cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 512 Documents
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pada Penderita Kusta Di Wilayah Puskesmas Kabupaten Sumenep Madura Tahun 2019 Ahmad Fahri; Toha Muhaimin; Syamsul Anwar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i1.152

Abstract

 Kusta merupakan suatu penyakit yang bisa memberikan penularan, hal ini juga bisa menahun karena disebabkan oleh suatu kuman yaitu Mycobacterium Leprae yang bisa menyerang saraf tepi dan selanjutnya bisa menyerang kulit, serta mukosa mulut, saluran pernafasan atas, system retikuloen dotelia, mata otot, tulang, testis dan organ lain kecuali pada sebuah system saraf pusat (Kementerian Kesehatan RI, 2017). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pada penderita  kusta di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Sumenep ditahun 2019. Desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian 193 dan sampel 93 responden. Hasil penelitian menunjukkan hasil bivariat variabel yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita kusta diantaranya lama sakit dengan nilai p-value 0.009 α (0.05), keyakinan nilai p-value=0,013 α (0.05), pengetahuan dengan nilai p-value =0,031 α (0.05). Saran perlu adanya perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kota Semenep Madura untuk penyebar luasan informasi yang benar kepada penderita, keluarganya dan masyarakat sekitarnya tentang faktor risiko, penanggulangan kusta dan pengobatan kusta. Bagi masyarakat dan keluarga penderita sebaiknya mengetahui faktor risiko reaksi kusta, agar dapat membantu penderita dalam mengenal secara dini terjadinya gejala kusta sehingga cepat memperoleh penanganan dan memberikan dukungan kepada penderita kusta, serta tidak mengucilkan penderita kusta. 
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT ANSIETAS PADA KLIEN DENGAN PENYAKIT KANKER DI RSPAD GATOT SOEBROTO Zakiyah Mujahidah; Suwarningsih Soeharto; Tika Silviasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i2.48

Abstract

Cancer is a disease caused by abnormal growth of cells of the body  tissues will be change the cancer cells. Patients who get cancer will get anxiety or commonly called 'kecemasan'. Anxiety is a feeling of unidentified fear and is not supported by the situation. Anxiety can be handle with coping mechanisms. Coping mechanism have two type, they are namely adaptive coping mechanism and maladaptive coping mechanism. This research using descriptive method with cross sectional approach and chi square test  to find corellation between coping mechanism and anxiety level on clients with cancer at  RSPAD Gatot Soebroto with 66 respondents. The results of research was held on August 2017 there were (51.5%) patients with maladaptive coping mechanisms and (48.5%) patients with adaptive coping mechanisms. Patients with low anxiety  were  (16.7%), middle anxiety (62.1%) and heavy anxiety (21.2%) with p-values 0.735 and 0.537, α = 0.05 OR = 0.652 (95% CI 0.171-2.485) and OR = 1.704 (95% CI 0.500-5.800). The conclusion of this research, it is not found the significant correlation between coping mechanisms and anxiety level on clients with cancer at RSPAD Gatot Soebroto . Based on the result of this research showing that is good coping mechanism can be reduce anxiety level on cancer patients.  Keywords : Cancer, Anxiety, Coping Mechanism
METODE DIAGRAM KARTESIUS UNTUK MELIHAT TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT Suhermi Suhermi; Nur Asniati Djaali; Petrus Geroda Beda Ama; Vitalis Ramun
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i2.112

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit merupakan salah satu bentuk pelayanan yang memberikan dampak penting pada pasien terutama terkait dengan kondisi psikologis pasien yang sedang mengalami perawatan inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prioritas perbaikan mutu pelayanan makanan di rumah sakit melalui diagram kartesius. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang melibatkan 154 responden rawat inap di rumah sakit Dr. Abdul Radjak Cileungsi, menggunakan desain kroseksional. Prioritas mutu pelayanan dilihat melalui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan makanan yang diberikan. Instrumen dikembangkan melalui dua dimensi besar yaitu dimensi kepuasan dan dimensi pelayanan makanan yang terdiri dari penyajian makanan, variasi makanan, kebersihan alat dan makanan, ketepatan waktu, dan keramahan petugas. Terdapat 40 butir pertanyaan yang valid dengan nilai reliabilitas 0,978. Hasil penelitian ini menunjukkan sebesar 52,6% pasien yang merasa tidak puas dengan pelayanan makanan. Hasil analisis diagram kartesius menunjukkan bahwa prioritas perbaikan mutu paling banyak terletak pada aspek penyajian makanan yaitu kelengkapan makanan yang disajikan, keberadaan gelas dan tissue pada sajian makanan, kondisi gelas yang tidak tertutup, ketertarikan terhadap selera, dan kondisi kehangatan makanan. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan makanan di rumah sakit, sebaiknya petugas bagian gizi memperhatikan kondisi makanan yang disajikan baik dari segi kelengkapan alat maupun kemenarikan dan kehangatan makanan.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM PADA MAHASISWA PRODI DIPLOMA ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS MH THAMRIN Catu Umirestu Nurdiani; Tri Krianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i2.72

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki risiko atau berpotensi mengalami kecelakaan kerja. Beberapa penyebab kecelakaan di laboratorium dapat bersumber dari sikap dan tingkah laku para pekerja, keadaan ang tida aman dan kurangnya pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan dan faktor terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium pada mahasiswa Prodi Diploma Analis Kesehatan Universitas MH Thamrin. Studi penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain  cross sectional.  Sampel sebanyak 328 responden dengan variabel dependen adalah kepatuhan penggunaan APD dan variabel indepennya adalah faktor predisposisi (pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (ketersediaan  adanya APD, kenyamanan APD), faktor penguat (rekan mahasiswa, pengawasan, peraturan, sanksi). Analisis dilakukan dengan regresi logistic. Responden yang patuh menggunakan APD sebanyak 227 (69,2%) dan yang tidak patuh menggunakan APD sebanyak 101 (30,8%). Variabel yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah pengetahuan (OR=1,733), ketersediaan (OR=0,639), rekan mahasiswa (OR=3,039), dan peraturan (OR=0,274). Variabel paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah rekan mahasiswa dengan OR=3,039 yang artinya mahasiswa yang komunikasinya dengan mahasiswa lainnya baik berpeluang 3,039 lebih tinggi daripada mahasiswa yang komunikasinya dengan mahasiswa lain tidak baik. Untuk penelitian selanjutnya agar ditambahkan dengan teknik kualitatif.  Kata kunci: Kecelakaan, Kepatuhan, APD, rekan mahasiswa
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK AT NURUS SHOLIHAH KEBAGUSAN PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN Lia Fitriyanti; Imam Sutiejo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i1.17

Abstract

Latar belakang Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara 3-5 tahun. Pada masa ini tentunya anak mengalami berbagai proses pertumbuhan dan perkembangan, pada masa ini pula anak biasanya mengalami perubahan pola makan dimana anak cenderung mengalami sulit makan. Sulit makan pada anak didefinisikan sebagai perilaku anak yang mengalami gangguan makan yang dapat berupa penolakan untuk makan sehingga berdamapak negatif pada tumbuh kembang  anak, Kesulitan makan pada anak tentunya di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan ibu, pengetahuan ibu terhadap kebutuhan gizi anak, perkerjaan ibu serta sikap ibu. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran perilaku sulit makan pada anak prasekolah dan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan sulit makan pada anak usia pra sekolah. Metode: yang digunakan adalah metode pengumpulan data yang berupa kuesioner, dengan pendekatan cross-sectional, populasi diambil dari Tk At Nurus Sholihah Kebagusan dengan sample yang diambil sebanyak 40 responden. Hasil : pada analisis tersebut diperoleh data dimana perilaku sulit makan dialami oleh 24 responden (60%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara sulit makan dengan pengetahuan ibu (OR = 6.429 ; CI =1.495-27.647 , P = 0.023), status perkerjaan ibu (OR = 5.343 ; CI = 1.350-21.144 , P = 0.032) dan sikap ibu (OR = 6.333 ; CI =1.543-26.003 , P = 0.020). Kesimpulan: sulit makan pada anak dipengaruhi oleh sikap ibu yang kurang baik, pengetahuan ibu yang kurang  dan ibu yang bekerja.    Kata Kunci: Anak, Prasekolah, Sulit makan
Pengaruh Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Sumber Waras Cicielia Ernawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i1.63

Abstract

Gagal  ginjal  kronis (GGK) merupakan  suatu  sindrom  klinis yang disebabkan  gangguan  fungsi  ginjal yang yang  bersifat menahun, berlangsung  progresif  dan  irreversible,  Penatalaksanan  pasien GGK tahap  akhir  selain  dilakukan  tindakan hemodialisa, diet dan  pembatasan  cairan., yang berlangsung  terus  menerus  dan  membutuhkan  kepatuhan  bagi  pasien. Tujuan  penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang  berhubungan  dengan  kepatuhan diet pada pasien  GGK  di RS Sumber Waras. Metode penelitian deskriptif analitik dengan ujisatatisik Chi Square dengan  tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisa univariat maupun bivariat. Hasil penelitian didapatkan 72,5% responden tidak patuh terutama pada pasien yang hemodialisa  lebih dari 6 bulan. Hasil analisa Chi Square terbukti ada pengaruh pengetahuan terhadap kepatuhan diet padapasiengagalginjalkronissecarabermakna (p0,006).  Ada  pengaruh  lamanya  menjalani  terapi  hemodialisa  terhadap kepatuhan diet pada  pasien  gagal  ginjal  kronis  secara  bermakna (p0,00). Kesimpulan  kepatuhan diet pada  pasien  gagal ginjal kronis secara bermakna, dengan pengetahuan  dan lamanya responden menjalani tindakan hemodialisa. Rekomendasi perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor- faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap diet, terapi cairan maupun hemodialisa.  Kata Kunci: Kepatuhan Diet, Gagal Ginjal  Kronis, Hemodialisa
EKSTRAK BIJI PETAI (PARKIA SPESIOSA HASSK) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR BERDASARKAN KADAR SGPT, SGOT DAN HISTOLOGI HATI TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI CCL4 Sediarso Sediarso; Erwin Saputra; Kriana Efendi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i2.53

Abstract

Biji petai (Parkia spesiosa Hassk) diketahui mengandung zat antioksidan. Antioksidan bersifat dapat menangkal radikal bebas dan dapat digunakan sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji petai sebagai hepatoprotektor. Pada penelitian ini digunakan tikus putih  Rattus norvegicus sebanyak  6 kelompok, masing- masing terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok pertama sebagai kontrol normal, kedua sebagai kontrol positif yang diberi obat pebanding kurliv plus, ketiga sebagai kontrol negatif, selanjutnya kelompok keempat, kelima dan keenam berturut-turut diberi ekstrak 50 mg/200 g BB (dosis 1), 100 mg/200 g BB (dosis 2), dan 200 mg/200 g BB (dosis 3). Perlakuan ini selama 7 hari, kemudian pada hari kedelapan diinduksi dengan karbon tetraklorida, dan pada hari kesembilan diambil darahnya untuk ditetapkan kadar SGPT dan SGOT serta dilakukan pembedahan untuk diukur diameter vena sentralisnya. Data yang didapat adalah kadar SGPT, SGOT dan diameter vena sentralis hati. Dari data yang didapat diuji secara statistik menggunakan uji anova dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD, hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak biji petai memiliki efektivitas sebagai hepatoprotektor pada dosis 200 mg/200 g BB (dosis 3) berdasarkan kadar SGPT, SGOT dan kerusakan vena sentralis hati. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji petai mempunyai efektivitas sebagai hepatoprotektor pada dosis 200 mg/200 g bb yang setara dengan obat pembanding kursiv plus.  Kata kunci : Biji Petai, SGPT dan SGOT, Histologi Hati
Gambaran Karakteristik Calon Pengantin Tentang Tanda Bahaya Anemia Di Puskesmas Makasar Jakarta Timur Nani Hendriani; Sundari Fatimah; Okta Zenita Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i1.182

Abstract

Kelompok wanita usia subur rentan terhadap anemia gizi besi karena beberapa permasalahan yang dialami wanita usia subur seperti mengalami menstruasi tiap bulan, mengalami kehamilan, dan kurang asupan zat besi makanan. Kondisi inilah yang dapat memperberat anemia gizi besi pada WUS pranikah sehingga tidak dipungkiri bahwa WUS pranikah sebagai kelompok yang rawan anemia gizi besi dan membutuhkan perhatian dalam penanganannya. Dibutuhkan pemberian informasi jauh sebelum kehamilan ibu terjadi, apabila  ibu hamil  mengetahui  dan memahami  akibat  anemia dan cara  mencegah anemia maka akan mempunyai perilaku kesehatan yang baik dengan  harapan dapat terhindar dari berbagai akibat atau risiko dari terjadinya anemia kehamilan. Perilaku kesehatan yang demikian berpengaruh terhadap penurunan kejadian anemia pada WUS Pranikah. Banyaknya angka anemia pada ibu hamil, maka perlu diketahui status anemia ibu sebelum hamil atau pada saat sebelum menikah (calon pengantin).Tahap penelitian adalah tahap (1) mengambil data penelitian dengan data sekunder Catin dari bulan Oktober 2018 – September 2019 di Puskesmas Makasar Jakarta Timur, tahap (2) Data Primer menyebarkan kuesioner kepada seluruh Catin di Puskesmas Makasar Jakarta Timur, tahap (3) analisis data. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, yaitu data calon pengantin, umur, pendidikan, pekerjaan, lila, dan hasil pengukuran kadar hemoglobin (Hb) darah, teknik analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, dan bivariate (Uji Chi Square). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Karakteristik Calon Pengantin tentang Tanda Bahaya Anemia di Puskesmas Makasar Jakarta Timur. 
HUBUNGAN TINEA PEDIS DENGAN LAMANYA BEKERJA SEBAGAI NELAYAN DI PULAU PANGGANG KEPULAUAN SERIBU JAKARTA UTARA Fadlilla Muhtadin; Imas Latifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i1.22

Abstract

Tinea Pedis merupakan suatu infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita, yakni jamur yang menginfeksi permukaan tubuh dan mengandung zat tanduk (keratin) yang terlokalisasi pada startum komeum kulit sela-sela jari kaki. Kejadian infeksi Tinea Pedis ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah faktor lingkungan kerja dan perilaku. Nelayan adalah salah satu profesi pekerja, dimana dalam melakukan pekerjaannya selalu kontak dengan air yang menyebabkan kaki menjadi lembab dan menjadikan kaki tempat yang menguntungkan untuk pertumbuhan jamur Tinea pedis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran infeksi Tinea pedis pada kerokan kulit sela-sela jari kaki nelayan dan hubungannya dengan lamanya bekerja sebagai nelayan di Pulau Panggang Kepulauan Seribu Jakarta Utara.Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi  cross sectional dengan mengambil sampel 60 nelayan di Pulau Panggang Kepulauan Seribu Jakarta Utara. Bahan pemeriksaan  yang digunakan  berupa kerokan kulit sela-sela jari kaki yang diambil menggunakan scalpel, yang kemudian dilakukan pemeriksaan langsung  secara mikroskopik. Dari hasil pemeriksaan  terhadap  60 sampel kerokan kulit sela-sela jari kaki nelayan  berdasarkan lamanya  bekerja  sebagai nelayan selama 3 tahun terdapat 19,51% mengalami Tinea pedis, dan nelayan yang bekerja 3 tahun tidak ada yang mengalami infeksi Tinea Pedis (0%), dan berdasarkan perhitungan statistik  dapat diketahui adanya hubungan bermakna  antara keberadaan jamur Tinea pedis pada kerokan kulit sela-sela jari kaki dengan lamanya berprofesi sebagai nelayan. Kejadian infeksi Tinea Pedis pada nelayan di Pulau Panggang Kepulauan Seribu ini juga dipengaruhi oleh durasi bekerja dalam sehari dan kebiasaan menggunakan sepatu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  semakin lama bekerja sebagai nelayan semakin besar risiko mengalami Tinea Pedis pada Nelayan di Pulau Panggang Kepulauan Seribu Jakarta Utara.  Kata kunci: Tinea Pedis, Nelayan, Lama Bekerja.
PENGARUH PIJAT PERINEUM TERHADAP KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN PRIMIPARA DI BPM NY “I” CIPAGERAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI JAWA BARAT Risza Choirunissa; Suprihatin Suprihatin; Han Han
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i2.77

Abstract

Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu adalah infeksi pada masa nifas dimana infeksi tersebut berawal dari ruptur perineum. Berdasarkan hasil data di BPM “I” tahun 2017 terdapat ibu hamil 1.201, jumlah ibu bersalin sebanyak 290 orang. Jumlah ibu yang mengalami ruptur perineum saat persalinan sebanyak 155 orang (53,5%). Jumlah ibu bersalin primipara yang mengalami ruptur perineum sebanyak 109 orang (37,6%), dan jumlah ibu bersalin multipara yang mengalami ruptur perineum sebanyak 46 orang (15,9%).  Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin primipara di BPM Ny.“I” Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi.  Metodologi Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen  the static Group Comparison  dengan membagi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang ibu hamil yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Teknik pemilihan sampel dengan menggunakan total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dokumentasi, booklet, lembar observasi serta lembar partograf. Data dianalisis menggunakan   Independent t test untuk mengetahui perbedaan pengaruh  antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pijat perineum dengan kejadian ruptur perineum dengan hasil signifikansi 0,028 (p0.05). Simpulan dan Saran yang dapat diberikan yaitu pijat perineum dapat mencegah terjadinya ruptur perineum pada persalinan normal. Program ini dapat diaplikasikan di praktik klinik kebidanan khususnya pada ibu hamil primigravida.  Kata Kunci: Pijat Perineum, Ruptur Perineum

Page 3 of 52 | Total Record : 512