cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023)" : 10 Documents clear
Pemanfaatan Ekstrak Daun Tanaman Kelor Sebagai Detektor Alami Rhodamin B Aris Anwar; Natasya Anisah Roslianti; Putri Patma Sari; Putri Syafira Khairani; Putri Nur Awalia; Noorma Kurnyawaty
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8050

Abstract

Saus merupakan jenis bumbu penyedap makanan berbentuk bubur, dengan warna merah atau oranye. Biasanya saus ditambahkan ke makanan sebagai penambah cita rasa, pada kasus tertentu terdapat pedagang yang tidak jujur dalam penggunaan produk saus. Seperti banyak kasus, untuk membuat saus terlihat lebih segar saus biasa ditambahkan pewarna makanan berwarna merah. Tidak jarang pewarna yang ditambahkan adalah pewarna tekstil berbahaya seperti rhodamin B. Jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai pernyakit seperti kerusakan hati dan ginjal, gangguan fisiologis tubuh, atau bahkan dapat menyebabkan timbulnya kanker hati. Untuk menghindari hal tersebut, muncul inovasi baru yaitu dektektor rhodamin B dari ekstrak daun tanaman kelor. Pada pembuatan inovasi dilakukan beberapa uji yaitu pengaruh detektor terhadap saus, penentuan kadar vitamin C, dan uji terhadap sampel. Hasil dari empat uji tersebut menunjukkan konsentrasi vitamin c tidak terlalu mempengaruhi perubahan warna. Konsentrasi yang dipakai adalah konsentrasi 2% dengan perubahan warna menjadi merah kirmizi jika positif. Diketahui hanya ada satu sampel saus yang dipakai oleh pedagang mengandung rhodamin B. Dari penelitian inovasi yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan daun kelor dapat dijadikan alternatif uji kualitatif penentuan rhodamin B pada saus yang berdedar di Kecamatan Samarinda Sebrang, Samarinda. Kata kunci: Rhodamin b, Kelor (Moringa oleifera), Vitamin C, Kit
PERBANDINGAN METODE MOHR DAN VOLHARD DALAM PENETAPAN KADAR KLORIDA AIR SUNGAI PANGPANG DESA TAPANREJO Ani Qomariyah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8217

Abstract

Senyawa bermuatan negatif (anion) anorganik utama yang bersifat mudah larut dengan air dan berada di perairan adalah ion klorida. Ion klorida yang konsentrasinya melebihi kadar maksimal yang ditentukan, akan berdampak negatif terutama pada kesehatan manusia, yaitu dapat menimbulkan terjadinya kerusakan pada ginjal. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar klorida pada air Sungai Pangpang di Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan perbandingan dua metode titrasi argentometri yaitu metode Mohr dan metode Volhard. Sampel diambil pada 20 titik di sepanjang Sungai Pangpang. Pada metode Mohr, sampel dititrasi dengan AgNO3 dan titrasi dihentikan apabila terjadi perubahan warna menjadi endapan merah bata. Pada metode Volhard, sampel dititrasi dengan KCNS dan titrasi dihentikan apabila terjadi perubahan warna menjadi merah keruh. Dari hasil penelitian, didapatkan semua sampel air sungai Pangpang memiliki kadar klorida antara 250-600 mg/L baik yang dianalisis dengan metode Mohr maupun dengan metode Volhard. Kadar klorida yang diperoleh dalam penelitian ini, memenuhi standar Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 untuk air bersih. Air sungai tersebut masih layak apabila digunakan untuk mencuci dan mandi, tetapi tidak layak digunakan untuk memasak dan minum.
PEMANFAATAN Coix lacryma-jobi DAN Medinilla speciosa SEBAGAI FILM SENSOR SMART PACKAGING UNTUK MENDETEKSI KESEGARAN FILLET IKAN NILA Mentari Putri Aprilia; Ali Kusrijadi; Zackiyah Zackiyah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.9380

Abstract

Fillet ikan nila merupakan produk yang tidak dapat mempertahankan kesegarannya dalam waktu yang lama. Kesegarannya dapat diidentifikasi melalui film sensor smart packaging sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui karakteristik serta efektivitas film sensor smart packaging berbasis Coix lacryma-jobi dan Medinilla speciosa. Metode yang dilakukan meliputi karakterisasi ekstrak Medinilla speciosa melalui uji kadar dan stabilitas antosianin, pembuatan film sensor dengan variasi konsentrasi ekstrak Medinilla speciosa 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%, optimasi konsentrasi ekstrak dalam film melalui uji stabilitas antosianin dan uji kualitas terhadap fillet ikan nila, serta karakterisasi film sensor melalui uji ketebalan, penyerapan air, kelarutan dalam air, kekuatan tarik, dan elongasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antosianin dalam ekstrak sebesar 280 ppm dan ekstrak mampu berubah warna seiring perubahan pH 1 – 12. Konsentrasi ekstrak yang optimum untuk diaplikasikan ke dalam film sensor adalah 6% dengan karakteristik ketebalan 0,22 mm, penyerapan air 229,21%, kelarutan dalam air 32,27%, kekuatan tarik 0,17 MPa, dan elongasi 17,09%. Film sensor smart packaging yang dibuat dalam penelitian ini efektif dalam mendeteksi kesegaran fillet ikan nila karena mengalami perubahan warna dari warna merah menjadi warna biru berdasarkan perubahan pH fillet ikan nila.
OPTIMASI KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR TEPUNG TERIGU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHOD (RSM) Nabilah Adita Putri; Yuliana Hariyati Nur Chasanah; Ni Ketut Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8167

Abstract

Banyaknya limbah cair tepung terigu dapat mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Limbah cair tepung terigu mengandung pati sebesar 9,282 % dan glukosa 3,786 %w/w. Dalam penelitian ini memanfaatkan limbah cair tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses hidrolisis asam dengan Asam Sulfat 5 % v/v, fermentasi menggunakan Turbo Yeast Alcotec 48. Kemudian dilakukan proses optimasi hasil dengan Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai pH filtrat glukosa dan waktu fermentasi yang optimum untuk menghasilkan kadar bioetanol tertinggi pada proses fermentasi berdasarkan eksperimen dan Response Surface Method (RSM), memperoleh model persamaan polynomial orde menggunakan Response Surface Method (RSM) dan menganalisis model yang diperoleh dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian pada proses hidrolisis diperoleh kadar glukosa sebelum hidrolisis sebesar 3,5 % dan setelah hidrolisis sebesar 9,3 %. Kemudian pada proses fermentasi diperoleh kadar bioetanol teknis sebesar 25-31 % dan nilai kadar bioetanol yang optimum sebesar 30,3 % pada nilai pH 6,26263 dan waktu fermentasi 7 hari. Persamaan model yang diperoleh yakni Y = 2,03+7,005x1–1,111x2–0,5092x12+0,0106x22-0,0894x1x2. Nilai R2 yang diperoleh pada model persamaan sebesar 87,56% yang mengindikasikan bahwa model cukup signifikan. Kata kunci: fermentasi, limbah cair tepung terigu, pH, respon surface method, waktu fermentasi
OPTIMASI SURFAKTAN DAN KOSURFAKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KESTABILAN EMULGEL MINYAK SEREH (Cymbopogon citratus) Azzahra Nadienta; Vita Paramita
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8302

Abstract

Sereh dapur (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman famili Poaceae penghasil minyak atsiri sebagai bahan baku parfum, antiseptik, kosmetik, obat-obatan, dan penyedap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan emulgel minyak sereh menggunakan metode homogenisasi menggunakan homogenizer yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas fisik. Dalam penelitian ini, emulsi dilakukan dengan tiga variabel bebas yaitu, waktu pengadukan (10 menit, 15 menit, dan 20 menit), kecepatan pengadukan (14.000 rpm, 18.000 rpm, dan 22.000 rpm), dan ratio sereh-wall (1:1, 1:2, dan 1:3). Variabel penelitian dirancang dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk mendapatkan kondisi operasi optimum. Berdasarkan hasil yang diperoleh, formulasi emulgel yaitu pada F7 memiliki nilai pH sebesar 4,5, massa jenis sebesar 1,01, viskositas sebesar 10148 cP, dengan kadar sitronelal sebesar 0,397, bertipe (M/A), homogen, dan memiliki kestabilan yang baik tanpa ada perubahan warna, bau serta pemisahan fasa. Hasil optimum emulgel yaitu dengan waktu pengadukan 20 menit, kecepatan pengadukan 22.000 rpm, dan ratio sereh-wall 1 :1.Kata kunci:emulgel, emulsi, minyak sereh, Response Surface Methodology (RSM)
EFEK SUHU PIROLISIS JERAMI PADI UNTUK PRODUKSI BIO-OIL MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH Yeni Ria Wulandari; Fadian Farisan Silmi; Dewi Ermaya; Nita Pita Sari; Dedi Teguh
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8441

Abstract

Jerami padi adalah limbah dari pasca panen tanaman padi dimana jerami padi dapat ditingkatkan nilai gunanya menjadi energi terbarukan dengan pirolisis. Pirolisis adalah proses dekomposisi ikatan karbon pada biomassa yang panjang menjadi lebih pendek dengan menggunakan energi panas suhu 300oC-600oC tanpa adanya oksigen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek suhu pirolisis terhadap produk pirolisis(bio-oil, char, dan gas), kondisi optimum untuk menghasilkan bio-oil, dan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada bio-oil. Pirolisis yang dilakukan pada penelitian ini pada temperatur 250, 300, 350, dan 400oC. Produk utama dari pirolisis adalah produk cair yang disebut dengan bio-oil. Gugus asam karboksilat menunjukkan intensitas gelombang paling tinggi dibandingkan dengan gelombang yang lainnya pada Analisa FTIR Jerami padi. Bio-oil terbanyak didapatkan pada suhu 300oC dan pada suhu 250oC didapatkan nilai pH terendah serta memiliki densitas tertinggi. Semakin tinggi suhu pirolisis maka produk gasnya semakin tinggi dan produk char semakin menurun. Berdasarkan Analisa GC-MS produk asam asetat memiliki % (persen) area tertinggi yaitu sekitar 49,45%.  Sehingga suhu optimum memproduksi bio-oil pada pirolisis jerami padi pada suhu 300oC dan untuk memproduksi char suhu optimum pada 250oC
EVALUASI KINERJA SEQUENCING BATCH REACTOR DENGAN MEDIA BIOBALL PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK SINTETIS Kezya Yiskadini Wirakusuma; Intan Supraba; Wiratni Budhijanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8452

Abstract

Limbah cair batik memberikan dampak negatif ke lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik akibat pewarna sintetis yang sulit diuraikan. Pengolahan limbah batik perlu dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan, salah satunya secara biologi baik dengan proses anaerobik maupun aerobik. Penelitian ini menggunakan Sequencing Batch Reactor dan media imobilisasi yaitu bioball dengan waktu siklus 6 jam untuk mengetahui efisiensi penyisihan Chemical Oxygen Demand (COD) dan konsentrasi warna. Penelitian dilakukan berdasarkan 2 skenario yaitu tanpa media imobilisasi ¬dan menggunakan media imobilisasi. Penggunaan media bioball sejumlah 30, 50 dan 75 buah. Hasil MLSS untuk tanpa media, dan dengan media bioball sejumlah 30, 50, dan 75 buah  adalah 3,75 g/L, 3,44 g/L, 3,20 g/L, dan 2,18 g/L. MLSS semakin menurun akibat adanya penempelan lumpur pada celah-celah bioball. Penambahan bioball membuat kemampuan kualitas pengendapan lumpur meningkat dengan nilai Sludge Volume Index (SVI) baik yaitu SVI5 51 ml/g dan SVI30 30 ml/g pada jumlah bioball 75 buah. Pengolahan limbah cair dengan cara ini mampu dalam penyisihan warna hingga 31% dan penyisihan COD hingga 90% pada penggunaan jumlah bioball 50 buah. Pengolahan limbah cair batik ini tergolong baik dalam penyisihan kandungan COD dan warna pada jumlah media 50 buah bioball.
IDENTIFIKASI SIFAT TERMAL DAN IKATAN BATU KAPUR ALAM DENGAN MENGGUNAKAN DSC-TGA DAN FTIR Zuffa Anisa; Lailatul Mubarokah; Dyah Setyaningrum; Herta Novianto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8504

Abstract

Batu kapur alam banyak sekali dijumpai di Bojonegoro, apalagi Bojonegoro merupakan daerah yang dikenal memiliki banyak gunung kapur. Salah satu jenis batu kapur alam ialah kalsium karbonat, yang memiliki banyak manfaat di berbagai bidang, baik industri, kesehatan, maupun industri pengolahan baja. Batu kapur alam termasuk ke dalam jenis kalsit CaCO3 dengan kandungan lebih dari 99% merupakan unsur Ca. Analisis termal diperlukan utuk mendeteksi perubahan-perubahan fase yang teramati, serta jenis-jenis senyawa yang terbentuk akibat penerapan temperatur. Selain itu juga dianalisis jenis ikatan batu kapur alam tersebut melalui FTIR. Persiapan sampel dilakukan dengan membentuk sampel menjadi bulk powder dengan menggunakan high energy ball milling. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya transmisi FTIR dari sampel CaCO3. Sedangkan hasil analisis dari DSC-TGA pada puncak 389,84 °C menunjukkan adanya kehilangan massa sebesar 2,91 mW. 
PRODUKSI MINYAK ATSIRI MELALUI RAGAM METODE EKSTRAKSI DENGAN BERBAHAN BAKU JAHE Firgi Siswantito; Adelia Natasya Regita Nugroho; Riska Listiarini Iskandar; Christin Octaviani Sitanggang; Zulaikha Al-Qordhiyah; Cicih Rosidah; Siti Nurhayati; Dessy Agustina Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8072

Abstract

Minyak atsiri adalah ekstrak cairan yang didapatkan dari tanaman aromatik. Berbagai industri saat ini membutuhkan minyak atsiri untuk ragam produk kebutuhan manusia yang ditujukan bagi farmasi, parfum, kosmetik, minuman serta makanan. Sejumlah peneliti melanjutkan pencarian kebaharuan dalam memodifikasi metode ekstraksi sebelumnya yang tentunya menghemat waktu dan biaya proses. Selain itu, tuntutan lainnya terhadap temuan produk minyak atsiri meminta adanya implementasi aspek ramah lingkungan. Penggunaan bahan baku yang telah diketahui sebagai produk minyak atsiri adalah jahe, serai wangi, tanaman bawang, daun salam, dan tanaman aromatik lainnya. Beberapa metode ekstraksi (seperti: hidrodistilasi, ekstraksi solvent-free microwave, distilasi uap, gelombang mikro hidrodifusi dan gravitasi, serta hidrodistilasi dengan bantuan enzim) digunakan untuk mengoptimalkan yield minyak atsiri. Pihak industri dan farmasi menjadi jembatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat produk minyak atsiri. Kajian ini memberikan beberapa gambaran dari temuan penelitian mengenai pemanfaatan jahe melalui metode ekstraksi minyak atsiri dan penerapannya dalam industri komestik serta farmasi.
Edible Coating Berbasis Pati Ubi Jalar dengan Modifikasi Karagenan dan Sorbitol untuk Memperpanjang umur simpan Tomat Ceri Lucia Hermawati Rahayu; Herman Yoseph Sriyana; Riska Kurniasari; Retno Ambarwati Sigit Lestari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.10105

Abstract

Tomat ceri kaya dengan kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Namun, buah ini mudah rusak (perishable) dan tidak tahan lama pada suhu ruang sehingga perlu penanganan pasca panen yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan penyalutan menggunakan edible coating dari pati ubi jalar yang dimodifikasi karagenan dan sorbitol. Tujuan penelitian adalah mendapatkan konsentrasi (jumlah) karagenan dan sorbitol yang terbaik pada pembuatan edible coating dan mengetahui pengaruh penerapan edible coating terhadap mutu tomat ceri. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa pati ubi jalar dengan variasi penambahan karagenan (0 g; 0,1g; 0,2g; 0,3g; 0,4g) dan plasticizer sorbitol (0 ml, 2ml, 4ml, 6ml). Kualitas dan karakterisasi tomat ceri tersalut yang diuji dan dievaluasi meliputi susut bobot, kadar vitamin C, dan kontaminasi jamur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin besar penambahan karagenan dan sorbitol, maka penurunan susut bobot dan kadar vitamin C pada tomat ceri tersalut edible coating semakin kecil, sedangkan semakin besar penambahan karagenan maka semakin kecil kemungkinan tomat ceri tersalut edible coating terkontaminasi mikroorganisme (jamur). Formula edible coating terbaik yaitu pada penambahan karagenan 0,4 g dan sorbitol 2 ml, yang memberikan kadar vitamin C tertinggi, susut bobot terendah, dan belum terkontaminasi jamur hingga hari kesepuluh.

Page 1 of 1 | Total Record : 10