cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 222 Documents
CAGAR BUDAYA RUMAH ADAT SOURAJA SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT LERE Anindy Putry Salsabila; Haslita Rahmawati Hasan; Abdul Hamid; Nuraedah Nuraedah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35660

Abstract

Abstrak: Rumah Adat Souraja merupakan simbol penting identitas kultural masyarakat Lere yang merefleksikan nilai historis, sosial, dan filosofi masyarakat Kaili. Namun, perubahan sosial akibat modernisasi memengaruhi tingkat keterlibatan generasi muda sehingga keberlanjutan fungsi dan makna budayanya menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi, makna simbolik arsitektur, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian Souraja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam menggunakan teknik snowball sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Souraja berfungsi sebagai ruang sosial, pusat kegiatan adat, serta media pewarisan nilai budaya. Makna simbolik tercermin melalui elemen arsitektur yang merepresentasikan struktur sosial dan pandangan hidup masyarakat Kaili. Keberlanjutan Souraja dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, peran keluarga pewaris, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan generasi muda melalui kegiatan budaya. Masyarakat memiliki persepsi positif dan keterlibatan sukarela dalam menjaga Souraja meskipun dihadapkan pada arus modernisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa Souraja tetap menjadi penanda identitas kultural masyarakat Lere dan memerlukan strategi pelestarian yang adaptif terhadap perubahan sosial. Abstract:  The Souraja Traditional House serves as a key cultural symbol of the Lere community, embodying the historical, social, and philosophical values of the Kaili people. However, social changes driven by modernization have reduced the engagement of younger generations, raising concerns about the continuity of its cultural functions and meanings. This study aims to examine the functions of Souraja, the symbolic meanings embedded in its architectural elements, the factors influencing its sustainability, and the community’s perceptions and participation in preservation efforts. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews using snowball sampling, and documentation. The findings reveal that Souraja functions as a social hub, a venue for traditional ceremonies, and a medium for intergenerational transmission of cultural knowledge. Its symbolic meanings are reflected in architectural features that represent social structure and philosophical values of the Kaili community. The sustainability of Souraja is shaped by governmental support, the commitment of hereditary families, community participation, and youth involvement through cultural activities. Despite challenges posed by modernization, the Lere community maintains positive perceptions and voluntary participation in preserving Souraja. Overall, Souraja continues to serve as a vital marker of cultural identity for the Lere community and requires adaptive preservation strategies responsive to contemporary social changes. 
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA GILI NANGGU DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.39017

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata Gili Nanggu dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Barat. Gili Nanggu merupakan destinasi wisata bahari yang memiliki potensi sumber daya alam pesisir dan laut yang tinggi, namun berada pada kawasan konservasi laut dengan status zona inti sehingga memerlukan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan destinasi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gili Nanggu memiliki kekuatan utama berupa keindahan alam, kondisi perairan yang mendukung wisata bahari, serta keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, masih terdapat kelemahan berupa pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia pariwisata, serta promosi destinasi yang masih rendah. Peluang pengembangan didukung oleh tren ekowisata dan lokasi strategis jalur wisata Bali– Lombok, sementara ancaman berasal dari tekanan aktivitas wisata terhadap ekosistem pesisir dan laut. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi penguatan pengelolaan lingkungan, peningkatan kapasitas SDM lokal, pengembangan ekowisata berbasis konservasi, serta penguatan promosi dan kemitraan berkelanjutanAbstact: This study aims to formulate development strategies for the Gili Nanggu tourist destination in supporting sustainable tourism in West Lombok Regency. Gili Nanggu is a marine tourism destination with high coastal and marine resource potential, yet it is located within a marine conservation area with core zone status, requiring integrated and sustainable management. This research employed a descriptive qualitative approach using SWOT analysis to identify internal and external factors influencing destination development. Data were collected through field observations, in-depth interviews with relevant stakeholders, and document analysis. The results indicate that Gili Nanggu’s main strengths include its natural beauty, favorable marine conditions for tourism activities, and rich marine biodiversity. However, several weaknesses remain, particularly related to inadequate waste and wastewater management, limited local tourism human resources, and low destination promotion. Development opportunities are supported by the growing trend of ecotourism and the strategic location along the Bali–Lombok tourism route, while threats arise from uncontrolled tourism activities that may exert pressure on coastal and marine ecosystems. The recommended development strategies include strengthening environmental management, enhancing local human resource capacity, developing conservation-based ecotourism, and improving sustainable promotion and partnerships.