cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 13 Documents clear
Komoditas Unggulan dan Potensial Sektor Pertanian Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara Jef Rudiantho Saragih; Alvera Siburian; Ummu Harmain; Tioner Purba
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.775 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.633

Abstract

Sektor Pertanian merupakan sektor dengan kontribusi terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Simalungun.  Namun pengembangan komoditas di sektor pertanian dinilai belum sepenuhnya berbasis pada komoditas basis dan tingkat pertumbuhannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komoditas unggulan dan komoditas potensial sektor pertanian dalam arti luas.  Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun, pada bulan Maret-Agustus 2019.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data produksi masing-masing komoditas pertanian tahun 2008-2017 diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun, dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.  Data produksi dianalisis dengan Location Quotient (LQ) dan tipologi Klassen.  Pangsa Sektor Pertanian dalam PDRB Kabupaten Simalungun tahun 2008-2017 adalah rata-rata sebesar 49,53%.  Berdasarkan hasil analisis data produksi, dalam kurun waktu 2008-2017, komoditas unggulan Kabupaten Simalungun (kombinasi nilai LQ>1, tumbuh cepat)  adalah ubi jalar (tanaman pangan); kentang, kubis, buncis, bayam, mangga, dan pisang (hortikultura); kelapa sawit, kopi arabika, kakao, dan cengkeh (perkebunan rakyat); kerbau (peternakan); dan kegiatan perikanan budidaya.   Sementara komoditas potensial (nilai LQ>1, tumbuh lambat) adalah padi ladang, jagung, dan ubi kayu (tanaman pangan); bawang merah (hortikultura); kopi robusta, pinang, aren, dan vanili (perkebunan rakyat);  sapi, babi, dan ayam kampung (peternakan).  Komoditas basis namun relatif tertinggal adalah kacang tanah.  Sementara, komoditas nonbasis namun tergolong berkembang cepat adalah nangka, manggis, sawo, durian, pepaya, nenas, petsai, terung, cabai, tomat, karet, wortel, kacang panjang, dan kayu manis. 
Kajian Kualitas Minyak Serai Wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt.) pada CV AB dan PT. XYZ Jawa Barat Ana Agustina; Maryam Jamilah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.947 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i1.681

Abstract

Minyak atsiri dapat dijumpai di berbagai jenis tanaman yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia setidaknya memiliki 40 jenis tanaman penghasil minyak atsiri komersial. Minyak atsiri memiliki berbagai manfaat, yaitu sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, parfum, lilin, dan flavor. Salah satu atsiri yang diproduksi di Indonesia adalah citronella oil, citronella oil termasuk salah satu jenis atsiri yang populer digunakan sebagai anti-nyamuk, anti-jamur, dan anti-oksidan. Meskipun di Indonesia sudah berkembang luas petani yang berkebun serai wangi dan mengolahnya hingga menghasilkan minyak, akan tetapi masih banyak di antara mereka yang memproduksi citronella oil yang belum memenuhi standar. Oleh sebab itu, perlu adanya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas citronella oil yang dihasilkan oleh usaha perseorangan agar dapat memenuhi standar industri. Untuk mengetahui kandungan citronella oil, dilakukan pengujian GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citronella oil yang dihasilkan memiliki kadar sitronellal yang lebih rendah dibandingkan industri besar, yaitu 11.37%. Sedangkan standar minimal untuk sitronelal adalah 35%, hal ini diduga berkaitan dengan umur panen, kualitas tempat tumbuh, kualitas mesin, dan pretreatment.
Model Prediksi Kadar Air Buah Cabai Rawit Domba (Capsicum frutescens L.) Menggunakan Spektroskopi Ultraviolet Visible Near Infrared Kusumiyati Kusumiyati; Ine Elisa Putri; Agus Arip Munawar
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.641 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga kadar air buah cabai rawit domba (Capsicum frutescens L.) menggunakan spektroskopi UV-Vis-NIR. Total sampel yang digunakan yaitu 45 buah. Analisis dilakukan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Akuisisi data spektra dengan rentang panjang gelombang 300 – 1050 nm (Nirvana AG410). Spektra diperbaiki dengan metode multiplicative scatter correction (MSC), standard normal variate transformation (SNV), orthogonal signal correction (OSC), first derivative (dg1) dan second derivative (dg2). Analisis data dilakukan dengan menggunakan partial least squares regression (PLSR). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa metode koreksi OSC menghasilkan model kalibrasi tertinggi dengan Rkal, RMSEC, Rval, RMSECV, RPD dan faktornya masing-masing yaitu 0.99, 0.31, 0.98, 0.68, 6.62 dan 4. Hal ini menunjukkan bahwa spektroskopi UV-Vis-NIR dapat digunakan untuk memprediksi kadar air pada buah cabai rawit domba.
Strategi Pemasaran Jagung Hibrida Sebagai Program Unggulan Daerah di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan A. Besse Dahliana; Rahmawati Tahir
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.892 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.658

Abstract

Permasalahan yang dihadapi petani jagung di Kecamatan Cina Kabupaten Bone adalah keterbatasan pengetahuan petani masih menanam varietas lokal, kurangnya informasi pasar masih bergantung kepada pedagang, belum adanya mitra tetap, seperti koperasi atau sektor swasta,  permodalan dalam menunjang tanaman jagung, kurangnya inovasi, kreatif dan diversifikasi produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pemasaran jagung hibrida dan untuk menjelaskan strategi prioritas yang dapat digunakan dalam penjualan jagung hibrida di Kecamatan Cina Kabupaten Bone. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik  pelaku usaha jagung hibrida masih pada proses open market negotiation dengan peran masing-masing yakni petani berperan sebagai pelaku usaha tanaman jagung, pedagang berperan sebagai perantara pemasaran dan penyedia modal dan transportasi, pergudangan serta menyediakan informasi dari pelanggan. Oleh karena itu konsep pengembangan diarahkan untuk mewujudkan pertanian yang produktif, efisien dan kompetitif. Untuk itu diperlukan penguatan sub-sistem hulu, pemberdayaan subsistem tanaman jagung, memperkuat sub-sistem hilir, membentuk lembaga usaha bersama (koperasi). Dimana dapat meningkatnya income generating petani selain farm; marketing dan adanya kerja sama yang jelas antara petani dan perusahaan dalam hal ini mitra sehingga harga yang ditawarkan jelas.
Study of The Carrying Capacity of The Environment Case Study: The Simanindo Area, Samosir Regency, North Sumatra Diki Surya Irawan; Deffi Ayu Puspito Sari; Rr. Alifianatifa Anandya Putriahalya
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.747 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i1.688

Abstract

Lake Toba area has been designated a National Strategic Area, which is a priority spatial planning area. The Simanindo Area is a sub-district in Samosir Regency which is an island in the middle of Lake Toba, North Sumatra, Indonesia. Lake Toba's current condition has been polluted by organic contamination and high free chlorine. In addition, the existence of fish farming activities or floating net cages that contribute to the contamination of phosphorus by 0.78 mg/l and free chlorine by 0.84 mg/l into Lake Toba which resulted in the need for studies on the carrying capacity and environmental capacity. Land carrying capacity can be calculated by comparing the availability of land with land requirements. While the carrying capacity of water can be calculated by comparing the availability of water with water requirements or using the Thornwaite Mather Water Balance method. Land Capacity can be calculated by the Land Endurance Unit. While the Capacity of Waters can be calculated by STORET analysis or calculation of domestic waste pollution load. The existence of a massive development plan for Simanindo area and rapid population growth is projected to cause the Land Support Capacity of the Simanindo Priority Zone to be conditionally safe in 2040. Water Carrying Capacity experienced a deficit in the atmosphere in July after being calculated with the Thornwaite Mather Water Balance. In addition, the Capacity of Water Bodies is also in the Status of Severe Pollution according to the STORET Method.
Efektivitas Pupuk Organik Cair Limbah Ternak Ayam Metode Brewing pada Budidaya Kacang Tanah Nofrianil Nofrianil; Fedri Ibnusina
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.167 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.620

Abstract

Peningkatan produksi tanaman sejalan dengan pemberian input luar yang besar, tentu menambah biaya produksi. Usaha yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan input dari sumberdaya lokal yang dikemas dengan teknologi dalam pemanfaatannya. Kabupaten 50 Kota merupakan pusat peternakan ayam, limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai input produksi. Pengolahan bahan organik menjadi POC dengan metode brewing, konsep baru dengan menggabungkan teknologi aerasi mengoptimalkan tingkat oksigen bagi tumbuh kembang mikroorganisme menguntungkan. Tujuan penelitian yaitu uji efektivitas aplikasi POC limbah ternak ayam terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari Bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Rancangan penelitian berupa rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 ulangan, perlakuan berupa: tanpa POC dengan pupuk kimia rekomendasi 100%, POC 25% dengan pupuk kimia 50%, POC 50% dengan pupuk kimia 50%. Hasil penelitian diperoleh respon pertumbuhan sama pada tiap perlakuan yang diberikan, hasil produktivitas tertinggi kacang tanah pada perlakuan POC 50% kombinasi pupuk kimia 50%. Pemberian POC mampu menggantikan fungsi nutrisi dari pupuk kimia rekomendasi.
Uji Resistensi Bakteri Endofit Bambu terhadap Logam Merkuri dan Identifikasi Secara Molekuler dengan Analisis Gen 16S rRNA Widiastini Arifuddin; Maisya Zahra Al Banna
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.764 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.652

Abstract

Merkuri merupakan salah satu logam berat yang berbahaya bagi lingkungan. Pemanfaatan bakteri endofit bambu sebagai bakteri pendegradasi logam merkuri belum banyak dilaporkan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh isolat bakteri endofit bambu resisten logam merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi isolat bakteri endofit bambu terhadap logam merkuri. Isolat bakteri yang digunakan merupakan koleksi isolat Laboratorium Biologi STKIP Pembangunan Indonesia, yang diberi kode KL2 A Hitam, KL2 Rehitam, KL2 Blit2, KL2 Rebatik. Pada uji resistensi, sebanyak 100 µL larutan HgCl2 diteteskan pada paper disk yang ditumbuhkan pada media Nutrient Agar sebagai media tumbuh bakteri endofit bambu selama 24 jam pada suhu 37 °C. Konsentrasi HgCl2 yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40 dan 50 ppm. Hasil menunjukkan keempat isolat bakteri dapat tumbuh pada seluruh media yang mengandung larutan HgCl2, yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar paper disk. Berdasarkan pengukuran zona bening, isolat KL2 Rebatik membentuk zona bening sebesar 13 mm pada media mengandung 10 ppm HgCl2 dan merupakan zona bening terbesar. Tiga isolat lainnya, isolat KL2 A Hitam, KL2 Rehitam dan KL2 Blit2 pada media mengandung 10 ppm HgCl2 membentuk zona bening masing-masing 10,66 mm dan 7,6 mm. Seluruh isolat bakteri menunjukkan penurunan ukuran zona bening seiring dengan meningkatnya konsentrasi HgCl2 yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri endofit bambu resisten terhadap ion Hg2+ hingga konsentrasi 50 ppm. Isolat KL2 Rehitam dipilih untuk diindentifikasi menggunakan amplikasi gen 16S rRNA. Hasil identifikasi menunjukkan isolat KL2 Rehitam memiliki tingkat kemiripan sebesar 99% dengan Bacillus cereus.
Optimalisasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang Sekam untuk Menambah Pendapatan Petani di Desa Sukamaju, Jawa Barat Nanang Ali Sutisna; Filda Rahmiati; Grace Amin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.453 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i1.691

Abstract

 Salah satu upaya untuk menambah pendapatan para petani adalah dengan mengolah limbah padi menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual seperti arang sekam atau briket. Arang sekam memiliki banyak manfaat baik di dunia pertanian maupun untuk kebutuhan industri. Sekam padi dari hasil panen yang berlimpah, oleh sebagian petani biasanya dibakar untuk dijadikan pupuk, ada juga yang dijual langsung dengan harga yang sangat murah. Berdasarkan permasalahan tersebut, muncul ide untuk membuat alat-alat untuk memproses sekam padi menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi,  yaitu untuk pembakaran sekam menjadi arang sekam yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi produk akhir berupa briket. Briket arang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun industri. Penelitian ini diawali dengan mengadakan pertemuan dengan komunitas petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi untuk mengetahui kondisi dilapangan dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. Proses berikutnya adalah merancang dan membuat alat pembuat arang sekam dan mesin pencetak arang sekam menjadi briket. Rancangan alat pembuat arang dilakukan untuk membuat arang dengan mempertimbangkan aliran udara saat pengarangan agar menghasilkan waktu yang lebih cepat dan mengurangi penyebaran asap, sedangkan pada perancangan mesin cetak briket arang dilakukan perhitungan kekuatan komponen mesin cetak yang diperlukan.  Setelah alat yang dibutuhkan selesai, dilakukan uji coba alat dan hasilnya memperlihatkan bahwa proses pembuatan arang membutuhkan waktu 20-30 menit untuk 10 kg sekam. Sedangkan hasil perhitungan komponen mesin cetak menunjukkan bahwa mesin cetak aman untuk digunakan. Hasil observasi menemukan bahwa saat ini sekam dihargai Rp 1000 per kg, dan arang sekam Rp 3000 sampai Rp 5000 per kg, sedangkan harga jual briket arang sekam bisa mencapai Rp 15.000 per kg. Dengan demikian, pengolahan sekam padi menjadi briket arang secara ekonomis akan lebih menguntungkan bagi para petani.
Response of Mungbean [Vigna radiata (L.)Wilczek] Varieties to Plant Spacing under Irrigation at Gewane, Northeastern Ethiopia Nuru Seid Tehulie; Tarikua Fikadu; Jhon Hardy Purba
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.384 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.613

Abstract

Production of mungbean has been increasing in Ethiopia because of its high importance as a source of protein and foreign exchange earnings. Determination of appropriate plant density for the varieties of mungbean can increase its productivity. Therefore, an experiment was conducted to determine the effect of inter and intra row spacing on growth, yield components and yield of mung bean varieties under irrigation. The treatments consisted of factorial combinations of three inter row spacing (30, 40, and 50 cm), three-intra row spacing (5, 10 and 15 cm) and two mungbean varieties (N-26 and MH-97) laid out in randomized complete block design with three Replications. The main effect of varieties, inter row spacing and intra row spacing was highly significant and significant on plant height, secondary branch and where the longest plant height (41.71 cm) was for variety MH-97 and from 5 cm intra row spacing, respectively and maximum number of secondary branch was recorded for variety MH-97 (8.91) and from 15cm intra row and 50cm inter row spacing, respectively.  The interaction effect of the variety, inter and intra row spacing was highly significant on number of primary branch per plant, number of pod per plant and crop stand count percentage where the highest number of primary branches (7.00) was recorded from variety MH-97 at 50 cm inter row spacing and highest number pods per plant (30.15) were recorded for variety MH-97 at 40 cm inter row and (31.34) at 15cm intra row spacing. Where the highest crop stand count at harvest were recorded from variety MH-97  (97.00%) at 40 cm inter row spacing .The main effect of inter row spacing and intra row spacing were highly significant and significant on above ground dry biomass and the highest above ground dry biomass at inter row spacing of 30 cm ( 5968.8 kg ha-1) and intra row spacing 5cm 6145.9 kg ha-1).The main effect of variety, inter-row and intra-row spacing were highly significant on harvest index and grain yield where the highest harvest index was from variety MH-97 (20.91%), inter row spacing of 40 cm which give (21.18%) and intra row spacing 10 cm which give  (20.30%) and the highest grain yield from Variety MH-97 (1117.94 kg ha-1), inter row spacing 40 cm (1213.75 kg ha-1) and intra row spacing 10 cm which give (1151.67 kg ha-1) However, this tentative generalization based one season at one location requires further studies over years and locations to give a valid recommendation.
Fuel Used Analysis on Boiler Efficiency Variations and Water Intake Temperature Affected by Palm Oil Varieties Zulham Effendi; Siti Aisyah; Rionaldo Hastyanda
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.109 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.634

Abstract

Several factors that affect the use of fuel in boilers are combustion efficiency, quality of feed water management, calorific value, and the potential for available fuel from oil palm varieties. The purpose of this research is to identify the use of fuel and its potential savings based on variations in boiler efficiency and water temperature that entered the boiler. The materials used in this research are FFB mass balance data and boiler fuel composition. Based on the analysis results, the lowest used fuel mass and the highest fuel savings are found in the DxPLangkat variety with an intake water temperature of 105o C and 80% boiler efficiency. The use of fuel is 4,231 kg/hour with shell savings of 967 kg/hour with a value of IDR 725,701. Fiber savings was 487 kg/hour with a value of IDR 121,751.The highest used fuel mass and the lowest fuel savings were found in the Yangambi derivative variety with an intake water temperature of 85o C and 60% boiler efficiency.The fuel consumption is 5,830 kg/hour with shell savings totalling -380 kg/hour. There is no fiber analysis because it is used up hence additional fuel is needed. Additional fuel can be done by asking for other palm oil mill units or buying. If they buy a shell with a requirement of 380 kg/hour, the funds required are IDR 284,939.

Page 1 of 2 | Total Record : 13