Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
This journal accepts scientific articles or research reports in general areas of psychology such as education, clinical, industrial and organizational, and religious social psychology. However, the main focus of this journal is the development of Islamic psychology so that this topic will dominate the articles in Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
Articles
154 Documents
PENGELOLAAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA MELALUI PELATIHAN REGULASI EMOSI
Irman, Irman
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v6i2.814
High academic anxiety will complicate the student to reach academic successfulness. Although in low scale, anxiety is needed by student as motivation in learning. In general, there are two factors that influence academic anxiety, namely instrinsik and ekstrinsik factor. Instrinsik factor among others jender, coping strategy, memory working. Ekstrinsik factor among others style educating of parent, social support, culture.Regulation of emotion as hereinafter factor that influence academic anxiety, having the character of instrinsik and ekstrinsik. At regulation of emotion, student instrinsik factor is triggered by stimulus that given by ekstrinsik factor. According to various literature study, found that anxiety of students’ academic have negative relationship by means of signifikan with regulation emotion. This statement has meaning, excelsior of regulation emotion, progressively go down anxiety of student’s academic. Based on this finding, it can be concluded that training of regulation emotion represent one of the effective intervention to lessen anxiety of students’ academic.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA MTsN
Hasneli, Hasneli
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v8i1.865
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri pada remaja di MTsN Pitalah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data yaitu analisis Correlation Product Moment Pearson yang diolah dengan program SPSS versi 20.0 for windows. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VII MTsN Pitalah berjumlah 190 orang dengan sampel sebanyak 128 siswa. Teknik penarikan sampel yaitu simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang berpedoman pada skala Likert, dengan menggunakan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu skala kecerdasan emosional dan skala penyesuaian diri. Hasil analisis data penelitian menunjukkan (1) Remaja di MTsN Pitalah memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, yaitu sebanyak 64 orang atau 50% dan rendah yaitu sebanyak 64 orang atau 50% (2) Tingkat penyesuaian diri remaja di MTsN Pitalah memiliki penyesuaian diri yang tinggi sebanyak 64 orang atau 50% dan rendah sebanyak 64 orang atau 50%, dan (3) Hasil analisis data menunjukkan nilai Pearson Correlation sebesar rxy= 0,788 > 0,174 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri remaja di MTsN Pitalah.
KONSTRUKSI ALAT UKUR CONSUMER SATISFACTION PADA MASYARAKAT PENGGUNA LAYANAN KELURAHAN
Arbiyah, Nurul;
Pertiwi, Dyah Putri;
Dewi, Laksmita Aulia;
Vandari, Nadia Anindita
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v10i2.953
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kepuasan konsumen (consumer satisfaction) pada masyarakat pengguna layanan kelurahan, yaitu alat ukur Kepuasan Pelayanan Kelurahan (KPK). Alat ukur ini dibuat karena dirasa belum ada alat ukur yang memadai untuk mengukur kepuasan konsumen kelurahan di Indonesia. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Expectation Disconfirmation Paradigm (EDP) dari Oliver. Populasi pengguna alat ukur KPK adalah masyarakat yang mendapatkan layanan kelurahan dalam satu bulan terakhir. Pengujian alat ukur dilakukan pada 58 responden (1 penilai ahli dan 12 responden untuk pengujian kualitatif, 45 responden untuk pengujian kuantitatif) yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Uji reliabilitas menghasilkan ɑ=0.974, yang menunjukkan item-item KPK konsisten dalam mengukur konstruk tertentu. Pengujian validitas konstruk dengan metode correlation with other test menghasilkan koefisien korelasi dengan alat ukur SERVQUAL sebesar r=0.383, p<0.01, one-tailed, yang menunjukkan KPK valid dalam mengukur konstruk kepuasan konsumen. Analisis item secara kuantitatif dilakukan dengan mempertimbangkan nilai proportion of endorsement dan corrected item-total correlation. Item yang dipilih ialah 30 item terbaik dari 57 item yang dibuat. Norma dibentuk dengan menggunakan metode scaled score.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KEPERCAYAAN DIR
Purwadi, Purwadi;
Widyantoro, Arief
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v7i1.832
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kepercayaan diri. Mengingat remaja merupakan tahapan perkembangan yang paling unik, termasuk dalam hal membangun kepercayaan diri. Remaja juga mengalami perkembangan yang unik dalam kehidupan keberagamaannya, sehingga diduga memiliki hubungan dengan kepercayaan dirinya.Responden penelitian ini adalah remaja yang menjadi santri di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, yang diambil secara cluster random samping. Data penelitian diambil dengan skala religiusitas dan skala kepercayaan diri, kemudian dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil analisis korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) = 0,456; danp= ˂ 0,01.Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara religiusitas dengan kepercayaan diri.
PENGARUH KINERJA TERHADAP PROFESIONALITAS DOSEN DI UIN IMAM BONJOL PADANG
Winbaktianur, Winbaktianur;
Yusri, Nur Aisyiah
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v9i2.862
Dosen mengemban tugas untuk melaksanakan tridharma perguruan tinggi, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya dosen diminta untuk melaksanakan pengajaran di kelas, melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk itu pemerintah memberikan berbagai upaya untuk memberikan penghargaan kepada dosen, selain gaji dan tunjungan dosen, juga menerima tunjangan berupa sertifikasi. Aturan-aturan diterapkan bagi dosen, di antaranya mengenai jam kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kinerja terhadap profesionalitas dosen dengan adanya penerapan jam kerja dosen. Hasil penelitian menunjukkan kinerja mempengaruhi profesionalitas dosen karena adanya penerapan jam kerja.
PERMAINAN ALAT MUSIK PERKUSI SEBAGAI METODE BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR
Ruaidah, Ruaidah
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.809
Dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik anak, penggunaan alat musik perkusi merupakan salah satu dari upaya yang layak untuk menjadi perhatian guru dalam mendidik anak-anaknya terutama siswa TK. Musik merupakan bahasa yang di ucapkan pada semua budaya, sehingga menawarkan cara stimulasi yang penting setiap negara. Anak-anak umumnya tertarik untuk memainkan alat musik dan menciptakan irama yang selaras sehingga ia akan menikmati ketika memainkannya. Menciptakan dan memainkan musik akan membawa kepuasan dan kegembiraan besar bagi anak.
KONSEP DIRI PADA PRIA BISEKSUAL (Studi Kasus Pada ZB)
Gustian, Rudi;
Hasnawati, Hasnawati;
Arlotas, Rena Kinnara
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v10i1.828
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri pria biseksual dan faktor apa saja yang mempengaruhi konsep diri pada pria biseksual di Nagari X Kecamatan X Kabupaten X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Subjek dalam penelitian ini hanya satu orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengetahui bahwa dari kecil ia memiliki sifat kewanitaan dan pernah mengalami pelecehan seksual, subjek masih melakukan hubungan sesama jenis meskipun telah menikah, subjek memiliki hubungan yang kurang dekat dengan keluarga dan lebih dekat dengan teman-teman LGBT, dan subjek menikmati hidupnya sebagai biseksual. Adapun faktor-faktor yang mempengarahui konsep diri pada subjek adalah pada waktu kecil subjek diperlakukan seperti perempuan, pada waktu SD subjek mengalami pelecehan seksual sehingga pada akhirnya kecanduan dan menyukai laki-laki. Sehingga pada sampai saat sekarang subjek sulit untuk merubah perilaku biseksualnya.
ANALISIS KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Winbaktianur, Winbaktianur;
Sutono, Sutono
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v8i2.877
Pentingnya komunikasi dalam suatu organisasi meruoakan suatu hal yang mutlak. Komunikasi merupakan faktor penting dalam sebuah organisasi karena organisasi terdiri dari sekumpulan orang-orang yang melakukan aktivitas bersama untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota organisasi mempunyai peran, dan untuk memfungsikan peran-peran tadi dibutuhkan komunikasi sebagai media mencapai tujuan bersama. Komunikasi adalah alur informasi antara seorang atau sekelompok dengan orang lain.Tulisan ini memaparkan tentang pentingnya tercipta suatu komunikasi yang baik dalam organisasi. Fungsi komunikasi dalam organisasi merupakan suasana untuk memadukan tugas-tugas yang terorganisasi. Secara lebih rinci proses komunikasi dalam penyampaian pesan ini, pengirim menyampaikan pesan ke penerima pesan melalui beberapa tahap antara lain, (1) pengirim mempunyai ide, (2) pengkodean ide, (3) penyampaian pesan melalui media komunikasi, (4) penerimaan pesan, (5) penafsiran pesan, dan (6) umpan balik. Komunikasi tertulis (written commucation) merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan melalui berbagai bentuk surat, memo, laporan berkata organisasi, pengumuman di buletin, dan alat lain yang digunakan untuk mengirimkannya melalui kata-kata atau simbol tertulis. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan antar individu dalam masyarakat tertentu dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami untuk mencapai tujuan tertentu.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI REKTORAT X DI PADANG
Nizar, Novil Cut;
Murisal, Murisal
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v7i2.843
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya keluhan dari pegawai mengenai fasilitas yang dimiliki salah satunya yaitu seringnya mati lampu pada saat jam kerja yang menyebabkan terhambatnya dalam proses bekerja. Selain itu, terjadi pelanggaran terhadap disiplin kerja oleh pegawai seperti datang terlambat dari jam yang seharusnya, tidak hadir tanpa alasan pada jadwal kerja, keluar saat jam kerja, dan pulang kerja lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Permasalahan di atas disebabkan oleh kurangnya kepuasan pegawai dalam bekerja dan kurangnya disiplin pegawai dalam bekerja.Kepuasan kerja adalah sikap senang atau tidak senang, puas atau tidak puas seseorang pegawai terhadap pekerjaannya.Sedangkan disiplin kerja adalah sikap atau perbuatan pegawai yang mengikuti pedoman-pedoman pada suatu organisasi demi tercapainya tujuan yang diinginkan dari organisasi tersebut.Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai rektorat X di Padang berjumlah 103 orang dengan sampel penelitian berjumlah 52 orang. Penelitian ini menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pegawai Rektorat X di Padang memiliki tingkat kepuasan kerja yang sedang, (2) Pegawai Rektorat memiliki tingkat disiplin kerja yang sedang, dan (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan disiplin kerja Pegawai Rektorat X di Padang.
GAMBARAN AKTUALISASI DIRI PENYANDANG TUNA NETRA (Studi pada Boy Sandi Penyanyi Minang)
Hasneli, Hasneli;
Riska, Fitra Meri Aulia
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/alqalb.v9i1.851
Penderita tuna netra sejak lahir, dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya mampu mengaktualisasikan dirinya dengan baik. Dia bangkit dengan terus menggali potensi-potensi yang terdapat dalam dirinya dan berupaya mengembangkan potensi tersebut semaksimal mungkin walaupun berawal dari ketidakmungkinan dan menghadapi berbagai rintangan, yang berat, akan tetapi semua proses yang dilalui akhirnya mengantarkannya kepada pencapaian aktualisasi diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktualisasi diri yang dilakukan oleh Boy Sandi dan faktor yang mendorong Boy Sandi mengaktualisasikan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik purposive sampling sebagai penetapan sampel. Subjek dalam penelitian ini adalah Boy Sandi dan sebagai informan adalah istri Boy Sandi, ibu mertua dan tetangganya. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Boy Sandi mampu mencapai tingkat kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dalam hal ini Boy Sandi adalah orang yang terbuka pada pengalaman, memiliki kehidupan eksistensial, memiliki kepercayaan diri, kreatif, spontanitas dan memiliki sifat humor. Faktor yang mendorong Boy Sandi mampu mengaktualisasikan diri adalah karena Boy Sandi mampu menerima takdir Allah tanpa menyesali diri dengan kekurangan yang dimiliki disertai dengan keinginan dari dalam diri, kegigihan, semangat, cita-cita. Di samping itu karena faktor ekonomi dan orientasi masa depan serta adanya dukungan sosial dari orang-orang terdekatnya.