Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tradisi Sedekah dari Darat di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir: Kajian Sejarah dan Budaya Wijaya, Tomy; Irwanto, Dedi; Pamulaan, Alif Bahtiar
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 6 No 1 (2025): Lani: Jurnal Kajian Sejarah Dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol6iss1page35-44

Abstract

Tradisi Sedekah dari Darat merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Pedamaran yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan edukatif yang mendalam. Tradisi ini berkaitan erat dengan upacara pernikahan dan bertujuan untuk memohon restu serta keselamatan bagi kedua mempelai dan keluarga yang telah meninggal. Namun, modernisasi membawa tantangan terhadap keberlangsungan tradisi ini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan analisis dokumentasi mengenai perkembangan tradisi ini dari masa ke masa. Metode ini digunakan untuk menelusuri asal-usul, perubahan, dan adaptasi Sedekah dari Darat dalam konteks perkembangan sosial dan budaya masyarakat Pedamaran. Selain itu, penelitian ini memakai pendekatan ilmu antropologi budaya yang bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat menjalankan, menginterpretasikan, serta menyesuaikan tradisi Sedekah dari Darat dalam konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini telah ada sejak tahun 1950-an atau bahkan lebih lama, dengan akar budaya yang kemungkinan besar berasal dari pengaruh Hindu sebelum berkembang dalam konteks Islam. Seiring waktu, pelaksanaannya mengalami perubahan, baik dari segi skala maupun cara penyelenggaraan, tetapi tetap mempertahankan unsur utama seperti doa, tahlilan, dan penghormatan terhadap leluhur. Upaya pelestarian dilakukan melalui edukasi kepada generasi muda dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Dinamika Sistem Pemerintahan Marga Pumi Tanjung Sakti di Kota Pagaralam Wijaya, Tomy; Dicky Jhonson Saputra; Farida
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.141.02

Abstract

Penelitian ini meneliti dinamika sistem pemerintahan marga Pumi Tanjung Sakti di Kota Pagaralam, dengan metode sejarah dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, peneliti memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti artikel, jurnal ilmiah, buku, tesis, dan situs internet. Provinsi Sumatera Selatan kaya akan warisan budaya, termasuk sejarah dan adat istiadat leluhur, dengan suku Besemah sebagai kelompok yang mendominasi di Tanjung Sakti. Suku Besemah, bagian dari Proto Melayu dengan budaya Melayu, memiliki tatanan masyarakat yang disebut "Lampik Empat Merdike Due," yang mewakili "Perwujudan Demokrasi Murni." Marga dipimpin oleh seorang pesirah, dibantu oleh Dewan Marga, Juru Tulis, Kamit, Pembarap, Penghulu, Khotib, Kria, Pengawa. Setelah Belanda berkuasa pada tahun 1825, kebijakan kebijakan yang dibuat bertujuan untuk mengubah susunan pemerintahan marga. Pesirah yang telah mengabdi selama sepuluh tahun dan setia serta royal kepada Hindia Belanda mendapatkan gelar pangeran. Namun, Pemerintahan marga digantikan oleh pemerintahan desa pada tahun 1983 melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 142/KPTS/III/1983.
Peranan Dr. A.K Gani dalam Masa Revolusi Fisik Sumatera Selatan (1945-1949) Wijaya, Tomy; Aulia, Jessica Amanda; Amelia, Siska; Mayasari, Sarmi; Yusuf, Syafruddin; Yati, Risa Marta
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.18214

Abstract

The research aims to analyse the role of Dr Adnan Kapau Gani (A.K. Gani) during the Physical Revolution in South Sumatra (1945-1949). Through a historical approach, the research explores his contributions to the independence struggle, including community organising and natural resource diplomacy, particularly oil. This method involves the process of studying, explaining and critically analysing various data and relics from the past. The results show that he played a role in the military, economy and diplomacy. He played an important role in community mobilisation and the expropriation of resources from the colonialists, as well as in the formation of organisations that supported the struggle for independence. In military terms, he became a resistance leader and coordinated battle strategies against the Dutch. One of them was the Five Days and Five Nights Battle (1-5 January 1947). In addition, he ensured the efficient distribution of war logistics. Furthermore, as Minister of Prosperity, he utilised South Sumatra's natural resources such as oil, rubber, coal to support the struggle for independence and established economic cooperation with the American-Indonesian Corporation to break the Dutch economic blockade. In addition, he also played a role in maintaining communication between the central and regional governments, and was active in international diplomacy to fight for the recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia. It can be concluded that Dr A.K. Gani was a leader of the Indonesian government.
Analisis Letak Geografis Kerajaan Sriwijaya dalam Mendukung Pusat Perdagangan Maritim di Asia Tenggara Wijaya, Tomy; Sagita, Yessy Ade; Meylva, Euis; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran letak geografis Kerajaan Sriwijaya dalam mendukung posisinya sebagai pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Sriwijaya memanfaatkan lokasinya yang strategis di Selat Malaka serta kedekatannya dengan muara-muara sungai besar seperti Musi dan Batanghari untuk memperkuat jaringan perdagangan serta distribusi barang dari pedalaman ke pasar internasional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan geografi, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan dari sumber-sumber primer dan sekunder, seperti prasasti, catatan perjalanan, buku ilmiah, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain faktor letak strategis, keberhasilan Sriwijaya juga didukung oleh pengelolaan pelabuhan, sistem sungai yang efisien, fasilitas perdagangan yang memadai, serta kebijakan diplomasi dan keamanan maritim. Keunggulan geografis Sriwijaya tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat pengaruh politik dan budayanya di kawasan Asia Tenggara.
Eksplorasi Arkeologis Situs Megalit Tanjung Aro dan Tegur Wangi di Pagaralam: Warisan Budaya Masa Prasejarah di Sumatera Selatan Wijaya, Tomy; Alauwiyah, Fatimah; Saputra, Dicky Jhonson; Wargadalem, Farida Ratu
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.41517

Abstract

Megalithic remains are one of the important evidences of prehistoric culture scattered in Pagaralam, South Sumatra. The megalithic remains found in Pagaralam are scattered in several strategic locations that show a unique distribution pattern. The sites not only offer insight into the beliefs and spiritual practices of past communities but also indicate a close relationship between humans and the surrounding environment. This research uses historical methodology characterized by several stages such as heuristics; source criticism; interpretation; historiography. The results of this research reveal various findings that enrich the understanding of prehistoric civilizations in South Sumatra. The megalithic structures found, such as dolmens, menhirs, sarcophagi, tetraliths, and carved stones, reflect the social, spiritual, and cultural life of past communities. In addition, there are challenges in preserving the sites, such as damage from erosion, moss growth, and threats from illegal excavations and infrastructure development.   Abstract Peninggalan megalitik merupakan salah satu bukti penting dari kebudayaan prasejarah yang tersebar di Pagaralam, Sumatera Selatan. Peninggalan megalitik yang ditemukan di Pagaralam, tersebar di beberapa lokasi strategis yang menunjukkan pola distribusi unik. Situs-situs tersebut tidak hanya menawarkan wawasan tentang kepercayaan dan praktik spiritual masyarakat masa lalu tetapi juga mengindikasikan adanya hubungan erat antara manusia dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang dicirikan oleh beberapa tahapan seperti heuristik; kritik sumber; interpretasi; historiografi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan berbagai temuan yang memperkaya pemahaman tentang peradaban prasejarah di Sumatera Selatan. Struktur megalitik yang ditemukan, seperti dolmen, menhir, sarkofagus, tetralith, dan batu berukir, mencerminkan kehidupan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat masa lalu. Selain itu adanya tantangan dalam pelestarian situs, seperti kerusakan akibat erosi, pertumbuhan lumut, serta ancaman dari penggalian ilegal dan pembangunan infrastruktur.
The Role of Interactive Learning Media in Improving Students' Learning Motivation of Islamic Education Trajaya, Trajaya; Wijaya, Tomy; Nugroho, Amnur M. Ariya; Pratama, Win Dityo Jaya; Febriani, Evi
International Journal Corner of Educational Research Vol. 3 No. 3 (2025): March 2025
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/ijcer.v3i3.470

Abstract

This study aims to explore the role of interactive learning media in enhancing students’ motivation to learn in Islamic Religious Education (PAI) subjects. In today’s digital era, the use of interactive media has become an essential innovation in the field of education. These media provide a more engaging and enjoyable learning experience, actively involving students in the learning process. The research method used is qualitative descriptive with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that interactive learning media, such as educational videos, interactive quizzes, and digital applications, are effective in increasing students' interest and participation in PAI lessons. Students became more enthusiastic, actively asked questions, and demonstrated improved understanding of the subject matter. In addition, teachers felt supported in delivering materials more effectively and efficiently. The conclusion of this study is that interactive learning media play a significant role in improving students' learning motivation, especially in PAI subjects, which are often perceived as monotonous by some students. Therefore, the development and utilization of interactive media should continue to be enhanced to create more meaningful and enjoyable learning experiences.
Kearifan Lokal: Peranan Tari Kebagh dalam Membentuk Identitas Budaya Suku Besemah Tomy Wijaya; Siska Amelia; Farida Ratu Wargadalem; Wijaya, Tomy; Amelia, Siska; Wargadalem, Farida Ratu
JURNAL JAWI Vol 8 No 1 (2025): Nusantara's Networks and Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582720900

Abstract

Tari Kebagh merupakan salah satu bentuk kearifan lokal Suku Besemah yang memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang mendalam. Namun, modernisasi dan perubahan sosial mengancam eksistensi tarian ini akibat berkurangnya minat generasi muda serta pergeseran nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran Tari Kebagh dalam membentuk identitas budaya Suku Besemah serta upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah atau historis, yang melibatkan heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan budayawan, observasi langsung, dan buku/jurnal topik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Kebagh bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi budaya, simbol identitas, serta alat pemersatu masyarakat Besemah. Tarian ini memiliki nilai-nilai spiritual, sosial, dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Tantangan dalam pelestariannya mencakup kurangnya regenerasi penari, pengaruh budaya populer, serta minimnya dokumentasi dan promosi. Upaya pelestarian yang dapat dilakukan meliputi integrasi Tari Kebagh dalam pendidikan formal, digitalisasi dan dokumentasi, penyelenggaraan festival budaya, serta pengajuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menjaga kelangsungan Tari Kebagh sebagai bagian dari identitas budaya Suku Besemah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal.
Policy Driven Institutional Transformation at FKIP Universitas Sriwijaya (1960-2024): The Confluence of Local Adaptation and National Education Reform in Indonesia Yusuf, Syafruddin; Pahlevi, Muhammad Reza; Wijaya, Tomy
Analisis Sejarah Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Sejarah, Departement Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jas.v15i1.138

Abstract

This research examines the institutional evolution of FKIP Universitas Sriwijaya (1960-2024) within the conflict between centralized national education policy and local reactions. This research improves the study of Indonesian higher education by explaining how government actions, political factors, and local efforts have shaped the development of FKIPs. Historical methodology was systematically employed through four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Primary sources included institutional archives, governmental decrees, and interviews with pivotal figures. The results indicate that FKIP's structural modifications were not solely administrative but stemmed from a complex process of negotiation and contestation. This research enhances the comprehension of institutional dynamics in postcolonial higher education by emphasizing the interplay between central policies and local adaptations. FKIP Universitas Sriwijaya exemplifies the evolution of teacher education institutions in response to regulatory pressures while preserving their societal significance.
Proses Islamisasi Masuknya Agama Islam di Kota Pagaralam Wijaya, Tomy; Saputra, Dicky Jhonson; Andini, Salsabila Fitra; Hudaidah, Hudaidah; Yati, Risa Marta
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): February 2025, Disaster and Disease in History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v10i1.33777

Abstract

Pagaralam City, located in South Sumatra, has an area of 633.66 Km2 (63,366 Ha), the city has a strategic geographical position that makes it a link between the highlands and lowlands in South Sumatra. The people of the city are predominantly Besemah, a community known for its unique traditions and rich culture. The word Besemah comes from the words be and semah, where the prefix be signifies presence or ownership, while semah refers to the native fish of the rivers in Pagaralam City. This research uses the historical method with an analytical descriptive qualitative approach. Then, to analyze the findings, the researchers summarized information from literature, books, and internet sources. In addition, researchers also collected information through direct observation and interviews (heuristics), checked the validity of the sources obtained (verification), looked for supporting facts (interpretation), before finally compiling a narrative (historiography). The result of this research is a cleric who played an important role in the spread of Islam in Pagaralam City, namely Sheikh Nurqodim Al-Baharud, or often called Puyang Awak. He broadcasted Islam in Pagaralam in the 17th century AD or in the 1600s. The way he preached in spreading Islam in a fun way, especially with cultural arts, such as the Guritan Art work. He broadcast Islam at the foot of Mount Dempo, precisely in Pardipe Village, besides the mosque there is a tomb of Sheikh Nurqoddim Al-Baharudin which is located about 500 meters from the settlement and is sacred by the Pagaralam people. This mosque was only roofed with zinc without insulation and became the beginning of the process of spreading Islam in Pagaralam.
PEMANFAATAN MUSEUM NASIONAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS SRIWIJAYA Wijaya, Tomy; Alauwiyah, Fatimah; Pahlevi, Muhammad Reza
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i1p42-60

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar dalam meningkatkan kualitas pemahaman sejarah bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Museum sebagai lembaga pelestarian warisan budaya dan sejarah memiliki potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran. Dalam pendidikan sejarah, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, melainkan juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, historis, dan reflektif. Oleh karena itu, keberadaan museum sebagai sumber belajar menjadi alternatif yang kontekstual, aplikatif, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di Museum Nasional Jakarta, serta dokumentasi koleksi-koleksi yang relevan dengan materi kuliah. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar memberikan dampak positif bagi penguatan pemahaman materi sejarah mahasiswa. Koleksi museum, seperti artefak prasejarah, peninggalan Hindu-Buddha, nisan kuno, manuskrip Islam, senjata perjuangan, arsip pergerakan nasional, hingga dokumen kemerdekaan, secara nyata membantu mahasiswa mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan bukti otentik yang dapat diamati langsung. Selain memperkuat aspek kognitif, pengalaman belajar berbasis museum juga menumbuhkan apresiasi dan kesadaran historis mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa. Interaksi langsung dengan koleksi di museum mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga mengembangkan pemikiran kritis, membangun hubungan sebab-akibat antar peristiwa, dan memahami dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya dalam konteks sejarah Indonesia. Dengan demikian, pemanfaatan Museum Nasional sebagai sumber belajar tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang berwawasan historis dan cinta terhadap budaya bangsa. Abstract:This research aims to analyze the utilization of the National Museum as a learning resource in improving the quality of historical understanding for students of the History Education Study Program of Sriwijaya University. Museums as cultural and historical heritage preservation institutions have great potential in supporting the learning process. In history education, it is not enough for students to master theory, but they are also required to have the ability to think critically, historically, and reflectively. Therefore, the existence of museums as a learning resource is a contextual, applicable, and meaningful alternative. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through direct observation at the National Museum Jakarta, as well as documentation of collections relevant to the course material. The data analysis technique refers to the Miles and Huberman model, which includes the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the utilization of the National Museum as a learning resource had a positive impact on strengthening students' understanding of historical material. Museum collections, such as prehistoric artifacts, Hindu-Buddhist relics, ancient gravestones, Islamic manuscripts, weapons of struggle, national movement archives, and independence documents, clearly help students link the theories learned in class with authentic evidence that can be observed directly. In addition to strengthening cognitive aspects, museum-based learning experiences also foster students' appreciation and historical awareness of the importance of preserving the nation's cultural heritage. Direct interaction with collections in the museum encourages students to not only memorize historical facts, but also develop critical thinking, establish cause-and-effect relationships between events, and understand social, political, economic, and cultural dynamics in the context of Indonesian history. Thus, the utilization of the National Museum as a learning resource not only enriches the learning process, but also becomes an effective means in shaping the character of students with historical insight and love for the nation's culture.