cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 331 Documents
PROFIL UREUM DAN KREATININ SERUM SEBAGAI INDIKATOR DISFUNGSI GINJAL PADA PENDERITA HIV YANG MENDAPAT TERAPI ANTIRETROVIRAL Susanti, Susanti; Idris, Sri Aprilianti; Firdayanti, Firdayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.263

Abstract

Human Immunodeviciency Virus (HIV) merupakan Retrovirus golongan RNA yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Penderita HIV harus memakai obat ARV seumur hidup yang untuk mencegah replikasi virus HIV di dalam tubuh. Efek samping dari penggunaan obat Antiretroviral terjadi toksisitas yang akan menyebabkan terganggunya fungsi ginjal yang ditandai oleh suatu kondisi yang memicu infeksi neoplasma sekunder, dan manifestasi neurologis dari kadar ureum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Klinik Analis Kesehatan Politeknik Bina Husada Kendari pada bulan April 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil ureum dan kreatinin serum sebagai indikator disfungsi ginjal pada penderita HIV yang mendapat terapi antiretroviral. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode pengambilan sampel cross sectional study untuk melakukan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin pada 20 sampel darah penderita HIV/AIDS dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel total sampling serta dianalisis secara statistik menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis secara statistik menggunakan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa nilai yang signifikan p=0,684 (p>0,05) artinya tidak terdapat hubungan antara lama penggunaan obat ART dengan kadar ureum dan kreatinin pada penderita HIV.
PENGARUH PEMBERIAN TEH DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS Nurya Kumalasari; Risti Linta C; Rizki Sahara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.305

Abstract

ASI merupakan sumber utama pemenuhan gizi bayi yang tidak memiliki tandingan pemberiannya hingga bayi berusia 6 bulan tanpa tambahan apapun, kecuali obat-obatan. Meskipun dengan ASI saja bayi akan terpenuhi kebutuhan gizinya selama 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi faktor internal yaitu umur, paritas, asupan nutrisi dan pekerjaan. Faktor eksternal dipengaruhi dukungan keluarga. Faktor tersebut secara tidak langsung akan menekan Angka Kematian Bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak pemberian teh daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Pulokulon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain pretest dan posttest one group tanpa kelompok kontrol. Populasi mencakup ibu yang memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pulokulon 1 dengan purposive sampling jumlah responden sebanyak 30 orang. Data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Karakteristik responden adalah ibu rumah tangga 100,0%, umur responden dalam reproduksi sehat (20-35 tahun) 100,0%. Pengeluaran ASI sebelum perlakuan kurang lancar 73,3% dan cukup lancar 26,7%. Pengeluaran ASI setelah diberikan perlakuan sebagian besar lancar 80,0% dan cukup lancar 20,0%. Ada pengaruh pemberian teh daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Pulokulon 1 (p=0,000).
DAMPAK PENGGUNAAN VAPE TERHADAP KESEHATAN PARU PARU REMAJA DI KOTA SALATIGA Serafina Damar Sasanti; Retnaning Muji Lestari; Ida Novianti; Novi Maulida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.312

Abstract

Prevalensi penggunaan rokok eletrik (electrinic cigarette) yang sering disebut vape pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia menunjukkan kenaikan prevalensi pengguna rokok elektrik dari 0,3 % pada 2011 menjadi 3 % pada 2021, yang mencerminkan tren meningkatnya adopsi vape di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan vape terkait durasi penggunaan, usia mulai menggunakan vape, tanda dan gejala gangguan paru, serta efektivitas penyuluhan kesehatan melalui pre test dan post test. Desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test pada 30 siswa SMK laki-laki usia 15–19 tahun. Penilaian pemahaman materi dikategorikan menjadi nilai 4 (memahami), 3 (cukup), dan 2 (perlu penguatan). Hasil menunjukkan sebagian besar responden menggunakan vape ≥ 2 tahun (60%), dan 56,7% mulai menggunakan vape pada usia < 15 tahun. Gejala paru yang paling banyak dialami adalah mudah lelah (76,7%), batuk kering (66,7%), dan sesak napas (46,7%). Hasil pre test menunjukkan 50% responden berada pada kategori perlu penguatan dan post test menunjukkan peningkatan kategori memahami menjadi 73,3%. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya vape. Sekolah disarankan untuk mengintegrasikan penyuluhan bahaya vape dalam program rutin promosi kesehatan serta memperkuat pengawasan dan kebijakan kawasan tanpa rokok elektrik di lingkungan sekolah guna mencegah dampak kesehatan paru pada remaja.
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD DR R SOEDJATI PURWODADI Estuningtyas Ayu Hapsari; Muhammad Nur Prasetyo; Renno Ramadhani Ika Baruna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.319

Abstract

Stroke iskemik dapat disebabkan oleh adanya pembentukan trombus local pada arteri cerebral, sehingga pasokan oksigen pada jaringan otak berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan rasionalitas obat neuroprotektan pada pasien stroke iskemik. Metode pendekatan deskriptif obsevasional (non eksperimental), data diambil secara retrospektif dengan jumlah data 162 pasien. Hasil pada penelitian didapatkan jumlah persentase pasien stroke iskemik berjenis kelamin perempuan lebih besar dari laki laki dengan persentase sebesar 54,32% dan 45,68%. Persentase tertinggi untuk usia yang mengalami stroke iskemik yang adalah usia 55-64 tahun sebesar 35, 19% selanjutnya usia 65-74 tahun dengan persentase sebesar 33,33%. Persentase tertinggi untuk lama rawat inap adalah 4-6 hari yakni sebesar 72,22% dan untuk persentase teringgi komorbiditas pasien stroke iskemik adalah hipertensi sebesar 66,05 %. Penggunaan obat neuroprotektan tertinggi adalah kombinasi citicolin dan piracetam sebesar 59,26 %. Persentase evaluasi rasionalitas penggunaan obat neuroprotektan pada pasien stroke iskemik dengan indikator tepat indikasi dan obat sebesar 100%, untuk tepat pasien sebesar 99,38%. dan tepat dosis sebesar 99,38%. Kesimpulan masih terdapat terapi yang tidak rasional pada indikator tepat pasien, pemberian piracetam kontraindikasi dengan keadaan pasien dan tidak tepat dosis karena tidak dilakukan penyesuaian dosis pada pasien dengan nilai GFR 20-30.
EFEKTIVITAS KOMPRES REMPAH TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU NIFAS Dita Selvia Aditia; Adhesty Novita Xanda; Yuhelva Destri; Margareta Rinjani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.306

Abstract

Perawatan pascapersalinan merupakan pencegahan dan deteksi dini komplikasi. Masa nifas dimulai 1 jam setelah persalinan hingga 6 minggu (42 hari) setelahnya. Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan mengadaptasi asuhan nifas nonfarmakologis menggunakan kompres herbal untuk membantu proses involusi uterus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat herbal dalam membantu proses pemulihan uterus pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi dengan analisis data dari hasil korelasi. Desain yang digunakan adalah Quasi Experiment, dengan rancangan penelitian posttest control group. Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 ibu nifas dengan 10 kelompok perlakuan dan 10 kelompok kontrol. Hasil analisis bivariat dalam mengetahui hubungan pemberian kompres herbal terhadap penurunan involusi uterus ibu, didapatkan bahwa sebanyak 8 (80%) responden pada kelompok intervensi memiliki hasil involusi uterus padalhari ke-6 sudah tidak teraballagi dan padalkelompok kontrol hanya sebanyak 1 (10%) responden yang memiliki hasil involusi uterus tidak teraba, serta diperoleh nilai p sebesar 0,008 bahwalterdapat hubungan yang signifikan antaralpemberian kompres herbal terhadap percepatan penurunan involusi pada ibu postpartum. Penggunaan metode kompres herbal dapat menjadi salah satu metode alternatif dalam proses involusi uterus dengan memaksimalkan penggunaan herbal yang ada di sekitar lingkungan keluarga dan masyarakat.
PENGARUH PEMAHAMAN HUKUM TENTANG KESEHATAN ANAK TERHADAP SIKAP PREVENTIF IBU DALAM MENCEGAH STUNTING DI DUSUN NGGARON Retnaning Muji Lestari; Diah Winatasari; Citra Elly Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.313

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pencegahan stunting tidak hanya memerlukan intervensi gizi, tetapi juga penguatan pemahaman hukum tentang kesehatan anak, mengingat hak anak dan kewajiban orang tua telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Dusun Nggaron, Kabupaten Semarang, merupakan wilayah dengan capaian nol kasus stunting, sehingga penting untuk mengkaji faktor preventif yang mendukung kondisi tersebut. Permasalahan penelitian ini adalah sejauh mana pemahaman hukum tentang kesehatan anak berpengaruh terhadap sikap preventif ibu dalam mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pemahaman hukum tentang kesehatan anak terhadap sikap preventif ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian berjumlah 53 ibu yang memiliki balita di Dusun Nggaron. Intervensi berupa edukasi pemahaman hukum kesehatan anak diberikan kepada responden, dengan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata responden dari 55 pada pre-test menjadi 95 pada post-test, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Edukasi pemahaman hukum tentang kesehatan anak terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap preventif ibu dalam mencegah stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS TERHADAP MOTIVASI MENGIKUTI IMUNISASI HPV PADA REMAJA AWAL Rena Puji N; Mudy Oktiningrum; Tia Nurhanifah; Fibi Afiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.285

Abstract

Kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Kanker serviks adalah jenis kanker yang 99,7%, dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang menyerang sistem reproduksi wanita. Kanker serviks berkembang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga perlu upaya melakukan pencegahan dini melalui imunisasi HPV pada remaja awal. Perlunya pendidikan kesehatan untuk memotivasi remaja awal sehingga dapat mengikuti imunisasi HPV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Metode penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan one grup prestest posttest design. Dengan teknik total sampling yang berjumlah 90 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks mayoritas siswi memiliki motivasi sedang sebanyak 65 responden (72.2%) kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan motivasi siswi dalam mengikuti imunisasi HPV mengalami peningkatan yaitu sebanyak 55 responden (61.1%) yang memiliki motivasi kuat. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Tenaga kesehatan dan orang tua disarankan dapat memberikan kesadaran dan keyakinan pada remaja awal sehingga dapat mengikuti program imunisasi HPV dalam bentuk pencegahan kanker serviks.Kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Kanker serviks adalah jenis kanker yang 99,7%, dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang menyerang sistem reproduksi wanita. Kanker serviks berkembang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga perlu upaya melakukan pencegahan dini melalui imunisasi HPV pada remaja awal. Perlunya pendidikan kesehatan untuk memotivasi remaja awal sehingga dapat mengikuti imunisasi HPV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Metode penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan one grup prestest posttest design. Dengan teknik total sampling yang berjumlah 90 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks mayoritas siswi memiliki motivasi sedang sebanyak 65 responden (72.2%) kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan motivasi siswi dalam mengikuti imunisasi HPV mengalami peningkatan yaitu sebanyak 55 responden (61.1%) yang memiliki motivasi kuat. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Tenaga kesehatan dan orang tua disarankan dapat memberikan kesadaran dan keyakinan pada remaja awal sehingga dapat mengikuti program imunisasi HPV dalam bentuk pencegahan kanker serviks.
GAMBARAN DAN KEBERHASILAN TERAPI NONFARMAKOLOGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS “X” DI KOTA SALATIGA TAHUN 2025 Edi Sutarmanto; Anisa Amalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.321

Abstract

Mual dan muntah pada kehamilan (NVP) merupakan gejala umum pada ibu hamil yang dapat memperburuk kualitas hidup ibu hamil. Penatalaksanaan NVP pada umumnya meliputi terapi farmakologis menggunakan pengobatan konfensional dan dapat pula menggunakan terapi nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan terapi nonfarmakologi untuk mual serta muntah pada ibu hamil dan keberhasilan terapi berdasarkan derajat keparahan gejala pada ibu hamil di Puskesmas “X” kota Salatiga. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif pada 55 ibu hamil dengan NVP periode Januari hingga April 2025 pada pasien yang menerima terapi nonfarmakologi. Rekam medis dan wawancara menggunakan kuesioner PUQE‑24 serta dianalisis menggunakan SPSS merupakan data primer. Sampel sebayak 55 yang menerima terapi nonfarmakologi dengan kondisi hanya mual sebayak 29 (52,72%) dan mual serta muntah sebayak 26 (47,27%), Untuk tingkat keparahan berdasarka pengukuran PUQE didapat pasien dengan gajala ringan skor 4-6 sebanyak 3 (5,45%) responde, sedang skor 7-12 52 (94,54%) responden dan gejala berat dengan skor > 13 sebayak 0 (0%) responden. Setelah mendapatkan arahan untuk terapi nonfarmakologi pasien yang mengalami perbaikan gejala mual sebayak 29 (100%) pasien, sedangkan pada pasien mual di disertai muntah hanya 15 (57,69%) pasien yang mengalami perbaikan kondisi dan 11 (42,31%) responden tidak mengalami perbaikan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SHORT VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA Ana Mufidaturrosida; Farida Utaminingtyas; Iin Wahyuni; Dewi Nur Latifa; Faaza Fatimatuszahra; Nur Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.308

Abstract

Personal hygiene merupakan upaya merawat diri sendiri, yang mencakup tindakan kebersihan tubuh dan pakaian seseorang untuk mendukung kesehatan serta kesejahteraan secara menyeluruh. Personal hygiene yang buruk pada remaja dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan mempengaruhi kepercayaan diri mereka. Pemberian penyuluhan kesehatan menggunakan media short video merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis efektivitas penggunaan media short video terhadap peningkatan pengetahuan personal hygiene pada remaja di SMPN 3 Getasan, Kabupaten Semarang. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan metode One Group Pretest - Postest Design. Pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Jumlah sampel 21 responden dengan menggunakan teknik total sampling dan dilakukan uji paired sample T-test. Instrumen berupa kuesioner yang berisi pertanyaan tentang personal hygiene pada remaja. Hasil pretest menunjukkan 61,9% responden berada pada kategori Cukup, sedangkan posttest menunjukkan peningkatan kategori Baik menjadi 85,7%. Hasil analisa uji paired T-test diketahui perbedaan pengetahuan remaja, pada hasil pretest serta posttest dengan menggunakan media short video nilai p=0,000 < α 0,05, maka Ho ditolak yang berarti penyuluhan kesehatan dengan media short video memiliki pengaruh terhadap tingkat pengetahuan tentang personal hygiene pada remaja. Simpulan, penyuluhan kesehatan menggunakan media short video tentang personal hygiene yang diberikan pada remaja memiliki efektivitas terhadap peningkatan pengetahuan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAN N-HEKSAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera. Lamk) TERHADAP BAKTERI Streptococcus Mutans Fajriah Apriliana; Jaka Seprianto Lepangkari; Novi Elisa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i2.314

Abstract

Karies gigi atau gigi berlubang merupakan infeksi pada permukaan gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme yaitu Streptococcus mutans yang bersifat asidogen yang dapat menghasilkan asam pada gigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri Streptococcus mutans dengan menggunakan metode difusi cakram secara eksperimental menggunakan fraksi daun kelor (Moringa oleifera. Lamk).. Fraksi etil asetat dan n-heksan daun kelor (Moringa oleifera.L) dibuat dalam beberapa kelompok konsentrasi yaitu 2% dan 6% dengan clindamycin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun kelor dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan zona hambat untuk fraksi etil asetat 2%(18,8 mm), 6%(19,1 mm), dan untuk fraksi n-heksan dengan zona hambat 2%(13,2 mm), 6%(16,6 mm) dengan daya hambat paling besar pada fraksi etil asetat konsentrasi 6%(19,1 mm).