cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 301 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUAL REMAJA Nella Valen Ika Puspita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.114

Abstract

Masa transisi mencari jati diri dari anak menjadi remaja perhatian dan peran orang tua sangat diperlukan karena selain menentukan karakter dan kepribadian anak di masa mendatang juga membantu beradaptasi pada perubahan – perubahan yang terjadi pada masa ini termasuk perubahan seksual pada masa remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan pengetahuan seksualitas remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah sampel jenuh sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yang berjumlah 77 responden. Instrument penelitian kuesioner dan analisa data menggunakan Chi Square. Hasil:sebagian besar siswa mendapatkan pola asuh demokratis yaitu sebanyak 65 siswa (84.4 %), otoriter 9 siswa (11.7 %) dan paling sedikit pola asuh yang didapatkan adalah permisif yaitu sebanyak 3 siswa (3.9 %). sebagian besar siswa mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 65 siswa (84.4%), cukup 7 siswa (9.1%) dan paling sedikit mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 5 siswa (6.5 %). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan pengetahuan seksual remaja kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Sleman Yogyakarta.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KALANGAN WANITA KLASIS BENDOSARI KOTA SALATIGA TAHUN 2019 Kristinawati Kristinawati; Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.101

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Registration di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Angka kejadiannya di Indonesia diperkirakan 12/100.000 wanita. Kejadian kematian karena kanker payudara masih tinggi terutama di negara-negara berkembang, karena keterlambatan diagnosis. Deteksi dini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah keterlambatan diagnosis, antara lain dengan SADANIS dan SADARI. Di kota Salatiga sendiri deteksi dini dengan SADANIS masih belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 35%, sedangkan deteksi dini dengan SADARI belum banyak dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara dengan teknik SADARI di Wilayah Klasis Bendosari, kota Salatiga yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juli tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita yang memenuhi kriteris inklusi yang berada di wilayah Klasis Bendosari, Salatiga. Hasil penelitian diketahui pengetahuan wanita dalam kategori kurang, yakni 55,7%, 44,3% memiliki pengetahuan yang cukup dan hanya 2,1% memiliki pengetahuan yang baik. Tingkat pengetahuan wanita tentang kanker payudara menjadi faktor yang menentukan perilaku wanita untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan teknik SADARI.
GAMBARAN SIKAP IBU TENTANG ASI EKSLUSIF DI DESA KARANGJATI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019 Hajaratul Inayah; Yulia Nur Khayati; Heni Setyowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.110

Abstract

Data cakupan ASI ekslusif di Puskesmas Bergas tahun 2018 sebesar 21% namun belum mencapai target puskesmas yaitu sebesar 46%. Studi pendahuluan di Desa Karangjati diketahui bahwa bidan telah melakukan penyuluhan dan pembagian leaflet tentang ASI ekslusif kepada ibu-ibu yang memiliki bayi, namun angka keberhasilan ASI ekslusif di Desa Karangjati masih rendah yaitu hanya 17 bayi tahun 2017 dan tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 4 bayi. Salah satu penyebab kegagalan ASI ekslusif yaitu sikap ibu yang merasa asi eksklusif terlalu merepotkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap ibu tentang ASI ekslusif di Desa Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 598 ibu yang memiliki balita periode Juni 2019. Sampel sejumlah 92 ibu dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan gambaran sikap ibu tentang asi eksklusif. Analisis data meliputi analisis univariat. Hasil penelitian ini didapatkan Ibu yang bersikap positif terhadap pemberian ASI ekslusif sebanyak 48 responden (52,2%) dan bersikap negatif sebanyak 44 responden (47,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sebagian besar ibu bersikap positif terhadap pemberian ASI ekslusif yaitu 48 ibu (52,2%) di Desa Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2019.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PENGETAHUAN PEREMPUAN MENIKAH TENTANG KELUARGA BERENCANA Yulinda Aswan; Yanna Wari Harahap
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.97

Abstract

Pasangan Usia Subur (PUS) menentukan jenis kontrasepsi bukan hanya dari metode kontrasepsi yang ada, tetapi juga dipertimbangkan berdasarkan pengetahuan dan kesesuaian alat kontrasepsi dengan kebutuhan pengguna, indikasi dan kontraindikasi metode kontrasepsi serta tempat pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas responden berusia 20-35 tahun sebanyak 66,3%, berpendidikan dasar sebanyak 52,2%, bekerja sebanyak 51,1% dengan sumber informasi berasal dari petugas kesehatan sebanyak 53,3%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan umur dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,854. Tidak ada hubungan pekerjaan dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,117. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,004. Terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan perempuan menikah tentang Keluarga Berencana (KB) dengan nilai p=0,030. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan semakin tingginya pendidikan seseorang maka semakin baik pula pengetahuannya sehingga makin mudah seseorang tersebut menerima informasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA SMK KABUPATEN SEMARANG Nur Sri Atik; Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.115

Abstract

Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai, yang dapat dilihat dengan hanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2 % remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Fakta ini mencerminkan kurangnya pemahaman remaja tentang risiko hubungan seksual serta kemampuan untuk menolak hubungan yang tidak mereka inginkan. Jika para remaja tersebut tidak memiliki keterampilan hidup (life skills) yang memadai, mereka berisiko memiliki perilaku pacaran yang tidak sehat dan harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja di SMK Kabupaten Semarang.Desain penelitian deskriptif Analitik, dengan pendekatan Cross Sectional.Sampel dan Teknik pengambilan sampel probability sampling sebanyak 176 orang dengan analisis uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sumber informasi dari sekolah dan guru justru hanya 5,1%. Pengetahuan remaja pengenai kesehatan reproduksi cukup baik (47,2%) dan perilaku kesehatan reproduksi yang positif (90,9%). Ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja usia 15-19 tahun di SMK Kabupaten Semarang. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi dan peningkatan pengetahuan sangat penting dilakukan untuk mencegah perilaku kesehatan reproduksi yang negative.
PENGARUH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU Farida Utaminingtyas; Retnaning Muji Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.102

Abstract

Kurang gizi merupakan salah satu penyebab utama terhambatnya pertumbuhan dan kematian pada anak. Balita mengalami proses pertumbuhan yang relatif cepat dan termasuk golongan yang rentan terhadap masalah gizi. Masalah gizi balita dapat memberikan dampak yang serius, seperti kegagalan pertumbuhan fisik, tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan, serta kematian pada balita. Pengetahuan ibu adalah salah satu faktor terpenting dalam pemenuhan gizi seimbang pada balita, salah satunya dapat diperoleh melalui penyuluhan dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan gizi seimbang balita dengan media leaflet terhadap pengetahuan ibu di Kelurahan Tingkir Lor Kota Salatiga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Pra Eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design. Sampel yang digunakan sebanyak 34 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre test, post test dan media leaflet tentang gizi seimbang pada balita. Analisis data menggunakan statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ibu dengan rata-rata di usia reproduktif 20-35 tahun, rata-rata tingkat pendidikan yang ada yaitu tamat SMA, dan ibu yang tidak bekerja lebih banyak dari pada ibu yang bekerja. Hasil penelitian terkait perbedaan pengetahuan yang signifikan pada ibu balita nilai (Pvalue=0,005) sebelum dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan media leaflet menggunakan uji Wilcoxon. Simpulan, penyuluhan gizi seimbang balita dengan media leaflet berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) PADA IBU POSTPARTUM TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR Chyntia Desbriyani Mustika Ayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.111

Abstract

Kecukupan pemberian ASI pada bayi baru lahir dapat dilihat dari penambahan berat badan yang signifikan. Faktor utama penghambat pemberian ASI adalah produksi ASI kurang. Salah satu upaya untuk mendapatkan bahan alami yang mungkin dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan produksi ASI adalah dengan pemberian ekstrak rimpang temulawak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak rimpang temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb) pada ibu postpartum terhadap peningkatan berat badan bayi baru lahir. Metode Penelitian ini menggunakan Quasy experimental dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel adalah seluruh ibu post partum yang menyusui dan bayi baru lahir dengan purposive sampling. Variabel independen ekstrak rimpang temulawak dan variabel dependen berat badan bayi baru lahir. Analisis bivariat menggunakan paired t-test untuk uji variabel berpasangan dan uji independent t-test untuk uji variabel tidak berpasangan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum berpengaruh terhadap peningkatan peningkatan berat badan bayi baru lahir (p=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum dapat meningkatkan berat badan bayi baru lahir.
PERILAKU IBU NIFAS 0-2 HARI DALAM PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB HERMAYANTI KOTA PADANGSIDIMPUAN Lola Pebrianthy; Nurul Hidayah Nasution
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.98

Abstract

Kolostrum kadang juga dinamakan the gift of life. Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan terhadap infeksi, untuk pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi. Kolostrum membuat lapisan yang akan melindungi dinding usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini. Di masyarakat banyak muncul perbedaan mengenai awal pemberian ASI. Sebagian masyarakat berpendapat agar tidak menyusui bayinya bila ASI masih berwarna kuning (kolostrum) karena mereka menganggap kolostrum kotor dan basi. Kolostrum ini sering tidak diberikan bahkan dibuang. Padahal kandungan gizi yang terdapat dalam kolostrum sangat tinggi dan diperlukan oleh bayi. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu nifas 0-2 hari tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di PMB Hermayanti Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan accidental sampling yaitu dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di PMB Hermayanti. Penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2019. Hasil penelitian ini mayoritas responden ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir, berpengetahuan cukup yaitu 36 orang (57,1%). Seluruh responden ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir bersikap positif yaitu 63 orang (100%). Tindakan ibu nifas mayoritas memberikan kolostrum pada bayi baru lahir yaitu 41 orang (65,1%). Kesimpulan penelitian ini, mayoritas ibu nifas memiliki perilaku yang baik dalam pemberian kolostrum.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI Helmy Apreliasari; Risnawati Risnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.103

Abstract

Presentasi pemberian ASI Ekslusif di Jawa Tengah tahun 2016 sebesar 54,2% menurun dari tahun 2015 yaitu sebesar 61,6%. Meskipun demikian capaian ASI Ekslusif di Kota Salatiga diatas target, tahun 2017 target 44% capaian 64,84%. Capaian program sudah memenuhi target akan tetapi peningkatan cakupan ASI Ekslusif perlu ditingkatkan. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Usaha untuk merangsang hormon yaitu dengan melakukan perawatan payudara. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan one group pre dan post test design, yaitu suatu pengukuran dilakukan pada saat sebelum dan sesudah intervensi penelitian. Pengukuran dilakukan dengan lembar observasi yaitu produksi ASI kemudian diberikan intervensi dengan pijat oksitosin dan dievaluasi kembali. Karakteristik responden berdasarkan umur adalah 20 – 35 tahun sebanyak 25 responden (100%), paritas primipara sebanyak 14 responden (56%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (PT) yaitu sebanyak 17 responden (68%), perawatan payudara pada saat hamil yaitu sebanyak 17 responden (68%), bahwa hasil uji statistik lanjut menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh nilai p value = 0,035 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi asi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG COVID-19 DI DESA MAYAHAN Sri Untari; Laily Himawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.112

Abstract

Negara Indonesia sampai saat ini masih terjadi peningkatan kasus Covid-19, berdasarkan data dari gugus pengendalian Covid-19 sampai bulan november didapatkan data sebanyak 534.266 pasien terkonfirmasi positif. Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh corona virus. Penyakit yang disebabkan virus corona atau yang dikenal dengan Covid-19, adalah penyakit jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi menyerang pada manusia sebelumnya. Penyakit Covid-19 ini bisa ditekan dengan taat melakukan protokol kesehatan yaitu dengan tetap memakai masker, menjaga jarak sosial (social distancing), dan sering mencuci tangan. Pengetahuan memegang peranan yang penting dalam penentuan perilaku yang utuh karena pengetahuan akan membentuk kepercayaan yang selanjutnya dalam mempersepsikan kenyataan, memberikan dasar bagi pengambilan keputusan dan penetuan perilaku terhadap objek tertentu sehingga akan mempengaruhi perilaku. Remaja termasuk bagian dari masyarakat, keberadaanya dinilai sangat penting dalam membantu menekan penularan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang Covid-19 di desa Mayahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua usia remaja (11-21 tahun) yanag tinggal di desa Mayahan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang Covid-19 di Desa Mayahan adalah baik sebanyak 74,32%. Kesimpulan dari hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang Covid-19 di Desa Mayahan baik.

Page 6 of 31 | Total Record : 301