Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
This journal accepts scientific articles or research reports in general areas of psychology such as education, clinical, industrial and organizational, and religious social psychology. However, the main focus of this journal is the development of Islamic psychology so that this topic will dominate the articles in Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
Articles
154 Documents
PENYESUAIAN DIRI HOMOSEKSUAL
Sudirman, Subhan Ajrin
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.808
Keberadaan homoseks merupakan fenomena sosial yang saat ini ada di sekitar masyarakat Indonesia pada umumnya. Homoseksual adalah seseorang yang memilih relasi seks pada jenis kelamin yang sama, seorang laki-laki akan memilih laki-laki sebagai pasangan dalam relasi seksualnya, begitupula dengan perempuan memilih perempuan sebagai relasi seksnya. Keberadaan mereka tidak dapat dipungkiri dan menjadi semakin tajam karena ada keterbukaan dalam mengungkap jati diri mengenai siapa mereka sebenarnya. Hubungan yang terjadi pada homoseksual adalah sebuah hubungan yang bersifat erotis dan mengacu pada perilaku seksual. Orang akan menilai wajar apabila melihat dua orang wanita yang saling bergandengan mesrabahkan bila melihat sepasang wanita salin berciuman pipi di tempat umum. Perilaku tersebut akan dinilai lain apabila dilakukan oleh sepasang laki-laki, orang awam akan merasa risih atau heran dengan perilaku mereka, bahkan tak jarang hal ini akan mejadi buah bibir dan bahan cemoohan bagi masyarakat kebanyakan. Permasalahan yang tengah dihadapi oleh homoseks khususnya gay di Indonesia adalah mengenai keberadaannya yang masih terasa asing di lingkungan masyarakat umum. Kebanyakan dari masyarakat akan menganggap bahwa gay adalah suatu aib yang memalukan keluarga dan anggapan bahwa gay adalah yang menyebabkan munculnya penyakit AIDS. Namun kenyataannya, sampai saat ini gay tetap berjuang menunjukkan eksistensi dirinya serta melawan diskriminasi sosial yang terus-menerus muncul disekitarnya.
APAKAH PENYANDANG TUNANETRA BISA BERBAHAGIA? Gambaran Kebahagiaan Pada Penyandang Tunanetra
Sundari, Hastrid;
Aulia, Rahmadianti
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v10i1.827
Pada umumnya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh orang yang mengalami tunanetra. Dengan keterbatasan yang mereka miliki, membuat mereka lebih memilih untuk hanya berdiam diri di rumah atau sebagian yang lain memilih bekerja sebagai pengemis atau meminta-minta di jalanan. Namun, pilihan tersebut tidak dilakukan oleh dua orang tunanetra. Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk bekerja demi mencapai keinginannya, menjadi pekerja seni atau pemusik dan mengajar mengaji. Walaupun kedua subjek memiliki keterbatasan, mereka bisa membuat orang lain senang dengan apa yang dilakukannya dan mereka berbahagia dengan apa yang mereka lakoni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman gambaran kebahagiaan pada penyandang tunanetra.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang tunanetra. Hasil wawancara menunjukkan bahwa menjadi tunanetra tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan kebahagiaan. subjek merasa tenang dan nyaman dalam menjalani kehidupannya. Tidak merasa takut dan tidak pula bersedih dengan keadaan yang mereka alami. Berani menghadapi masalah yang datang serta merasa bahagia karena tidak ada kekhawatiran yang dirasakan oleh kedua subjek. Faktor yang mempengaruhi keadaan kedua subjek adalah karena adanya rasa syukur yang besar kepada Allah Subhanahuwata’ala, berinteraksi dan berhubungan baik dengan teman, keluarga dan lingkungan sekitar, serta merasa puas dengan pekerjaan yang dijalani.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PROBLEM SOLVING SISWA SMP
Yusri, Nur 'Aisyiah;
Maris, Sonya Regina
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v8i2.876
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tidak bersedianya siswa kelas VIII SMP 10 Padang untuk mengungkapkan permasalahan yang dialami kepada teman sebayanya. Mereka mengatakan bahwa, mereka malu untuk mengungkapkan segala hal permasalahannya kepada temannya. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang mengatakan bahwa, remaja lebih bisa mengungkapkan isi hati dan apa yang dirasakannya lebih leluasa kepada teman sebayanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis data yaitu analisis Korelasi Pearson yang diolah dengan program SPSS versi 20.0 for windows. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan sosial teman sebaya dan variabel terikatnya adalah problem solving. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 10 Padang berjumlah 72 orang siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1). Mengetahui seberapa besar dukungan sosial teman sebaya siswa kelas VIII di SMP 10 Padang, 2). Mengetahui seberapa besar kemampuan Problem solving siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Padang, 3). Melihat apakah ada hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan problem solving pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Padang. Penarikan sampel pada penelitian ini adalah rendom sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi, yang berpedoman pada skala Likert, penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur yaitu, skala dukungan sosial teman sebaya diadaptasi dari skala dengan validitas 46 aitem dari 50 aitem dan memiliki reliabilitas 0,785 dan skala problem solving yang diadaptasi dengan validitas 22 aitem dari 24 aitem pernyataan dan memiliki reliabilitas 0,785. Hasil penelitian menunjukkan Pearson Correlation dengan koefisien atau rhitung 0,256 dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan rtabel 0,233. Jika rhitung > rtabel maka hipotesis diterima dan begitu juga sebaliknya. Dari hasil di atas maka rhitung lebih besar dari rtabel (0,256 > 0,233), maka hipotesis diterima dan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan problem solving siswa kelas VIII SMP 10 Padang.
EKSPLORASI KONDISI PTSD SISWA SLTP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAYANAN KONSELING
Ardimen, Ardimen
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v7i2.844
This study aims to explore the conditions PTSD junior high school students in the district of Tanah Datar. Exploration approach is done to identify the level / level and intensity of PTSD experienced by students that will be used for program development counseling services for junior high school. The data collection is done in junior high school students in Tanah Datar who experience PTSD and drawn at random. The results showed that a general overview of PTSD junior high school students in Tanah Datar cumulatively is the rate / level of PTSD experienced by students in middle category as much as 6%, lower as much as 9.6%, and is very low as much as 84.3%. Furthermore, no student who experienced PTSD at high and very high categories. However, as a specific for each condition and events that never experienced by students, there is still a small portion of students who experience PTSD at high and very high categories. To facilitate the development of students optimally formulated counseling services program includes four service components namely; basic services, responsive service, individual planning services, and support services system.
PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL UNTUK MENINGKATKAN TEAMWORK KARYAWANPADA PT.X
Aziz, Abdul;
Sahra, Alimatus;
Budi S, Nur Fachmi
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v9i1.852
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan teamwork melalui pelatihan komunikasi interpersonal. Hipotesis penelitian ini yaitu, terdapat perbedaan teamwork pada karyawan antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan komunikasi interpersonal pada kelompok eksperimen, dimana tingat teamwork karyawan setelah diberi pelatihan komunikasi interpersonal lebih tinggi dibanding tingkat teamwork karyawan sebelum diberikan pelatihan komunikasi interpersonal .hipotesis kedua ,terdapat perbedaan tingkat teamwork posttest antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dimana posttest kelompok teamwork pada eskperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. penelitian ini adalah karyawan produksi di PT,X. Karakteristik subjek penelitian ini adalah karyawan yang memiliki tingkat teamwork dan komunikasi interpersonal pada ketegori sangat rendah, rendah dan sedang. Disain yang digunakan adalah pretest-postest Control Group, sedangkan data yang dikumpulkan skala teamwork kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan skor antara kelompok eksperimen yang diberi pelatihan komuniasi interpersonal dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan komunikai interpersonal. Selanjutnya dilanjutan uji Wilcoxon untuk melihat skor kelompok eksperimen antara sebelum dan dan sesudah diberikan pelatihan komunikasi interpersonal. Berdasaran hasil uji Mann Whitney ditemunakan Z= -3,790 (p<0,01), artinya ada perbedaan skor kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi pelatihan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon ditemukan ada perbdaan antara skor antara teamwork karyawan kelompok eksperimen antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan komunikai interpersonal dengan Z= -3,827 (p<0,01).
MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM
Hasneli, Hasneli
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v6i2.819
Manajemen pendidikan Islam merupakan proses penerapan prinsip dan teori manajemen dalam pengelolaan kegiatan di lembaga pendidikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pendidikan. Penerapan manajemen dalam pengelolaan pendidikan di sekolah, madrasah, pesantren atau universitas harus didukung sumber daya personil dan sumber daya lain yang dimanfaatkan untuk mewujudkan kinerja organisasi pendidikan yang tinggi dalam rangka mencapai mutu lulusan yang handal. Menggerakkan personil ini ada unsur pemberian motivasi, mengarahkan dan memimpin agar mereka bekerjasama dengan baik dan harmonis. Penulis menfokuskan pembahasan makalah ini pada persoalan lingkungan pendidikan Islam, urgensi keikutsertaan masyarakat dan strategi yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan Islam di sekolah.
HUBUNGAN KOMPENSASI DENGAN LOYALITAS GURU SMK MUHAMMADIYAH 1 PADANG
Winbaktianur, Winbaktianur;
Anggraini, Santi
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v8i1.871
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kompensasi dengan loyalitas guru di SMK Muhammadiyah 1 Padang. Kompensasi merupakan total seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti jasa yang telah mereka berikan. Sementara itu loyalitas adalah tekad dan kesanggupan individu untuk mentaati, melaksanakan, mengamalkan peraturan-peraturan dengan penuh kesadaran dan sikap tanggung jawab. Para ahli juga berpendapat bahwa terdapat hubungan kompensasi dengan loyalitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data korelasi pearson yang diolah dengan program SPSS versi 20.0 for windows. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompensasi dan variabel terikatnya adalah loyalitas. Sampel dalam penelitian ini adalah guru SMK Muhammadiyah 1 Padang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi, yang berpedoman pada skala Likert. Menggunakan dua skala sebagai alat ukur yaitu skala kompensasi dengan validitas 37 aitem dari 38 aitem dan memiliki reliabilitas 0,968 dan skala loyalitas dengan validitas 34 dari 36 aitem dengan reliabilitas 0,957. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kompensasi dengan loyalitas memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini terbukti dari hasil analisis korelasi Pearson yang menunjukkan bahwa nilai Pearson Corellation antara variabel kompensasi dengan loyalitas sebesar 0,865 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti antara dua variabel menunjukkan hubungan signifikan. Juga menunjukkan ada hubungan antara kompensasi dengan loyalitas, namun belum tentu kompensasi yang rendah menyebabkan loyalitas yang rendah juga. Karena masih ada berbagai faktor lain yang mempengaruhi loyalitas sehingga meskipun dengan kompensasi yang rendah, namun memiliki loyalitas yang tinggi. Faktor lain yang mempengaruhinya seperti fasilitas-fasilitas kerja, kenyamanan dan keamanan dalam bekerja, penghargaan atas prestasi kerja, hubungan yang baik antara atasan dan rekan-rekan kerja, serta sikap rasa memiliki dan pengabdian terhadap sekolah yang tinggi.
KEMANDIRIAN PADA USIA LANJUT
Risfi, Sintya;
Hasneli, Hasneli
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v10i2.958
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh usia lanjut yang memiliki kemandirian dalam dirinya, yang mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan membangun kembali kemandirian dalam dirinya, subjek dalam penelitian ini adalah usia lanjut yang memiliki kemandirian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran kemandirian pada usia lanjut dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian pada usia lanjut R. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 1 orang subjek primer dan 2 orang subjek sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Miles & Huberman.Hasil penelitian terlihat dari gambaran kemandirian pada usia lanjut, dimana kemandirian emosional dapat dilihat bahwa dalam melakukan kegiatan sehari-hari subjek tidak mengeluh kepada orang lain mengenai kegiatan yang dilakukannya. Ketika subjek merasa sedih dan merasakan kekecewaan, ia tidak menceritakannya kepada orang lain, subjek hanya menceritakannya kepada keluarganya saja, kemandirian tingkah laku dapat dilihat bahwa dalam mengambil suatu keputusan subjek mempertimbangkan terlebih dahulu apa yang akan dilakukannya, apakah keputusan diambil baik atau tidak bagi dirinya. Ketika membuat keputusan subjek tidak pernah ragu dengan keputusan yang dibuatnya, seperti dalam mengambil keputusan kalau subjek akan tetap bekerja atau berjualan di pasar walaupun anak-anaknya sudah melarang, karena bagi subjek berjualan dengan mengikuti banyak kegiatan bisa membuat ia merasa bahagia, kemandirian nilai dapat dilihat bahwa dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi, subjek tidak langsung menyelesaikannya sendiri, tetapi subjek mufakat terlebih dahulu dengan suami dan anaknya bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Subjek memiliki harapan untuk berhasil, dengan cara menerapka keyakinan bahwa ia akan berhasil dengan cara selalu berusaha.
SIKAP SISWA REGULER TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN KECENDERUNGAN BULLYING KELAS INKLUSI
Hasanah, Uswatun;
Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh;
Nurhamida, Yuni
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v7i1.837
Sikap merupakan kecenderungan untuk bertingkahlaku baik positif maupun negatif terhadap objek yang disikapi. Pada pendidikan inklusi siswa reguler diharapkan menerima perbedaan yang dimiliki siswa berkebutuhan khusus. Siswa reguler dengan sikap negatif terhadap siswa berkebutuhan khusus akan memunculkan perilaku meremehkan dan pengucilan sampai menimbulkan kecenderungan bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus dengan kecenderungan bullying. Desain penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah 200 subjek siswa reguler sekolah inklusi tingkat SMP. Skala yang digunakan adalah skala sikap siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus dan skala kecenderunganbullying. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara sikap siswa siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus dengan kecenderungan bullying yaitu (r= -0.234; p=0.000; p<0.01). Semakin negatif sikap siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus maka semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying begitupun sebaliknya.
PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP PENINGKATAN ADVERSITY QUOTIENT PADA SISWI ASRAMA SITI KHADIJAH
Murisal, Murisal;
Arianti, Dian
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v9i2.857
Al-Qur'an which was revealed to change the thoughts, attitudes and human behavior and pointed at them. So that humans can avoid the downturn in the face of life problems. Each individual has a different response to the problem it faces. Some choose to avoid problems and some struggle to resolve the issue. This is seen from the toughness or the individual's Adveristy Quotient. Adversity Quotient is one form of intelligence that underlies one's success in facing a challenge in the event of difficulty or failure. In this case reading the Qur'an that is reflected to the teenager to get motivation and understanding of his views on the problems they face. As well as through reading the Qur'an will contribute to the improvement of adolescent Adversity Quotient.The research method used is pure experimental method, with pretest-posttest control group design design with 38 subjects. Subjects were selected based on randomization measured using Adveristy Quotient scale, divided into two groups: the experimental group and the control group, each group was 19 people. The experimental group was given the treatment of reading al-Qur'an, while the control group did not. Based on the pretest results, the experimental group and the control group showed moderate category Adversity Quotient. In the posttest results, the experimental group experienced improvement after treatment. While the untreated control group did not increase, even the decrease of Adversity QuotientThe result of the research proves that the giving of treatment in reading al-Qur'an has an effect on the increase of Adversity Quotient to the students of hostel Siti Khadijah MAN Koto Baru Solok. Adversity Quotient scale proves that the implementation of reading al-Qur'an takes place smoothly for the participants.