cover
Contact Name
Johan Wahyu Wicaksono
Contact Email
johanwahyuwicaksono@gmail.com
Phone
+6281330611527
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1, Kec Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah
ISSN : 24770469     EISSN : 25812785     DOI : -
Core Subject : Economy,
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Ekonomi Syariah dan Entrepreneurship baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Ekonomi Syariah yang meliputi Bisnis, lembaga keuangan Syariah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020): September" : 6 Documents clear
Sistem Pengawasan Pembiayaan Bagi Hasil Lembaga Keuangan Syariah Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lembaga keuangan syariah ada dua jenis pembiayaan berdasarkan return (imbal hasil) yang didapat. Pertama pembiayaan dengan imbal hasil tetap, misalnya ujroh dalam akad Ijarah dan marjin dalam akad jual beli. Kedua pembiayaan dengan imbal hasil tidak tetap misalnya bagi hasil dalam akad Mudharabah dan Musyarakah. Pembiayaan dengan akad bagi hasil berpotensi menghasilkan keuntungan lebih besar dibanding dengan akad lainnya, tapi mempunyai resiko yang lebih besar pula. Pengawasan untuk pembiayaan bagi hasil lebih ditujukan untuk memastikan bahwa mudharib membuat laporan keuangan usahanya secara jujur dan transparan sehingga sahibul maal mendapat informasi yang benar tentang laporan keuangan dan kondisi usahanya. Kuantitas pembiayaan skema bagi hasil di lembaga keuangan syariah masih rendah dibanding pembiayaan dengan skema jual beli dan sewa. Hal ini dikarenakan sulitnya pengawasan oleh sohibulmaal (pihak bank) kepada mudharib sehingga tingkat resikonya relative tinggi. Diperlukan kerjasama yang lebih intensif antar keduabelah pihak untuk melaksanakan pengawasan ini karena pengawasan bukan hanya dalam aspek hasil tapi juga proses berlangsungnya proyek atau bisnis yang dibiayai sohibulmal. Pengawasan ini didasari atas kerjasama dan itikad yang baik dan jujur untuk menjalankan bisnis yang keuntungannya bisa dirasakan keduabelah pihak. Ada tahapan pengawasan yang dilakukan agar fungsi pengawasan berjalan dengan baik. Dimulai dari upaya sosialisasi pembiayaan mudharabah dan musyarakah termasuk skema bagihasil didalamnya. Pemahaman ini penting sekali agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari proses awal sampai akhir. Kemudian proses screening calon modharib yang mengajukan pembiayaan. Pembiayaan bagi hasil memerlukan transparansi dan kejujuran mudharib dalam melaporkan profit atau keuntungan usahanya. Aspek integritas adalah bagian penting dalam proses screening selain aspek 5C. Oleh sebab itu lembaga keuangan hanya akan memberikan pembiayaan skema bagi hasil kepada nasabah yang sudah dikenal baik integritasnya. Kemudian evaluasi dilakukan terus menerus dalam proses penyelesaian pembiayaan dan pembiayaan berikutnya. Kerjasama yang baik diperlukan dalam setiap tahap pengawasan.
WAKAF PENDIDIKAN: HISTORI,PROBLEM DAN SOLUSI Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai agama pamungkas, Islam dilengkapi dengan dua bagian besar tuntunan yaitu ibadah dan muamalah. Aspek muamalahpun banyak pula yang bernilai ibadah, diantaranya adalah wakaf. Wakaf dinilai sebagai solusi efektif untuk memberikan manfaat sebagai filantropi spiritual yang bersifat abadi. Pada fase awal wakaf, aspek spiritual lebih menonjol dibanding aspek lain. Seiring perjalanan peradaban Islam yang berasas pada ilmu, disadari bahwa transformasi ilmu adalah sektor amal yang sangat mulia. Oleh sebab itu banyak menarik perhatian orang beriman yang memiliki harta untuk berinvestasi ukhrawi melalui wakaf pada sektor trnasformasi ilmu maupun nilai atau yang disebut dengan pendidikan ini. Namun sepanjang penelusuran penulis belum diketahui adanya kajian menyangkut beberapa aspek wakaf pendidikan ini. Berdasar hal tersebut penulis bermaksud mengkaji melalui empat rumusan masalah. Pertama, apakah yang menjadi landasan hukum wakaf pendidikan? Kedua, bagaimana sejarah pelaksanaan wakaf pendidikan dari masa klasik hingga masa modern? Ketiga, apa saja klasifikasi wakaf pendidikan dan konsekwensinya? Keempat, solusi dari beberapa problem yang muncul dalam pelaksanaan wakaf pendidikan? Wakaf pendidikan terklasifikasi pada beberapa hal dengan konsekwensi masing. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut: wakaf non produktif kepada lembaga pendidikan, wakaf non produktif untuk peserta didik, wakaf non produktif untuk pendidik, wakaf non produktif untuk pendidikan,wakaf produktif untuk lembaga pendidikan, wakaf produktif untuk pendidik, wakaf produktif untuk peserta didik dan wakaf produktif untuk pendidikan. Adapun beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan wakaf pendidikan. Diantara masalah tersebut adalah kadar wakaf tidak jelas atau bercampur dengan yang lain, akad tidak jelas kepada pihak tertentu (mis, pondok) atau pemanfaatan tertentu (bersekolah), beda persepsi antara waqif dan nadzir maupun mauquf ‘alaih, tidak ada akta wakaf (sekedar ucapan), nazhir tidak melaksanakan akad wakaf atau alih fungsi, ahli waris tidak mengakui adanya wakaf, pewakaf merubah syarat dan pewakaf menarik wakaf.
Strategi Nabi Yusuf As Menghadapi Krisis Ekonomi Mesir Dalam Tujuh Tahun Muslimin
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The barn that the Prophet Yusup once built was a place of grain storage as a food reserve in the time of paceklik, playing a role in overcoming people's food insecurity. The food barn of joseph's line of thought, and became part of the system in which the people's food reserves were. The existence of food barns is customized and in the design of the state of musin as well as the egyptian weather. The application of the barn revolution that introverted the technology of the era, and the modernization of agriculture was judged in accordance with the traditional barns of the kingdom of Egypt and its climate, played a role in stabilizing food supply and prices, in each region to store wheat, no globalization led to the awakening of various foods, including processed food up to seven years, consistent coaching activities and tend to orientation projects led to the construction of effectively carried out. The existence of food barns at that time was needed. generally located in areas where large agricultural land has traditionally developed food barns in food-prone areas with accessibility constraints. Food barns play a role in addressing people's food insecurity in chronic food-prone areas, able to overcome transient food insecurity due to the conditions facing the paceklik. To overcome transient food insecurity, it is necessary to provide food reserves by the government that allows the mobility of food reserves between regions to be sufficient and smooth. With this brilliant idea the role of barns is needed to maintain institutional food reserves in the era of the food crisis. The institutional development of the government's food reserves can cooperate with private institutions or cooperate with KUWIL in the procurement of regional food reserves. The handling of food insecurity is also very closely related to the alleviation of hunger. Therefore, the prevention of food insecurity is not only related to the agricultural aspect and the provision of food but appropriate for the place to store food itself is really able to maintain food stuff for seven years, currently the place is popular name called BULOG.
Dampak Kualitas Pelayanan Dan Patronase Figur Terhadap Preferensi Nasabah Tabungan Haji Bri Syariah Kcp Kota Blitar Retno Dewi Zulaikah
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Blitar Jawa Timur, produk Tabungan Haji BRI Syariah iB memiliki kualitas pelayanan yang bagus, dan memiliki seorang figur yang cukup disegani dan banyak diikuti dalam hal haji, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap pengaruh keduanya terhadap preferensi nasabah BRI Syariah pada Tabungan Haji BRI Syariah iB. Peneliti memilih bank tersebut karena pada bank tersebut memenuhi syarat untuk melakukan penelitian ini, yang mana jumlah nasabahnya yang terus meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisa partial least square. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu di Jl. Tanjung No. 17 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh besarnya variabel kualitas pelayanan terhadap preferensi nasabah adalah sebesar 0,583. Koefisien pada hubungan ini bernilai positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas pelayanan terhadap preferensi nasabah searah. Artinya semakin baik kualitas pelayanan maka preferensi nasabah akan meningkat, sebaliknya semakin buruk kualitas pelayanan maka preferensi nasabah akan semakin menurun, dan pengaruh patronase figur terhadap preferensi nasabah memiliki nilai t-value sebesar 4,942, karena nilai t-value ≥±1,96 maka hipotesis 0 diterima, sehingga dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh langsung dari variabel patronase figur terhadap preferensi nasabah. Artinya semakin baik patronase figur maka preferensi nasabah akan meningkat, sebaliknya semakin buruk patronase figur maka preferensi nasabah akan semakin menurun.
Ketangguhan Warkop Dibandingkan Kafe Di Tengah Hantaman Badai Pandemi Covid-19 Di Surabaya Utara Ahmad Fathoni
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana tingkat ketangguhan warung kopi dan warkop dalam manghadapi badai pandemic covid-19 di Surabaya Utara. Sehingga tertuang dalam tujuan penelitian Untuk mengetahui bagaimana dampak pandemi covid-19 pada warkop dan kafe di Surabaya Utara dan bagaimana ketangguhan keduanya dalam menghadapi pandemi covid-19. Metode Penelitian yang digunakan dalam jurnal penelitian ini adalah jenis penelitian campuran/gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Dengan desain sequential exploratory designs, yaitu pengumpulan data kualitatif dilakukan pertama kali dan dilakukan analisis, kemudian data kuantitatif dikumpulkan dan dianalisis. Jenis kedua ini lebih menekankan pada kualitatif. Hasil penelitiannya adalah Pertama, penurunan jumlah pengunjung warkop antara 30%-40% sedangkan kafe antara 65%-85%. Kedua, pembatasan jam operasional, maksimal pukul 22.00 WIB pada masa PSBB baik warkop maupun kafe. Ketiga, pada warkop dilakukan pembatasan jarak tempat duduk berefek pada menurunnya pagu kapasitas daya tamping. Pada Sebagian kafe juga melakukan pembatasan jarak tempat duduk dan sebagian lain hanya melayani drive THRU hingga Agustus 2020. Keempat, Pengurangan shift pada warkop dan di kafe juga terjadi pengurangan jumlah shift dan system on-off serta sebagian dirumahkan. Kelima, Penurunan omzet dan profit antara 30%-40% pada warkop dan 65%-85% pada kafe. Keenam, Nilai t tabel lebih besar dari 1,96 (yaitu 3,546), sehingga, apabila pandemi covid-19 ini meningkat, maka dampak negative terhadap warkop akan meningkat. Dan Nilai t tabel lebih besar dari 1,96 (yaitu 7,546), sehingga, apabila pandemi covid-19 ini meningkat, maka dampak negative terhadap meningkat akan meningkat. Ketujuh, Tingkat signifikansi dampaknya terhadap warkop lebih kecil 4,0 dari dampak terhadap kafe.
Kemajuan Ekonomi Bani Saljuk Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2020): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bani Saljuk adalah penguasa muslim yang merupakan penyelamat kekhilafahan Abbasiyah. Tidak hanya menyelamatkan, tapi mereka juga mencapai kegemilangan baik dalam hal pengetahuan maupun ekonomi. Mereka berasal dari suku Qanak di Turkistan. Pendirinya bernama Saljuk yang awalnya belum beragama Islam dan menjadi pelayan seorang raja bernama Bequ. Ketika ada konspirasi untuk membunuhnya, dia pun keluar dari kerajaan menuju negeri Islam. Di sana dia kemudian masuk Islam dan bersama-sama pasukannya melancarkan ekpansi kepada bangsa Turki yang masih kafir. Jumlah mereka akhirnya semakin membesar dan membentuk pemerintahan sendiri. Adapun pemimpin Bani Saljuk yang masyhur ada 3; yaitu Thughril Baek, Alib Arselan/Alp Arselan, dan maliksyah. Kemajuan ekonomi yang dialami pada masa Bani Saljuk ditandai dengan keberhasilan mereka dalam membangun jalan-jalan raya, jembatan-jembatan, irigasi, rumah sakit, peedagangan dan industri. Demikian juga mereka berhasil sarana-sarana peribadatan seperti masjid jami’ di isfahan, masjid Mahmud Syahdi Garyaikan, masjid burjian, masjid industan, dan masih banyak masjid-masjid lainnya. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari faktor stabilitas politik dn ekonomi yang maju. Selain itu, kemajuan ekonomi yang dicapai bani saljuk ditandai dengan keberhasilan mereka dalam membangun madrasah-madrasah atau universitas-universitas. Universitas yang paling penting dan paling terkenal adalah Universitas Nizmiyah. Adapun yang lain adalah madrasah di Balkh, Naisabur, Jarat, Ashfahan, Basrah, Marw, Mausul, dna lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6