Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja Perawat Terhadap Respon Time Dan Kepuasan Pasien Instalasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Raafika Studiviani Binuko; Nida Faradisa
Jurnal Infokes Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v12i1.1363

Abstract

Nurses are the primary needs of hospitals and almost all hospital services. The outpatient nurse must take direct action against the patient. A large number of outpatients every day makes the workload increase. The existence of speed and accuracy in providing services to outpatients is an indicator of outpatient satisfaction. The purpose of this study was to determine the effect of the nurse's workload on response time and patient satisfaction in the outpatient installation at Hospital X. The method used in this study was analytic survey research with a cross-sectional study approach. The data processing is carried out in this study using multiple linear regression analysis between the variables of nurse workload, response time, and patient satisfaction. The results of the linearity test show that the value of Sig. In the line Deviation from Linearity is 0.793, meaning that the relationship between the Response Time and Nurse Burden variables is linear. While the line Deviation from Linearity is 0.990, meaning that the relationship between the variables of Patient Satisfaction and Nurse Burden is linear.
Pengaruh Akupuntur Terhadap Penyerapan Nutrisi Pada Pasien Gizi Buruk: Sebuah Studi Klinis Tri Agustina; Raafika Studiviani Dwi Binuko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1754

Abstract

Ketidaktahuan akan pengaruh terapi akupuntur terhadap penyerapan nutrisi pada pasien dapat berpotensi menyebabkan pengelolaan nutrisi yang tidak optimal. Dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perbaikan penyerapan nutrisi, seperti pasien gizi buruk, pemahaman tentang hubungan antara terapi akupuntur dan penyerapan nutrisi menjadi sangat penting. Tanpa pemahaman yang memadai tentang dampak terapi akupuntur, upaya-upaya pengelolaan nutrisi pasien mungkin tidak mencapai hasil yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak terapi akupuntur pada penyerapan nutrisi pasien. Dalam bidang gizi, terapi akupuntur telah dianggap berpotensi meningkatkan penyerapan nutrisi, meskipun belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen, seperti Frekuensi Terapi, Durasi Terapi, Titik Akupuntur, Teknik Akupuntur, dan Lamanya Pengobatan, dengan variabel dependen, yaitu Penyerapan Nutrisi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 100 pasien yang menjalani terapi akupuntur. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Frekuensi Terapi memiliki pengaruh positif yang signifikan (β = 45.830, p 0.001), sedangkan Durasi Terapi memiliki pengaruh negatif yang signifikan (β = -0.203, p = 0.001) terhadap penyerapan nutrisi. Pemilihan Titik Akupuntur memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan (β = -9.264, p 0.001), dan Teknik Akupuntur memiliki pengaruh lemah yang signifikan (β = -1.516, p = 0.049). Namun, Lamanya Pengobatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Analisis statistik residu menunjukkan distribusi yang mendekati normalitas.Kata Kunci : Terapi, Akupuntur, Penyerapan, Nutrisi
Pengaruh metode akupuntur terhadap penurunan kekeringan dan kemerahan kulit pada pasien xerosis Raafika Studiviani Dwi Binuko; Flora Ramona Sigit Prakoeswa
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i1.1280

Abstract

Background: Xerosis, or dehydrated skin, significantly impacts comfort. Severely dry skin can cause severe itching, irritation, and physical discomfort. It can disrupt sleep, concentration, and daily performance of individuals. Although several studies have evaluated the impact of acupuncture on skin health, strong scientific evidence regarding its effectiveness in treating xerosis is still limited.Objectives: This study aimed to evaluate the influence of acupuncture on reducing skin dryness and redness in patients with xerosis.Methods: This research collected data from 30 patients with xerosis who underwent acupuncture sessions. Skin dryness and redness scores were measured before and after the acupuncture session. The collected data were then analyzed using descriptive statistics and paired samples t-tests.Results: The results of the study showed that acupuncture significantly influenced reducing skin dryness scores by 7,36% and skin redness scores by 15,2% in patients with xerosis after the acupuncture session. This indicates that acupuncture effectively addresses the symptoms of xerosis by reducing skin dryness and redness. This research provides evidence supporting the use of acupuncture as an effective alternative therapy in managing xerosis and improving the quality of life for patients.Conclusion: In this study, acupuncture has been proven to reduce skin dryness and redness in patients with xerosis significantly. These findings suggest that acupuncture can be an effective therapeutic option in addressing the symptoms of xerosis, such as skin dryness and redness. The use of acupuncture as a non-invasive and safe alternative therapy can enhance the quality of life for patients experiencing xerosis.
Hubungan antara Kadar HBA1C dan Kadar Serum Kreatinin dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo Utama, Erizal Zaininda Denta; Binuko, Raafika Studiviani Dwi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara kadar HbA1c dan kadar serum kreatinin dengan kejadian hipertensi pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo. Penelitian menggunakan desain korelasi dan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden . Data kadar HbA1c dan serum kreatinin diukur menggunakan metode laboratorium standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak lterdapat korelasi positif yang signifikan antara tingkat HbA1c dan kejadian hipertensi pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Namun, tidak terdapat korelasi signifikan antara kadar serum kreatinin dengan kejadian hipertensi pada populasi ini. Temuan ini dapat menjadi panduan dalam manajemen dan pencegahan komplikasi hipertensi pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.
Hubungan antara Kadar HBA1C dan Gula Darah Sewaktu (GDS) dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo Muhajiriansyah, Muhajiriansyah; Binuko, Raafika Studiviani Dwi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar HbA1c dan gula darah sewaktu (GDS) dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II yang dirawat di Rumah Sakit Darmayu, Ponorogo. Data pasien diabetes melitus tipe II selama periode tertentu dikumpulkan, dan analisis statistik digunakan untuk menentukan korelasi antara kadar HbA1c, GDS, dan kejadian hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dna sampel dalam penelitin ini sebanyak 60 pasien prolanis yang menderita DM dan rutin kontrol di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur Hasil penelitian ini Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hba1c dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur. Terdapat hubungan yang signifikan antara Gula Darah Sewaktu (GDS) dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur.
Pengaruh Faktor Ekonomi dan Sosial Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Dwi Binuko, Raafika Studiviani; Fauziyah, Nida Faradisa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v8i2.4182

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor ekonomi dan sosial terhadap akses pelayanan kesehatan di rumah sakit. Masalah utama yang dihadapi adalah ketidaksetaraan dalam akses layanan kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, biaya layanan kesehatan, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi. Tujuan utama penelitian adalah untuk memahami sejauh mana variabel-variabel tersebut berkontribusi terhadap tingkat akses pelayanan kesehatan di kalangan responden. Metode : Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kepada 150 responden dari berbagai lapisan masyarakat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah "Akses PelayananK esehatan," sedangkan variabel independennya mencakup "Tingkat Pendapatan," "Biaya Layanan Kesehatan," "Tingkat Pendidikan," dan "Status Sosial Ekonomi". Analisis regresi digunakan untuk menilai hubungan dan signifikansi variabel-variabel tersebut terhadap tingkat akses pelayanan kesehatan. Hasil : Variabel "Tingkat Pendapatan" memiliki tingkat signifikansi p-value > 0.05 (p = 0.693). Ini mengindikasikan bahwa "Tingkat Pendapatan" tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap "Akses Pelayanan Kesehatan" karena p-value lebih besar dari tingkat signifikansi yang umum (α = 0.05). Di sisi lain, variabel "Biaya Layanan Kesehatan" mempunyai nilai p-value = 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa "Biaya Layanan Kesehatan" memiliki pengaruh signifikan terhadap "Akses Pelayanan Kesehatan", Variabel "Tingkat Pendidikan" mempunyai nilai p-value > 0.05 (p = 0.568), menunjukkan bahwa “Tingkat Pendidikan” juga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap “Akses Pelayanan Kesehatan”. Sementara itu, variabel "Status_Sosial_Ekonomi" memiliki tingkat signifikansi p-value yang rendah (p = 0.007). Ini mengindikasikan bahwa "Status SosialEkonomi" berkontribusi secara signifikan terhadap "Akses Pelayanan Kesehatan". Kesimpulan : Menunjukkan bahwa variabel "Biaya Layanan Kesehatan" memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat akses pelayanan kesehatan, dengan peningkatan biaya layanan kesehatan berkontribusi pada penurunan akses. Sebaliknya, variabel "Status_Sosial_Ekonomi" juga memiliki pengaruh signifikan, dengan peningkatan status sosial ekonomi berhubungan positif dengan peningkatan akses pelayanan kesehatan. Namun, variabel "Tingkat Pendapatan" dan “Tingkat Pendidikan” tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kata Kunci : Akses Pelayanan Kesehatan, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Inklusivitas Kesehatan, Analisis Regresi
Pengaruh Akupuntur Terhadap Penyerapan Nutrisi Pada Pasien Gizi Buruk: Sebuah Studi Klinis Agustina, Tri; Dwi Binuko, Raafika Studiviani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1754

Abstract

Ketidaktahuan akan pengaruh terapi akupuntur terhadap penyerapan nutrisi pada pasien dapat berpotensi menyebabkan pengelolaan nutrisi yang tidak optimal. Dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perbaikan penyerapan nutrisi, seperti pasien gizi buruk, pemahaman tentang hubungan antara terapi akupuntur dan penyerapan nutrisi menjadi sangat penting. Tanpa pemahaman yang memadai tentang dampak terapi akupuntur, upaya-upaya pengelolaan nutrisi pasien mungkin tidak mencapai hasil yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak terapi akupuntur pada penyerapan nutrisi pasien. Dalam bidang gizi, terapi akupuntur telah dianggap berpotensi meningkatkan penyerapan nutrisi, meskipun belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen, seperti Frekuensi Terapi, Durasi Terapi, Titik Akupuntur, Teknik Akupuntur, dan Lamanya Pengobatan, dengan variabel dependen, yaitu Penyerapan Nutrisi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 100 pasien yang menjalani terapi akupuntur. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Frekuensi Terapi memiliki pengaruh positif yang signifikan (β = 45.830, p < 0.001), sedangkan Durasi Terapi memiliki pengaruh negatif yang signifikan (β = -0.203, p = 0.001) terhadap penyerapan nutrisi. Pemilihan Titik Akupuntur memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan (β = -9.264, p < 0.001), dan Teknik Akupuntur memiliki pengaruh lemah yang signifikan (β = -1.516, p = 0.049). Namun, Lamanya Pengobatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Analisis statistik residu menunjukkan distribusi yang mendekati normalitas.Kata Kunci : Terapi, Akupuntur, Penyerapan, Nutrisi
SKRINING DAN TATALAKSANA KECACINGAN DAN GIZI KURANG PADA SISWA-SISWI SD MUHAMMADIYAH PROGRAM UNGGULAN KARANGANYAR Binuko, Raafika Studiviani Dwi; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Bestari, Rochmadina Suci; Agustina, Tri; Dewi, Listiana Masyita; Fauziah, Nida Faradisa; Febrian, Rizky; Syah, Devan Adil; Khotik, Laisa; Nisa, Faridita Khoirun; Naruma, Anteng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 2. No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.501 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v2i2.629

Abstract

ABSTRAK                 Usia sekolah dasar (SD) merupakan usia tertinggi berisiko terjadinya kecacingan. Kecacingan pada siswa SD bisa menyebabkan anemia, status gizi kurang, serta penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Gejala kecacingan terkadang sulit untuk dideteksi sehingga orangtua maupun guru tidak mengetahui ada kecacingan pada siswa. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan laboratorium sederhana, sebagai skrining. Penyakit kecacingan dan gizi kurang bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan siswa, orangtua dan guru yang kurang tentang kecacingan dan status gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi kecacingan dan gizi kurang pada siswa SD. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan feses langsung dan pengukuran status gizi. Hasil pengukuran status gizi dari total 111 siswa didapatkan 19 (17%) siswa dengan IMT kurus dan 10 siswa (9%) dengan IMT sangat kurus. Sedangkan pemeriksaan sampel feses dari 8 siswa tidak ditemukan tanda-tanda kecacingan. Tingkat pengetahuan guru tentang gizi dan kecacingan sudah sangat baik, sedangkan untuk siswa dan wali murid setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan.   ABSTRACT Group age of elementary school is the highest group age for the risk of helminthiasis. Worms in elementary school students may cause anemia, poor nutritional status, and decreased concentration and learning achievement. Symptoms of helminthiasis are sometimes difficult to detect so that parents and teachers do not know that about this. This disease can be diagnosed by simple laboratory tests, as a screening. Helminthiasis and malnutrition can be influenced by various things, one of which is the lack of knowledge of students, parents and teachers about helminthiasis and nutritional status. This activity aims to detect worms and malnutrition in elementary school students. The method used is direct stool examination and measurement of nutritional status. The results of measuring the nutritional status of a total of 111 students obtained 19 (17%) students with a thin BMI and 10 students (9%) with a very thin BMI. Meanwhile, examination of feces samples from 8 students found no signs of worms. The level of knowledge of teachers about nutrition and helminthiasis is very good, while for students and guardians after counseling there is an increase in knowledge.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KELAHIRAN BALITA DENGAN JUMLAH BALITA STUNTING: CORRELATION BETWEEN TODDLER BIRTH AND THE NUMBER OF STUNTING TODDLERS Binuko, Raafika Studiviani; Maulindar, Joni
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jtkes.v6i1.106

Abstract

Disorders experienced by babies caused by stunted growth are commonly called stunting. The number of sufferers in toddlers in Indonesia is very large, so this has received the attention of the government. Several factors cause stunting in toddlers, including lack of food intake and exclusive breastfeeding in toddlers. However, the percentage and the relationship between the number of babies born and the possibility of stunting are unknown, which is the basis for this research. The purpose of this study was to determine the relationship between the number of babies born and the possibility of stunting babies. Research conducted using regression analysis is used to determine the relationship between variables. The sample data used in this study were 157 toddlers. The data collection technique used is the collection of primary data and secondary data. Based on the results of the analysis conducted by the researchers, the correlation value between the number of babies born and the number of stunted babies is 0.38 (very low category). Therefore, it can be concluded that the relationship between the number of babies born and the likelihood of stunting babies has a very low significance level.
The Education and Training Program on Hospital Management Information System for Healthcare Workers in the Surakarta Region Maulindar, Joni; Sutrisna, EM; Studiviani Dwi Binuko, Raafika
International Journal of Community Service Implementation Vol. 2 No. 3 (2024): IJCSI DECEMBER 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v2i3.228

Abstract

Healthcare workers in the Surakarta region still face challenges in understanding and operating the Hospital Management Information System, which impacts work efficiency and service quality. This program aims to enhance the competencies of healthcare workers through education and training based on lectures, simulations, and evaluations via pre-test and post-test assessments. The community service method included delivering lecture materials, practical training with case simulations, and evaluating participants' comprehension improvements. The results show that the average pre-test score was 58, while the post-test score increased significantly to 85, reflecting a 46.6% improvement. Understanding of Hospital Management Information System concepts improved from 62 to 85, mastery of basic features from 58 to 88, and data analysis skills from 54 to 82. A total of 95% of participants found the training relevant and effective, while 89% expressed confidence in using Hospital Management Information System. Feedback from participants and hospitals indicated that the training successfully contributed to administrative efficiency and prepared healthcare workers for digital transformation.