Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2017)"
:
16 Documents
clear
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS PADA REMAJA KOTA TARAKAN
Suriata, Suriata;
Nurzamzam, Nurzamzam;
Zulfia, Rahmatuz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.49 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.238
Abstrak: Pendampingan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS Remaja kota Tarakan bertujuan untuk membantu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam melakukan koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Adapun yang menjadi masalah dalam kegiatan pengabdian ini diantaranya yaitu (1) belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) utamanya dalam penanganansituasi gawat, tenaga kesehatan yang bersikap kurang empati dan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS yang kurang disampaikan secara aktif; (2) Adanya diskriminasi terhadap ODHA yang melanggar hak mereka sebagai warga negara seperti lembaga pendidikan yang menolak calon peserta didik yang terindikasi terkena HIV/AIDS; (3) belum adanya panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, kurangnya jumlah konselor KPA yang memberikan layanan konseling bagi ODHA. Solusi dapat dimulai dengan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS secara aktif, sosialisasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 06 Tahun 2007 dan Pasal 22 ayat 2yang berkenaan dengan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS,membuat sebuah panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, serta menambah jumlah tenaga konselor yang profesional.Abstract: Assistance to improve the life quality life of HIV / AIDS Teenager in Tarakan city to assist AIDS Commission in coordinating, monitoring, controlling, and encouraging community participation in preventing and overcoming HIV / AIDS. The problems in this service activity are (1) not maximized health service for PLHIV (People with HIV / AIDS) in the handling of critical situation, unqualified health worker and socialization about HIV / AIDS transmission that is not actively delivered; (2) The existence of a cache against people living with HIV who violate their rights as citizens such as educational institutions who reject candidates for students who are affected by HIV / AIDS; (3) there is no counseling guidance in accordance with the code of ethics, principles and basic training of counseling, the number of KPA counselors who provide counseling services for PLHIV. Solutions can be initiated by socialization of active HIV / AIDS transmission, socialization of Tarakan City Regulation Number 06 Year 2007 and Article 22 paragraph 2 regarding HIV / AIDS Prevention and Control, create a guideline for the implementation of counseling in accordance with the code of conduct, principles and skills Basic counseling, and increase the number of professional counselors.
URGENSI PENUMBUHKEMBANGAN NASIONALISME DI TAPAL BATAS DESA AJI KUNING SEBATIK KALIMANTAN UTARA
Noer, Roby Zulkarnain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.058 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.233
Abstrak: Rasa nasionalisme dalam kehidupan berbangsa perlu digalakkan sebagai upaya memberikan kesadaran pada masyarakat. Permasalahan utama pendidikan terutama pada karakter rasa nasionalisme banyak terjadi di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan sosialisasi. Sosialisasi ini diharapkan memberikan kontribusi pada masyarakat di daerah perbatasan termotivasi untuk lebih memiliki semangat nasionalisme, sehingga memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan memiliki nilai karakter dan berjiwa Pancasila. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melakukan strategi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, seminar nasionalisme dan evaluasi. Hasil seminar ini didapatkan hasil sebelum dan setelah seminar, yaitu: pada aspek budaya Indonesia terjadi peningkatan dari 20.4% menjadi 88%, pada aspek budaya lokal dari 56% menjadi 85%, aspek kewarganegaaran 27.4% menjadi 83% dan aspek pancasila 20.4% menjadi 78%.Abstract: The sense of nationalism in the life of the nation needs to be encouraged as an effort to provide awareness to the community. The main problem of education on the character of nationalism much happen in the area of 3T region ( Terdepan (Front region), Terluar (Outermost) and Tertinggal (Disadvantaged)). To Solve the problem needs to be socialized. This socialization is expected to contribute to the community in the areas that are motivated to have more spirit of nationalism, so have pride as the nation of Indonesia and have the character and spirit of Pancasila. The implementation method is carried out by implementing the strategy of the implementation of the activities carried out by the socialization, the seminar of nationalism and evaluation. The results of this seminar are obtained before and after the seminar, which is: on the cultural aspect of Indonesia Increased from 20.4% to 88%, on the local cultural aspects from 56% to 85%, the aspect of citizenship 27.4% to 83% and aspects of Pancasila 20,4% to 78%.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERANGKAT TES MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS TINGGI DI SDS AL HILAL TARAKAN DAN SDN 032 TARAKAN
Nanna, A. Wilda Indra;
Pratiwi, Enditiyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.734 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.239
Abstrak: Peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional tahun 2015-2016 sebagaimana telah diamanatkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2016. Disamping tersedianya kurikulum yang handal, salah satu aspek terpenting dalam upaya menjalin kualitas layanan pendidikan adalah menyediakan system penilaian yang komprehensif sesuai dengan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan. Memperhatikan permasalahan prioritas yang dihadapi mitra, pengusul menimbang perlu dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan guru dalam penyusunan perangkat tes mata pelajaran Matematika pada kelas tinggi di SDS Al Hilal Tarakan dan SDN 032 Tarakan guna dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara lebih professional sehingga pada akhirnya mutu pendidikan kita dapat lebih terjaga dan terus meningkat dalam bentuk Ipteks Bagi Masyarakat (IbM).Abstract: Improving the quality of education services is one of the national education development priority agendas of 2015-2016 as mandated in Presidential Regulation No. 2 of 2015 on the National Medium Term Development Plan 2015-2016. Besides the availability of a reliable curriculum, one of the most important aspects in the effort to establish the quality of education services is to provide a comprehensive assessment system in accordance with national standards of education that has been established. Taking into account the priority issues faced by the partners, the proposers consider the need for training and teacher assistance activities in the preparation of Mathematics subjects in higher school in SDS Al Hilal Tarakan and SDN 032 Tarakan to be able to carry out their daily tasks in the classroom in a more professional manner so that in the end The quality of our education can be more awake and continue to increase in the form of Science for Society.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA DALAM MENJAGA KEBERSIHAN PANTAI AMAL BARU MELALUI KEGIATAN PEMBERSIHAN SAMPAH
Abrori, Fadhlan Muchlas;
Listiani, Listiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.393 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.234
Abstrak: Pantai Amal Baru merupakan salah satu pantai di Kota Tarakan. Pantai ini berada di Kecamatan Tarakan Timur, Provinsi Kalimantan Utara.Pantai Amal Baru umumnya akan ramai pada beberapa even atau waktu hari libur. Banyaknya kunjungan berdampak pada pencemaran wilayah tersebut. Pencemaran pantai juga terjadi karena aktifitas nelayan yang ada di daerah pantai baik sampah hasil tangkapan ikan, maupun sampah budidaya rumput laut. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pemberdayaan mahasiswa dalam pembersihan sampah di Pantai Amal Baru. Metode pelaksanaan bersih pantai Amal Baru yang dilakukan adalah berupa shore cleanup. Berdasarkan kegiatan pembersihan pantai, didapatkan hasil sampah plastik sebanyak 50%, kaleng 25%, sisa tumbuhan 20% dan lain-lain (gelas/botol gelas, besi, dan lain-lain) sebanyak 5%Abstrak: Amal Baru Beach is one of the beaches in Tarakan City. This beach is located in Tarakan Timur District, North Kalimantan Province. Amal Baru Beach will generally be crowded on some events or holiday. Because of tha things make a pollution in this beach. Coastal pollution also occurs due to the activities of fishermen in the coastal areas both fish catches, and seaweed farming waste. Based on the above, student empowerment is important to waste cleaning in Amal Baru Beach. The method of beach cleaning is based shore cleanup. Based on coastal cleaning activities, waste type in this beach, is: 50% plastic waste, 25% cans, 20% plant remain and 5% others (glass / bottle of glass, iron, etc.).
PELATIHAN DAN BIMBINGAN PEMBUATAN KARYA TULIS ILMIAH BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DI SD MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN
Zulfadli, Zulfadli;
Ferryansyah, Ferryansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.636 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.240
Abstract: Pengabdian pada masyarakat pada kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan tentang penulisan karya ilmiah. Pelatihan pengabdian ini tujuannya adalah mendampingi para guru dalam menulis karya ilmiah penelitian tindakan kelas secara benar dan mendampingi guru dalam prosedur penulisan karya ilmiah dalam jurnal.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah, diskusi dan praktik. Metode ceramah untuk menyampaikan tentang penulisan karya ilmiah berbasis penelitian tindakan kelas dan prosedur penulisan karya ilmiah dalam jurnal. sedangkan metode praktik untuk memberikan kesempatan berlatih kepada peserta untuk membuat tulisan karya ilmiah. Hasil kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dinilai cukup baik, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan dinilai baik (90%), prosedur pelaksanaan dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas di nilai baik mencapai (76%), dan ketercapaian tujuan pelatihan dalam penulisan artikel dinilai cukup baik (50 %).Abstract: Community devotion to this activity is to provide insight into the knowledge of the writing of scientific papers. This devotional training is aimed at assisting teachers in properly writing scientific research on classroom action research and accompanying teachers in publication procedures of scientific papers in journals. The methods used in devotional activities are lecture, discussion and practice methods. Methods of lectures and discussion to convey about the writing of scientific papers based on classroom action research and scientific journal writing procedures in journals. While practice methods to provide the opportunity to participants practice writing scientific papers. The results of overall devotion activities can be considered good enough, seen from the success of the target number of trainees is considered good (90%), implementation procedures in conducting classroom action research in good grades reached (76%), and the achievement of training objectives in the article writing is considered quite good (50%).
MEMPERKENALKAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KEPADA GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SINGKAT
Listiani, Listiani;
Kusuma, Arief Ertha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.671 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.235
Abstrak: Perkembangan zaman dan teknologi menuntut manusia untuk selalu berkembang, begitu juga dengan dunia pendidikan. Sebagai akibat dari perkembangan tersebut maka kebijakan – kebijakan pendidikan pun terus mengalami perubahan. Salah satunya adalah dengan diterapkannya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Kurikulum ini memberikan wacana untuk memperkenalkan siswa – siswi sekolah dasar dalam berfikir secara ilmiah sejak dini yaitu melalui suatu metode yang disebut dengan pendekatan saintifik. Namun, belum banyak guru sekolah dasar yang mengetahui tentang berfikir secara ilmiah atau saintifik. Oleh karena itu pelatihan tentang penerapan strategi pembelajaran dengan pendekatan saintifik dilaksanakan supaya para guru sekolah dasar memiliki wawasan tentang pendekatan saintifik sehingga mereka menjadi guru – guru yang profesional.Abstract: The development of era, science, and techology requires the society to develop as well, and so do the education. As the result of those developments, there are many new policies especially in educations that have been changed and renewed. One of the new policies is the implementation of a new curriculum called as curriculum 2013. This new curriculum provides a new discourse in introducing students especially elementary school students with scientific thinking in their early age through a method called as a scientific approach. However, there are many elementary school teachers who experience lack of information about scientific thinking and how to teach student scientifically. Therefore a training on the implementation of teaching strategy with scientific approach is important for teachers in order to give information and improve teachers’ profesionalism.
PENYULUHAN NILAI-NILAI PANCASILA KEPADA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 39 JAKARTA
Liany, Lusy;
Jufri, Ely Alawiyah;
Umardani, Mohammad Kharis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.903 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.237
Abstrak: Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah suatu hal yang baru dan asing. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-IV dan diperuntukkan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Di Indonesia, pelaksanaan pendidikan nasional diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional. Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pada saat ini Pancasila seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman yang begitu pesat dan kompleks yakni di era globalisasi ini,moralsiswa-siswi Indonesia mulai dipertanyakan. Di tengah hegemoni media, revolusi iptek tidak hanya mampu menghadirkan sejumlah kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, melainkan juga mengundang serentetan permasalahan dan kekhawatiran terhadap kepribadian bagi seluruh bangsa Indonesia khususnya dalam hal ini para siswa-siswa. Untuk itulah, pemberian materi tentang nilai-nilai Pancasila kepada siswa-siswi mutlak diperlukan supaya para siswa-siswa agar dapat memahami nilai-nilai yang terdapat didalam Pancasila itu sendiri sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan berbangsa,bernegara dan bermasyarakat.Abstrak: Pancasila for the Indonesian people is not something new and unfamiliar. Pancasila consists of five precepts contained in the 1945 opening paragraph of all IV and designated as the foundation of the Republic of Indonesia. In Indonesia, the implementation of national education stipulated in Law No. 20 Year 2003 on National Education. Article 2 of Law No. 20 of 2003 states that: "The national education based on Pancasila and the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945. At this time Pancasila along with the development and the changing times is so rapid and complex that in this era of globalization, moralsiswa-Indonesian student was questioned. In the center of media hegemony, a revolution in science and technology is not only able to present a number of conveniences and comforts of life for modern humans, but also invited a spate of issues and concerns about the personality of the people of Indonesia, especially in this case the students. For this reason, the provision of material about the values of Pancasila to students is absolutely necessary in order for the students to understand the values contained in Pancasila itself so that it can apply in the life of the nation, the state and society.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU IPA SMP DI KOTA TARAKAN
Ilma, Silfia;
Suciyati, Alfi;
Yulinda, Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.041 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.236
Abstrak: Pengembangan karir guru dan peningkatan kompetensi bagi guru dilakukan dalam rangka menjaga kompetensi keprofesiannya agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olah raga sesuai PP No. 74 Tahun 2008.Pengembangan keprofesian guru ini dikembangkan dengan perolehan angka kredit baik melalui kegiatan pengembangan diri maupun menulis karya ilmiah.Hasil observasi disekolah mitra diketahui permasalahan yang mereka hadapi antara lainkurangnya pengetahuan dan keterampilan Guru IPA mengenai penyusunan karya tulis ilmiah yang menyebabkan guru kesulitan mengajukan kenaikan pangkatnya, maka dari itu perlu dilakukan pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah bagi guru di sekolah mitra. Target dan Luaran dari kegiatan ini yakni meningkatnya pemahaman guru IPA sekolah mitra terhadap karya tulis ilmiah dan menghasilkan produk berupa karya tulis ilmiah dalam bentuk draf.Pelaksanaan kegiatan Pendampingan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan melalui tahapan 1) Pemberian informasi dan 2) Pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah.Hasil evaluasi pelaksanaan pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah dalam kategori baik.Hasil evaluasi terhadap pengetahuan guru dalam menyusun karya tulis ilmiah 2 (dua) orang tergolong kategori baik, 1 (satu) orang dalam kategori sedang, dan 2 (dua) orang dalam kategori kurang. Hasil evaluasi keterampilan guru dalam menyusun karya tulis ilmiah telah memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dalam kategori baik.Abstrak: Teachers’ career need to be developed and improved in order to maintain their professionalism and competence that should be related to the development of science, technology, arts, and physical exercise based on PP No. 74 year of 2008. The development of teachers’ professionalism can be implemented using a credit point either through self development activities or writing a scientific paper. observation results on several schools show that the major problem that they face is science teachers are lack of knowledge and skills in writing a scientific paper that can result in the difficulties in submitting their preferment, therefore it is important to accompany those teachers in writing scientific paper through a short training. The target and output of this activity is that the science teachers can improve their writing skill in writing scientific paper and resulting a scientific paper draft.This activity consists of two stages (1) giving information and (2) accompaniment in writing scientific paper. The results show that the evaluation on accompaniment can be categorized as good. The evaluation on teachers’ knowledge in writing scientific paper can be categorized as good (two teachers), medium (one teacher), and not good (two teachers). The evaluation on teachers’ skill in writing scientific paper shows that they are able to write a scientific paper that can be categorized in good level.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS PADA REMAJA KOTA TARAKAN
Suriata Suriata;
Nurzamzam Nurzamzam;
Rahmatuz Zulfia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.238
Abstrak: Pendampingan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS Remaja kota Tarakan bertujuan untuk membantu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam melakukan koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Adapun yang menjadi masalah dalam kegiatan pengabdian ini diantaranya yaitu (1) belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) utamanya dalam penanganansituasi gawat, tenaga kesehatan yang bersikap kurang empati dan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS yang kurang disampaikan secara aktif; (2) Adanya diskriminasi terhadap ODHA yang melanggar hak mereka sebagai warga negara seperti lembaga pendidikan yang menolak calon peserta didik yang terindikasi terkena HIV/AIDS; (3) belum adanya panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, kurangnya jumlah konselor KPA yang memberikan layanan konseling bagi ODHA. Solusi dapat dimulai dengan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS secara aktif, sosialisasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 06 Tahun 2007 dan Pasal 22 ayat 2yang berkenaan dengan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS,membuat sebuah panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, serta menambah jumlah tenaga konselor yang profesional.Abstract: Assistance to improve the life quality life of HIV / AIDS Teenager in Tarakan city to assist AIDS Commission in coordinating, monitoring, controlling, and encouraging community participation in preventing and overcoming HIV / AIDS. The problems in this service activity are (1) not maximized health service for PLHIV (People with HIV / AIDS) in the handling of critical situation, unqualified health worker and socialization about HIV / AIDS transmission that is not actively delivered; (2) The existence of a cache against people living with HIV who violate their rights as citizens such as educational institutions who reject candidates for students who are affected by HIV / AIDS; (3) there is no counseling guidance in accordance with the code of ethics, principles and basic training of counseling, the number of KPA counselors who provide counseling services for PLHIV. Solutions can be initiated by socialization of active HIV / AIDS transmission, socialization of Tarakan City Regulation Number 06 Year 2007 and Article 22 paragraph 2 regarding HIV / AIDS Prevention and Control, create a guideline for the implementation of counseling in accordance with the code of conduct, principles and skills Basic counseling, and increase the number of professional counselors.
URGENSI PENUMBUHKEMBANGAN NASIONALISME DI TAPAL BATAS DESA AJI KUNING SEBATIK KALIMANTAN UTARA
Roby Zulkarnain Noer
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.233
Abstrak: Rasa nasionalisme dalam kehidupan berbangsa perlu digalakkan sebagai upaya memberikan kesadaran pada masyarakat. Permasalahan utama pendidikan terutama pada karakter rasa nasionalisme banyak terjadi di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan sosialisasi. Sosialisasi ini diharapkan memberikan kontribusi pada masyarakat di daerah perbatasan termotivasi untuk lebih memiliki semangat nasionalisme, sehingga memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan memiliki nilai karakter dan berjiwa Pancasila. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melakukan strategi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, seminar nasionalisme dan evaluasi. Hasil seminar ini didapatkan hasil sebelum dan setelah seminar, yaitu: pada aspek budaya Indonesia terjadi peningkatan dari 20.4% menjadi 88%, pada aspek budaya lokal dari 56% menjadi 85%, aspek kewarganegaaran 27.4% menjadi 83% dan aspek pancasila 20.4% menjadi 78%.Abstract: The sense of nationalism in the life of the nation needs to be encouraged as an effort to provide awareness to the community. The main problem of education on the character of nationalism much happen in the area of 3T region ( Terdepan (Front region), Terluar (Outermost) and Tertinggal (Disadvantaged)). To Solve the problem needs to be socialized. This socialization is expected to contribute to the community in the areas that are motivated to have more spirit of nationalism, so have pride as the nation of Indonesia and have the character and spirit of Pancasila. The implementation method is carried out by implementing the strategy of the implementation of the activities carried out by the socialization, the seminar of nationalism and evaluation. The results of this seminar are obtained before and after the seminar, which is: on the cultural aspect of Indonesia Increased from 20.4% to 88%, on the local cultural aspects from 56% to 85%, the aspect of citizenship 27.4% to 83% and aspects of Pancasila 20,4% to 78%.