cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 27 Documents clear
Analisis Kualitas Tanah dan Arahan Pengelolaan pada Lahan di DAS UNDA Provinsi Bali, Indonesia Febriana, Anastasia; Trigunasih, Ni Made; Sumarniasih, Made Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1309

Abstract

Produktivitas lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Unda terjadi penurunan akibat jenis tanah Regosol yang sangat rentan pada erosi; serta 45,64% bentuk permukaannya tergolong bergelombang, berbukit sampai bergunung, dan berkembangnya tempat galian C secara ilegal di beberapa tempat. Data kualitas tanah yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kualitas tanah untuk meningkatkan produktivitas lahan di DAS Unda. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas tanah pada lahan di DAS Unda; untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi faktor pembatas pada kualitas tanah di DAS Unda; untuk mengetahui sebaran spasial kualitas tanah di DAS Unda; memberikan arahan pengelolaan tanah berdasarkan faktor pembatas yang diperoleh di DAS Unda. Penelitian dilaksanakan di lahan DAS Unda yang melalui Kabupaten Bangli, Karangasem dan Klungkung, Provinsi Bali. dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode survei, analisis tanah di laboratorium, dan penetapan kualitas tanah. Indikator kualitas tanah yang diukur sebagai minimum data set (MDS): berat volume tanah, tekstur tanah, porositas, kadar air kapasitas lapang, pH, C-organik, KTK, KB, unsur hara (N, P dan K), dan C-biomassa. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tanah pada lokasi penelitian tergolong buruk tingginya tingkat erosi tanah dan kurangnya kandungan bahan organik pada tanah pada SLH 2, 5, 7, 15, 16 dan 17. Pada SLH 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27 dan 28 menunjukkan kualitas tanah sedang diakibatkan berbagai faktor seperti kelembaban tanah yang tinggi, kandungan bahan organik yang rendah, kandungan bahan hara yang tidak seimbang, kondisi morfologi tanah yang kurang ideal, dan penggunaan pupuk yang kurang tepat, pH rendah dan kepadatan tanah. Berbeda dengan SLH 1 (Desa Pempatan), 14 (Desa Menanga), 24 (Desa Gunaksa) dan 25 (Desa Telaga Tawang) dengan nilai IKT 25 tergolong kualitas baik. Faktor-faktor pembatas di daerah penelitian meliputi: pH tanah, tekstur tanah, porositas, P-tersedia, N-total, C-organik dan C-Biomassa. Direkomendasikan pengolahan tanah dengan menggunakan pemupukan dengan pupuk organik dan Urea pada SLH 1, 4, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 18, 20, 22, 23, 26, dan 27. Pemupukan SP-36/TSP dianjurkan pada SLH 12, 24, 25, dan 28.
Pengaruh Pemberian Biochar Limbah Pisang terhadap Kesuburan Tanah Wedayani, Ni Made; Rai, I Nyoman; Mahardika, I Gede; Wijana, I Made Sara
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1533

Abstract

Tanah pertanian di Subak Kerdung terindikasi mengalami pencemaran logam berat. Pencemaran tanah yang terjadi dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida berlebih selama proses budidaya serta akibat kontaminan logam berat yang terkandung pada aliran air. Untuk meminimalisir kontaminan logam berat yang diserap tanaman dan tanah serta meningkatkan kesuburan tanah, diperlukan agen pembenah tanah berupa biochar. Biochar berbahan limbah pisang dapat menjadi suatu alternatif bahan bakunya karena mudah didapat dan efektif dalam menanggulangi logam berat. Penelitian dilakukan di rumah kaca, kebun percobaan Universitas Udayana dalam rentang waktu tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biochar limbah pisang dalam meningkatkan variabel kesuburan pada sampel tanah yang diambil dari Subak Kerdung. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen, yakni rancangan acak kelompok (RAK) tersarang 2 faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah jenis dan dosis limbah pisang sebagai bahan pembuat biochar. Jenis limbah pisang yang digunakan terdiri atas empat taraf, yaitu biochar batang pisang (Bt), biochar kulit buah pisang (Kl), biochar tandan buah pisang (Tn), dan biochar campuran (batang pisang+ kulit buah pisang+ tandan buah pisang) (Cam) serta kontrol (tanpa pemberian biochar). Sedangkan, dosis biochar juga terdiri atas empat taraf, yaitu 0t.ha-1 (D0), 5t.ha-1 (D1), 10t.ha-1 (D2), dan 15t.ha-1 (D3). Variabel kimia tanah yang diuji meliputi C-organik, N total, KTK, kadar air, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan biochar kulit buah pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai C-organik tanah secara maksimal, biochar batang pisang dosis 15t.ha-1 dapat meningkatkan nilai N-total dan kadar air secara maksimal, dan pengaplikasian biochar batang pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai KTK secara maksimal dibandingkan dengan tanah tanpa biochar.
Use of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) to Increase Yields of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) in Monoculture Planting Systems and Under the Shade of Mature Citrus Plants Aryanada, Povarezza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Widaryanto, Eko
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1471

Abstract

Cayenne pepper is a vegetable commodity, which can be categorized as a commercial commodity and has the potential to be developed. The problem that arises is that more and more agricultural land is getting damaged. One effort to overcome this problem is to use organic fertilizers such as PGPR. The purpose of this study was to obtain the optimum dose of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) on the growth and yield (quantity and quality) of cayenne pepper in a monoculture cropping system and under the shade of mature citrus trees. The research was conducted in a Citrus Orchard, Tegalgondo Village, Karangploso District, Malang Regency. The time of the research was carried out in December 2022 - March 2023. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the concentration of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) and the planting system. The first factor is the treatment of the application of the planting system which consists of 2 levels, namely MN (Monoculture) TS (Under the Orange Shade). The second factor was the treatment of PGPR concentration consisting of 4 levels, namely, P0 (without PGPR), P10 (10 ml.-1 concentration), P20 (20 ml.-1 concentration), P30 (30 ml.-1 concentration) and Treatment randomized in each group. and cropping system treatment. The results showed that there was no real interaction between the cropping system and PGPR on the growth of cayenne pepper plants. This is because there is a different effect on each treatment.
Association of Single Nucleotide Polymorphisms (SNPS) to Black Spot Resistance in Roses Yemer, Genet Kebede; Debener, Thomas; Linde, Marcus; Maiss, Edgar
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1316

Abstract

Rose black spot caused by Diplocarpon rosae is the most severe and global disease of garden roses. Breeding of disease resistant varieties is one of the most important goals of modern garden rose breeding. Single nucleotide polymorphisms (SNPs) are the most abundant type of polymorphism found in eukaryotic genomes. SNP markers can be used in a wide variety of applications, including association studies, genetic diversity analysis, and marker-assisted selection in plant breeding programs. The aim of this project was to analyze black spot resistance in a rose association panel through leaf inoculation assays with single isolate pathotypes as well as a field mixture of D. rosae isolates and to establish a relationship between resistance and the available SNP markers. In this study, 96 diverse cultivars of roses were evaluated phenotypically for resistance against black spot through artificial inoculations. 63000 SNPs that were developed in previous studies were used to genetically analyze the cultivars and find associations with resistance against black spot disease using mixed linear model in TASSEL 3.0. Differences in the phenotypic reaction to field mixture of isolates and the Ab13 single conidial isolate of this pathogen were observed between genotypes. One hundred and forty-nine SNPs were found to be significantly associated with resistance against field mixtures of black spot. For the Ab13 single isolate, only one significant SNP was found. These SNPs were mapped on the rose chromosomes, and found on chromosome one, three and four. These associated SNP and Rdr1 markers can be used for marker-assisted selection in breeding for black spot resistance in rose. 
Deteksi Fusarium Patogenik Terbawa Umbi Benih Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. group aggregatum) Hanif, Andini; Wiyono, Suryo; Munif, Abdul; Hidayat, Sri Hendrastuti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1567

Abstract

Infeksi patogen tanaman merupakan salah satu penyebab menurunnya produksi bawang merah di Indonesia. Salah satu penyakit utama pada bawang merah adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh infeksi Fusarium oxysporum. Infeksi Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah dapat menyebabkan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman bawang merah. Oleh karena itu perlu dilakukan uji kesehatan umbi benih, untuk mendeteksi keberadaan Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah. Uji kesehatan umbi benih bawang merah dilakukan dengan menggunakan metode blotter test. Selanjutnya isolat Fusarium yang muncul dari hasil blotter test diuji sifat patogenisitasnya pada umbi dan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Fusarium terbawa umbi benih bawang merah pada beberapa varietas dan sifat patogenisitasnya. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah dengan persen infeksi Fusarium tertinggi pada varietas Bima (74,5%) dengan nekrosis basal plate (79%). Hasil uji patogenisitas menunjukkan dari 60 isolat Fusarium diperoleh dari uji blotter test, 46,6% merupakan isolat Fusarium patogenik.
Analisis Permintaan dan Persaingan Ekspor Pisang Indonesia, Filipina dan Thailand di Pasar China dengan Menggunakan Model Almost Ideal Demand System (AIDS) Sari Br Surbakti, Dian Permata; Supriana, Tavi; Wibowo, Rulianda Purnomo
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1558

Abstract

Pisang adalah salah satu komoditas unggulan ekspor buah di Indonesia. Pasar utama untuk pisang Indonesia adalah China. Indonesia bukan satu satunya negara eksportir pisang di pasar China melainkan terdapat negara lain yaitu Filipina dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan antara negara pemasok pisang di pasar China seperti Indonesia, Filipina dan Thailand menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pisang di pasar China dengan menggunakan Model Almost Ideal Demand System (AIDS). Penelitian ini menggunakan data time series kuartal 1 tahun 2013 hingga kuartal 4 tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai elastisitas harga sendiri pisang Indonesia dan Thailand bersifat elastis, sedangkan pisang Philipina bersifat inelastis. Pisang Indonesia bersaing dengan pisang Filipina hal ini dibuktikan dengan nilai elastisitas silang yang positif (substitusi) sedangkan pisang Thailand dan Indonesia memiliki hubungan saling melengkapi (komplementer). Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan pisang di pasar China yaitu harga pisang Indonesia, Filipina, Thailand dan total nilai impor pada pangsa pasar Indonesia, harga pisang Indonesia, Filipina, Thailand dan total nilai impor pada pangsa pasar Filipina, harga pisang Indonesia, Filipina, dan total nilai impor pada pangsa pasar Thailand. 
Indonesia’s Pulp Export Performance In the China Market: An Analysis Using Almost Ideal Demand System Approach Natalia, Evi; Simangunsong, Bintang; Manurung, Elisa Ganda Togu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1628

Abstract

Indonesia is one of the world's leading pulp producers. Both domestic consumption and global demand are increasing annually. As Indonesia seeks to meet the escalating global demand for pulp raw materials, China is emerging as a major destination for its exports, which underscores the strategic importance of this market. This study aims to evaluate the comparative advantage of Indonesian pulp exports and to identify the price, cross-price and expenditure elasticities of pulp demand in the Chinese market. Using the Revealed Comparative Advantage (RCA) method and the Linear Approximation-Almost Ideal Demand System (LA/AIDS) model, this research analyzes annual time series data covering the period 2003-2022, focusing on the quantity and export value of chemical pulp (HS 470329). The results show that Indonesian pulp has a comparative advantage in the Chinese market, as indicated by Indonesia's RCA index greater than one. However, this comparative advantage is declining over time. At the same time, China's sustained increase in pulp consumption underscores the intensified competition among pulp-exporting countries for market share in China. Using the LA/AIDS model, the estimation results highlight a different dynamic in the Chinese pulp market: Japanese pulp emerges as a complementary product to Indonesian pulp, while Thailand and Brazilian pulp act as substitutes. These findings have valuable strategic implications for Indonesian policymakers and industry stakeholders in managing the complexities of global pulp trade dynamics

Page 3 of 3 | Total Record : 27