focus that requires this approach. Through the application of critical hermeneutics, it is hoped that history education can become a means of reconciliation and social transformation, encouraging the creation of a communicative, critical society free from the hegemony of dominating power. Abstrak: Pendidikan sejarah di abad ke-21 menghadapi tantangan yang beragam, terutama dalam menyajikan materi sejarah yang sensitif dan traumatis, atau dikenal sebagai "difficult history". Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi hermeneutika kritis Jürgen Habermas dalam memahami dan mengajarkan sejarah yang kompleks ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Hermeneutika kritis Habermas, yang berupaya mengungkap struktur dominasi dalam bahasa dan interaksi sosial serta mempromosikan emansipasi melalui dialog yang demokratis dan inklusif, menawarkan pendekatan yang dapat membebaskan individu dari distorsi pemahaman sejarah. Dengan menggunakan metode verstehen (pemahaman) dan erklären (penjelasan), hermeneutika kritis memungkinkan proses pemaknaan yang dialogis dan reflektif. Dalam konteks pendidikan sejarah di Indonesia, berbagai peristiwa kelam seperti pelanggaran HAM berat menjadi fokus yang membutuhkan pendekatan ini. Melalui penerapan hermeneutika kritis, diharapkan pendidikan sejarah dapat menjadi sarana rekonsiliasi dan transformasi sosial, mendorong terciptanya masyarakat yang komunikatif, kritis, dan bebas dari hegemoni dominasi kekuasaan.
POTENSI SEJARAH TRADISI LELANG BANDENG SIDOARJO SEBAGAI MUATAN MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEWIRAUSAHAAN PADA KURIKULUM MERDEKA Harwinsyah, Alif Rifqi; Jati, Slamet Sujud Purnawan
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p301-313

Abstract

Abstract: Tradition preservation and understanding of entrepreneurship are two important contents in education that must be taught to students. The Sidoarjo milkfish auction tradition is a tradition that is influenced by the economic, cultural, and religious aspects of the Sidoarjo coastal community, therefore the Sidoarjo milkfish auction tradition has the potential as a content of historical material to provide students with an understanding and motivation about entrepreneurship which is the focus of the Pancasila Student Profile in the Independent Curriculum. This research will discuss the potential of the Sidoarjo milkfish auction tradition as one of the contents in entrepreneurship-based history learning in the Independent Curriculum. The method used in this study is qualitative research with a literature study approach that utilizes various literacy sources. The results of this study show that the Sidoarjo milkfish auction tradition has a huge potential to provide interest and understanding related to entrepreneurship to students, this is based on aspects that affect the existence of this tradition such as economics, religion, and local culture where these aspects are attractions that can bring entrepreneurial opportunities. Abstrak: Pelestarian tradisi dan pemahaman tentang kewirausahaan merupakan dua muatan penting dalam pendidikan yang wajib diajarkan kepada siswa. Tradisi lelang bandeng Sidoarjo merupakan sebuah tradisi yang dipengaruhi oleh aspek ekonomi, budaya, dan religi masyarakat pesisir Sidoarjo, maka dari itu tradisi lelang bandeng Sidoarjo memiliki potensi sebagai muatan materi sejarah untuk memberikan siswa pemahaman serta motivasi mengenai kewirausahaan yang menjadi fokus dalam Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini akan membahas mengenai potensi tradisi lelang bandeng Sidoarjo sebagai salah satu muatan dalam pembelajaran sejarah berbasis kewirausahaan pada Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang memanfaatkan berbagai sumber literasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lelang bandeng Sidoarjo memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan minat dan pemahaman terkait kewirausahaan kepada siswa, hal ini didasari dengan aspek yang mempengaruhi keberadaan tradisi ini seperti ekonomi, religi, dan budaya lokal dimana aspek tersebut menjadi daya tarik yang dapat mendatangkan peluang kewirausahaan.