cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 16 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN AKSES MEDIA TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM MERAWAT ORGAN GENETALIA Nugraheni, Nazilla; Romdiyah, Romdiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.130

Abstract

Remaja merupakan masa transisi pematangan organ reproduksi, kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kesehatan reproduksi mempengaruhi terhadap perilaku remaja dalam menjaga dan merawat organ reproduksi yang tepat dan membiasakan remaja selalu menjaga kebersihan pada organ genetalia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan akses media terhadap perilaku remaja dalam merawat organ genetalia di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik proportionate random sampling, dengan sampel sebanyak 65 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data meliputi analis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,2% responden berpengetahuan tidak baik, 38,5% responden dengan sikap negatif, 44,6 % responden akses media rendah dan 43,1% responden perilaku merawat organ genetalia tidak baik.Variabel pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku merawat organ genetalia dengan p = 0,023 dan p = 0,001. Variabel akses media tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku merawat organ genetalia dengan p = 0,135. Kesimpulan : Ada pengaruh hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku remaja dalam merawat organ genetalia. Disarankan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang menjaga kebersihan organ genetalia secara dini.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN Septiyaningsih, Rochany; Yunadi, Frisca Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.126

Abstract

Anemia dalam kehamilan disebut “potential danger to mother and child”. Dampak anemia dalam kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD), gangguan his, kala pertama berlangsung lama dan terjadi partus lama, perdarahan, infeksi purperium dan pengeluaran ASI berkurang. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya anemia dalam kehamilan diantaranya paritas, umur, tingkat pengetahuan, status ekonomi, tingkat pendidikan dan kepatuhan minum tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko anemia pada ibu hamil. Metode penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik accidental sampling sejumlah 60 ibu hamil. Analisis bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor umur ibu (p-value: 0,000), paritas (p-value: 0,011), pengetahuan (p-value: 0,020), status gizi (p-value: 0,021) dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p-value: 0,040) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil adalah faktor status gizi (p-value: 0,025). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor umur ibu, paritas, pengetahuan, status gizi dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor status gizi.
PERAN BIDAN PUSKESMAS DALAM PELAKSANAAN KONSELING REMAJA SEBAGAI PEMENUHAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA AKHIR DI PUSKESMAS BANCAK Winatasari, Diah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.131

Abstract

Kasus kesehatan reproduksi pada remaja terjadi karena keterbatasan akses informasi bagi remaja Indonesia mengenai kesehatan reproduksi. Upaya pemerintah dalam menangani permasalahan remaja adalah dengan pembentukan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Peran bidan di Puskesmas dalam hal kesehatan kesehatan reproduksi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan pasal 21a. Tujuan penelitian ini adalah mengatahuai peran bidan puskesmas dalam pelaksanaan konseling remaja sebagai pemenuhan hak kesehatan reproduksi remaja akhi. Metode penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan yuridis sosiologis. Penelitian menggunakan wawancara mendalam dengan informan bidan dan informan trianggulasi remaja. Penelitian dilakukan mulai tanggal 14 Juni sampai 30 Juli 2021. Data kualitatif diolah dengan analisis reduksi data (data reduction), menyusun transkrip verbatim (kata demi kata), reduksi data dengan pembuatan koding dan kategori, menyajikan data (data display) dan menarik kesimpulan dan vertifikasi Hasil penelitian menunjukkan Puskesmas telah menjalankan program PKPR dan sesuai aturan yang ada sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan pasal 21a. Peran bidan puskesmas dalam pelaksanaan konseling remaja untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi sebagai pemenuhan hak kesehatan reproduksi remaja akhir bidan adalah pelaksana program PKPR. Bidan di puskesmas ini diikutkan berbagai pelatihan atas perintah kepala puskesmas. Pada dasarnya hak kesehatan reproduksi pada remaja dari 12 hak 11 hak kesehatan reproduksi telah terpenuhi dengan baik pada pogram PKPR.
ANALISIS HUBUNGAN APGAR KELUARGA DENGAN SIKAP SISWA TENTANG PERNIKAHAN USIA ANAK DI SMK TARUNATAMA KAB. SEMARANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Susilowati, Endang; Atik, Nur Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.127

Abstract

Undang-undang No 16 Tahun 2019 tentang perkawinan sudah menetapkan bahwa batas minimal umur perkawinan, yaitu 19 tahun. Pada tahun 2018, anak perempuan di Indonesia yang menikah adalah 1 dari 9 anak perempuan. Diperkirakan 1.220.900 yang menikah sebelum berusia 18 tahun. Menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia. Jumlah pernikahan di Kabupaten Semarang berdasarkan data BPS tahun 2019 sebanyak 7830, di Kecamatan Getasan sejumlah 343 berdasarkan data dari Kementrian Agama Kabupaten Semarang. Kasus pernikahan anak usia dini di Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan cukup signifikan selama masa pandemi Covid-19 (2020), mencapai dua kali lipat dibanding dengan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan APGAR keluarga dengan sikap terhadap pernikahan usia anak. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswa-siswi kelas X-XII, sampel dan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling sebanyak 152 orang. Hasil penelitian didapatkan 28,3% umur siswa yaitu 17 tahun, sebesar 71,1% berasal dari keluarga yang memiliki fungsi keluarga sehat dan 65,8% siswa menyatakan sangat tidak setuju pernikahan usia anak. Hasil uji korelasi Spearman menunjukan adanya hubungan antara APGAR keluarga dengan sikap siswa terhadap pernikahan usia anak p=0,538; sig. (2-Tailed)
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Kusumawati, Dhiah Dwi; Budiarti, Tri; Susilawati, Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.128

Abstract

Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada periode ini memunculkan beragam masalah Kesehatan salah satunya yaitu permasalahan gizi. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khususnya anak balita. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sebanyak 154 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Cilacap tengah II pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8 (5,19%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 67 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 45 (29,22%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 30 (19,48%)responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 4 (2,59%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 59 (38,31%) anak dengan stunting dan sebanyak 95 (61,68%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value= 0,005 (< 0,05). Kesimpulannya tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pendidikan formal calon ibu diharapkan bisa ditingkatkan karena ibu dengan Pendidikan tinggi lebih mudah dalam menyerap informasi Kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM KELAS IBU BALITA Kusumaningsih, Tri Puspa; Anggraeni, Silvia Devi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.124

Abstract

Kelas ibu balita merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan balita dalam bentuk tatap muka berkelompok, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal. 1 Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan partisipasi ibu dalam kelas ibu balita. Metode penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 49 ibu balita yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner skala guttman dan absensi. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Dari hasil penelitian terdapat 53,1% responden dengan pengetahuan baik dan 55,1% responden dengan partisipasi langsung. Hasil uji statistic Chi Square diperoleh nilai p=0,002 dan nilai signifikansi p adalah 0,05 maka 0,002 ≤ 0,05. Dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan dengan partisipasi ibu dalam kelas ibu balita.

Page 2 of 2 | Total Record : 16