cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 222 Documents
INNOVATIVE APPROACHES TO GEOGRAPHY LEARNING: A QUALITATIVE STUDY ON THE DEVELOPMENT OF GEO-CAPABILITIES Fitriana, Evi; Permatasari, Faudina
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32334

Abstract

Abstrak: Pendidikan geografi saat ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan akses terhadap teknologi, kurangnya pelatihan guru, serta dominasi metode pengajaran tradisional yang kurang mendukung pengembangan kemampuan geografi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus mengeksplorasi potensi pengembangan geo-capabilities di kalangan guru geografi di Jawa Timur dalam konteks keterbatasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan 20 guru geografi dari berbagai sekolah sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geo-capabilities mencakup kemampuan mengintegrasikan pengetahuan geografi dengan teknologi digital, yang dapat meningkatkan keterampilan analisis data spasial, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah. Faktor-faktor pendukung utama meliputi pelatihan profesional berkelanjutan, ketersediaan sumber daya digital, dukungan administrasi sekolah, serta jaringan kolaboratif antar guru. Meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala, studi ini merekomendasikan pentingnya pelatihan teknis yang berkelanjutan, integrasi teknologi ke dalam kurikulum, dan penguatan kolaborasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran geografi dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.  Abstract:  Geography education currently faces various challenges, including limited access to technology, inadequate teacher training, and the dominance of traditional teaching methods that hinder the optimal development of geographical competencies. This study aims to identify the challenges and explore the potential for developing geo-capabilities among geography teachers in East Java under such limitations. A qualitative case study approach was employed, involving 20 geography teachers from different schools as participants. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that geo-capabilities encompass the ability to integrate geographical knowledge with digital technologies, which enhances spatial data analysis, critical thinking, and problem-solving skills. Key supporting factors include continuous professional development, availability of digital resources, administrative support from schools, and collaborative teacher networks. Despite existing constraints, this study recommends the implementation of ongoing technical training, curriculum integration of digital tools, and strengthened teacher collaboration to improve geography learning outcomes and better prepare students to meet 21st-century challenges.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
ANALISIS MULTI-TEMPORAL PERUBAHAN TUTUPAN MANGROVE DAN PENGARUHNYA TERHADAP DINAMIKA ABRASI PANTAI DI BABULU LAUT KALIMANTAN TIMUR Fransisko Sitanggang; Arum Sekar Kedhaton; Sutriani Sutriani; Djayusman Djayusman
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.38421

Abstract

Abstrak: Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pesisir dan meredam abrasi pantai. Namun, tekanan antropogenik yang meningkat menyebabkan degradasi mangrove di berbagai wilayah pesisir, termasuk Babulu Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan mangrove secara multitemporal serta mengkaji pengaruhnya terhadap dinamika abrasi pantai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan citra Landsat Collection 2 Level-2 tahun 2006, 2016, dan 2026. Analisis dilakukan menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mengidentifikasi perubahan tutupan mangrove dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) untuk menganalisis dinamika perairan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tutupan mangrove mengalami penurunan signifikan dari ±435,1 ha pada tahun 2006 menjadi ±320,9 ha pada tahun 2026, atau berkurang sekitar 26,2%. Penurunan tutupan mangrove tersebut diikuti oleh peningkatan luasan badan air pada periode akhir pengamatan, yang mengindikasikan meningkatnya abrasi pantai. Temuan ini menegaskan bahwa degradasi mangrove berkontribusi terhadap peningkatan kerentanan pesisir terhadap abrasi, sehingga diperlukan pengelolaan pesisir terpadu berbasis pemantauan multitemporal.  Abstract:  Mangrove ecosystems play an important role in maintaining coastal stability and mitigating beach erosion. However, increasing anthropogenic pressure has led to the degradation of mangroves in various coastal areas, including Babulu Laut, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan. This study aims to analyze changes in mangrove cover over time and examine its impact on coastal erosion dynamics. The research method uses a descriptive quantitative approach based on remote sensing and Geographic Information System (GIS) by utilizing Landsat Collection 2 Level-2 images from the years 2006, 2016, and 2026. Analysis was conducted using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) to identify changes in mangrove cover and the Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) to analyze coastal water dynamics. The research results show that the area of mangrove cover experienced a significant decrease from ±435.1 ha in 2006 to ±320.9 ha in 2026, or a reduction of about 26.2%. The decrease in mangrove cover was followed by an increase in water body area in the later observation period, indicating increased coastal abrasion. These findings confirm that mangrove degradation contributes to increased coastal vulnerability to abrasion, necessitating integrated coastal management based on multitemporal monitoring.
DAMPAK PENAMBANGAN PASIR TERHADAP POLA PENGELUARAN DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA LABUAN LELEA KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA Putri Rezky Ameliya; Risma Fadhilla Arsyi; Iwan Alim Saputra; Arifuddin Abd Muis; Haslita Rahmawati Hasan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36107

Abstract

Abstrak: : Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah pasir yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh aktivitas penambangan pasir terhadap pola pengeluaran dan tingkat ekonomi masyarakat di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui angket dan observasi lapangan terhadap masyarakat penambang pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden menyatakan kegiatan penambangan pasir berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja baru. Namun demikian, peningkatan pendapatan tersebut juga menyebabkan perubahan pola pengeluaran yang cenderung lebih konsumtif, di mana sebagian besar penghasilan digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti kendaraan bermotor, barang elektronik, dan renovasi rumah. Selain memberikan manfaat ekonomi, aktivitas penambangan pasir menimbulkan ketimpangan sosial antarwarga serta penurunan minat terhadap sektor pertanian. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan pasir berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Labuan Lelea, namun perlu adanya pengelolaan ekonomi rumah tangga yang bijak serta pengawasan lingkungan dan sosial agar keberlanjutan ekonomi masyarakat dapat terjaga. Abstract:  Indonesia possesses abundant natural resources, one of which is sand, playing a vital role in supporting national infrastructure development. This study aims to describe the influence of sand mining activities on the spending patterns and economic levels of the community in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency. The research employed a qualitative descriptive approach, using questionnaires and field observations to collect data from sand-mining households. The results show that 90% of respondents agreed that sand mining activities positively impact the local economy, primarily through increased income and the creation of new employment opportunities. However, the rise in income has also led to more consumptive spending behavior, with much of the earnings allocated for non-essential goods such as motor vehicles, electronic devices, and home renovations. Despite the economic benefits, sand mining has contributed to social inequality and a decline in agricultural engagement among residents. Overall, this study concludes that sand mining significantly contributes to improving the welfare of the Labuan Lelea community, but there is a need for prudent household financial management and environmental and social oversight to ensure sustainable community development.
ANALISIS PENGARUH ANGIN MUSON TERHADAP DISTRIBUSI PM2.5 DAN IMPLIKASINYA PADA PENYEBARAN PENYAKIT Rajwa Ganesya Atallah; Nadiya Sabila Hasanah; Faridzatul Azna; Dinda Alisa Sopiana; Aisah Nurcahya; Tania Septi Anggraini
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37406

Abstract

Abstrak: PM2.5 adalah polutan berupa partikel halus berukuran mikrometer yang dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Paparan PM2.5 dalam jangka panjang diketahui dapat memperburuk berbagai penyakit hingga meningkatkan risiko kematian. Salah satu penyakit yang berpotensi dipengaruhi oleh paparan polusi udara, khususnya PM2.5, adalah tuberkulosis (TBC). Wilayah Jabodetabek sebagai kawasan metropolitan dengan aktivitas antropogenik yang tinggi serta dinamika meteorologi yang kompleks sangat rentan terhadap akumulasi dan transport polutan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial PM2.5 di Jabodetabek, mengkaji pengaruh angin muson terhadap pola penyebarannya, serta mengevaluasi implikasi spasialnya terhadap kejadian TBC. Data PM2.5 diperoleh dari stasiun pemantauan World Air Quality Index (WAQI) dan estimasi berbasis citra Sentinel-5P TROPOMI menggunakan metode regresi Random Forest. Pola transport polutan dianalisis menggunakan model backward trajectory HYSPLIT. Hasil RMSE, MAE, dan akurasi R² menunjukkan bahwa performa model Random Forest masih rendah. Nilai RMSE sebesar 14,296 dan MAE sebesar 12,827 mencerminkan kesalahan prediksi yang cukup besar, sedangkan nilai R² (0,179) mengindikasikan bahwa model belum mampu menjelaskan variasi konsentrasi PM2.5 di wilayah Jabodetabek pada tahun 2024. Dengan adanya penelitian ini, daerah yang tidak memiliki stasiun pengamatan polusi udara tetap dapat mengetahui sebaran PM2.5 dengan data penginderaan jauh yang bersifat kontinu. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat mendukung Pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada tujuan ke-tiga, yaitu kehidupan sehat dan sejahterah. Abstract:  PM2.5 is a pollutant in the form of fine particles measuring micrometers that can be easily inhaled and enter the respiratory system. Long-term exposure to PM2.5 is known to exacerbate various diseases and increase the risk of death. One disease that is potentially affected by exposure to air pollution, particularly PM2.5, is tuberculosis (TB). The Greater Jakarta area, as a metropolitan area with high anthropogenic activity and complex meteorological dynamics, is highly susceptible to the accumulation and transport of air pollutants. This study aims to analyze the spatial distribution of PM2.5 in Greater Jakarta, examine the influence of monsoon winds on its distribution patterns, and evaluate its spatial implications for TB incidence. PM2.5 data were obtained from the World Air Quality Index (WAQI) monitoring station and Sentinel-5P TROPOMI image-based estimates using the Random Forest regression method. Pollutant transport patterns were analyzed using the HYSPLIT backward trajectory model. The RMSE, MAE, and R² accuracy results indicate that the performance of the Random Forest model is still low. The RMSE value of 14.296 and MAE value of 12.827 reflect a significant prediction error, while the R² value (0.179) indicates that the model is not yet able to explain the variation in PM2.5 concentrations in the Greater Jakarta area in 2024. With this research, areas that do not have air pollution monitoring stations can still obtain information on the spatial distribution of PM₂.₅ using continuous remote sensing data. Therefore, this study is expected to support sustainable development (SDGs), particularly Goal 3, which focuses on ensuring healthy lives and promoting well-being.
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PERTANIAN KULTURAL DI DESA UEMAKUNI, KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA Esmawati G.Pija; Risma Fadhilla Arsy; Arifuddin Abd Muis; Zakirah Raihani Ya'la
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35883

Abstract

Hasil panen pertanian di Desa Uemakuni masih mengalami naik turun setiap tahunnya. Walaupun desa ini memiliki lahan yang subur, iklim yang mendukung, dan masyarakatnya semangat dalam bergotong royong. Naik turunnya hasil panen ini kemungkinana disebabkan oleh cara pengelohan lahan masih tradisional dan penggunaan teknologi yang belum maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana penggunaan lahan memengaruhi produktivitas pertanian di Desa Uemakuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan terhadap produktivitas pertanian kultural di Desa Uemakuni dengan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Populasi berjumlah 183 petani aktif, pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil evalusai CIPP menunjukan bahwa pertanian masih  bersifat kultural. Aspek input, petani menggunakan bibit unggul, pupuk kimia, dan peptisida. Proses budidayanya  masih tradisional yaitu dengan tebas bakar, pola tanam tumpangsari dan polikultural, serta pemeliharaan manual. Hasil produktivitas menunjukan perkembangan positif dengan hasil rata-rata pertahun tanaman kelapa 7.361 butir/ha, jagung 10,25 ton/ha, dan cabai 454,8 kg/ha. Secara umum, pertanian di desa ini telah menopang ekonomi masyarakatnya, namun disarankan adanya peningkatan dalam pengelolaan lahan dan penggunana teknologi yang lebih baik lagi.  Abstract: Agricultural yields in Uemakuni Village continue to fluctuate annually. Despite its fertile land, favoable climate, and strong community spirit of mutual cooperation, these fluctuations in yields are likely due to traditional land management pratices and the suboptimal use of technology. Therefore, an evaluation is needed to determine how land use affects agricultural productivity in Uemakuni Village. This study aims to evaluate land use on cultural agricultural productivity in Uemakuni Village through quantitative descriptive analysis using the CIPP ( Context, Input, process, product) model. The population consisted of 183 active farmers, and purposive sampling was used. The CIPP evaluation results indicate that agriculture remains cultural. In terms of input, farmers use superior seeds, chemical fertilizers, and pesticides. Cultivation processes are still traditional including slash land burn, intercropping and polycultural planting patterns, and manual maintenance. Productivity results  show positive progress, with an average annual yield of 7,361 coconuts/ha, 10.25 tons/ha of corn/ha, and 454.8 kg/ha of chilies. Overall, agricultural in this village has supported the community’s economy, but improvements in land management and the use of better technology are recommended. 
ANALISIS SPASIAL PEMILIHAN RITEL MODERN MASYARAKAT PERKOTAAN MENGGUNAKAN HUFF MODEL Desti Meirisa Putri; Muhamad Hoer Nurodin; Faiz Dzulfikar Akhmad; Saskia Syafinda Fyndiani; Achmad Fadhilah; Lili Somantri
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37554

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi spasial konsumen terhadap ritel modern di Kota Bandung menggunakan Huff Model berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini didasari oleh pesatnya urbanisasi dan peningkatan jumlah ritel modern yang dapat menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan. Data penelitian meliputi titik lokasi ritel, luas bangunan, rating, jumlah pengunjung, jumlah penduduk per kecamatan dan batas administrasi kecamatan yang diperoleh melalui web scraping, digitasi dan sumber resmi seperti BIG dan BPS. Huff Model digunakan untuk mengukur probabilitas kunjungan, potensi penjualan (sales), dan jangkauan pasar (market area) berdasarkan daya tarik (attractiveness) dan jarak (distance) antara ritel dan wilayah konsumen. Hasil menunjukkan bahwa ritel di pusat kota seperti Yogya Riau Junction dan Borma Riung Bandung memiliki nilai probabilitas kunjungan, potensi penjualan dan jangkauan pasar tertinggi karena memiliki daya tarik besar dan lokasi strategis. Sementara itu, ritel di pinggiran kota seperti Griya Arcamanik dan Griya Batununggal menunjukkan pola dominasi lokal dengan jangkauan yang lebih sempit. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara faktor daya tarik dan jarak sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam memilih lokasi berbelanja. Hasil pemodelan dapat digunakan untuk perencanaan tata ruang dan strategi pengembangan jaringan ritel modern yang lebih merata dan efisien di Kota Bandung. Abstract:  This study aims to analyze consumer spatial preferences for modern retail in Bandung City using the Huff Model based on Geographic Information Systems (GIS). This study is based on rapid urbanization and an increase in the number of modern retailers, which can cause changes in urban consumption patterns. The research data includes retail location points, building area, ratings, number of visitors, population per sub-district, and administrative boundaries obtained through web scraping, digitization, and official sources such as BIG and BPS. The Huff Model is used to measure the probability of visits, sales potential, and market area based on attractiveness and distance between retailers and consumer areas. The results show that retailers in city centers such as Yogya Riau Junction and Borma Riung Bandung have the highest visit probability, sales potential, and market area values because they have great attractiveness and strategic locations. Meanwhile, retailers on the outskirts such as Griya Arcamanik and Griya Batununggal show a pattern of local dominance with a narrower reach. These findings confirm that the combination of attractiveness and distance factors greatly influences consumer behavior in choosing shopping locations. The modeling results can be used for spatial planning and strategies to develop a more equitable and efficient modern retail network in Bandung City.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI MANUI DI DESA MEMBUKE KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO Arifuddin Abd Muis; Suwarni Suwarni; Abdul Hamid
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36123

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai Manui di Desa Membuke, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dengan menggunakan pendekatan Theory of Change (ToC). Pendekatan ini digunakan untuk menilai sejauh mana keterlibatan masyarakat mampu mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas pemerintah desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi pada empat tahapan utama pengelolaan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Partisipasi tersebut menghasilkan dampak sosial berupa meningkatnya kerja sama dan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan; dampak ekonomi berupa terbukanya peluang usaha seperti warung makan dan penjualan hasil laut; serta dampak lingkungan berupa meningkatnya upaya pelestarian kawasan pantai melalui kegiatan gotong royong. Berdasarkan analisis Theory of Change, partisipasi masyarakat berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan pariwisata desa serta pelatihan manajemen wisata diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan wisata Pantai Manui.  Abstract: This study aims to analyze the form and level of community participation in the management of Manui Beach tourism in Membuke Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, using the Theory of Change (ToC) approach. This approach is used to assess the extent to which community involvement can drive social, economic, and environmental change in the tourism area. This study employed a descriptive qualitative method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Sixteen informants participated in the study, consisting of village officials, local residents, and tourists. The results indicate a high level of community participation in the four main stages of management: planning, implementation, utilization of results, and monitoring. This participation has resulted in social impacts in the form of increased cooperation and collective awareness in maintaining environmental cleanliness; economic impacts in the form of business opportunities such as food stalls and seafood sales; and environmental impacts in the form of increased coastal conservation efforts through mutual cooperation activities. Based on the Theory of Change analysis, community participation contributes to achieving independent and sustainable tourism management. Therefore, strengthening village tourism institutions and providing tourism management training are needed to support the sustainable management of Manui Beach tourism.  
PENGEMBANGAN PAPAN INFORMASI BERBASIS PETA DIGITAL DI SUMBER AIR TUK GEDAT TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU Irkham Ibra Maulana; Roisyah Budiati; Edi Kurniawan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37888

Abstract

Abstrak: Sumber air Tuk perlu dijaga kelestariannya dengan melakukan pengembangkan media yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan penelitian 1) Mengembangkan media papan informasi berbasis peta digital 2) Mengetahui pengaruh penggunaan media terhadap pengetahuan masyarakat. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel Purposive yaitu berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data observasi, kuesioner, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yaitu deskriptif, uji normalitas, homogenitas, dan t-test. Hasil penelitian 1) Pengembangan media ADDIE yaitu Analysis permasalahan berupa minimnya pemeliharaan dan ketersediaan informasi Sumber Air, design dengan menyusun tampilan media menggunakan Google My Maps berbasis GIS, development dengan membuat tautan atau link peta digital dan dilakukan validasi ahli media dengan skor 91%  lalu dilakukan revisi, implementation adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi serta tata cara penggunaan QR Code dan evaluation kekurangan serta kelebihan media. 2) Berdasarkan uji t-test pengembangan media Papan Informasi berbasis Peta Digital  memiliki pengaruh terhadap pengetahuan masyarakat dengan nilai Sig 0,011 hal tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang semakin meningkat dengan adanya informasi dan tata cara pemeliharaan sumber air Tuk Gedat.  Abstract:  The sustainability of water sources needs to be maintained by developing media that can increase public knowledge. Research objectives: 1) To develop digital map-based information boards; 2) To determine the effect of media use on public knowledge. The research method is development research with a quantitative approach. The sampling technique is purposive, based on specific criteria. Data collection methods observation, questionnaires, interviews, documentation, and tests. Data analysis techniques include descriptive analysis, normality, homogeneity, and t-tests. Research results 1) ADDIE media development, namely analysis of problems in the form of minimal maintenance and availability of water source information, design by compiling media displays using Google My Maps based on GIS, development by creating digital map links and conducting media expert validation of 91%, then revisions were made, implementation was to provide in-depth understanding of the functions and procedures for using QR codes, and evaluation of the strengths and weaknesses of the media. 2) Based on the t-test, the development of Digital Map-based Information Board media has an effect on public knowledge with a Sig value 0.011. This can be seen from the increasing behavior of the community with availability of information and procedures for maintaining the Tuk Gedat water source.
PENINGKATAN LITERASI KEBENCANAAN HIDROMETEOROLOGI MELALUI VIDEO EDUKASI DIGITAL PADA MATERI MITIGASI BENCANA BANJIR DI ERA PERUBAHAN IKLIM Akbar Maulana; Nurul Khotimah; Eko Budiyanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35939

Abstract

bstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kebencanaan hidrometeorologi peserta didik melalui penggunaan video edukasi digital pada materi mitigasi bencana banjir di era perubahan iklim. Metode penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design yang melibatkan siswa kelas XI IPS di SMAS Taman Madya Jetis. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran menggunakan media video edukasi digital, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 20,23 dibandingkan kelompok kontrol sebesar 18,55 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penerapan video edukasi digital terbukti mampu meningkatkan literasi kebencanaan hidrometeorologi siswa secara signifikan. Media ini berperan dalam memperjelas konsep, memperkuat pemahaman terhadap materi mitigasi banjir, serta menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di era perubahan iklim. Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat mendorong penggunaan media video yang lebih terarah dalam pembelajaran geografi, sehingga siswa semakin mudah memahami konsep kebencanaan dan mampu mengembangkan kesiapsiagaan yang lebih baik. Pendekatan ini juga bisa diterapkan pada materi kebencanaan lain agar siswa lebih tanggap terhadap risiko hidrometeorologi. Abstract:  This study aims to improve students' hydrometeorological disaster literacy through the use of digital educational videos on flood disaster mitigation in the era of climate change. The research method used is a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design involving 11th grade social studies students at SMAS Taman Madya Jetis. The experimental group received lessons using digital educational videos, while the control group followed conventional lessons. Data were collected through knowledge tests that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using normality, homogeneity, and independent t-tests using SPSS version 26 software. The results showed a significant increase in the posttest mean score of the experimental group of 20.23 compared to the control group of 18.55 with a significance value of 0.000 < 0.05. The use of digital educational videos has been proven to significantly improve students' hydrometeorological disaster literacy. This medium plays a role in clarifying concepts, strengthening understanding of flood mitigation material, and raising students' awareness of the importance of disaster preparedness in the era of climate change. The results of this study are expected to encourage the more targeted use of video media in geography lessons, so that students can more easily understand disaster concepts and develop better preparedness. This approach can also be applied to other disaster-related materials so that students are more responsive to hydrometeorological risks.