cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 222 Documents
PEMANTAUAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN TEMPERATURE VEGETATION DRYNESS INDEX (TVDI) DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEKANAN ANTROPOGENIK DI KOTA MALANG Naufal Tamam Sartono; Reinada Mutiara; Ighfirllah Hayya; Radhwa Irsya; Andhika Putra Ilhami; Muhammad Yazid Hidayatullah; Sony Nugratama Hijrawadi; Tri Wandi Januar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37186

Abstract

Abstrak: Fenomena kekeringan di wilayah perkotaan semakin diperparah oleh tekanan aktivitas manusia dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kekeringan dan hubungannya dengan tekanan antropogenik di Kota Malang periode 2015, 2020, dan 2025. Metode yang digunakan mengintegrasikan Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) yang dihitung dari Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) menggunakan citra Landsat 8, serta Anthropogenic Pressure Index (API) yang memanfaatkan data cahaya malam (VIIRS-NTL) dan Point of Interest (POI). Hasil penelitian menunjukkan penurunan tutupan vegetasi secara signifikan di pusat kota yang diikuti oleh peningkatan suhu permukaan hingga melebihi 32°C pada tahun 2025. Analisis TVDI memperlihatkan perluasan area kekeringan dari pusat kota ke arah pinggiran, dengan dominasi nilai kekeringan sedang hingga tinggi pada tahun 2025 akibat hilangnya vegetasi dan kenaikan suhu. Sementara itu, tekanan antropogenik tertinggi berada di Kecamatan Klojen, berkorelasi positif dengan intensitas pembangunan. Penelitian ini merekomendasikan intervensi tata ruang berbasis data spasial untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 13 dalam mitigasi perubahan iklim perkotaan. Abstract:  The phenomenon of drought in urban areas is further exacerbated by the pressure of human activities and climate change. This study aims to monitor drought and its relationship to anthropogenic pressure in Malang City in the period 2015, 2020, and 2025. The method used integrates the Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) calculated from Land Surface Temperature (LST) and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using Landsat 8 imagery, as well as the Anthropogenic Pressure Index (API) utilizing night light data (VIIRS-NTL) and Point of Interest (POI). The results show a significant decrease in vegetation cover in the city center followed by an increase in surface temperature to exceed 32°C in 2025. The TVDI analysis shows an expansion of the drought area from the city center towards the outskirts, with a dominance of moderate to high drought values in 2025 due to the strong sensitivity between vegetation loss and temperature increases. Meanwhile, the highest anthropogenic pressure is concentrated in Klojen District, positively correlated with development intensity. This study recommends spatial data-based spatial planning interventions to support Sustainable Development Goals (SDGs) 13 in mitigating urban climate change.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SMA NEGERI 10 SIGI Abdul Farid; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36424

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi dengan menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perancanaa penanggulangan bencana, penguranggan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam peneltian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Aspek persentase tentang pengatahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan penaggulangan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa tentang mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perencanaan manajemen bencana, pengurangan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Persentase aspek pengetahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan manajemen bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap. 
ANALISIS PERSEPSI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN KONATIF SISWA TERHADAP PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA MAARIF LAWANG Muhammad Arya Dilla Faqih; Budi Handoyo; Sumarmi Sumarmi; Satti Wagistina
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.38046

Abstract

Abstrak: Pendekatan deep learning dalam pembelajaran geografi menekankan keterlibatan aktif siswa serta pengembangan berpikir kritis dan reflektif. Namun, pada tahap awal penerapannya, persepsi siswa terhadap pendekatan ini belum diketahui secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap penerapan deep learning dalam pembelajaran geografi di SMA Maarif Lawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat tingkat melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa memiliki persepsi sangat baik terhadap penerapan deep learning. Berdasarkan aspek penilaian, aspek afektif menunjukkan hasil tertinggi dalam persepsi, diikuti aspek konatif, sedangkan aspek kognitif menunjukkan persentase terendah. Secara keseluruhan, pendekatan deep learning dinilai memberikan manfaat terhadap pengalaman belajar siswa, meskipun belum sepenuhnya optimal dalam meningkatkan pemahaman kognitif secara merata. Abstract:  The deep learning approach in geography learning emphasizes active student involvement and the development of critical and reflective thinking. However, in the early stages of its implementation, students' perceptions of this approach are not yet clearly known. This study aims to determine how students perceive the application of deep learning in geography learning at Maarif Lawang High School. This study uses a descriptive quantitative method with a survey design. The research sample consisted of 30 eleventh-grade students selected using total sampling technique. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire via Google Form. The results showed that most students had a very good perception of the application of deep learning. Based on the assessment aspects, the affective aspect showed the highest results in perception, followed by the conative aspect, while the cognitive aspect showed the lowest percentage. Overall, the deep learning approach is considered to provide benefits to students' learning experiences, although it is not yet fully optimal in improving cognitive understanding evenly.
DINAMIKA KONFLIK LAUT CHINA SELATAN DALAM PERSPEKTIF GEOPOLITIK GLOBAL: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS DENGAN ANALISIS VOSVIEWER Arief Rahman Husein; Bambang Syaeful Hadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36065

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian geopolitik dan keamanan maritim di Laut China Selatan dalam konteks rivalitas kekuatan besar dan dinamika kawasan Indo-Pasifik. Pendeketan yang digunakan adalah pendekatan Systematic Literature Review(SLR) dengan kerangka PICo (Population, Interest, and Context) serta prosedurr seleksi berbasis PRISMA untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas proses penyaringan literatur. Artikel dikumpulkan dari basis data ilmiah dalam publikasi 201-2024. Melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan uji kelayakan berdsarakan kriteria inklusi dan ekslusi diperoleh 165 artikel relevan yang dikaji. Analisis bibliometrik menggunakan perangkat VOSviewer untuk memetakan pola ko-occurrence, kata kunci klaster tematik, serta tren perkembangan penelitian. Hasil menunjukan adanya pergeseran fokus kajian dari dominasi isu sengketa teritorial dan rivalitas kekuatan berbasis power politics menuju pendekatan keamanan maritim yang bersifat multi dimensional, mencakup stabilitas Sea Lines of Communications (SLOC), diplomasi maritim,, serta kerjasama regional. Implikasi penelitian ini memperkaya analisis geopolitik maritim dengan mengintegrasikan prespektif keamanan tradisional dan non-tradisonal dalam kawasan Indo-Pasifik dengan memahami dinamika geopolitik. Abstract: This study aims to analyze the development of geopolitical and maritime security studies in the South China Sea in the context of great power rivalry and dynamics in the Indo-Pacific region. The approach used is the Systematic Literature Review (SLR) approach with the PICo (Population, Interest, and Context) framework and a PRISMA-based selection procedure to ensure transparency and accountability of the literature screening process. Articles are collected from scientific databases in the 201-2024 publication. Through the stages of identification, screening, and feasibility testing based on inclusion and exclusion criteria, 165 relevant articles were obtained that were studied. Bibliometric analysis uses the VOSviewer device to map co-occurrence patterns, thematic cluster keywords, and research development trends. The results show that there is a shift in the focus of the study from the dominance of territorial disputes and power rivalries based on power politics to a multi-dimensional approach to maritime security, including the stability of the Sea Lines of Communications (SLOC), maritime diplomacy, and regional cooperation. The implications of this study enrich the analysis of maritime geopolitics by integrating traditional and non-traditional security perspectives in the Indo-Pacific region by understanding geopolitical dynamics.  
ADAPTASI PETANI DALAM MENGHADAPI BENCANA KEKERINGAN DI DESA BERGOLO KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Siti Nur Aminanda Yuliyanti; Dewi Liesnoor Setyowati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.38804

Abstract

Abstrak: Kekeringan merupakan bencana hidrometeorologi yang mempengaruhi ekosistem pertanian, terutama di wilayah dengan daya simpan air rendah. Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora termasuk wilayah yang rentan terhadap kekeringan berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kekeringan, mengidentifikasi adaptasi pengelolaan lahan oleh petani, serta mengetahui tingkat adaptasi struktural dan non-struktural. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 93 petani yang dipilih dengan proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skoring skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan menurunkan ketersediaan air irigasi dan hasil panen. Adaptasi dilakukan melalui strategi struktural seperti pipanisasi, pompa air, sistem irigasi, dan sumur jobin, serta strategi non-struktural berupa penyesuaian pola dan waktu tanam, diversifikasi tanaman, penggunaan varietas yang sesuai, dan pengelolaan udara yang efisien. Adaptasi struktural berada pada kategori sedang (56,99%) dan tinggi (43,01%), sedangkan adaptasi non-struktural didominasi kategori tinggi (91,40%). Temuan ini menunjukkan bahwa kapasitas adaptif petani lebih kuat pada penyesuaian praktik budidaya dibandingkan penguatan infrastruktur pengelolaan udara.Abstrak: Kekeringan merupakan bahaya hidrometeorologi yang memengaruhi keberlanjutan sistem pertanian, khususnya di daerah dengan kapasitas retensi air yang rendah. Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora rentan terhadap kejadian kekeringan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kekeringan, mengidentifikasi strategi adaptasi pengelolaan lahan petani, dan menguji tingkat adaptasi struktural dan non-struktural. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan menggunakan survei terhadap 93 petani yang dipilih melalui pengambilan sampel acak proporsional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik penilaian skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan mengurangi ketersediaan air irigasi dan hasil panen. Petani menerapkan adaptasi struktural seperti jaringan pipa, pompa air, sistem irigasi, dan sumur bor, serta adaptasi non-struktural termasuk penyesuaian pola tanam dan jadwal tanam, diversifikasi tanaman, pemilihan varietas yang tepat, dan pengelolaan air yang efisien. Adaptasi struktural berada pada kategori sedang (56,99%) dan tinggi (43,01%), sedangkan adaptasi non-struktural sebagian besar tinggi (91,40%). Temuan ini menunjukkan bahwa kapasitas adaptasi petani lebih kuat dalam menyesuaikan praktik budidaya daripada dalam memperkuat infrastruktur pengelolaan air. 
SPATIAL ANALYSIS OF FLOOD SUSCEPTIBILITY AND ITS IMPACT ON EDUCATIONAL FACILITIES IN TANGERANG CITY Hermawan Setiawan; Andri Noor Ardiansyah; Syairul Bahar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36733

Abstract

Abstrak:  Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan luas serta menimbulkan kerugian di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Penelitian ini menganalisis distribusi spasial kerawanan banjir dan kaitannya dengan lokasi fasilitas pendidikan di Kota Tangerang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan metode Weighted Sum yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) serta melibatkan berbagai parameter fisik dan antropogenik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas kerawanan sedang dan tinggi mendominasi, masing-masing mencakup sekitar 6.300 ha dan 6.574 ha, sedangkan kelas sangat tinggi mencapai 2.022 ha. Sekitar 78,6% fasilitas pendidikan berada pada wilayah dengan tingkat risiko banjir sedang hingga sangat tinggi. Kecamatan dengan tingkat kerawanan tertinggi meliputi Tangerang, Ciledug, dan Pinang, sedangkan Batuceper, Neglasari, dan Benda tergolong rendah hingga sangat rendah. Temuan ini menegaskan bahwa curah hujan, topografi, jenis tanah, dan lahan terbangun berperan penting dalam menentukan kerawanan banjir, serta menjadi dasar mitigasi risiko fasilitas pendidikan dan kebijakan tata ruang wilayah. Abstract:  Floods are hydrometeorological disasters that cause extensive damage and lead to economic, health, and educational losses. This study analyzes the spatial distribution of flood susceptibility and its relationship with educational facilities in Tangerang City. A quantitative approach was applied using the Weighted Sum method integrated with Geographic Information Systems (GIS) and multiple physical and anthropogenic parameters. The results show that moderate and high susceptibility classes dominate, covering approximately 6,300 ha and 6,574 ha, while the very high class reaches 2,022 ha. About 78.6% of educational facilities are located in areas with moderate to very high flood risk. Districts with the highest susceptibility include Tangerang, Ciledug, and Pinang, whereas Batuceper, Neglasari, and Benda show low to very low risk. These findings highlight the interaction of rainfall, topography, soil type, and built-up land in shaping flood Susceptibility and provide a basis for educational facility risk mitigation and spatial planning policies.
PERAN FESTIVAL DANAU LINDU SEBAGAI DAYA TARIK BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN LOKAL DI DESA TOMADO G.S. Marhaendra; Haslita Rahmawati Hasan; Nurvita Nurvita; Arifuddin Abd Muis
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35622

Abstract

Abstrak:Festival Danau Lindu merupakan salah satu agenda penting di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi sekaligus pendorong perkembangan sektor pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Festival Danau Lindu sebagai daya tarik budaya serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di Desa Tomado. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya seperti tarian tradisional, ritual adat, dan lomba perahu, tetapi juga menjadi ruang edukasi, diplomasi budaya, serta sarana pemberdayaan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat. Dari sisi ekonomi, perputaran transaksi selama festival tahun 2025 mencapai Rp915.074.000 dengan multiplier effect mencapai Rp3,5 miliar. Dampak tersebut dirasakan oleh pelaku UMKM, penyedia homestay, jasa transportasi, serta pemuda yang memperoleh pengalaman kerja dalam pengelolaan event berbasis budaya. Kendati demikian, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain keterbatasan infrastruktur, publikasi yang belum optimal, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta faktor cuaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Danau Lindu merupakan manifestasi sinergi antara budaya, ekologi, dan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan. Peningkatan koordinasi, penguatan publikasi, dan perbaikan fasilitas menjadi kunci bagi pengembangan festival di masa mendatang. Abstract:The Lake Lindu Festival is one of the key events in Sigi Regency, Central Sulawesi, serving as a medium for preserving traditions while also driving the development of the regional tourism sector. This study aims to analyze the role of the Lake Lindu Festival as a cultural attraction and its impact on the local economy of Tomado Village. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, structured interviews, and documentation. The findings reveal that the festival not only showcases cultural performances such as traditional dances, customary rituals, and boat races, but also functions as a space for education, cultural diplomacy, and social empowerment that strengthens community cohesion. Economically, the festival generated a total turnover of IDR 915,074,000 in 2025, with a multiplier effect estimated at IDR 3.5 billion. The benefits were directly felt by local entrepreneurs, homestay providers, transport services, and youth groups who gained valuable experience in managing culture-based events. However, several challenges remain, including limited infrastructure, suboptimal publicity, uneven community participation, and unpredictable weather conditions. This study concludes that the Lake Lindu Festival represents a synergy of culture, ecology, and economy aimed at sustainability. Strengthening coordination, improving facilities, and enhancing promotion are essential for the festival’s future development.
ANALISIS DISTRIBUSI INDUSTRI BESAR DAN SEKTOR UNGGULAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Sabrina Nurul Fadhila; Amena Ummu Fathi Ruwanda; Mujaddid Azka Fikri Ghajali; Ardan Primasandi; Anis Kurlilah; Conilya Zahra Putri Pujiono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.38221

Abstract

Abstrak: Distribusi industri besar dan keberadaan sektor unggulan memiliki peran penting dalam membentuk kondisi sosial ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh distribusi industri terhadap kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder dengan analisis Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi sektor basis dan nonbasis berdasarkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi industri besar di Kabupaten Tulungagung cenderung terkonsentrasi pada kecamatan dengan aksesibilitas serta infrastruktur ekonomi yang lebih baik. Terdapat beberapa sektor industri teridentifikasi sebagai sektor unggulan yang berperan signifikan dalam perekonomian daerah. Konsentrasi industri dan sektor unggulan tersebut berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta dinamika migrasi penduduk, sehingga turut membentuk perbedaan kondisi sosial ekonomi antarwilayah di Kabupaten Tulungagung. Abstract: The distribution of large industries and the existence of leading sectors play an important role in shaping the socio-economic conditions. This study aims to analyse the influence of the distribution of industries on the socio-economic conditions in Tulungagung Regency. The research method used a descriptive quantitative approach with primary and secondary data sources and Location Quotient (LQ) analysis to identify base and non-base sectors based on their contribution to the GDP and labour. The results show that the distribution of large industries in Tulungagung Regency concentrated in sub-districts with better accessibility and economic infrastructure. Several industrial sectors were identified as leading sectors that play a significant role in the regional economy. The concentration of these industries and leading sectors has an impact on increasing economic activity, labour absorption, and population migration dynamics, thereby contributing to differences in socio-economic conditions between regions in Tulungagung.
KONSERVASI LINGKUNGAN EKOWISATA TAMAN ANGGREK DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Fadilah Lamangkona; Haslita Rahmawati Hasan; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36097

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara menjaga lingkungan di Taman Anggrek Bancea yang terletak di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Peneliti juga ingin melihat peran yang dimainkan oleh masyarakat setempat dan pihak pengelola dalam menjaga kelestarian taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengelola, warga, dan pemerintah desa, serta mencatat informasi di lapangan.Taman Anggrek Bancea memiliki kemungkinan besar menjadi tempat penting untuk mengawetkan flora, terutama jenis anggrek yang hanya terdapat di daerah ini seperti Vanda celebica dan Grammatophyllum stapeliiflorum. Namun, kondisi taman yang tidak terawat, turunnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan fasilitas dan dana menyebabkan upaya konservasi belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi masih dilakukan secara sederhana dan tidak rutin. Upaya yang dilakukan meliputi menjaga habitat alami, menanam tanaman asli, melakukan budidaya anggrek sendiri, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan taman. Meski begitu, kurangnya pengawasan, lemahnya aturan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan menjadi hambatan utama. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi yang terpadu, seperti meningkatkan pendidikan lingkungan, memperkuat kelompok wisatawan yang peduli lingkungan (Pokdarwis), serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas serta program pelatihan konservasi. Dengan manajemen yang baik, Taman Anggrek Bancea bisa menjadi contoh ekowisata yang berbasis konservasi, tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.  Abstract:This study aims to understand environmental conservation practices in the Bancea Orchid Garden, located in Bancea Village, South Pamona District, Poso Regency. The study also examines the roles played by the local community and management in preserving the garden. Bancea Orchid Garden has the potential to become an important site for preserving flora, particularly orchid species unique to the area, such as Vanda celebica and Grammatophyllum stapeliiflorum. However, the garden's unkempt condition, declining community participation, and limited facilities and funding have prevented conservation efforts from proceeding effectively. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through direct observation, interviews with managers, residents, and the village government, and field notes. The results indicate that conservation activities are still carried out simply and irregularly. These efforts include maintaining the natural habitat, planting native plants, cultivating orchids, and working together to maintain the garden's cleanliness. However, lack of supervision, weak regulations, and low public awareness of the environment remain major obstacles. Toimprove this situation, an integrated strategy is needed, such as improving environmental education, strengthening environmentally conscious tourist groups (Pokdarwis), and securing support from local governments in providing facilities and conservation training programs. With proper management, Bancea Orchid Garden could become an example of conservation-based ecotourism, not only preserving biodiversity but also improving the well-being of local residents. 
ANALISIS SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PALU Arhun Gemilang Taqwa; Rahmawati Rahmawati; Khairurraziq Khairurraziq; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37298

Abstract

Abstrak: Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Palu memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau, sehingga diperlukan kajian spasial untuk memahami pola sebaran, kerapatan, distribusi, dan kecukupan ruang terbuka hijau publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran, kerapatan, pola distribusi, serta tingkat kecukupan. Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di Kota Palu memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui tiga metode, yaitu kernel density, nearest neighbor analysis, dan analisis skoring deskriptif untuk menilai kondisi aktual serta ketimpangan penyediaan ruang hijau antarwilayah. Hasil menunjukkan bahwa Mantikulore dan Palu Selatan merupakan kawasan dengan konsentrasi RTH publik tertinggi, sedangkan Tawaeli, Palu Utara, dan Ulujadi memiliki kerapatan rendah. Nilai NNR < 1 menandakan pola persebaran RTH publik bersifat mengelompok, dengan titik-titik ruang hijau terfokus di kawasan tengah kota. Persentase luas RTH publik per kecamatan juga memperlihatkan ketimpangan, di mana Palu Selatan mencapai 8,95 persen dan Mantikulore 7,96 persen, sementara Tawaeli hanya 0,17 persen, Palu Utara 0,17 persen, dan Ulujadi 0,67 persen. Secara keseluruhan, rata-rata RTH publik Kota Palu hanya 1,03 persen, menegaskan perlunya strategi pengembangan ruang hijau yang lebih merata di seluruh wilayah. Abstract:  The development of urban areas in Palu City presents challenges in meeting the need for green space, necessitating a spatial study to understand the distribution patterns, density, and adequacy of Public Open Green Space. This research aims to analyze the distribution, density, distribution patterns, and adequacy levels. Public Green Open Space (RTHP) in Palu City using Geographic Information System (GIS). Using GIS-based analysis through three methods, namely kernel density, nearest neighbor analysis, and descriptive scoring analysis, to assess the current conditions and disparities in green space provision between regions. The results show that Mantikulore and South Palu are areas with the highest concentration of public green space, while Tawaeli, North Palu, and Ulujadi have low density. An NNR value < 1 indicates a clustered distribution pattern of public green spaces, with green space points concentrated in the central city area. The percentage of public green space area per sub-district also shows disparities, with South Palu reaching 8.95 percent and Mantikulore 7.96 percent, while Tawaeli is only 0.17 percent, North Palu 0.17 percent, and Ulujadi 0.67 percent. Overall, the average public green space in Palu City is only 1.03 percent, emphasizing the need for a more equitable green space development strategy across all areas.