cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 301 Documents
ANALISIS HUBUNGAN APGAR KELUARGA DENGAN SIKAP SISWA TENTANG PERNIKAHAN USIA ANAK DI SMK TARUNATAMA KAB. SEMARANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Endang Susilowati; Nur Sri Atik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.127

Abstract

Undang-undang No 16 Tahun 2019 tentang perkawinan sudah menetapkan bahwa batas minimal umur perkawinan, yaitu 19 tahun. Pada tahun 2018, anak perempuan di Indonesia yang menikah adalah 1 dari 9 anak perempuan. Diperkirakan 1.220.900 yang menikah sebelum berusia 18 tahun. Menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia. Jumlah pernikahan di Kabupaten Semarang berdasarkan data BPS tahun 2019 sebanyak 7830, di Kecamatan Getasan sejumlah 343 berdasarkan data dari Kementrian Agama Kabupaten Semarang. Kasus pernikahan anak usia dini di Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan cukup signifikan selama masa pandemi Covid-19 (2020), mencapai dua kali lipat dibanding dengan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan APGAR keluarga dengan sikap terhadap pernikahan usia anak. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswa-siswi kelas X-XII, sampel dan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling sebanyak 152 orang. Hasil penelitian didapatkan 28,3% umur siswa yaitu 17 tahun, sebesar 71,1% berasal dari keluarga yang memiliki fungsi keluarga sehat dan 65,8% siswa menyatakan sangat tidak setuju pernikahan usia anak. Hasil uji korelasi Spearman menunjukan adanya hubungan antara APGAR keluarga dengan sikap siswa terhadap pernikahan usia anak p=0,538; sig. (2-Tailed)
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Dhiah Dwi Kusumawati; Tri Budiarti; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.128

Abstract

Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada periode ini memunculkan beragam masalah Kesehatan salah satunya yaitu permasalahan gizi. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khususnya anak balita. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sebanyak 154 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Cilacap tengah II pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8 (5,19%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 67 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 45 (29,22%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 30 (19,48%)responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 4 (2,59%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 59 (38,31%) anak dengan stunting dan sebanyak 95 (61,68%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value= 0,005 (< 0,05). Kesimpulannya tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pendidikan formal calon ibu diharapkan bisa ditingkatkan karena ibu dengan Pendidikan tinggi lebih mudah dalam menyerap informasi Kesehatan.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DAN MEMPENGARUHI PADA PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI PUSKESMAS JAKABARING TAHUN 2021 Debi Agustini; Supli Effendi Rahim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.137

Abstract

Imunisasi polio merupakan imunisasi yang diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit polio. Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami, peran petugas kesehatan dan pekerjaan secara simultan pada pemberian imunisasi polio pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jakabaring tahun 2021.Jenis penelitian adalah Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 49. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p value = 0,008), sikap (p value = 0,032) dukungan suami (p value = 0,003), peran petugas kesehatan (p value = 0,038), pekerjaan (p value = 0,023) menunjukkan ada hubungan bermakna dengan pemberian imunisasi polio di Puskesmas Jakabaring tahun 2021. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan adalah variabel informasi petugas Kesehatan Nilai OR: 8,571(2,248-32,667) p value = 0,003, bahwa pengetahuan dan sikap ibu mempengaruhi pemberian imunisasi polio. Saran untuk petugas kesehatan perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan bayi khususnya dalam pemberian imunisasi polio.
HUBUNGAN STATUS GIZI, POLA MAKAN DAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 3 CIBEBER Desy Qomarasari; Ana Mufidaturrosida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.150

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun 2018. Pada tahun 2013 prevalensi anemia remaja putri sebesar 22,7% sedangkan pada tahun 2018 menjadi sebesar 32%. Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya kurang mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung protein dan zat besi, kehilangan darah yaitu siklus dan lama menstruasi, status gizi dan pola sarapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, pola makan dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas VIII di SMPN 3 Cibeber. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Lokasi penelitian di SMPN 3 Cibeber. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri VIII A-E berjumlah 82 Orang. Sedangkan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel 40 responden. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian dari 40 responden yang diteliti mayoritas responden mengalami anemia (70%), status gizi normal sebanyak (52,5%), pola makan baik (67,5%), dan sebagian besar responden siklus mentruasi tidak normal (62,5%). Ada hubungan status gizi (0,035), pola makan (0,022) dan siklus mentruasi (0,013) dengan kejadian anemia. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara status gizi, pola makan dan siklus mentruasi dengan kejadian anemia.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD), PROMOSI SUSU FORMULA DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTARAYA TAHUN 2021 Neng Isah; Amlah Amlah; Eka Afrika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.141

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan. Menyusui adalah cara normal memberikan nutrisi pada bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Adapun tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan inisisasi menyusu dini (IMD), promosi susu formula, dan dukungan keluarga secara simultan dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kutaraya Tahun 2021. Jenis penelitian adalah menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kutaraya dengan jumlah sampel 70 orang. Hasil uji statistik chi-square, variable promosi susu formula didapatkan ρ value = 0,001, variable inisiasi menyusu dini didapatkan ρ value = 0,003, variabel dukungan keluarga didapatkan ρ value = 0,000, hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara promosi susu formula, inisisi menyusu dini dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Saran untuk pimpinan puskesmas perlu lebih meningkatkan promosi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi agar ibu lebih termotivasi untuk memberikan ASI ekslusif dan suami juga terdorong untuk memberikan dukungan kepada ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR BUATAN PADA KELINCI NEW ZEALAND Krisantus Yosef Oeleu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.151

Abstract

Luka bakar derajat dua dapat menyebabkan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas yang paling sering terjadi di rumah. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dapat digunakan sebagai alternatif antiinflamasi dan antibakteri karena memiliki kandungan seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid yang aktif. Penelitian ini bertujuan membuktikan aktivitas sediaan gel ekstrak etanol daun pandan wangi dan mengetahui konsentrasi efektif ekstrak daun pandan wangi pada gel terhadap penyembuhan luka bakar. Sediaan gel ekstrak etanol daun pandan wangi diformulasikan dalam tiga konsentrasi seri konsentrasi yaitu 6,25%, 12,5% dan 25%. Sifat fisiknya diuji organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, dan daya lekat. Uji aktivitas penyembuhan luka bakar dilakukan pada punggung kelinci galur New Zealand. Sediaan gel ekstrak etanol daun pandan wangi dengan seri konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25% memberikan efek terhadap penyembuhan luka bakar derajat dua. Hasil analisis statistik (analisis varian satu arah) membuktikan bahwa sediaan gel ekstrak etanol daun pandan wangi pada konsentrasi 25% memberikan efek penyembuhan luka bakar yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Semakin tinggi konsentrasi sediaan gel ekstrak etanol daun pandan wangi maka semakin besar efek penyembuhan luka bakar.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF, STATUS GIZI DAN FAKTOR GENETIK TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SP PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN 2021 Nurhasanah Nurhasanah; Eka Afrika; Eka Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.142

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Menurut Kemenkes 2018, lebih dari 1/3 atau 9 juta balita Indonesia mengalami stunting, balita yg terkena stunting akan mudah sakit perkembangan otak dan fisik terhambat, Peningkatan gizi untuk 1.000 pertama kehidupan perlu dilakukan agar dapat membantu menurunkan angka stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ASI eksklusif, status ekonomi dan faktor genetik secara simultan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2021. Jenis penelitian adalah menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan jumlah sampel 85 orang. Hasil uji statistik chi-square variabel ASI eksklusif didapatkan ρ value = 0,003. Variabel status ekonomi didapatkan ρ value = 0,000, variable faktor genetik didapatkan ρ value = 0,032 menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara ASI esklusif, faktor genetik dan satus ekonomi dengan kejadian stunting. Saran bagi tenaga kesehatan terutama bidan dan petugas gizi di Puskesmas dapat memberikan penjelasan pada orangtua bayi dan calon orangtua mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting serta mengenai pencegahan stunting dengan harapan hal tersebut dapat efektif mengurangi angka kejadian stunting di Indonesia.
HUBUNGAN PELAKSANAAN ROOMING IN DENGAN PERILAKU BONDING ATTACHMENT PADA IBU POST PARTUM DI RUMAH BERSALIN PELITA Mudy Oktiningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.152

Abstract

Ibu pasca persalinan memerlukan perawatan, baik secara fisik maupun psikologis rooming in merupakan satu cara perawatan, dimana ibu dan bayi tidak dipisahkan, namun ditempatkan dalam satu ruang. Proses rawat gabung ini mengajari ibu cara-cara merawat bayi. Perilaku ibu yang merawat bayinya sendiri dapat menciptakan ikatan batin antara ibu dan bayi (bonding attachment). Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan menyebutkan di RB Pelita sudah diterapkan sistem rawat gabung pada ibu pasca persalinan. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan pada ibu pasca persalinan, banyak dari ibu yang belum mengerti arti pentingnya rawat gabung. Perilaku bonding attachment yang diberikan ibu pada bayi terlihat masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pelaksanaan rawat gabung dengan perilaku bonding attachment ibu di RB Pelita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 65 ibu pasca persalinan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistikchi square. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan rawat gabung dengan perilaku bonding attachment, dengan p-value 0.000 pada α = 0.05 dan Ho ditolak. Perlunya peningkatan dukungan dari bidan dan keluarga kepada ibu dalam proses rawat gabung sehingga tercipta perilaku bonding attachment yang baik.
FAKTOR DETERMINAN MENOPAUSE PREKOKS DI KECAMATAN KALIWUNGU SELATAN KOTA KENDAL Ratih Kumala Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.149

Abstract

Separuh dari semua wanita berhenti menstruasi antara usia 45-55 tahun, seperempat berhenti pada umur sebelum 45 tahun atau disebut dengan menoupose dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian menopause prekoks. Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional ,instrument penelitian menggunakan kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang, lokasi pada penelitian ini adalah Puskesmas Kaliwungu Selatan Kota Kendal. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian diperoleh proporsi Paritas Primipara lebih beresiko 52,8%, pekerjaan mayoritas bekerja 61,1%, riwayat KB non hormonal mayoritas 72,7%, Riwayat kesehatan mayoritas memiliki riwayat penyakit 8,3% . hasil analisis bivariat bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian menopause prekoks (p=0,002), ada hubungan pekerjaan dengan kejadian menopause prekoks (p=0,002) dan riwayat kesehatan berhubungan dengan kejadian menopause prekoks (p=0,006). Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang menopouse prekoks untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas kesehatan ibu dengan menopouse prekoks.
PREVALENSI INFEKSI HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV) PADA PEREMPUAN TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) Atik Maria; Risnawati Risnawati; Helmy Apreliasari; Muhammad Choirul Hidajat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i2.145

Abstract

Penyebab kanker serviks 99,7 % adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang persisten, infeksi HPV yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi persisten, dan keadaan ini dapat menjadi penyebab kanker serviks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi HPV pada perempuan terinfeksi HIV. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi di Jawa Tengah pada 55 perempuan yang terinfeksi HIV antara bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Selama periode penelitian (Desember 2019-Maret 2020) didapatkan total respoden sebanyak 55 orang yang dapat dianalisis, usia minimal adalah 21 tahun dan usia maksimal 51 tahun, usia rata-rata 37 tahun. DNA HPV terdeteksi pada 53% responden. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah prevalensi infeksi HPV pada perempuan terinfeksi HIV sebanyak 53%.

Page 8 of 31 | Total Record : 301