cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
INNOVATIVE APPROACHES TO GEOGRAPHY LEARNING: A QUALITATIVE STUDY ON THE DEVELOPMENT OF GEO-CAPABILITIES Fitriana, Evi; Permatasari, Faudina
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32334

Abstract

Abstrak: Pendidikan geografi saat ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya pelatihan guru, serta dominasi metode pengajaran tradisional yang kurang mendukung pengembangan kemampuan geografi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus mengeksplorasi potensi pengembangan geo-capabilities di kalangan guru geografi di Jawa Timur dalam konteks keterbatasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan 20 guru geografi dari berbagai sekolah sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geo-capabilities mencakup kemampuan mengintegrasikan pengetahuan geografi dengan teknologi digital, yang dapat meningkatkan keterampilan analisis data spasial, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah. Faktor-faktor pendukung utama meliputi pelatihan profesional berkelanjutan, ketersediaan sumber daya digital, dukungan administrasi sekolah, serta jaringan kolaboratif antar guru. Meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala, studi ini merekomendasikan pentingnya pelatihan teknis yang berkelanjutan, integrasi teknologi ke dalam kurikulum, dan penguatan kolaborasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran geografi dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.  Abstract:  Geography education currently faces various challenges, including limited access to technology, inadequate teacher training, and the dominance of traditional teaching methods that hinder the optimal development of geographical competencies. This study aims to identify the challenges and explore the potential for developing geo-capabilities among geography teachers in East Java under such limitations. A qualitative case study approach was employed, involving 20 geography teachers from different schools as participants. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that geo-capabilities encompass the ability to integrate geographical knowledge with digital technologies, which enhances spatial data analysis, critical thinking, and problem-solving skills. Key supporting factors include continuous professional development, availability of digital resources, administrative support from schools, and collaborative teacher networks. Despite existing constraints, this study recommends the implementation of ongoing technical training, curriculum integration of digital tools, and strengthened teacher collaboration to improve geography learning outcomes and better prepare students to meet 21st-century challenges.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.