cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023): APRIL" : 14 Documents clear
IMPLEMENTASI DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN MODEL ASSURE PADA MATA KULIAH STUDI FENOMENA GEOSFER (SFG) 1 MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI BERBASIS ONLINE Pradika Adi Wijayanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12044

Abstract

Abstrak: Studi Fenomena Geosfer (SFG) atau kuliah kerja lapangan adalah mata kuliah jurusan geografi yang memadukan pembelajaran berbasis indoor dan outdoor study. Pandemi Corona menjadi tantangan dalam pelaksanaan perkuliahan sehingga diperlukan model desain sistem pembelajaran efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model sistem pembelajaran dan mengimplementasikan dengan prosedur enam langkah model ASSURE. Penelitian ini menggunakan purposive sample, diambil 1 rombel semester 2 mahasiswa program studi pendidikan geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang mata kuliah studi fenomena geosfer 1 tahun 2020/2021 sejumlah 41 orang. Teknik pengambilan data ini menggunakan angket tertutup dan Angket terbuka. Analisis data kuantitatif menggunakan rumus deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan pada ketercapaian tujuan pembelajaran, ketepatan penggunaan metode, media dan strategi pembelajaran, proses keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran menunjukkan dominasi pada persepsi setuju, begitu pula dalam hasil evaluasi dari hal tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam implementasinya efektif.Abstract : Geosphere Phenomenon Studies (SFG) or field work courses are geography majors that combine indoor and outdoor study-based learning. The Corona pandemic is a challenge in the implementation of lectures so that an effective and efficient learning system design model is needed. The purpose of this research is to develop a learning system model and implement the ASSURE model with a six-step procedure. This study used a purposive sample, taken 1 semester 2 group of students from the geography education study program, Faculty of Social Sciences, Semarang State University for the subject of study of geosphere phenomena 1 year 2020/2021, a total of 41 people. This data collection technique uses a closed questionnaire and an open questionnaire. Quantitative data analysis uses a percentage description formula. The results of the study show the achievement of learning objectives, the accuracy of using methods, media and learning strategies, the process of active involvement of students in learning shows dominance in perceptions of agreement, as well as in the evaluation results of this so that it can be concluded that the implementation is effective.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Syahrial Fahmi; Lili Somantri; Riki Ridwana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13914

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran wilayah lahan kritis secara spasial, dan mengkaji parameter fisik yang mempengaruhi lahan kritis dengan memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Forest Canopy Density. Data penginderaan jauh yang digunakan, yaitu citra sentinel-2A. Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara pembobotan (scoring) dan overlay sehingga menghasilkan sebaran wilayah lahan kritis. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi parameter tutupan lahan (kerapatan tajuk), erosi, kemiringan lereng, dan manajemen lahan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh wilayah Kecamatan Belinyu didominasi klasifikasi lahan agak kritis dengan luas sebesar 26808.931 Ha. Adapun klasifikasi lahan kritis yang terdapat di Kecamatan Belinyu terdiri dari lahan yang terkategori tidak kritis seluas 3325.71 Ha, potensial kritis seluas 21945.27 Ha, agak kritis seluas 26808.931 Ha, klasifikasi lahan kritis seluas 1617.08 Ha, dan klasifikasi lahan sangat kritis seluas 30.22 Ha di Kecamatan Belinyu. Wilayah dengan tingkat lahan kritis dan sangat kritis paling tinggi berlokasi di Desa Riding Panjang dengan luas lahan kritis dan sangat kritis sebesar 561.78 Ha dan 20.29 Ha. Hasil analisis peta lahan kritis di Kecamatan Belinyu diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak sebagai arah prioritas rehabilitasi lahan kritis.  Abstract: This study aims to map the spatial distribution of critical land areas and examine the physical parameters that affect critical land by utilizing Remote Sensing and Geographic Information Systems. The method used in this research is method Forest Canopy Density. The remote sensing data used is sentinel-2A imagery. Processing and analysis of data using Geographic Information System (GIS) by way of weighting(scoring) andoverlay thus producing a distribution of critical land areas. The parameters used in this study include land cover parameters (canopy density), erosion, slope, and land management. Based on the analysis results obtained, the Belinyu District area is dominated by the classification of rather critical land with an area of 26,808,931 Ha. The classification of critical land in Belinyu District consists of 3325.71 Ha of non-critical land, 21945.27 Ha of potential critical, 26808.931 Ha of moderately critical, 1617.08 Ha of critical land classification, and 30.22 Ha of very critical land classification in Belinyu District. Areas with the highest levels of critical and very critical land are located in Riding Panjang Village with critical and very critical land areas of 561.78 Ha and 20.29 Ha. The results of the analysis of critical land maps in Belinyu District are expected to provide recommendations to various parties as a priority direction for rehabilitation of critical lands. 
PERAN SERVANT LEADERSHIP TERHADAP KINERJA GURU (LITERATURE REVIEW) Lilik Nur Kholidah; Uyu Wahyudin Wahyudin; Yuyu Yuhana Yuhana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12349

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh servant leadership terhadap kinerja guru. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda namun tetap memegang peranan penting dalam kepemimpinan. Pemimpin yang melayani merupakan pemimpin yang berintegritas, mampu mendelegasikan tugas untuk bawahannya dan efektif dijalankan jika pemimpin mampu mengambil keputusan yang tepat dalam segala kondisi dan situasi. Praktik kepemimpinan yang melayani (servant leadership) juga dapat dilaksanakan pada institusi pendidikan. Sekolah sebagai institusi pendidikan yang menjalankan proses pendidikan dan pembelajaran bagi peserta didik sangat ditentukan oleh praktik kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur/ kepustakaan yaitu dengan cara menelaah beberapa jurnal nasional maupun internasional sehingga dalam memperoleh data melalui kajian teks kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil telaah artikel ilmiah membuktikan bahwa servant leadership berpengaruh positif terhadap kinerja guru, namun demikian ada sebagian kecil hasil penelitian yang menunjukkan berpengaruh secara tidak langsung dan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru.Abstract:  The purpose of this research is to analyze the effect of servant leadership on teacher performance. Every leader has a different leadership style but still plays an important role in leadership. Leaders who serve are leaders with integrity, able to delegate tasks to their subordinates and carry them out effectively if leaders are able to make the right decisions in all conditions and situations. Servant leadership practices can also be implemented in educational institutions. Schools as educational institutions that carry out the education and learning process for students are largely determined by the leadership practices carried out by the school principal. The method used in this research is literature/library study by reviewing several national and international journals so that the data obtained through text review is then analyzed using content analysis techniques. The results of a review of scientific articles prove that servant leadership has a positive effect on teacher performance, however, there are a small number of research results which show an indirect effect and no positive effect on teacher performance.
KAJIAN STATUS KETERSEDIAAN PANGAN DAN AIR WILAYAH PESISIR KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Asih Oktapianti; Aji Ali Akbar; Muhammad Pramulya; Ibrahim Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.11839

Abstract

Abstrak: Sejak periode 2013-2015 produksi komoditas pertanian di pesisir Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Bengkayang mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan sawit dan permukiman. Terdapat dua kondisi alam yang membedakan wilayah Kabupaten Bengkayang, yaitu pesisir dan daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status daya dukung pertanian dan air di pesisir Kabupaten Bengkayang dengan membandingkan ketersediaan dan permintan akan lahan pertanian juga air berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 17 Tahun 2009. Hasil penelitian memperlihatkan ketersediaan lahan di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan lahan, berarti SL (ketersediaan lahan) < DL (kebutuhan lahan. Sehingga status daya dukung pertanian di kedua kecamatan mengalami defisit. Sedangkan Ketersediaan air di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan air. SA (kebutuhan air) > DA (ketersediaan air). Dengan demikian status daya dukung air di kedua kecamatan ini mengalami surplus. Untuk mengatasi penurunan daya dukung pertanian dapat dilakukan dengan intensifikasi lahan dan konservasi lahan. Untuk menjaga ketersedian air tetap surplus maka fungsi tutupan lahan tetap harus terjaga. Upaya yang dapat dulakukan saat musim kemarau dengan menampung air pada musim hujan.Abstract: Since the 2013-2015 period, the production of agricultural commodities on the coast of West Kalimantan, especially in Bengkayang Regency, has decreased due to the conversion of agricultural land to oil palm plantations and settlements. Two natural conditions distinguish the area of Bengkayang Regency, namely the coast and the mainland. The purpose of this study was to analyze the status of the carrying capacity of agriculture and water in the coastal area of Bengkayang Regency by comparing the availability and demand for agricultural land and water based on the Regulation of the State Minister for Environment Number 17 of 2009. The results showed that the availability of land in Sungai District Raya and Sungai Raya Islands is smaller than the need for land, meaning that SL (availability of land) < DL (need for land so that the status of the carrying capacity of agriculture in the two sub-districts is experiencing a deficit. Meanwhile, the availability of water in the sub-districts of Sungai Raya and Sungai Raya Islands is greater than the water demand SA (water demand) > DA (water availability). Thus the status of water carrying capacity in these two sub-districts is in surplus. Land intensification and land conservation can be done to overcome the decrease in agricultural carrying capacity. To maintain the water supply remains a surplus, the land cover function n still has to be awake. Efforts can be made during the dry season by storing water during the rainy season.
SOIL FERTILITY STATUS IN MANDALA COSTUMARY FOREST BASED ON TOPOGRAPHY LEVELS Tuti Mutia; Sumarmi Sumarmi; Ravines Rohit Prasad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14160

Abstract

Abstract: The level of soil fertility based on nutrients is influenced by the topography of a region. The purpose of this study was to determine the status of soil fertility at a topography of 300-350 masl in the Mandala customary forest based on C, N, P and K content. , 320-330 masl, 330-340 masl and 340-350 masl. Soil analysis uses chemical laboratory tests to determine the content of C, N, P and K. Elements C, N, P and K are associated with soil fertility criteria. Then determining the status of soil fertility is done by looking for the scoring of the element criteria. The results showed that the status of soil fertility in the Mandala customary forest was very high. At 330-350 masl topography, soil fertility is classified as very high, while soil fertility is very high at 300-330 masl topography. The higher a place, the chemical properties of the soil will increase, so that soil fertility will increase. The altitude limit that affects soil fertility starts from 0 masl <-> 3000 masl. Soil fertility status can be used as a guide in making decisions in managing forests to maintain the availability of nutrients.Abstrak:Tingkat kesuburan tanah berdasarkan unsur hara dipengaruhi oleh topography suatu wialyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesuburan tanah pada topografi 300-350 mdpl di hutan adat Mandala berdasarkan kandungan C, N, P dan K. Sampel tanah diambil dari 5 titik topografi yang berbeda yaitu pada ketinggian 300-310 mdpl, 310-320 mdpl, 320-330 mdpl, 330-340 mdpl dan 340-350 mdpl. Analisis tanah menggunakan uji laboratorium kimia untuk mengetahui kandungan C, N, P dan K. Unsur C, N, P dan K dikaitkan dengan kriteria kesuburan tanah. Kemudian penentuan status kesuburan tanah dilakukan dengan mencari skoring dari kriteria elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di hutan adat Mandala sangat tinggi. Pada topografi 330-350 mdpl, kesuburan tanah tergolong sangat tinggi, sedangkan kesuburan tanah sangat tinggi pada topografi 300-330 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat maka sifat kimiawi tanah semakin meningkat, pada ketinggian sehingga kesuburan tanah semakin meningkat. Batas ketinggian yang mempengaruhi kesuburan tanah mulai dari 0mdpl<->3000mdpl. Status kesuburan tanah dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dalam mengelola hutan untuk menjaga ketersediaan unsur hara.
KERAGAMAN MANGROVE DAN ASOSIASI BIVALVIA DI LOKASI TITIAN MANGROVE DESA AIMOLI SEBAGAI INFORMASI KEPADA PENGUNJUNG WISATA UNTUK MENUNJANG NILAI EDUKASI TERHADAP KONSERVASI DAN EKOWISATA Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Efrin Antonia Dollu
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13485

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan menggambarkan, asosiasi keragaman mangrove dan populasi bivalvia di titian mangrove Desa Aimoli. Metode, yang digunakan, terbagi dalam dua bagian. Pertama, pengambilan data ekosistem mangrove, kedua, pengambilan data populasi bivalvia. Informasi, kondisi ekosistem mangrove digunakan analisis, Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menemukan, 7 spesies mangrove yaitu; Rhizopora apiculata, Aegialitis annulata, Rhizophora stylosa, Bruguera ghimnorrhiza, Osbornia octodonta, Aegiceras floridum, Sonneratia alba, dengan hasil perhitungan sebagai berikut, (a) Pada tingkat Pohon, jenis mangrove di dominasi oleh jenis Rhizophora stylosa, 18 pohon, dengan Kerapatan Relatif (KR) = 36.73%, Frekuensi Relatif (FR) = 28,57%, dan Dominansi Relatif (DR) = 39,67%, dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu, 104,98%; (b) indeks keanekaragaman (H’) seluruh jenis di peroleh 1,3805; (c) indeks keanekaragaman (H’) semai, dari seluruh jenis, 1,3454. Keanekaragaman spesies mangrove di lokasi wisata titian mangrove Desa Aimoli kategori sedang, Rata-rata volume pohon ± 72m3/ha. Ketersediaan bivalvia dengan rata-rata individu 139,6/m2, berbanding positif terhadap, interval volume pohon 65-80m3/ha, dimana menunjukkan kesuburan individu tumbuhan dalam suatu komunitas sedang dengan kategori baik, hal ini nyata, dampak yang signifikan adanya kontribusi bivalvia terhadap kesuburan lingkungan mangrove.Kata Kunci: Titian Wisata; Mangrove; Desa Aimoli.Abstract: This study aims to describe the association of mangrove diversity and bivalve populations in the mangrove walkway of Aimoli Village. The method, used, is divided into two parts. First, mangrove ecosystem data collection, second, bivalve population data collection. Information on the condition of the mangrove ecosystem was used to analyze the Index of Important Value (INP). The results found, 7 mangrove species namely; Rhizopora apiculata, Aegialitis annulata, Rhizophora stylosa, Bruguera ghimnorrhiza, Osbornia octodonta, Aegiceras floridum, Sonneratia alba, with the following calculation results, (a) At the tree level, mangrove species are dominated by Rhizophora stylosa, 18 trees, with Relative Density (KR) = 36. 73%, Relative Frequency (FR) = 28.57%, and Relative Dominance (DR) = 39.67%, with the highest Index of Important Value (INP), namely, 104.98%; (b) diversity index (H') all species obtained 1.3805; (c) diversity index (H') seedlings, of all species, 1.3454. The diversity of mangrove species at the Aimoli Village mangrove walkway tourism site is moderate, the average tree volume is ± 72m3/ha. The availability of bivalves with an average of 139.6 individuals/m2, positively proportional to, tree volume interval 65-80m3/ha, which indicates the fertility of individual plants in a moderate community with a good category, this is real, a significant impact of the contribution of bivalves to the fertility of the mangrove environment.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN SARANA KESEHATAN TAHUN (2022-2042) DI KECAMATAN PAMPANGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Zaenudin Ali; Muh Alfiansyah; Fajar Adjamain; Iwan Alim Saputra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13396

Abstract

Abstrak: Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi agar dapat hidup layak dan produktif. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan ketersediaan dan penempatan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pampangan saat ini belum optimal. Pelayanan kesehatan seperti apotek, praktek dokter, dan puskesmas masih kurang baik dan cenderung terpusat di sekitar pusat pemerintahan. hal ini menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan eksisting dan kebutuhan fasilitas kesehatan selama 20 Tahun mendatang di Kecamatan Pampangan. metode penelitian yang digunakan yaitu analisis proyeksi dengan menggunakan rumus geometrik dan analisis spasial dengan menggunakan software SIG (Sistem Infomasi Geogarfi). Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran eksisting ketersedian dan kebutuhan  sarana kesehatan dikecamatan pampangan untuk 20 tahun mendatang, hasil eksisting terdapat 28 unit gedung fasilitas kesehatan diantaranya, Puskesmas /Puskesdes 17 unit, Praktik Dokter 1 Unit, Praktik Bidan 1 Unit, Posyandu 5 unit dan fasilitas kesehatan lain 4 Unit gedung. Hasil proyeksi menunjukan bahwa kecamatan pampangan untuk 20 tahun mendatang membutuhkan penambahan unit faslitas sarana kesehatan diantaranya Posyandu sebanyak  6 unit, kebutuhan lahan  360 m2, Klinik tidak ada penambahan (telah mencukupi), Praktek Dokter sebanyak  2 unit, kebutuhan lahan 600m, Praktek Bidan tidak ada penambahan (telah mencukupi) dan Puskesmas/Poskesdes tidak ada penambahan (telah mencukupi).Abstract: Health is a basic human need that must be met in order to live a decent and productive life. Based on the results of observations in the field, the availability and placement of health facilities in Pampangan District is currently not optimal. Health services such as pharmacies, doctors' practices and puskesmas are still not good enough and tend to be concentrated around the center of government. This makes it difficult for people living in rural areas. The research objective was to determine the existing availability and needs of health facilities for the next 20 years in Pampangan District. The research method used is projection analysis using geometric formulas and spatial analysis using GIS (Geographic Information System) software. The results of the study were able to find out the existing distribution of the availability and needs of health facilities in the Pampangan sub-district for the next 20 years. another 4 building units. The projection results show that the Pampangan sub-district for the next 20 years requires additional health facilities including 6 units of Posyandu, 360 m2 of land required, no additional clinics (sufficient), 2 units of Doctor's Practice, 600 m2 of land required, No midwife's practice there are additions (sufficient) and there are no additional Puskesmas/Poskesdes (sufficient).
KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS DATA SPASIAL DI DAERAH KARANGJAMBU, PURBALINGGA Januar Aziz Zaenurrohman; Indra Permanajati; Panggah Bagaskara Nuraga; Rachmad Setijadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14380

Abstract

Abstrak: Gerakan tanah (longsor) fenomena alam yang sering menimbulkan bencana dan kerugian besar baik dari segi harta benda, sarana dan prasarana, maupun nyawa manusia. Perhatian khusus diberikan pada zona bahaya longsor karena terkait dengan keselamatan masyarakat yang tinggal di sana, terutama dengan keadaan lingkungan alam di Indonesia, dimana faktor penyebab lingkungan geologi yang kompleks, topografi dan iklim sangat dominan. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Purbalingga rawan longsor. Peta kerentanan longsor yang ada saat ini memiliki   skala   yang   besar   dan cakupan   wilayah   Kabupaten.   Penelitian   ini bertujuan untuk menentukan bobot parameter yang berpengaruh terhadap gerakan tanah serta memetakan zonasi kerentanan gerakan tanah pada lingkup kecamatan dengan skala yang lebih detail. Hasil dari peta zona kerentanan longsor skala kecamatan dapat menjadi acuan yang lebih aplikatif bagi pemerintah setempat untuk diterapkan sebagai panduan serta acuan dalam mengambil kebijkan tentang pemanfaatan lingkungan serta sebagai dasar mitigasi prabencana. Metode yang dilakukan adalah analisis data spasial dengan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis batuan, tata guna lahan, struktur geologi, dan kerapatan sungai. Zonasi kerentanan gerakan tanah pada Kecamatan Karangjambu dibagi 3 (tiga), yaitu: zona kerentanan rendah dengan luas sekitar 20%, zona kerentanan menengah dengan luas sekitar 45%, dan zona kerentanan tinggi dengan luas sekitar 35%.Abstract:  Landslides are natural phenomena that often cause disasters and great losses in terms of property, facilities, and infrastructure, as well as human lives. Special attention is given to the landslide hazard zone because it is related to the safety of the people who live there, especially with the state of the natural environment in Indonesia, where the factors causing complex geological environments, topography, and climate are very dominant. Several areas of Indonesia, including the Purbalingga Regency, are prone to landslides. The current landslide susceptibility map has a large scale and covers the Regency area. This study aims to determine the weight of the parameters that affect ground motion and to map the zoning of ground movement vulnerability in the sub-district scope with a more detailed scale. The results of the sub-district scale landslide vulnerability zone map can be a more applicable reference for the local government to be applied as a guide and reference in taking policies on environmental utilization and as a basis for pre-disaster mitigation. The method used is spatial data analysis with parameters of rock type, geological structure, slope, rainfall, land use, and river density. Zoning landslide vulnerability in Karangjambu District is divided into 3 (three), namely: low landslide vulnerability zone with an area of about 20%, medium landslide vulnerability zone with an area of about 45%, and high landslide vulnerability zone with an area of about 35%.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Muhammad Darif; Uyu Wahyudin; Yuyu Yuhana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12485

Abstract

Abstrak: Penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDN Pengampelan, Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kepala sekolah SDN Pengampelan menjadi informan kuncinya. Kemudian teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Tahapan pada penelitian ini yaitu pemilihan data, pengkajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi yang digunakan oleh kepala Sekolah ialah dengan beberapa strategi yakni pada guru, dengan meningkatkan kualitas guru, meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa. Sedangkan pada pelaksanaanya yakni melibatkan guru pada kegiatan pelatihan serta seminar, melakukan kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di sekolah, remedial khusus dan kegiatan ekstrakurikuler berupa ekstrakulikuler olah raga dan seni, serta memberikan jam belajar tambahan kepada siswa yang memiliki nilai kurang baik. Sedangkan dalam peningkatan sarana prasarana kepala sekolah membuat perencanaan sarana yang dibutuhkan, pengadaan dan pemeliharaaan sarana prasarana melalui dana BOS. Abstract:  The aim of this research is to describe the strategy used by school principals to improve the quality of education at Pengampelan Elementary School, Banten Province. This study uses a descriptive qualitative, and the principal of SDN Pengampelan acts as the key informant. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The stages of the research include data selection, data analysis data verification and conclusion drawing. . Based on the reseach findings, it is know that the principal uses several strategies to improve the quality of the education, including improving the quality of teachers, enhacing students’ academic and non-academic achievements. In implementation, the principal involves teacher in the training and seminar activities, provides tutoring at school, special remedial and extracurricular activities in the form of extracurriculars sports and arts as well as providing additional study hours to students who have poor grades. Meanwhile, in improving infrastructure facilities, the school principal plans the required facilities, procures and maintains infrastructure through BOS funds.
NILAI EKONOMI LINGKUNGAN HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR BAGIAN SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14567

Abstract

Abstrak: Hutan mangrove memiliki peran dan fungsi yang berbeda, baik secara ekologis, ekonomi maupun social budaya. Di wilayah pesisir bagian Selatan Kabupaten LombokTimur, fungsi dan peran hutan mangrove sangat menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi, akan tetapi nilainya belum diukur secara terus menerus.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penghitungan  terhadap nilai ekonomi lingkungan hutan mangrove di wilayah pesisir Bagian Selatan Kabupaten Lombok Timur. Penilaian didasarkan pada prinsip nilai ekonomi lingkungan, yaitu hasil penjumlahan dari nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai pilihan pada kepentingan terhadap konservasi dan pemanfaatan dimasa depan, nilai keberadaan pada kelangsungan habitat, dan nilai warisan. Berdasarkan hasil penghitungan menunjukkan bahwa besarnya nilai ekonomi lingkungan hutan mangrove di wilayah pesisir bagian Selatan Kabupaten Lombok Timur ± Rp 130.760.357/ha/th. Hasil tersebut diperoleh dari penjumlahan nilai manfaat langsung hutan mangrove yang dihasilkan di daerah ini ± Rp 88.162.750/ha/th, nilai manfaat tidak langsung hutan mangrove ± 42.597.267 /ha/th, nilai pilihan hutan mangrove untuk konservasi ± Rp 60.000 /ha/th, nilai hutan mangrove untuk keberadaan habitat ± Rp 180.000 /ha/th, dan nilai hutan mangrove untuk warisan ± Rp  100.000 /ha/th Abstract:.Mangroves forest have different roles and functions, both ecological economical and socio-cultural. In the coastal area of the southern part of East Lombok Regency, the function and role of mangroves forest is very beneficial economically and ecologically, but its value has not yet been measured continue. The purpose of this study was to calculation the environmental economic value of the mangrove forest in the southern coastal area of East Lombok Regency. The assessment is based on the principle of environmental economic value, namely the sum of the direct benefit value,indirect benefit value, option value in terms of interest in conservation and future use, existence value in habitat continuity, and inheritance value. Based on the calculation results show that the magnitude of the environmental economic value of the mangrove forest in the southern coastal area of East Lombok Regency ±IDR 131,991,591/ha/year.These results are obtained from the sum of the direct use values of the mangroves forest produced in this area ± IDR 88,162,750/ha/year, the indirect use values of mangroves forest ± 42,597,267/ha/year, option value of mangroves forest for conservation ± IDR 89,954.1/ha/year, the value of mangroves forest for the presence habitat ± IDR 74,952.75/ha/year, and the value of mangroves forest for inheritance ± IDR 1,066,667/ha/year

Page 1 of 2 | Total Record : 14