cover
Contact Name
Yosep Ginting
Contact Email
josep@jurnalvow.sttwmi.ac.id
Phone
+6282114130502
Journal Mail Official
jurnalvow@gmail.com
Editorial Address
Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia,
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama
ISSN : 25807900     EISSN : 26860198     DOI : https://doi.org/10.36972/jvow
Jurnal Voice Of Wesley, terbit Sejak tahun 2017, Mulai Volume 1 Nomer 1 Tahun 2017 Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun dibulan Mei dan November. Jurnal Voice of Wesley bertujuan untuk kemajuan dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analistis di bidang kajian musik dan Agama dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Agama yang di terbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia
Articles 122 Documents
ENTITAS GEREJA DALAM BERPOLITIK DI INDONESIA (TINJAUAN SUDUT ETIKA KRISTEN) Fransiska M.Th, Ni Nyoman
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 1 (2018): J.VoW Vol. 2 No. 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.918 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v2i1.18

Abstract

This paper discusses the political attitudes of Christians towards politics in Indonesia. Christians have been actively involved in the resistance movement against the Dutch colonialists, participated in establishing the country, formulated ideology and ratified the 1945 Constitution, participated in maintaining Indonesia's independence through the war of independence and played an active role in building the Indonesian nation. The state was created by God to carry out its function of creating justice, protecting and serving society. Therefore Christians are also called to participate in the creation of Peace (Welfare) in the country, because in a prosperous and peaceful country, the church can live better (Jer.29: 7).
KRISTOLOGI KETUHANAN YESUS PADA ISU SLAVERY GAYA BARU: SUATU USAHA KONTEKSTUALISASI INJILI Siburian, Togardo
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 2 (2018): J.VoW Vol. 1 No. 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.573 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i2.13

Abstract

Tulisan ini adalah refleksi kontemporer atas doktrin ketuhanan Yesus pada situasiperbudakan gaya baru dewasa ini. Studi doktrinal Injili selama ini mengalamikemandegan dogmatisme, karena hanya pengulangan tema-tema abstrak tanpaterkait dengan kehidupan riil. Khususnya dalam pengaplikasian kristologi ketuhanan Yesus pada konteks segar, di mana kekristenan berada. Refleksi Injili sekarang terlalu menekankan kristologi ?from above?dalam tema keilahian-Nya seperti: supremasi, keunikan, dan finalitas Kristus, tetapi melalaikan perspektif ?from afore? pada dampak penebusan Kristus dalam kehidupan Kristen secara aktual. Kecenderungan hasilnya adalah pemisahan kejuruselamatan dari ketuhanan-Nya sampai pada pemisahan pengakuan dan praktik ketuhanan Yesus. Pada kondisi ini, tulisan aplikatif kontekstual Kristologi Injili hanya konsep superiorisme Kristus di atas oknum dan melawan isu-isu ideologis di sekitar kegerejaan masa kini. Di sini pentingnya reformulasi Kristologi Injili yang seimbang antara tematema keilahian dan isu kemanusiaan yang berfokus pada ketuhanan dan kejuruselamatan-Nya, keprihatinan apologetis dengan etis, kepercayaan konseptual dengan praktika, juga implementasi kristologis Injili yang parenialisme dalam kontekstualisme. Lalu mereartikulasikan ketuhanan Yesus yang teraplikasi dalam isu-isu kemanusiaan sekarang, berdasarkan hubungan hubungan komprehensif tema ketuhanan-Nya. Pada konteks ini ada kesempatan bagi kaum Injili untuk mengkontekstualisasikan doktrin Kristus (Kristologi) pada soal khusus, seperti perbudakan masa kini yang muncul lagi dalam gaya baru.
MERETAS RANCANG BANGUN TEOLOGI MULTIKULTURAL Sudarmanto, Gunaryo
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 1 (2017): J.VoW Vol. 1 No. 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.178 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i1.6

Abstract

Hubungan budaya dan teologi dipahami secara beragam. Deskripsi budaya secara sempit telah membedakan dan memisahkannya dari teologi. Sebaliknya deskripsi teologi yang sempit juga mengesampingkan budaya. Tulisan ini bermaksud mendeskripsikan budaya dan teologi secara proporsional baik secara umum maupun alkitabiah. Kemudian mendeskripsikan korelasi antara budaya dan teologi serta menetapkan apa peran teologi terhadap budaya. Khususnya dalam konteks paradigma ?multikultur? yang sarat dengan konflik antar etnis dan religi di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, bagaimana teologi berperan memberi alternatif solusi. Untuk itu diusulkan terbentuknya rancang bangun ?Teologi Multikultur? yaitu suatu teologi yang didisain berbasis prinsipprinsip alkitab yang menjadi pedoman bagi orang kristen dalam membangun hubungan dengan orang lain yang berbeda etnis dan religi. Prinisp-prinsip tersebut bermaksud untukmempertemukan segala perbedaan dalam masyarakat pada tataran etis, yang didasarkan pada prinsip teologis.
PERAN KEPEMIMPINAN KRISTEN MEMBANGUN DIALOG ANTAR UMAT UMAT BERAGAMA Ronda, Daniel
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.763 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.25

Abstract

-
MENJADIKAN MURID-NYA DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK Stefanus, Dr. Daniel
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 1 (2017): J.VoW Vol. 1 No. 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.302 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i1.7

Abstract

Artikel ini merupakan ulasan salah satu peranan orang Kristen dalam masyarakat majemuk Indonesia. Salah satu peranan orang Kristen dalam masyarakat majemuk Indonesia adalah menjadi murid Kristus yang menjadikan orang lain menjadi murid Kristus yang toleran, pembawa damai, menjunjung tinggi perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang terindah, serta memperlakukan orang lain yang berbeda agama, suku dan bahasanya sebagai sesama.
PEDAGOGI HATI: MODEL PAK SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK BAGI WARGA GEREJA DI INDONESIA Hutabarat, Oditha R.
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 1 (2018): J.VoW Vol. 2 No. 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.634 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v2i1.19

Abstract

Artikel ini berisi kajian tentang pedagogi hati ( istilah ini yang dikemukakan tokoh pendidikan Amerika latin secara khusus Paulo Freire berbicara tentang Brazil)1 dan relevansinya sebagai salah satu model Pendidikan Agama kristen (PAK) bagi warga gereja di Indonesia. Pedagogi hati adalah sebuah model pendidikan politik yang berpusat pada hati nurani. Relevansinya karena suasana dan kondisi pada saat itu ketika Freire menemukan pendapatnya tentang pedagogi hati menurut penulis ada kemiripan dengan suasana dan kondisi perpolitikan di Indonesia sekarang yang disebut sebagai tahun politik.Isu-isu kemiskinan, ketidakadilan, ekonomi yang tidak bertumbuh,multi partai, perkembangan teknologi, arus globalisasi menjadi ciri kondisi Brazil menjadi pergumulan Freire, sehingga kemudiani melahirkan pedagogi hati. Kondisi yang dialami Freire ada kemiripan dengan Indonesia sekarang bahakan dengan kondisi dunia. Freire berpendapat bahwa masyarakat Amerika Latin dan Tengah khususnya brazil memerlukan proses konsientisasi (penyadaran) akan realitanya sehingga kemudian dapat mengubah keadaannya melalui pedagogi hati, kemudian dapat berpartisipasi aktif secara demokratis membangun masyarakat dan bangsanya dalam berbagai sektor kehidupan.PAK sebagai bagian tugas Gereja menjadi media berteologi agar mendidik warga Gereja dalam kondisi dan situasi apapun termasuk kondisi Indonesia dalam tahun politik. Pengembangan pedagogi hati atau dalam istilah PAK pengembangan seutuhnya manusia khususnya ranah afektifnya sangat penting karena PAK berdasar pada Alkitab yang berisi tentang kesaksian dan pengenalan serta pertumbuhan iman warga Gereja pada Tuhan Yesus Kristus.
KEBIJAKAN DISKRIMINATIF DAN KEKERASAN AGAMA Hutabarat, Binsar A
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 2 (2018): J.VoW Vol. 1 No. 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.265 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i2.14

Abstract

Artikel yang berjudul ?Kebijakan Diskriminatif dan Kekerasan Agama? ini fokus memaparkan bagaimana kekerasan agama yang terjadi dalam relasi dengan pemerintah, dan bangkitnya agama-agama yang secara bersamaan diikuti bangkitnya radikalisme agama. Kemudian memaparkan mengenai rumusan kebijakan publik terkait agama di Indonesia serta relasinya dengan kekerasan yang dilakukan negara terhadap agama. Setelah itu mengukur kualitas kebijakan publik terkait agama di Indonesia berdasarkan kriteria kebebesan beragama. Temuan penelitian ini adalah bahwa kebijakan diskriminatif agama di Indonesia masih tetap dilestarikan, dan secara langsung dapat dikatakan, pemerintah terbukti melakukan kekerasan agama
ECOTHEOLOGY DAN ECOPEDAGOGY: UPAYA MITIGASI TERHADAP EKSPLOITASI ALAM SEMESTA Napitupulu, Nurasyah Dewi; Munandar, Achmad; Redjeki, Sri; Tjasyono, Bayong
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 2 (2018): J.VoW Vol. 1 No. 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.14 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i2.9

Abstract

Eksploitasi lingkungan hidup merupakan bentuk kekerasan terhadap alam semesta yang berkontribusi pada fenomena ekologis yang terjadi dewasa ini secara lokal dan global. Kerusakan lingkungan yang terjadi merupakan isu ?sekuler? dan isu ?religius? atau ?teologis? terintegrasi yang memerlukan perspektif ecotheology dan ecopedagogy dalam mitigasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan sikap etis-teologis mahasiwa terhadap berbagai fenomena ekologis seperti pemanasan global, deforestasi, dan penggunaan sumber-sumber energi yang dieksplorasi melalui angket sebagai instrumen penelitian. Dengan sampel berjumlah 60 orang mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda, hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata sikap mahasiswa adalah 61,2% dengan kategori kurang. Tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata sikap mahasiswa terhadap fenomena lingkungan berdasarkan agama. Disimpulkan bahwa latar belakang agama tidak berkontribusi membentuk sikap mahasiswa terhadap fenomena ekologis. Untuk meningkatkan dan memperbaharui sikap mahasiwa terhadap fenomena lingkungan perlu dipertimbangkan integrasi ecotheology dan ecopedagogy untuk mengkonstruksi pemahaman konsep mahasiswa terhadap fenomena ekologi
KRISTALISASI KEPEMIMPINAN BARNABAS DALAM KONTEKS RAKYAT INDONESIA MEMILIH PEMIMPIN PADA PEMILU 2019 Simamora, Adolf Bastian
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.598 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.26

Abstract

Pesta demokrasi pada Pemilu April 2019 sudah semakin mendekat. Fokus dan topik dalam pemilu bukan saja bagaimana agar sukses terlaksana, namun yang sangat penting adalah apakah dan bagaimana rakyat mengetahui dan memahami siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih. Tulisan ini mendeskripsikan kristalisasi kepemimpinan Barnabas dalam konteks rakyat Indonesia akan memilih pemimpin pada Pemilu April 2019 ini. Pemilu ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh negeri Indonesia. Momen ini sangat penting sebab akan menentukan bagaimana masa depan bangsa Indonesia. Sebab rakyat akan memilih siapa yang menjadi presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan. Selain itu, rakyat juga akan memilih para anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD untuk masa periode lima tahun mendatang. Pemilu 2019 ini dilakasanakan secara serempak di seluruh negeri Indonesia. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis akan mendeskripsikan suatu solusi terhadap persoalan tentang bagaimana kriteria pemimpin yang berkualitas. Pada Bab 1, Pendahuluan mendeskripsikan Pemilu, dan masalah kepemimpinan serta harapan masyarakat terhadap pemimpin mereka yaitu presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD . Bab 2, Pembahasan tentang kristalisasi kepemimpinan Barnabas bersumber dari kajian eksegesis teks Kisah Para Rasul 4 : 36-37 ;11:19-30. Bab 3, relevansi dalam konteks rakyat Indonesia memilih pemimpin pada pemilu 2019. Apa dan bagaimana rakyat Indonesia memilih atau mencari pemimpin yang baik, amanah, taqwa yang memiliki integritas dan kompetensi yang dapat dipercaya dan diandalkan oleh rakyat Indonesia. Bab 4, penutup yang mendeskripsikan kesimpulan dan saran, dimana penulis menyimpulkan bahwa kepemimpinan Barnabas patut menjadi model dan pendekatan kepemimpinan dalam konteks rakyat Indonesia memilih pemimpinnya untuk masa lima tahun ke depan pada Pemilu 2019 ini.
Aspek Eskatologis dalam Ekaristi sebagai Dasar untuk Membangun Masa Depan Bersama di Masyarakat yang Majemuk Pakpahan, Binsar Jonathan
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 1 (2017): J.VoW Vol. 1 No. 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.965 KB) | DOI: 10.36972/jvow.v1i1.2

Abstract

Harapan atau ketakutan akan masa depan membuat orang melakukan berbagai hal di masa kini, yang positif maupun negatif. Bayangan masa depan sering kali menghantui sikap dan identitas seseorang di masa kini. Politik identitas yang terjadi akibat perkembangan filsafat postmodern membawa politik ketakutan yang melawan kemajemukan. Bagaimana kita bisa memiliki landasan teologis yang kuat dalam ekspektasi masa depan, dengan tetap memelihara perilaku positif akan masa kini? Bagaimana kita bisa membangun harapan bersama di tengah masyarakat majemuk? Makalah ini akan membahas bagaimana kita bisa membangun harapan masa depan dimulai dari mengingat masa lalu dan mengaktualisasikannya dalam identitas masa kini. Dalam teologi Kristen, identitas dan proses mengingat tidak pernah dapat dipisahkan, seperti yang ditunjukkan oleh Israel. Pusat dari perayaan ingatan ada dalam Ekaristi, di mana kita mengingat Kristus dan kehidupannya di masa lalu, sambil berharap akan pertolongan Allah di masa depan. Dengan ingatan sekaligus harapan ini, komunitas orang percaya dapat membangun masa depannya tanpa ketakutan akan ketidakpastian masa depan atau trauma yang dialami di masa lalu.

Page 2 of 13 | Total Record : 122