cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 317 Documents
KONSEP DAN STRATEGI UPAYA PELESTARIAN KERAJINAN LAKER PALEMBANG MELALUI PELATIHAN DAN WORKSHOP Mubarat, Husni; Junoko, Safar
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.961

Abstract

AbstractThis research is focused on aspects of the Process and Identification of Lkauer Crafts in Palembang, with the objectives being, 1) to support efforts to preserve the art of laker crafts in Palembang, 2) to find out the development of the design of the laker craft, 3) to find out the local cultural values contained in Palembang laker crafts, 4) to add insight and teaching materials to art and design lectures, especially DKV. The method used is descriptive qualitative method, with the method of collecting field observation data, which is to see firsthand the laker handicraft products in the craft center, and at the Bala Putra Dewa Museum in Palembang, the data collection method is also carried out by interviewing techniques and documenting the object research. The results of the data processing are the authors' analysis through the identification of problems encountered in the field. From these results the conclusions drawn by the author are summarized in the form of a draft strategy for the preservation of the laker craft. In addition to preservation efforts, the laker craft can also provide business opportunities and employment opportunities for the people of Palembang city, of course it cannot be separated from the assistance of the Regional Government in the form of training, workshops, capital assistance as well as providing a place for marketing.Keywords : Laker Crafts, Development, Preservation, PalembangAbstrakPenelitian ini difokuskan pada aspek Proses dan Identifikasi Kerajinan lakaer di Palembang, dengan tujuan, 1) untuk mendukung upaya pelestarian seni kerajinan laker di Palembang, 2) untuk mengetahui perkembangan desain laker. kerajinan, 3) untuk mengetahui nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam kerajinan laker Palembang, 4) untuk menambah wawasan dan bahan ajar untuk kuliah seni dan desain, khususnya DKV. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data observasi lapangan, yaitu untuk melihat langsung produk kerajinan tangan di pusat kerajinan, dan di Museum Bala Putra Dewa di Palembang, metode pengumpulan data juga dilakukan oleh teknik wawancara dan mendokumentasikan objek penelitian. Hasil pengolahan data adalah analisis penulis melalui identifikasi masalah yang dihadapi di lapangan. Dari hasil ini, kesimpulan yang ditarik oleh penulis dirangkum dalam bentuk konsep strategi untuk pelestarian kerajinan laker. Selain upaya pelestarian, kerajinan laker juga dapat memberikan peluang bisnis dan peluang kerja bagi masyarakat kota Palembang, tentu saja tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Daerah dalam bentuk pelatihan, workshop, bantuan modal serta menyediakan tempat untuk pemasaran.Kata kunci: Kerajinan Laker, Pengembangan, Pelestarian, Palembang
MANAJEMEN SANGGAR SENI TARI TRADISIONAL DINDA BESTARI DI KOTA PALEMBANG Nurdin, Nurdin
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.997

Abstract

AbstractDinda Bestari Traditional Dance Studio is a dance studio that teaches traditional dance, dance creation and contemporary dance. The studio also teaches children's dance and opens special classes for children. In this studio, students who are not only children and adolescents, but there are also adults. This research aims to describe the management of Dinda Bestari Traditional Dance Studio, which is domiciled in the City of Palembang, South Sumatra, which implements management functions in all aspects of studio activities including planning , organizing, implementing and controlling. This research applies a qualitative approach. The research subject is myself as the owner, founder and at the same time the manager of this studio. The object of this research is the Dinda Bestari Traditional Dance Studio in Palembang which includes, its background and management system applied. Data collection techniques carried out in three ways, namely participant observe, interview and documentation. In this study using a human instrument that is the researcher himself who acts as an instrument, serves to determine the focus of research, choose informants as sources of data, collect data, assess data quality, analyze data, interpret data, and make conclusions on its findings. Data analysis techniques using data reduction, data description and conclusion drawing. The data validity test in this study uses the data triangulation method. The results of this study describe that the Dinda Bestari Traditional Dance Studio uses management functions as (1) planning, (2) organizing, (3) acting (Actuating), and (4) controlling (Controlling).Keyword : Management , Dinda Bestari Traditional Dance StudioAbstrakSanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari merupakan sanggar tari yang mengajarkan tari tradisional, tari kreasi dan tari kontemporer. Di sanggar ini juga mengajarkan tari anak-anak dan membuka kelas khusus anak-anak. Dalam sanggar ini siswa yang tergabung tidak hanya anak dan remaja akan tetapi ada juga yang dewasa.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan seperti apa manajemen Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari yang berdomisili di Kota Palembang Sumatera Selatan, yang menerapkan fungsi manajemen pada semua aspek kegiatan sanggar diantaranya perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan dan pengendalian. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah saya sendiri selaku pemilik, pendiri dan sekaligus pengelolah sanggar ini. Objek penelitian ini yaitu Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari di Kota Palembang yang meliputi, latar belakang berdirinya dan sistem manajemen yang diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu participant observe, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan human instrument yaitu peneliti itu sendiri yang berperan sebagai instrumennya, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya. Teknik analisi data menggunakan reduksi data, deskripsi data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari menggunakan fungsi manajemen  sebagai (1) perencanaan (Planning), (2) pengorganisasian (Organizing), (3) pelaksanaan (Actuating), dan (4) pengawasan (Controlling). Kata kunci : Manajemen, Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari
ESTETIK ORNAMEN MASJID DI KOTA PADANG Sundari, Sri; Yulimarni, Yulimarni
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.957

Abstract

AbstractThe study was conducted aiming to find the aesthetic values that exist in the mosque building ornament in the city of Padang. The development and spirit of changing times has accompanied the development of the Mosque in Padang City, not only in the function and role of the Mosque, but also seen from the model of the mosque building and ornaments attached to the building. To achieve this goal the approach used in this paper is the aesthetic approach, and multi-disciplinary approach. The aesthetic value of mosque building ornaments can be viewed through the quality structures that make up beauty; first, unity; that each element in the mosque's ornament is a unified and mutually supportive unit, summarized in the quality of art consisting of rhythm, lines and shapes. Second, harmony (harmony); placement of motifs on the mosque building shows harmony by considering the balance between the shape of the motif with the field of placement. Third; symmetry; Almost all the ornaments contained in the mosque building contain symmetrical elements in vertical and horizontal forms. Symmetry can be seen in the motif lines and also the building lines themselves. Fourth; balance (balance); Mosque ornaments in the city of Padang, has three types of balance, namely; symmetrical balance, asymmetrical balance, and centering balance. And the fifth resistance (contras); the contrast does not only occur because of differences in the size of the motif, the contrast can also be seen from the shape and color of the ornament attached to the mosque building.Keywords : Aesthetic, Ornaments, MosqueAbstrakPenelitian dilakukan bertujuan untuk menemukan nilai-nilai estetik yang ada pada ornament bangunan Masjid di Kota Padang. Perkembangan dan semangat zaman yang berubah telah mengiringi perkembangan Masjid di Kota Padang, tidak hanya dalam fungsi dan peran Masjid, tetapi juga terlihat dari model bangunan Masjid dan ornamen yang melekat pada bangunannya.Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan estetika, dan pendekatan multi disiplin. Nilai estetik ornamen bangunan Masjid dapat ditinjau melalui struktur kualitas pembentuk keindahan; pertama, kesatuan (unity); bahwa setiap unsur dalam ornamen Masjid merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung, yang terangkum dalam kualitas seni yang terdiri dari irama, garis dan bentuk. Kedua, keselarasan (harmony); penempatan motif pada bangunan Masjid menunjukan keselarasan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara bentuk motif dengan bidang penempatannya. Ketiga; kesetangkupan (symetry); Hampir semua ornamen yang terdapat pada bangunan Masjid mengandung unsur simetris dalam bentuk vertikal maupun horizontal. Simetri dapat terlihat pada garis motif dan juga garis bangunan itu sendiri. Keempat; keseimbangan (balance); ornamen bangunan Masjid di kota Padang, memiliki tiga jenis keseimbangan yaitu; keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris, dan keseimbangan memusat. Dan kelima perlawanan (contras); kontras tidak hanya terjadi karena perbedaan ukuran motif saja, kontras juga terlihat dari bentuk dan warna ornament yang melekat pada bangunan Masjid.Kata kunci : Estetik, Ornamen, Masjid
PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK BERBAHAN BAMBU DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI DESAIN DI NAGARI KUMANIS SIJUNJUNG (STUDI KASUS ; UKM KERAJINAN BAMBU DI NAGARI KUMANIS, KABUPATEN SIJUNJUNG) Malik, Kendall; Fernando, Ferry; Amalia, Silvi
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.962

Abstract

AbstractThe research focused is on bamboo crafts in Nagari Kumanis, Sijunjung Regency, about the use of bamboo material as a potential product using a design strategy. Bamboo production areas in West Sumatra are mostly produced in Sumpur Kudus district in Nagari Tanjung Bonai Aur and Kumanis, Sijunjung Regency. Nagari has a group called Talago Bamboo Crafts. One of the bamboo handicraft centers that has long been developing in West Sumatra is the Tanjung Bonai Aur and Kumanis bamboo crafts. It is known that bamboo crafts in Kumanis nagari are quite unique in terms of technical aspects, but in the aspect of design strategies and market strategies of bamboo products have not been explored properly. So that the economic and production cycle moves in place. Bamboo plantations in West Sumatra belong to communities that are managed independently by the population. Bamboo in the Kumanis nagari community is important by the economic wheel and their economic bamboo efforts as a side job. In fact, Minang residents already have a bamboo garden that is indirectly as a bamboo farmer. This is an opportunity for writers in this design project to provide ideas and design ideas to communities and small industries (homeindustry). In fact, bamboo material has not been specially processed for product design, especially for bamboo product design and Design Strategies. the problem of this research is how to improve, process and utilize bamboo material as one of the development of interior complementary designs and in accordance with market needs and tastes.Keywords : Bamboo, Product Design, Design Strategy, KumanisAbstrak Penelitian yang difokuskan adalah mengenai kerajinan bambu di Nagari Kumanis Kabupaten Sijunjung tentang pemanfaatan material bambu sebagai produk potensial dengan menggunakan strategi desain.  Daerah produksi bambu di Sumatera Barat sebagian besar diproduksi di kabupaten Sumpur Kudus di Nagari Tanjung Bonai Aur dan Kumanis, Kabupaten Sijunjung. Nagari memiliki kelompok yang disebut Kerajinan Talago Bambu. Salah satu pusat kerajinan bambu yang telah lama berkembang di Sumatera Barat adalah kerajinan bambu Tanjung Bonai Aur dan Kumanis. Diketahui bahwa kerajinan bambu di nagari Kumanis cukup unik dalam hal aspek teknis, namun dalam aspek strategi desain dan strategi pasar produk bambu belum dieksplorasi dengan baik. Sehingga siklus ekonomi dan produksi bergerak di tempat. Perkebunan bambu di Sumatera Barat adalah milik masyarakat yang dikelola secara mandiri oleh penduduk. Bambu dalam masyarakat nagari Kumanis adalah penting oleh roda ekonomi dan upaya bambu ekonomi mereka sebagai pekerjaan sampingan. Bahkan, warga Minang telah memiliki kebun bambu yang secara tidak langsung sebagai petani bambu. Ini adalah kesempatan bagi penulis dalam proyek desain ini untuk memberikan ide dan ide desain kepada komunitas dan industri kecil (homeindustry). Padahal, bahan bambu belum diolah secara khusus untuk desain produk, terutama untuk desain produk bambu dan Strategi Desain. permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan, mengolah dan memanfaat material bambu sebagai salah satu perkembangan desain pelengkap interior dan sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar.Kata kunci: Bambu, Desain Produk, Strategi Desain, Kumanis
BENTUK LAGU MARS FKIP UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG IRINGAN MUSIK FORMAT ORKESTRA Siswanto, Silo
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.998

Abstract

AbstractThe motto of PGRI Palembang University is that the campus advances with quality. Then a need for faculties to make a stragi in providing encouragement and motivation to the academic community to carry out the tri dharma of higher education. (FKIP) Palembang PGRI University through its highest leadership in the faculty gave a letter of assignment to work on the Mars song FKIP PGRI Palembang University to one of the music art lecturers in the performing arts education study program named Silo Siswanto, M.Sn. Then the Mars song was finished on July 23, 2018 and was launched on July 31, 2018 in the FKIP University of Palembang PGIP judicial event held at the Science Center building at the PGRI University in Palembang. Regarding the form in the Mars song, of course, this song has pieces of melody that are often known by the term phrases or musical sentences that make up the song. while the accompaniment music is arranged in an orchestra format. The formulation of the problem. (1) What is the form of Mars FKIP University PGRI Palembang song. (2) How is the accompaniment of Mars FKIP Palembang PGRI University music with orchestra format. The results of the discussion FKIP march song has a poly metric musical form where the antecedent phrase and consequent phrase do not have the same number of bars for example period C has 9 bars consisting of the phrase d 4 bars and the phrase e 5 bars.Keywords : Song Form, Mars Song, OrchestraAbstrakMotto Universitas PGRI Palembang yakni kampus melaju dengan mutu. Maka suatu kebutuhan bagi fakultas-fakultas membuat suatu stragi dalam memberikan dorongan dan motovasi kepada civitas akademika untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. (FKIP) Universitas PGRI Palembang melalui pimpinan tertingginya di fakultas memberikan surat tugas untuk penggarapan lagu Mars FKIP Univesitas PGRI Palembang kepada salah satu dosen seni musik di prodi pendidikan seni pertunjukan bernama Silo Siswanto, M.Sn. Kemudian lagu Mars tersebut selesai dibuat tanggal 23 juli 2018 dan di launching pada tanggal 31 juli 2018 dalam acara yudisium FKIP Universitas PGRI Palembang bertempat di gedung Science Center Universitas PGRI Palembang. Mengenai bentuk dalam lagu Mars tersebut, tentunya lagu ini memiliki potongan-potongan melodi yang sering dikenal dengan istilah frase atau kalimat musik yang membentuk lagu tersebut. sedangkan musik iringannya diarransemen dengan format orkestra. Adapun rumusan masalahnya. (1) Bagaimana bentuk lagu Mars FKIP Universitas PGRI Palembang. (2) Bagaimana musik iringan lagu Mars FKIP Universitas PGRI Palembang dengan format orchestra. Hasil pembahasan Lagu mars FKIP memiliki bentuk musik poli metrik dimana frase antecedent dan frase consequent tidak memiliki jumlah birama yang sama misalnya periode C memiliki 9 birama yang terdiri dari frase d 4 birama dan frase e 5 birama.Kata kunci : Bentuk  Lagu, Lagu Mars, Orkestra
BENTUK PENYAJIAN DRUMBAND SMA NEGERI 3 UNGGULAN KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Heryanto, A; Firmansyah, Dedy; Anggraeni, Annisa
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.958

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and describe the form of Drumband Presentation at SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, Ogan Komering Ilir Regency. This study uses a qualitative method. Based on the results of the study, the Presentation Form of Drumband High School 3 State High School Kayuagung Ogan Komering Ilir Regency is divided into two (2) versions, namely Defile and Display. The presentation order consists of the initial (Pampare), Middle (Mars and Song) and the final ( Down tool). While the Display in terms of Drumband SMA Negeri 3 Featured Kayuagung is a form of presentation Drumband that plays one or several songs by using a number of combinations of musical instruments on the Out door page (In the open stage) or In door (Stage Arena) in a line that forms a formation with a pattern that always changes according to the choreography flow of the song being played. For this version of the Display the composition of the formation and sequence of presentation from beginning to end consists of: Solo Fox in - Early Respect - Mars, Formations and Songs (Tentative according to Duration and Event) - Final Respect - Solo Fox Out. The types of musical instruments presented from the defile and display versions consist of: 1) Command Sticks, 2) Types of melodic musical instruments consisting of Trumpets, Mellophone, Bellyra, and Marching Bell, 3) Types of rhythmic musical instruments, namely: Drum Strings , Tenor Drum and Bass Drum, and 4) Flag (Flag).Keywords : Presentation Form, DrumbandAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Bentuk Penyajian Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Bentuk Penyajian Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir ini terbagi menjadi dua (2) versi yaitu Defile dan Display.Urutan penyajiannya terdiri dari Bagian awal (Pampare), Bagian Tengah (Mars dan Lagu) dan Bagian akhir (Turun alat). Sedangkan Display dalam istilah Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung adalah Bentuk Penyajian Drumband yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik pada halaman Out door (Panggung terbuka) atau In door (Panggung Arena) dalam barisan yang membentuk formasi dengan polanya yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan. Untuk versi Display ini susunan formasi dan Urutan penyajiannya dari awal sampai akhir terdiri dari: Solo fox in ? Penghormatan awal ? Mars, Formasi dan lagu (Tentatif sesuai dengan Durasi dan Event) ? Penghormatan akhir - Solo Fox Out. Adapun jenis-jenis alat musik yang disajikan dari versi defile dan display tersebut terdiri dari: 1) Tongkat Komando, 2) Jenis alat musik melodis terdiri dari Terompet, Mellophone, Bellyra, dan Marching Bell, 3) Jenis alat musik ritmis yaitu: Senar Drum, Tenor Drum dan Bass Drum, dan 4) Flag (Bendera). Kata kunci  : Bentuk Penyajian, Drumband
PENATAAN ARTISTIK PERTUNJUKAN TEATER DUL MULUK TUNAS HARAPAN DI PALEMBANG Firmansyah, Dedy; Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.992

Abstract

AbstractArtistic arrangement is important in theater performances, as is Dul Muluk theater. "Decoration (scenery) is a background scene (background) where to play the play". Dul Muluk Theater is inseparable from the elements that support the show. The elements are divided into two parts, namely the main elements and supporting elements of the show. The main elements consist of: director, script, performer (actor / actress) and audience, while supporting elements of the show include: dress, property set, musical system, and stage decoration / decoration set. But in discussing this research journal, the writer discusses the supporting elements of his performance. The object of study in the research journal was the traditional arts group Dul Muluk Tunas Harapan, Pemulutan District, which was staged in Palembang. The theory used in this research journal is through Dramaturgi Harymawan's approach as grand theory. This type of research used in this research journal uses descriptive qualitative analysis. Data collection techniques carried out by observation, literature study, interviews, and documentation. The results of the research include; 1) Clothing that is useful to reinforce the character in accordance with the needs of the play, 2) Property as supporting elements of equipment in a theater performance, 3) Music Arrangement; apart from being a accompanist, illustrations, both as opening all the plays, opening scenes, giving effect to the play, and as a closing act also to give color and impression to the scene depicted on stage, 4) Tata Performances; the atmosphere of a place where the human soul can fly freely. A place where art is given breath.Keywords : Artistic Settings, Dul Muluk Theater, and Dramaturgy TheoryAbstrakPenataan artistik merupakan hal yang penting dalam pertunjukan teater, seperti halnya teater Dul Muluk. ?Dekorasi (scenery) merupakan pemandangan latar belakang (background) tempat memainkan lakon?. Teater Dul Muluk tidak terlepas dari unsur-unsur yang mendukung pertunjukan. Unsur-unsur tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu unsur pokok dan unsur pendukung pertunjukan. Unsur pokok terdiri dari: sutradara, naskah, pemain (aktor/aktris) dan penonton, sedangkan unsur pendukung pertunjukan meliputi: tata pakaian, set properti, tata musik, dan tata pentas/set dekorasi. Namun dalam pembahasan jurnal penelitian ini penulis membahas unsur pendukung pertunjukannya. Obyek yang dijadikan kajian dalam jurnal penelitian adalah kelompok seni tradisional teater Dul Muluk Tunas Harapan Kecamatan Pemulutan yang dipentaskan di Palembang. Teori yang digunakan dalam jurnal penelitiaan ini yaitu melalui pendekatan Dramaturgi Harymawan sebagai grand teori. Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian di antaranya adalah; 1) Tata Pakaian yang berguna untuk mempertegas karakter sesuai dengan keperluan lakon, 2) Properti sebagai unsur pendukung perlengkapan dalam pertunjukan teater, 3) Tata Musik; selain sebagai pengiring, ilustrasi, baik sebagai pembuka seluruh lakon, pembuka adegan, memberi efek pada lakon, maupun sebagai penutup lakon juga untuk memberi warna dan kesan pada adegan yang digambarkan di atas pentas, 4) Tata Pentas; suasana tempat di mana jiwa manusia dapat terbang dengan bebas. Suatu tempat di mana seni diberi nafas.Kata kunci : Peanataan Artistik, Teater Dul Muluk, dan Teori Dramaturgi
EKSPRESI WAJAH MANUSIA DALAM MENANGGAPI KEHIDUPAN SEBAGAI IDE PADA PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS Iswandi, Heri
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.999

Abstract

AbstractThis work is titled ?Human Face Expressions in Responding to Life as an Idea on the Creation of Graphic Art Work?. Facial expressions that arise from a person, originated from the interaction of what he sees and what is stored in his mind. In the work that is made, the visual expression of the human face drawn is more focused on Ninik Mamak. Ninik Mamak or better known as the headman is the adat leader (functional adat) in Minangkabau. Ninik Mamak's position is as a holder of sako datuk (datuak) for generations according to maternal lineage in the matrilineal system. The creator chose ninik mamak as an object on the theme raised. The work created is the result of borrowing figures from a number of ninik mamak faces in Minangkabau. Ninik mamak or better known by the name of the ruler is the traditional leader in Minangkabau. Mamin ninik's position as holder of sako datuk (datuak) is hereditary according to maternal lineage in the matrilineal system. Facial expressions born from mamak ninik will later create a response when facing a social conflict that occurs in life. Where culture and customs in Minangkabau began to erode by the development of modern times. This is aimed at introspection and awareness to the public of negative social behavior through mamak ninik's facial expressions and figures in Minangkabau. Cultivation of graphic art created using hardboard cut, hand coloring, and mixed media techniques.Keywords :  Facial Expressions,Ninik Mamak,Graphic artsAbstrakKarya ini berjudul ?Ekspresi Wajah Manusia dalam Menanggapi Kehidupan Sebagai ide Pada Penciptaan Karya Seni Grafis?. Ekspresi wajah yang timbul dari seseorang, berawal dari interaksi terhadap apa yang dilihatnya dan apa yang tersimpan di dalam pikirannya. Pada karya yang dibuat, visual ekspresi wajah manusia yang tergambar lebih dititikberatkan kepada Ninik Mamak. Ninik Mamak atau yang lebih dikenal dengan nama penghulu adalah pemimpin adat (fungsional adat) di Minangkabau. Jabatan Ninik Mamak  adalah sebagai pemegang sako datuk (datuak) secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Pencipta memilih ninik mamak sebagai objek pada tema yang diangkat. Karya yang diciptakan merupakan hasil dari peminjaman figur beberapa potret wajah ninik mamak di Minangkabau. Ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan nama penghulu adalah pemimpin adat di Minangkabau. Jabatan ninik mamak sebagai pemegang sako datuk (datuak) secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Ekspresi wajah yang terlahir dari ninik mamak ini nantinya akan menciptakan respon ketika menghadapi suatu konflik sosial yang terjadi dalam kehidupan. Di mana kebudayaan dan adat istiadat di Minangkabau mulai terkikis oleh perkembangan zaman modern. Hal ini bertujuan untuk introspeksi dan penyadaran kepada masyarakat terhadap prilaku sosial yang bersifat negatif melalui figur dan ekspresi wajah ninik mamak di Minangkabau. Penggarapan karya seni grafis yang dibuat menggunakan teknik hardboard cut, hand colouring, dan mixed media. Kata kunci : Ekspresi Wajah,Ninik Mamak, Seni Grafis
HUBUNGAN PELETAKAN KAMERA (ANGLE) DALAM IKLAN BERBENTUK VIDEO Halim, Bobby; Yulius, Yosef
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.959

Abstract

AbstractIn an advertisement sometimes there is a meaning that is presented not straightforward. Every TVC that uses real human talent cannot be separated from the camera's perspective. THE IMPORTANCE OF CAMERA VIEWS ON VIDEO MEDIA ADVERTISING examines the relationship of camera placement (angle) in influencing the message conveyed by a TVC and how cinematography is used as visual rhetoric. The study was conducted qualitatively with a semiotic film analysis approach. Data THE IMPORTANCE OF CAMERA VIEWS ON VIDEO MEDIA ADS is grouped into 4 structures, namely Visual Structure, Verbal Structure (Language, Character, Settings, Time), Narrative Structure and Audio Structure. Diachronic analysis using signifier (sign) and signified (sign) views. Some types of angles are Extreme Long Shot (ELS), Very Long Shot (VLS), Long Shot (LS), Medium Long Shot (MLS), Medium Shot (MS), Medium Close Up (MCU), Close Up (CU), Big Close Up (BCU), Low Angle Shot, Eye Level Shot. The selection of the selected images to be analyzed is carried out on the following basis: (1) Selecting an image according to the type of camera angle. (2) Sort images according to the type of camera angle. (3) Analyze each film and the impression built from each camera's perspective. (4) Comparing the impressions of the two analyzes. (5) Explain the reasons for the different impressions that arise, when the viewpoint of the camera is the same but the impression obtained is different. The camera angle is important in creating certain impressions, for example the impression of horror.Keywords : advertisement, semiotics, film, cinematographyAbstrakDalam sebuah iklan terkadang terdapat makna yang disajikan tidak lugas. Setiap TVC yang menggunakan talent manusia asli, tidak terlepas dari sudut pandang kamera. PENTINGNYA SUDUT PANDANG KAMERA PADA IKLAN MEDIA VIDEO menelaah hubungan peletakan kamera (angle) dalam mempengaruhi pesan yang disampaikan oleh sebuah TVC dan bagaimana sinematografi digunakan sebagai retorika visual. Kajian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika film. Data PENTINGNYA SUDUT PANDANG KAMERA PADA IKLAN MEDIA VIDEO dikelompokan menjadi 4 struktur, yaitu Struktur Visual, Struktur Verbal ( Bahasa, Karakter, Setting, Waktu), Struktur Naratif dan Struktur Audio. Dianalisis secara diakronik dengan menggunakan pandangan signifier (penanda) dan signified (petanda). Beberapa jenis angle yaitu Extreme Long Shot (ELS), Very Long Shot (VLS), Long Shot (LS), Medium Long Shot (MLS), Medium Shot (MS), Medium Close Up (MCU), Close Up (CU), Big Close Up (BCU), Low Angle Shot, Eye Level Shot. Pemilihan gambar-gambar yang dipilih untuk dianalisa, dilakukan dengan dasar berikut: (1) Memilih gambar yang sesuai jenis sudut pandang kamera. (2) Mengurutkan gambar berdasarkan jenis sudut pandang kamera. (3) Menganalisis masing-masing film dan kesan yang dibangun dari masing-masing sudut pandang kamera. (4) Membandingkan kesan dari kedua analisis. (5) Menjelaskan sebab-sebab perbedaan kesan yang timbul, bila sudut pandang kamera sama tetapi kesan yang diperoleh berbeda. Sudut pandang kamera penting dalam menciptakan kesan-kesan tertentu,misalnya kesan horor.Kata kunci: iklan, semiotika, film, sinematografi
SENI UKIR KAYU KHAS PALEMBANG DI HOME INDUSTRI Q LAQUER KOTA PALEMBANG Mainur, Mainur
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.995

Abstract

AbstractThis article is the result of a typical Palembang wood carving work. Starting from the increasingly few antiques in the antique gallery owned by Ibu Hj's family. Roswati made him intrigued to grow and develop his business since 1974 and to preserve the carving art furniture in the form of Palembang wood carving. Then continued by a similar craftsman in the Home Industry Q Laquer owned by Mr. Jaja is a typical Palembang wood carving art craftsmanship in Kelurahan 19 Ilir. The purpose of this research is to find out and describe the process of making Palembang's unique wood carving arts. The research method used is a qualitative descriptive method using data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The types of decoration in the wood carving art are the decoration that characterizes the city of Palembang as from the motifs of plants with golden, black, and red patterns. The variety of wood carving that is applied to handicraft objects is basically a pure decoration, which functions solely to decorate or beautify. The results of typical Palembang carving crafts include decorative cabinets, chairs, tables, wardrobes, frames, and various kinds of furniture. Through this research by examining how Palembang wood carving art in particular the manufacturing process, is expected to contribute to the people of Palembang City in order to develop and preserve these cultural assets.Keywords : Wood Carving Art, Decorative Variety, PalembangsAbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian karya seni ukir kayu khas Palembang. Bermula dari semakin sedikitnya barang antik di galeri antik milik keluarga Ibu Hj. Roswati membuat beliau tergugah untuk menumbuhkembangkan usahanya tersebut sejak tahun 1974 serta melestarikan kembali kerajinan seni ukir berbentuk mebel dengan ukiran kayu khas Palembang. Kemudian diteruskan juga oleh seorang pengrajin serupa di Home industri Q Laquer milik Bapak Jaja merupakan kerajinan seni ukir kayu khas Palembang di Kelurahan 19 Ilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan seni ukir kayu khas Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ragam hias pada kerajinan seni ukir kayu tersebut ialah ragam hias yang mencirikhaskan kota Palembang seperti dari motif tumbuh-tumbuhan dengan corak warna kuning emas, hitam, merah. Ragam hias ukir kayu yang diterapkan pada benda-benda kerajinan pada dasarnya adalah ragam hias murni, yang berfungsi semata-mata untuk menghias atau memperindah. Hasil karya kerajinan seni ukir khas Palembang tersebut diantaranya berupa lemari hias, kursi, meja, lemari pakaian, bingkai, dan aneka macam mebel. Melalui penelitian ini dengan mengupas bagaimana seni ukir kayu khas Palembang khususnya proses pembuatannya, diharapkan dapat memberi kontribusi kepada masyarakat Kota Palembang agar bisa mengembangkan dan melestarikan aset budaya tersebut.Kata kunci : Seni Ukir Kayu, Ragam Hias, Palembang

Page 9 of 32 | Total Record : 317