cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
EVALUASI PENERAPAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PER KAPITA DI DESA DURIAN, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Asdiani, Harlinda; Johari, Harry Irawan; Ibrahim, Ibrahim; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sustainable Development Goals  (SDGs) dalam perencanaan pembangunan Desa Durian, Kabupaten Lombok Tengah, dengan fokus khusus pada aspek pendapatan per kapita masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yang menggabungkan analisis kuantitatif data pendapatan rumah tangga sebelum dan sesudah penerapan SDGs menggunakan paired sample t-test, serta wawancara kualitatif dengan perangkat desa dan masyarakat untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dampak dan tantangan pelaksanaan SDGs. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pendapatan rata-rata rumah tangga dari Rp311.111 pada tahun 2019 menjadi Rp1.050.000 pada tahun 2024 dengan nilai t-hitung sebesar 28,47 dan p-value 0,000 (<0,05). Peningkatan ini mengindikasikan keberhasilan program pembangunan berbasis SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut dengan menunjukkan peran penting partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta sinergi antara pemerintah desa dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi aparat desa dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memperkuat implementasi SDGs di masa mendatang. Dengan demikian, Desa Durian dapat menjadi model keberhasilan pelokalan SDGs yang relevan untuk desa-desa lain di Indonesia.  Abstract:  This study aims to evaluate the implementation of Sustainable Development Goals  (SDGs) in the development planning of Durian Village, Central Lombok Regency, with a specific focus on the per capita income aspect of the village community. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis of household income data before and after SDGs implementation using paired sample t-test, alongside qualitative interviews with village officials and residents to gain deeper insights into the impacts and challenges of SDGs implementation. Quantitative results show a significant increase in average household income from IDR 311,111 in 2019 to IDR 1,050,000 in 2024, with a t-value of 28.47 and a p-value of 0.000 (<0.05). This increase indicates the success of SDGs-based development programs, particularly in poverty alleviation and local economic empowerment. Qualitative findings support these results, highlighting the crucial roles of community participation, institutional capacity strengthening, and synergy between the village government and related stakeholders in improving residents’ economic welfare. The study recommends enhancing training for village officials and increasing community involvement to further strengthen SDGs implementation in the future. Therefore, Durian Village can serve as a successful model for localizing SDGs that is relevant for other villages across Indonesia.
KECERDASAN SPASIAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA DAN PERGURUAN TINGGI Astina, I Komang; Suharto, Yusuf; Susetyo, Bigharta Bekti; Allifah, Aimmaul; Kurniawan, Muchammad Akbar; Amin, Saiful; Dewi, Sari; Maulidiah, Linda
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33108

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecerdasan spasial geografi pada jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik survei yang dilakukan di SMAN 1 Ponorogo dan Jurusan Geografi Universitas Negeri Malang (UM). Instrumen berpikir spasial menggunakan indikator analisis, pemahaman, representasi, aplikasi, skala, dan interaksi spasial. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode statistik deskriptif, khususnya dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kecerdasan spasial di SMAN 1 Ponorogo berada dalam kategori sedang dengan persentase mencapai 68,02, sementara di Jurusan Geografi UM termasuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 61,37. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesulitan soal kognitif yang lebih tinggi di perguruan tinggi serta variasi latar belakang pendidikan mahasiswa yang berasal dari berbagai jenjang sekolah menengah atas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan model pembelajaran inovatif terintegrasi teknologi geospasial (GIS, AR), melakukan penelitian longitudinal, evaluasi kurikulum, pelatihan guru/dosen, studi komparatif, serta integrasi kecerdasan spasial dengan life skills guna meningkatkan kemampuan berpikir spasial. Abstract: This study aims to assess geographic spatial intelligence among students at both high school and university levels. This type of research is quantitative with survey technique conducted at SMAN 1 Ponorogo and Department of Geography, State University of Malang (UM). The spatial thinking instrument uses indicators of analysis, understanding, representation, application, scale, and spatial interaction. The data analysis employed descriptive statistical methods, specifically utilizing percentages. The findings indicated that spatial intelligence at SMAN 1 Ponorogo fell into the medium category, with a percentage score of 68.02, whereas at the Geography Department of UM, it was categorized as low, with a percentage score of 61.37. This difference is influenced by the higher cognitive level of questions in college and the diverse educational backgrounds of students from high school. Future research is recommended to compare innovative learning models integrated with geospatial technology (GIS, AR), conduct longitudinal research, curriculum evaluation, teacher/lecturer training, comparative studies, and integration of spatial intelligence with life skills to improve spatial thinking ability.
ENVIRONMENTAL CRITICAL THINKING : THE ROLE OF PROBLEM BASED LEARNING INTEGRATED WITH INSTAGRAM GREENPEACEID Chairunnisa, Nabila Nirwasita; Utomo, Dwiyono Hari; Handoyo, Budi; Masruroh, Heni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32497

Abstract

Abstrack: This study was motivated by increasing environmental damage. Critical thinking abilities are developed through education, which helps students get ready for future environmental issues. Geography learning at MAN 1 Malang is still dominated by a teacher-centred learning model, which is ineffective in developing students' critical thinking abilities. The purpose of this study is to investigate how Grade XI students' critical thinking abilities are affected when the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with Instagram Greenpeaceid. The method used is a quasi-experimental design with a post-test only control group, involving an experimental class and a control class. The experimental class uses PBL integrated Instagram, while the control class uses the Direct Instruction method. There was a substantial difference between the two classes, based on the independent sample t-test results, which revealed significance at 0.005 < 0.05. These results show that using Instagram Greenpeaceid integrated with the PBL paradigm successfully improves students' critical thinking abilities through logical, argumentative, and collaborative discussion and presentation activities. This integration also supports the achievement of 21st-century competencies in geography education. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kerusakan lingkungan yang semakin meningkat. Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Pembelajaran geografi di MAN 1 Malang masih didominasi model teacher centered, yang kurang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terintegrasi Instagram Greenpeaceid terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain post-test only control group, melibatkan kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan PBL terintegrasi Instagram, sedangkan kelas kontrol menggunakan Direct Instruction. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan signifikansi 0,005 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi Instagram Greenpeaceid efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui kegiatan diskusi dan presentasi yang logis, argumentatif, dan kolaboratif. Integrasi ini juga mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 dalam pembelajaran geografi.
PEMANFAATAN WILAYAH REKLAMASI PANTAI SERUNI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DALAM PUSAT KEGIATAN KABUPATEN BANTAENG Islamy, Munandar; Sumarmi, Sumarmi; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Utaya, Sugeng; Mutia, Tuti; Shida, Shida; Purnamasari, Wulan Safriani
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.28388

Abstract

Abstrak: Reklamasi Pantai Seruni dilakukan sebagai usaha dalam mengembangkan pembangunan dan pengembangan wisata, khususnya di Pantai Seruni. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan perubahan wilayah reklamasi Pantai Seruni sebagai daya tarik wisata dalam pusat kegiatan Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan metode spasial dan kuantitatif, teknik pengumpulan data analisis spasial pada citra digital Pantai Seruni tahun 2009-2023 dan kuantitatif menggunakan kuesioner yang disebar kepada wisatawan yang telah mengunjungi Pantai Seruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir pola pengembangan reklamasi Pantai Seruni terjadi penambahan luasan yang semula 9,51 ha menjadi 19,13 ha. Reklamasi di Pantai Seruni membawa potensi yang baik. Pantai Seruni menyajikan pesona yang menarik baik dari aspek keindahan, sosial masyarakat sekitar maupun lingkungan fisik. Arah pengembangan Pantai Seruni dilakukan dengan memanfaatkan wilayah pesisir sebagai bentuk penyelamatan dari degradasi lingkungan yang disebabkan oleh alam maupun aktivitas manusia. Abstract:  Seruni Beach Reclamation is carried out as an effort to develop tourism development and development, especially in Seruni Beach. The purpose of this study is to determine the Utilization of Changes in the Seruni Beach Reclamation Area as a Tourist Attraction in the Bantaeng Regency Activity Center. This type of research is descriptive research with spatial and quantitative methods, spatial analysis data collection techniques on digital images of Seruni Beach in 2009-2023 and quantitative using questionnaires distributed to tourists who have visited Seruni Beach. The results of the study show that over the past 10 years the pattern of Seruni Beach reclamation development has increased the area from 9.51 ha to 19.13 ha. Reclamation at Seruni Beach has good potential. Seruni Beach presents an attractive charm both in terms of beauty, social community around it and the physical environment. The direction of Seruni Beach development is carried out by utilizing coastal areas as a form of rescue from environmental degradation caused by nature and human activities.
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PENDEKATAN STAKEHOLDER ANALYSIS PADA KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS BERBASIS PARIWISATA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Hesti, Dhita Eka; Johari, Harry Irawan; Adiansyah, Joni Safaat; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31944

Abstract

Abstrak: Pasca penetapan Sembalun sebagai kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata melalui Keputusan Bupati Lombok Timur No.100.3.3.2/310/PD/2024 pada tanggal 5 September 2024, sebagai desa tematik dalam RPJMN 2025–2029, kawasan ini mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan lonjakan produksi sampah, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah di kawasan Sembalun dengan menggunakan pendekatan Stakeholder Analysis untuk memahami peran, kepentingan, serta hubungan antar pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas wisata dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama yang memicu peningkatan volume sampah. Analisis pemangku kepentingan mengidentifikasi berbagai kelompok kunci, termasuk pemerintah daerah, masyarakat lokal, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, serta wisatawan. Temuan ini mengungkap adanya perbedaan kepentingan dan peran dalam pengelolaan sampah, yang mempengaruhi efektivitas upaya pengelolaan limbah. Untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, diperlukan kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan teknologi pengelolaan sampah, serta penguatan regulasi. Dengan pendekatan yang tepat, pengelolaan sampah di kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata Sembalun dapat lebih efisien, mendukung kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.  Abstract:  Following the designation of Sembalun as a priority rural tourism area through the Lombok Timur Regent's Decree No. 100.3.3.2/310/PD/2024 on September 5, 2024, and its recognition as a thematic village in the 2025–2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), the area has experienced a significant increase in tourist arrivals. This surge has led to a sharp rise in waste production, presenting a serious challenge for sustainable waste management. This study aims to evaluate waste management in the Sembalun area using the Stakeholder Analysis approach to understand the roles, interests, and relationships among key stakeholders. The research adopts a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques including field observations, documentation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The findings reveal that increased tourism activities and economic growth are the primary drivers of rising waste volumes. Stakeholder analysis identified various key groups, including local government, local communities, tourism operators, business owners, and tourists. The results highlight differences in interests and roles among stakeholders, affecting the effectiveness of waste management efforts. Achieving sustainable waste management requires cross-sector collaboration through enhanced environmental awareness, the development of waste management technologies, and the strengthening of regulations. With the right approach, waste management in the priority rural tourism area of Sembalun can become more efficient, supporting environmental conservation and local community welfare.
ANALISIS POLA SEBARAN FASILITAS WISATA DAN KARAKTERISTIK KAWASAN BISNIS PARIWISATA DI KOTA CIREBON Berliana, Arla Janitra; Santoso, Apik Budi; Putro, Saptono; Kurniawan, Edi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31508

Abstract

Abstrak: Kawasan Binis Pariwisata terbentuk karena adanya kelengkapan fasilitas yang semula ditunjukkan untuk pelayanan umum dan kegiatan yang bersifat komersial beralih menjadi daya tarik wisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola sebaran fasilitas wisata dan karakteristik Kawasan Bisnis Pariwisata serta tingkat kepuasan wisatawan di Kota Cirebon. Analisis data menggunakan teknik Analisis Tetangga Terdekat untuk menganalisis pola sebaran fasilitas wisata, Analisis spasial berbasis SIG untuk menganalisis karakteristik Kawasan Bisnis Pariwisata dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menganalisis tingkat kepuasan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pola sebaran fasilitas wisata di Kota Cirebon memiliki pola mengelompok pada setiap Landmark yang ada dengan nilai T = 0,597. 2) Karakteristik Kawasan Bisnis Pariwisata memiliki 4 karakteristik yang terbentuk dari integrasi antara Core Attraction, Central Business District Function dan Essential Services. 3) Tingkat kepuasan wisatawan menunjukkan bahwa 4 Atribut di Kuadran A, 7 Atribut di Kuadran B, 12 di Kuadran C dan 2 di Kuadran D. Abstract:  Tourism Business District is formed due to completeness of facilities that were originally intended for public services and commercial activities that have turned into tourist attractions. This study analyzes the distribution pattern of tourism facilities, TBD characteristics, and tourist satisfaction levels in Cirebon City. Data analysis uses the Nearest Neighbor Analysis technique to analyze the distribution pattern of tourism facilities, GIS-based spatial analysis to analyze the characteristics of Tourism Business Districts and Importance Performance Analysis (IPA) to analyze the level of tourist satisfaction. The results of the study show that: 1) The distribution pattern of tourism facilities in Cirebon City has a clustered pattern on each existing Landmark with values T = 0.597. 2) The characteristics of the Tourism Business District have 4 characteristics formed from the integration between Core Attraction, Central Business District Function, and Essential Services. 3) The level of tourist satisfaction shows that there are 4 Attributes included in Quadrant A, 7 in Quadrant B, 12 in Quadrant C and 2 in Quadrant D.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN KAHOOT TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Afni, Nur; Putra, Exsa; Khairurraziq, Khairurraziq; Nurvita, Nurvita
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32702

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model  kooperatif tipe team quiz  berbantuan Kahoot terhadap  kreativitas siswa kelas X di SMA Negeri 3 Palu dan untuk mengukur respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran model  kooperatif tipe team quiz berbantuan Kahoot.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experiment dengan desain pretest dan posttest. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (independent variables) dan variabel terikat (dependent variables). Teknik analisis data yang diterapkan meliputi Uji Indikator Kreativitas Siswa, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji T, dan Uji Hipotesis. Pada (pretest) di kelas kontrol, nilai tertinggi 73 dan nilai terendah 43, dengan rata-rata skor sebesar 60,87. Setelah perlakuan (PBL), nilai (posttest) nilai terendah 67 dan nilai tertinggi 93, serta rata-rata mencapai 77,9. Sementara itu, pada kelas eksperimen yang menerapkan model kooperatif tipe Team quiz berbantuan Kahoot, nilai (pretest) nilai tertinggi 77 dan nilai terendah 33, dengan rata-rata 57,33. Pada posttest, nilai tertinggi mencapai 93 dan terendah 63, sehingga rata-rata meningkat menjadi 78,53. Hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada pretest dan posttest kelas kontrol (p = 0,194 > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada pretest dan posttest kelas eksperimen (p = 0,007 < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kooperatif tipe team quiz berbantuan Kahoot efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar, yang dibuktikan dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Respon siswa terhadap kreativitas berdasarkan indikator Fluency mencapai 45%, Fleksibilitas sekitar 25%, Orisinalitas 60%, dan Elaborasi sebesar 20%. Selain itu, respon siswa terhadap pemanfaatan Kahoot dalam pembelajaran menunjukkan hasil positif sebesar 80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap keterlibatan aktif dan kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran. Abstract:  This study aims to determine the effectiveness of applying the Kahoot-assisted team quiz cooperative model on the creativity of 10th grade students at SMA Negeri 3 Palu and to measure student responses to the application of the Kahoot-assisted team quiz cooperative learning model. The method used in this study was a quasi-experiment with a pretest and posttest design. The research variables consist of independent variables and dependent variables. The data analysis techniques applied include the Student Creativity Indicator Test, Reliability Test, Normality Test, Homogeneity Test, T-Test, and Hypothesis Test. In the pretest in the control class, the highest score was 73 and the lowest was 43, with an average score of 60.87. After the treatment (PBL), the posttest scores ranged from a low of 67 to a high of 93, with an average of 77.9. Meanwhile, in the experimental class that applied the Team Quiz cooperative model assisted by Kahoot, the highest pretest score was 77 and the lowest was 33, with an average of 57.33. In the posttest, the highest score reached 93 and the lowest was 63, resulting in an average increase to 78.53. The t-test results showed no significant difference between the pretest and posttest scores in the control class (p = 0.194 > 0.05), but there was a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental class (p = 0.007 < 0.05). The research results indicate that the cooperative learning model of the team quiz type assisted by Kahoot is effective in enhancing students' creativity in learning, as evidenced by the increase in posttest scores compared to pretest scores. Students' responses to creativity based on the Fluency indicator reached 45%, Flexibility around 25%, Originality 60%, and Elaboration 20%. Additionally, students' responses to the use of Kahoot in learning showed positive results of 80%. These findings indicate that the implemented learning model has a positive impact on students' active engagement and collaboration in the learning process.
SCHOOL READINESS IN THE ERUPTION-PRONE AREA OF SINABUNG VOLCANO IN KARO DISTRICT IN TERMS OF THE 3 PILLARS OF DISASTER-SAFE EDUCATION UNITS Sinulingga, Egianinta; Khotimah, Nurul
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.30165

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan sekolah di kawasan rawan erupsi Gunung Sinabung berdasarkan tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB): (1) fasilitas belajar yang lebih aman, (2) manajemen penanggulangan bencana dan kesinambungan pendidikan, serta (3) pendidikan pengurangan risiko dan resiliensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sekolah di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1, 2, dan 3 Gunung Sinabung. Sampel terdiri dari 32 sekolah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan sekolah dari pilar 1 sebesar 75% (Cukup Siap), pilar 2 sebesar 65% (Cukup Siap), dan pilar 3 sebesar 69,5% (Cukup Siap). Secara keseluruhan, tingkat kesiapan sekolah berdasarkan ketiga pilar SPAB berada pada kategori Cukup Siap dengan persentase 70%.Abstract: This study aims to analyze the readiness of schools in the eruption-prone area of Mount Sinabung based on the three pillars of the Disaster Safe Education Unit (SPAB): (1) safer learning facilities, (2) disaster management and education continuity, and (3) risk reduction and resilience education. The research method used a descriptive quantitative approach with a population of schools in Disaster Prone Areas (KRB) 1, 2 and 3 of Mount Sinabung. The sample consisted of 32 schools selected by purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that the level of school readiness from pillar 1 was 75% (Moderately Prepared), pillar 2 was 65% (Moderately Prepared), and pillar 3 was 69.5% (Moderately Prepared). Overall, the level of school readiness based on the three pillars of SPAB was in the Moderately Prepared category with a percentage of 70%.
PERAN FORUM PENGURANGAN RISIKO BENCANA (FPRB) DALAM LITERASI BENCANA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG Septiyani, Rani Dwi; Juhadi, Juhadi; Setyowati, Dewi Liesnoor; Aji, Ananto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21000

Abstract

Abstrak: Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi sangat aktif di Indonesia yang hampir setiap tahun mengalami erupsi. Namun disisi lain, tingkat kesadaran masyarakat terahadap bencana erupsi Gunungapi Merapi masih rendah. Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi, yaitu melalui peningkatan pengetahuan literasi bencana pada masyarakat di Kawasan Rawan Bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran lembaga sosial FPRB dan mengetahui upaya peningkatan literasi bencana erupsi gunungapi Merapi. Populasi penelitian terdiri atas kelompok  FPRB dan Kepala Keluarga dari masyarat lokal di Desa Ketunggeng, Dukun, Sengi. Sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 anggota FPRB dan 98 masyarakat. Variabel penelitian terdiri dari peran FPRB dan tingkat literasi bencana masyarakat. Teknik pengumpulan data observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian: (a) Peran FPRB dilakukan dengan penyuluhan, simulasi, monitoring, penyediaan pasokan kebutuhan, akses informasi, penentuan titik kumpul dan lokasi evakuasi, (b) Tingkat literasi bencana relatif rata-rata cukup tinggi, yaitu 76% di Desa Dukun, 74% di Desa Sengi dan di Desa Ketunggeng 60%. Upaya FPRB dalam meningkatkan leterasi bencana pada masyarakat cukup berpengaruh dalam peningkatkan kesadaran dan menjadi sarana dalam pengurangan risiko bencana. Abstract: Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia which experiences eruptions almost every year. However, on the other hand, the level of public awareness of the Mount Merapi eruption disaster is still low. One of the efforts to mitigate is by increasing disaster literacy knowledge among communities in Disaster Prone Areas. This research aims to identify the role of the social institution FPRB and determine efforts to increase literacy in the Merapi volcanic eruption disaster. The research population consisted of the FPRB and heads of families in the villages of Ketunggeng, Dukun, Sengi. The research sample used a stratified random sampling technique with a total sample of 52 FPRB members and 98 members of the public. The research variables consist of the role of the FPRB and the level of community disaster literacy. Data collection techniques are observation, questionnaires, documentation and interviews. The data analysis technique uses frequency distribution analysis. Research results: (a) The role of FPRB is carried out through counseling, simulation, monitoring, providing needed supplies, access to information, determining gathering points and evacuation locations, (b) The disaster literacy level is relatively high on average, namely 76% in Dukun Village, 74% in Sengi Village and 60% in Ketunggeng Village. FPRB's efforts to increase disaster literacy in the community are quite influential in increasing awareness and becoming a means of reducing disaster risk.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: POLA SPASIAL, TREN DAN DINAMIKA DEFORESTASI HUTAN DALAM PRESPEKTIF PENGINDERAAN JAUH Noer, Marwah; Dimyati, Muhammad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.17122

Abstract

Abstrak: Deforestasi merupakan hal yang menjadi perhatian dunia, laju deforestasi yang kian meningkat menjadi hal yang penting dikaji pola dan penyebabnya. Memahami pola, tren, dan dinamika deforestasi sangat penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penginderaan jauh merupakan teknik yang paling sering digunakan dalam memetakan perubahan penggunaan lahan atau tutupan lahan termasuk deforestasi. Review ini dipandu oleh model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systemic Review and Meta-Analyses). Lima artikel terkait deforestasi dan penginderaan jauh ditinjau dan dibandingkan menggunakan variabel judul, kata kunci, tujuan, sumber data, variabel, lokasi, metode, dan temuan utama. Hasil systematic literature review ini adalah metode penginderaan jauh yang dipadukan dengan GIS merupaka metode yang sangat baik dan cocok untuk melihat pola spasial, tren dan dinamika deforestasi hutan. Metode ini dianggap sangat efektif karena data penginderaan jauh saat ini sudah banyak tersedia dan dapat diakses dengan mudah. Landsat merupakan citra satelit yang paling banyak digunakan dalam kajian deforestasi. Variabel umum yang digunakan dalam penelitian deforestasi adalah luas hutan, lahan terbangun, lahan pertanian/ perkebunan dan tanah kosong. Dengan mengkaji tren dan dinamika deforestasi di berbagai negara, diharapkan dapat menghambat laju deforestasi di negara tersebut dan juga diharapkan adanya kebijakan yang sesuai untuk masing-masing negara dalam memperbaiki pengelolaan hutan.Abstract:  Deforestation is a matter of global concern. The increasing rate of deforestation is an important matter to study its pattern and causes. Understanding deforestation patterns, trends, and dynamics is essential to realizing sustainable development. Remote sensing is the most frequently used technique in mapping land use or cover changes, including deforestation. This review was guided by the PRISMA model (Preferred Reporting Items for Systemic Review and Meta-Analyses). Five articles related to deforestation and remote sensing were reviewed and compared using the variables title, keywords, objectives, data sources, variables, location, methods, and main findings. This systematic literature review shows that remote sensing combined with GIS is an excellent and suitable method for viewing spatial patterns, trends, and dynamics of forest deforestation. This method is considered very effective because currently remote sensing data is widely available and can be accessed easily. Landsat is the most widely used satellite imagery in deforestation studies. Common variables used in deforestation research are forest area, built-up land, agricultural/ plantation land, and vacant land. By studying the trends and dynamics of deforestation in various countries, it is hoped that this will inhibit the rate of deforestation in these countries and it is also hoped that appropriate policies will be developed for each country in improving forest management.