cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 518 Documents
Analisis Pencarian Layanan Kesehatan Reproduksi Pada Masa Pandemi Covid-19 Oleh Wanita PUS Di Kota Cilegon Brian Sri Prahastuti; Nur Asniati Djaali; Asri Syarifati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1431

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat menunda pergi ke fasilitas kesehatan, begitu-pun terbatasnya akses dan layanan kesehatan reproduksi semua faskes seperti RS, Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri Bidan. Hal ini terjadi karena banyak layanan kesehatan yang tutup serta kekhawatiran masyarakat terhadap penularan penyakit, sehingga berdampak melonjaknya angka kehamilan yang tidak diinginkan dan berpengaruh pada angka kematian ibu dan bayi. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross- sectional,teknik pengambilan sampel Cluster random sampling  dengan jumlah sampel 168 wanita pasangan usia subur di Kota Cilegon.Bahwa wanita pus yang mencari layanan kesehatan reproduksi ke faskes di Kota Cilegon 77,4%.Terdapat 8 variabel yang memiliki hubungan bermakna terhadap pencarian layanan kesehatan reproduksi pada masa pandemic Covid-19  yaitu  pendapatan, pembiayaan, aksestabilitas, ketersediaan fasilitas layanan kesehatan, persepsi kebutuhan layanan kesehatan reproduksi, diagnosa klinis, ketakutan ibu terhadap resiko Covid 19, dan persepsi terhadap situasi pandemi Covid-19. Sedangkan variabel yang dominan berhubungan dengan pencarian layanan kesehatan reproduksi adalah ketersediaan fasilitas layanan kesehatan. Adanya hubungan antara usia, pendidikan, kepercayaan, pendapatan, pembiayaan,aksesibilitas, ketersediaan fasilitas layanan kesehatan, persepsi ibu terhadap kebutuhan layanan kesehatan reproduksi, diagnosa klinis, ketakutan ibu terhadap resiko Covid-19, dan persepsi ibu terhadap situasi pandemik Covid-19 dengan pencarian layanan kesehatan reproduksi pada masa pandemik Covid-19.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Ibu Hamil Trimester III Seventina Nurul Hidayah; Okta Zenita Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1530

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah keadaan jika organ yang berhubungan dengan kemih mengalami infeksi. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kejadian ISK yang terjadi pada wanita hamil TM III di PMB Umi Nelly Jenggawur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah wanita yang hamil di trimester III serta melakukan pemeriksaan di PMB Umi Nelly Jenggawur. Jumlahnya yaitu 80 informan. Teknik pengumpulan data dengan pencatatan data kohort. Hasil penelitian ini didapatkan secara langsung dengan pencatatan kohort ibu hamil yang kunjungan bulan Januari-Desember 2022. Berdasarkan uji statistis univariat bivariat pada informan golongan umur resiko yang tinggi sejumlah 65 ibu hamil (73 %), untuk usia yang resikonya rendah sebesar 24 ibu hamil (27 %). Uji Chi-Square dengan nilai p= 0,001 dengan CI 95 % = 1,785-14,587, pada informan dengan kebiasaan menahan BAK yaitu 70 ibu hamil (79 %), tidak kebiasaan menahan BAK (21 %). Berdasarkan uji penghitungan Chi-Square yaitu nilai p=0,089 dan CI 95 % = 0,195-1,431, informan dengan obesitas sejumlah 67 ibu (75 %), sedangkan pada ibu yang tidak obesitas sejumlah 22 orang (25 %). Hasil uji Chi-Square statistic hasilnya p=0,001 dengan CI 95 % = 1,74-10,841. Simpulan penelitian yaitu terdapat Hubungan Ibu hamil trimester III bahwa kasus ISK sangat menentukan proses persalinan dan pasca persalinan, selanjutnya ada kaitan kebiasaan menahan BAK dan obesitas dengan kasus ISK. Kata Kunci : Faktor-faktor ISK, usia, kebiasaan menahan BAK, obesitas
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Tuberkulosis Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru di Poli Paru Zakiyah Mujahidah; Martha Katarina Silalahi; Reftiana Puspita Prestisia; Siti Djubaidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1103

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis paru dapat ditularkan dari  individu ke individu lainnya melalui udara yang tercampur dengan bakteri serta makanan yang sudah terkontaminasi oleh penderita tuberkulosis paru. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap  dengan perilaku  pencegahan penyakit TB (Tuberkulosis) paru. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode cross sectional dan menggunakan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Paru pada  bulan Agustus 2021, dengan sampel sebanyak 120 orang. Hasil: Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan perlilaku pencegahan tuberkulosis paru ini ditujukan oleh nilai p value 0,000 ( α = 0,05) dan nilai OR = 1,619 (95% CI = 1,189 – 2,205). Ada hubungan antara sikap dan perilaku pencegahan penularan TB Paru ini ditujukan oleh nilai p value 0,000 ( α = 0,05) dan nilai OR = 1,648 (95% CI = 1,244 - 2,184). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan  dan  sikap pasien TB dengan perilaku pencegahan penularan penyakit TB Paru.
Effektifitas Pendidikan Kesehatan Dengan Pendekatan Komunikasi Interpersonal Terhadap Pengetahuan dan Sikap Terkait TB Paru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1257

Abstract

DKI Jakarta menjadi salah satu kota yang banyak memberikan angka kesakitan TB di Indonesia. Pemberian pendidikan kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengedukasi individu dan masyarakat dengan tujuan perubahan perilaku baik terkait pencegahan dan pengobatan TB Paru. Dengan semakin banyak masyarakat yang teredukasi maka akan meningkatan perilaku kesehatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari metode pendidikan individu terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap penyakit TB Paru para pedagang di sekitar Kampus A Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Without Control dengan rancangan one grup pre test-post test. Intervensi yang diberikan berupa pemberian edukasi individu menggunakan komunikasi interpersonal terkait pencegahan dan pengobatan TB Paru pada bulan Juli Tahun 2019. Teknik sampling yang digunakan adalah menggunakan sampling accidental dengan kriteria inklusi-ekslusi sebanyak 30 orang pedagang kaki lima di sekitaran kampus A UHAMKA, Kebayoran Baru, DKI Jakarta. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan ada peningkatan yang signifikan pada pengetahuan responden (p value=0,004) dan sikap (p value=0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan individu dengan pendekatan komunikasi interpersonal menunjukkan effektifitas terhadap peningkatan pegetahuan dan sikap terkait TB Paru. Sehinga metode ini dapat disarankan untuk digunakan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan dan pengobatan TB pada masyarakata
Pengaruh Akupuntur Terhadap Penyerapan Nutrisi Pada Pasien Gizi Buruk: Sebuah Studi Klinis Tri Agustina; Raafika Studiviani Dwi Binuko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1754

Abstract

Ketidaktahuan akan pengaruh terapi akupuntur terhadap penyerapan nutrisi pada pasien dapat berpotensi menyebabkan pengelolaan nutrisi yang tidak optimal. Dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perbaikan penyerapan nutrisi, seperti pasien gizi buruk, pemahaman tentang hubungan antara terapi akupuntur dan penyerapan nutrisi menjadi sangat penting. Tanpa pemahaman yang memadai tentang dampak terapi akupuntur, upaya-upaya pengelolaan nutrisi pasien mungkin tidak mencapai hasil yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak terapi akupuntur pada penyerapan nutrisi pasien. Dalam bidang gizi, terapi akupuntur telah dianggap berpotensi meningkatkan penyerapan nutrisi, meskipun belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen, seperti Frekuensi Terapi, Durasi Terapi, Titik Akupuntur, Teknik Akupuntur, dan Lamanya Pengobatan, dengan variabel dependen, yaitu Penyerapan Nutrisi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 100 pasien yang menjalani terapi akupuntur. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Frekuensi Terapi memiliki pengaruh positif yang signifikan (β = 45.830, p 0.001), sedangkan Durasi Terapi memiliki pengaruh negatif yang signifikan (β = -0.203, p = 0.001) terhadap penyerapan nutrisi. Pemilihan Titik Akupuntur memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan (β = -9.264, p 0.001), dan Teknik Akupuntur memiliki pengaruh lemah yang signifikan (β = -1.516, p = 0.049). Namun, Lamanya Pengobatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Analisis statistik residu menunjukkan distribusi yang mendekati normalitas.Kata Kunci : Terapi, Akupuntur, Penyerapan, Nutrisi
Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir di RSUD Cengkareng: Kajian Gambaran Berdasarkan Usia Kehamilan dan BBLR Abdul Chairy; Siti Jumhati; Athifah Putri Sulistio
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1831

Abstract

Bayi baru lahir (BBL) merupakan golongan umur dengan risiko gangguan kesehatan tertinggi. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami BBL adalah hiperbilirubinemia, yaitu kondisi kadar bilirubin dalam darah bayi yang tinggi. Hiperbilirubinemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan bilirubin total dengan metode Diazo sulfanilat pada alat Architect c4000 di RSUD Cengkareng sebanyak 62 responden periode Januari-Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng sebagian besar tinggi, yaitu sebesar 77%. Berdasarkan usia kehamilan, kadar bilirubin total mayoritas melebihi nilai normal pada BBL dengan usia kehamilan 37 minggu (65%) dan 37-42 minggu (83%). Berdasarkan berat badan lahir rendah (BBLR), kadar bilirubin total mayoritas di atas batas normal (67%). Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 60% BBL di RSUD Cengkareng mengalami hiperbilirubinemia. Hal ini perlu menjadi perhatian karena hiperbilirubinemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kernikterus.
Pengaruh Kompres Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh dan Kenyamanan Pada Demam Anak Pra Sekolah di RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Helena Golang Nuhan; Hidayat Turochman; Etika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1654

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kasus demam dan peningkatan kematian pada tahun 2020-2022 sehingga diperlukan tindakan non-farmakologik dalam membantu menurunkan demam anak dan belum pernah ada penelitian tersebut di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri. Tujuan: Mengetahui pengaruh tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh dan kenyamanan anak di Ruang Rawat Inap Anak RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri. Metode: Menggunakan desain Quasi Experiment dan Jenis penelitian adalah pre test and post test control group design. Teknik sampel non probability sampling berupa consecutive sampling, jumlah sampel 30 responden. Hasil: Penurunan suhu tubuh pada kelompok kontrol P 0,009 dan P 0,000 ( 0,05). Ada penurunan suhu tubuh pada kelompok intervensi P 0,000 dan P 0,000 ( 0,05). Peningkatan kenyamanan tidak signifikan pada kelompok kontrol 15 menit P 0,082 (0,05), 30 menit signifikan P 0,000 (0,05). Peningkatan kenyamanan signifikan pada kelompok intervensi 15 menit P 0,000 dan 30 menit P 0,000 (0,05). Terdapat penurunan suhu tubuh yang signifikan antara kelompok kontrol dengan intervensi, 15 menit P 0,000, dan 30 menit P 0,000 (0,05). Terdapat peningkatan kenyamanan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan intervensi, 15 menit P 0,025, dan 30 menit P 0,000 (0,05). Tepid Sponge berpengaruh signifikan terhadap penurunan suhu tubuh 15 menit P 0,000 dan 30 menit P 0,000 (0,05).  Tepid Sponge berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kenyamanan 15 menit P 0,025 dan 30 menit P 0,003 (0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan terhadap penurunan suhu tubuh antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi dan terdapat perbedaan signifikan tingkat kenyamanan antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Kompres tepid sponge berpengaruh signifikan terhadap penurunan suhu tubuh dan peningkatan kenyamanan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Sulit Makan Pada Balita di RW 001 Kelurahan Jatinegara Jakarta Timur Helena Golang Nuhan; Ervina Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1881

Abstract

Sulit makan adalah anak menolak untuk makan atau tidak mau makan atau kesulitan dalam menerima makanan atau minuman dengan berbagai macam dan jumlah sesuai usia, secara fisiologis, atau dengan kata lain gangguan makan sehingga anak melakukan penolakan terhadap makan dan hanya mengkomsumsi makanan yang disukai saja.   Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, terdapat 6.047 balita yang mengalami gizi buruk, dimana 1.823 berada di Jakarta Timur. Menurut penelitian Nadhirah et al., (2021), anak yang pilih-pilih makanan cenderung lebih tinggi memiliki status gizi buruk (43%) dibandingkan dengan anak yang tidak pilih- pilih makanan (12%). Faktor sosial ekonomi sangat berdampak pada aspek pemeliharaan kesehatan dan status gizi. Pola asuh yang kurang baik akan menimbulkan gangguan perilaku makan pada anak. yang memiliki masalah perilaku makan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sulit makan pada balita di RW 001 Kelurahan Jatinegara Jakarta Timur.  Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1-12 agustus 2023.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Analisis data menggunakan uji chi square hasil dari 107 responden, menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga mayoritas adalah rendah sebanyak 71 responden (66%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 44 responden (41%). Sebagian besar responden menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 57 responden (53%). Pola pemberian makan mayoritas tepat sebanyak 76 responden (71%). Serta   mayoritas balita tidak mengalami kesulitan makan sebanyak 71 responden (66%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara perilaku sulit makan dengan status ekonomi keluarga, pengetahuan, pola asuh, dan pola pemberian makan, dengan perolehan hasil nilai p –value 0,05. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan agar orang tua untuk selalu memberikan pengasuhan dan praktik pemberian makan yang baik agar anak dapat terhindar dari perilaku sulit makan dan stunting
Analisis Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Mengenai Pubertas Antara Siswa dan Siswi SMP Negeri 265 Jakarta Dewi Suri Damayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1663

Abstract

Abstrak Remaja membutuhkan layanan kesehatan dan konseling yang dapat membantu mereka tetap sehat (WHO, 2018). Salah satu layanan kesehatan yang dapat diberikan pada remaja mengenai kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi yaitu bagaimana menjaga diri dan cara mencegah agar terhindar dari gangguan reproduksi serta mengenai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi (Wirenviona, 2020). Memberikan informasi  kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa sumber informasi memiliki hubungan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja (Purba Rahayu, 2021). Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan pengetahuan setelah diberi penyuluhan antara siswa dan siswi mengenai kesehatan reproduksi di SMPN 265 Jakarta. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi. Responden penelitian sebanyak 89 orang merupakan siswa-siswi SMPN 265 Jakarta yang mengikuti penyuluhan kesehatan reproduksi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan  deskriptif kuantitatif, desain penelitian Cross Sectional, analisis data menggunakan uji t dependen. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan pada siswa dan siswi setelah diberikan penyuluhan menggunakan metode dan media yang sama, namun peningkatan lebih efektif pada siswi (murid perempuan) dengan P Value 0,000. Rekomendasi, diperlukan intervensi berkesinambungan, tenaga penyuluh yang terlatih, serta penggunaan berbagai media sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi Kata kunci : Kesehatan reproduksi,  pengetahuan remaja, jenis kelamin  
Analisis Hubungan Ergonomi Dengan Musculoskeletal Disorder (MSDs) Pada Bidan Puskesmas di Kabupaten Karawang Bambang Lesmana Zen
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1670

Abstract

Sektor kesehatan merupakan profesi yang sering dihadapkan dengan MSDs (Snijders et, al,. 2019) berkisar antara 33% dan 88%. Nordic Body Map (NBM) merupakan metode ergonomi untuk menilai ketidaknyamanan pada tubuh. Pengukuran postur kerja ergonomis menggunakan metode Rapid Overall Body Assessment (REBA) ( Niluh, 2019). Bidan di puskesmas kabupaten karawang didapatkan posisi berisiko seperti penyuntikan imunisasi dalam keadaan membungkuk dengan posisi lutut ditekuk. Tujuan penelitian mengetahui gambaran MSDs berdasarkan tingkat resiko ergonomi pada   Profesi Bidan di Puskesmas Kabupaten Karawang. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian ini adalah studi kuantitatif cross-sectional, besaran sampel dalam penelitian ini berjumlah 180 responden dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat, uji multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ergonomi berhubungan dengan MSDS setelah dikontrol oleh variabel usia dan IMT. Didapatkan OR = 4,149 dimana artinya seseorang dengan ergonomi beresiko akan berpeluang 4,149 kali lebih besar untuk terjadi MSDs dibandingkan dengan seorang yang memiliki ergonomi tidak berisiko, setelah dikontroll oleh faktor usia dan IMT nya, kelemahan penelitian terbatas pada satu tindakan saja yaitu imunisasi.