cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
POTENSI LIMBAH CANGKANG BIJI KARET DAN SEKAM PADI UNTUK BAHAN DASAR GRAFENA OKSIDA TEREDUKSI (rGO) SEBAGAI ADSORBEN PENJERNIH MINYAK Devi Indah Anwar; Lela Lailatul Khumaisah; eri rizki hariyadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9716

Abstract

Cangkang biji karet (CBK) dan sekam padi (SP) merupakan limbah biomassa yang mengandung bahan lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin. Dengan adanya kandungan senyawa tersebut cangkang biji karet dan sekam padi berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis grafena oksida tereduksi (rGO). Grafena oksida tereduksi merupakan senyawa yang dihasilkan melalui reduksi atau penghilangan gugus fungsi yang mengandung oksigen dari grafena oksida. Pada penelitian ini, grafena oksida tereduksi disintesis menggunakan metode Hummer termodifikasi yaitu mengganti NaNO3 dengan H3PO4 agar tidak dihasilkan gas beracun NO2 dan N2O4 serta menggunakan agen pereduksi berupa Zn. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD dan FTIR, serta dipalikasikan sebagai adsorben untuk menjernihkan minyak. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD, rGO CBK dan SP masing-masing memiliki puncak 2θ = 23,5° dan 21,2o dengan kristalinitas 17 dan 13%. Karakterisasi FTIR menunjukkan perubahan struktur dengan berkurangnya atom O dan hilangnya gugus OH. Adsorpsi untuk menjernihkan minyak menunjukkah persen penurunan sebesar 86% untuk rGO CBK dan 74% untuk rGO SP.
Peningkatan Produksi Bioetanol dari Fermentasi Buah Sukun dengan Metode Fed-Batch Menggunakan Bakteri Zymomonas Mobilis Annisa Az-zahra Yarinsa; Putra Anugrah Wijaya Setiawan; Bambang Wahyudi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9280

Abstract

Salah satu energi alternatif berkelanjutan pengganti bahan bakar fosil yang ketersediaannya makin berkurang yaitu bioetanol. Bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan bioetanol mengandung sukrosa, pati, maupun selulosa. Pemanfaatan buah sukun sebagai bahan baku dikarenakan kandungan patinya cukup tinggi. Penelitian ini berfokus pada peningkatan produksi bioetanol menggunakan metode curah umpan dengan bahan baku buah sukun dan dengan bantuan bakteri zymomonas mobilis. Tujuan dari penelitian ini adalah  membuat bioetanol dari buah sukun, menentukan waktu yang tepat untuk penambahan glukosa pada proses fermentasi, dan menentukan kadar glukosa terbaik yang ditambahkan pada proses fermentasi. Pembuatan bioetanol dilakukan melalui serangkaian proses, bahan baku buah sukun diolah terlebih dahulu menjadi tepung sukun dan selanjutnya dihidrolisis. Kemudian membuat starter untuk digunakan pada proses fermentasi curah dan curah umpan. Setelah itu dilakukan analisis biomassa kering, kadar glukosa, serta kadar etanolnya. Hasil terbaik yang didapatkan untuk penambahan glukosa pada fermentasi curah umpan adalah pada jam ke-20 dengan konsentrasi pengumpanan glukosa sebesar 14 g/L dan menghasilkan kadar etanol sebesar 25 g/L.
BIODEGRADABLE FOAM BASED ON COCOA SHELL AND DURIAN SEED STARCH WITH DEGRADATION AGENT FROM ORANGE PEEL Akbil Fikran; Azmil Pratama Nugraha; Mutassim Billah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9202

Abstract

AbstractCocoa shell waste has the potential to be used as the main filler for biodegradable foam because it has a high cellulose fiber content of around 44.08%. This fiber will become a reinforcement of the main ingredient of biofoam, namely durian seed starch which has a starch content of around 26.607%. Limonene compounds contained in citrus fruits also show activity as a degradation agent in Styrofoam material. This study aims to determine the effect of cocoa peel and orange peel on water absorption, biodegradation and tensile strength of the formed biofoam. The process of making biofam consists of mixing the ingredients for each variable, printing and pressing. The variables used are the mass composition of cocoa peel 25%, 20%, 15%, 10%, 5% and the mass composition of orange peel 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Based on the results of this study, it was obtained that biofoam for a concentration of 15% cocoa shell was included in the standard biodegradable foam, a concentration of 20% orange peel powder was included in the standard biodegradable foam because it was completely degraded (100%) for 6 months or 180 days and the tensile strength value of biofoam from all concentrations in this study was still not in accordance with the Indonesian National Standard (SNI).Keywords: biofoam; cocoa fiber shells; Starch; limonene compounds
PENGARUH PENGADUKAN DAN KONSENTRASI ZnCl2 PADA PEMBENTUKAN KRISTAL BARIUM SULFAT DENGAN METODE BATCH KRISTALISASI S Susilowati; Ubaidillah Aqil; Giritama Wibowo; Novel Karaman
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9022

Abstract

Kristal barium sulfat merupakan kasus yang sangat umum terjadi di dalam industri minyak dan gas bumi. Adanya kristal ini mempengaruhi produksi minyak dan gas bumi, sehingga menimbulkan masalah teknis yaitu dapat menghambat laju alir, sehingga tekanan pada pipa akan semakin tinggi dan menyebabkan pipa akan pecah  dan rusak. Hasil penelitian ini menyajikan tentang pembentukan kristal barium sulfat (BaSO4) dengan metode batch kristalisasi dibawah pengaruh kecepatan putaran pen-gadukan (0 rpm, 120 rpm, 240 rpm, 360 rpm, 480 rpm) dan konsentrasi zat aditif (0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm) dengan suhu 30°C. Dalam penelitian ini percobaan pengkristalan BaSO4 di dalam beaker glass menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan putaran pengadukan yang dit-ambahkan dapat mereaksikan BaCl2 dan Na2SO4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat aditif seng klorida (ZnCl2) mampu mengurangi massa kristal yang terbentuk. Kecepatan putaran pengadukan dapat mempengaruhi jumlah kerak barium sulfat yang terbentuk. Analisa SEM menun-jukkan bahwa morfologi kristal BaSO4 berbentuk orthorombik yang mengindikasikan bahwa bentuk kristal ini merupakan ciri khas kristal barit. Sementara hasil analisis XRD memastikan bahwa kristal barium sulfat (barite), ini membuktikan kristal yang terbentuk adalah kristal barite sebagai kristal padat.
Review of Bio-Plastic Products Based on Fruit and Vegetable Waste Hanif Ardhiansyah; Maharani Kusumaningrum; Ria Wulansarie; Nadya Alfa Cahaya Imani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.10365

Abstract

In the realm of sustainable materials, bio-plastics derived from fruit and vegetable waste have emerged as eco-friendly alternatives to traditional plastics. This mini review explores the promising landscape of bio-plastic products originating from agricultural by-products. Fruit and vegetable waste, abundant in nature, is being ingeniously repurposed to create biodegradable and compostable plastics, addressing the environmental concerns associated with conventional plastics. Researchers and innovators have harnessed the inherent properties of organic waste, utilizing its fibrous and polymeric components to develop bio-based polymers. These bio-plastics showcase commendable mechanical and thermal properties, making them viable contenders for various applications. From packaging materials to disposable cutlery, the versatility of fruit and vegetable waste-based bio-plastics is expanding. The review delves into the manufacturing processes, emphasizing the importance of sustainable practices in the production of these materials. Additionally, it sheds light on the environmental impact, decomposition rates, and potential challenges associated with the adoption of bio-plastic products. As the world seeks greener alternatives, the utilization of fruit and vegetable waste in bio-plastic production not only mitigates pollution but also promotes a circular economy by repurposing agricultural leftovers. This exploration underscores the transformative potential of harnessing nature's surplus for a more sustainable and responsible future.
ISOLASI SELULOSA PADA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL PENGISI BIODEGRADABLE STYROFOAM Aprilia Nanda Utami; Indah Purnamasari; Jaksen M. Amin
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9277

Abstract

Kadar selulosa yang banyak dan lignin yang sedikit menjadikan tandan kosong kelapa sawit layak dan efisien untuk digunakan sebagai bahan baku pengolahan produk yang berbasiskan selulosa. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi hidrogen peroksida dan suhu bleaching terhadap karakteristik selulosa yang dihasilkan dan pengaruh penambahan material pengisi berupa selulosa terhadap karakteristik biodegradable styrofoam. Proses isolasi selulosa dari tandan kosong kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan metode hidrolisis alkali menggunakan natrium hidroksida dan dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan hidrogen peroksida dengan variasi konsentrasi hidrogen peroksida sebanyak 5 variasi, yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% serta suhu bleaching sebanyak 3 variasi, yaitu 60oC, 80oC, dan 100oC. Melalui proses isolasi selulosa dari tandan kosong kelapa sawit yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi hidrogen peroksida dan suhu bleaching berbanding lurus terhadap kadar selulosa dan berbanding terbalik terhadap kadar hemiselulosa dan lignin yang dihasilkan. Di mana selulosa terbaik diperoleh pada konsentrasi hidrogen peroksida 30% dan suhu bleaching 100oC karena mengandung kadar hemiselulosa terendah, yaitu 17,61%, kadar selulosa tertinggi, yaitu 62,05%, dan kadar lignin terendah, yaitu 10,02%. Selulosa yang digunakan sebagai material pengisi dapat menghasilkan biodegradable styrofoam dengan karakteristik berupa ketahanan air sebesar 11,25%, kemampuan degradasi sebesar 35,68%, dan densitas sebesar 1,11 gr/cm3
PEMBUATAN SELULOSA ASETAT DARI KULIT BUAH PINANG (ARECA CATECHU) Revita Arendri Vashti; Ikhwanul Muslim; Nurul Widji Triana
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9114

Abstract

Buah pinang memiliki banyak manfaat, sedangkan kulit buah pinang hanya dibuang sebagai limbah. Salah satu penggunaan selulosa dalam jumlah yang relatif besar yang ditemukan dalam kulit pinang adalah produksi selulosa asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh selulosa asetat dari kulit buah pinang dan mencari kondisi terbaik berdasarkan variasi waktu asetilasi dan volume asam asetat glacial. Dua langkah terlibat dalam konversi selulosa menjadi selulosa asetat yaitu selulosa pertama kali diisolasi, dan kemudian diasetilasi. Produksi selulosa terjadi pada awalnya, diikuti dengan pemurniannya. Selulosa dipecah menjadi asam fosfat pada langkah berikutnya, di mana ia diasetilasi dengan asam asetat glasial, dan hasilnya diperoleh kembali melalui penyaringan dan pengeringan. Penelitian dilakukan menggunakan pengaruh waktu asetilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit dengan pemberian volume asam asetat glacial 98% sebanyak 20 ml, 40 ml, 60 ml, 80 ml dan 100 ml terhadap kadar asetil dari selulosa asetat. Dari hasil penelitian ini didapat kadar asetil terbesar adalah 28,09% pada waktu asetilasi 15 menit dengan pemberian volume asam asetat glacial 60 ml.
PEMBUATAN SABUN PADAT MENGGUNAKAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK JAGUNG (CORN OIL) Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Mei Shita Damayanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9839

Abstract

Penelitian tentang pembuatan sabun padat menggunakan minyak kelapa murni (VCO) dengan penambahan minyak jagung bertujuan menghasilkan nilai kadar air, pH, stabilitas busa, dan kadar alkali pada sabun padat sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, menghasilkan variabel yang paling berpengaruh, dan kondisi optimum dari variabel yang paling berpengaruh. Metode yang digunakan yaitu experimental design dua level. Variabel tetap adalah cocamid-DEA 10 gram, Natrium Hidroksida 18 gram, berat total minyak 100 gram, dan total berat formulasi 200 gram. Variabel berubah adalah perbandingan VCO dan minyak jagung 60% : 40% dan 80% : 20%, kecepatan pengadukan 600 rpm dan 1000 rpm, dan suhu 300C dan 700C. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan sabun padat dengan perbandingan VCO dan minyak jagung 80 : 20, kecepatan pengadukan 600 rpm, dan suhu 600C dihasilkan nilai kadar air sebesar 14,5%, alkali bebas 0,060%, stabilitas busa 66,67%, dan pH 10,36, telah mencapai baku mutu SNI, dan variabel yang berpengaruh adalah suhu. Hasil optimasi menunjukkan bahwa nilai yield sabun padat cenderung naik dengan penambahan suhu pemanasan sampai pada keadaan optimum, tetapi nilai yield menurun jika melebihi suhu optimumnya.
Pengaruh Variasi Jenis dan Volume Perekat (Tepung Tapioka dan Air Tebu) Terhadap Kualitas Briket dari Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guenensis Jacq) Agam Muarif; Nurhabiah Nurhabiah; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim; Zainuddin Ginting; Rizka Mulyawan
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.10777

Abstract

Briket didefinisikan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil berwujud padat dan berasal dari limbah biomassa yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu. Salah satu limbah biomassa yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah limbah pelepah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi jenis dan volume perekat terhadap kualitas briket dari limbah pelepah kelapa sawit berdasarkan analisis nilai kadar air, kadar abu, laju pembakaran, nilai kalor dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Jenis perekat yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung tapioka dan air tebu dengan variasi volume masing-masing sebesar 35, 40, 45, 50 dan 55 ml.  Hasil terbaik yang diperoleh pada penelitian ini adalah dengan penambahan volume perekat sebanyak 45 ml. Hasil karakterisasi briket dari limbah pelepah kelapa sawit menggunakan perekat tepung tapioka dan air tebu secara berurutan yaitu kadar air sebesar 7,342% dan 7,361%, kadar abu 7,477% dan 7,905%, laju pembakaran 0,1004 dan 0,1140 gram/menit serta nilai kalor sebesar 5107,95 cal/gr dan 5038,69 cal/gr. Hasil pengujian dengan menggunakan SEM dengan perbesaran 2000x dengan ukuran partikel 20µm menunjukkan  morfologi permukaan briket dengan susunan rongga yang teratur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan sudah memenuhi SNI No.1/6235/2000 briket arang.
POTENTIAL OF MAGNETITE (Fe₃O₄) SYNTHESIZED FROM ZIRCON SAND WASTE AS METHYLEN BLUE DYE ADSORBENT Marvin Horale Pasaribu; Karelius Karelius; Retno Agnestisia; Erwin Prasetya Toepak; Zimon Pereiz
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.10112

Abstract

Zircon sand mining is a major industry in Indonesia due to the country's vast zircon reserves. However, this industry also generates hazardous waste that can pollute the environment. This study aims to investigate the potential of magnetite (Fe₃O₄) synthesized from magnetic waste generated during zircon sand mining as an adsorbent for methylene blue dye removal. Magnetite was successfully synthesized via the co-precipitation method and characterized using XRD and FTIR. The synthesized magnetite demonstrated the ability to adsorb methylene blue from aqueous solutions with an adsorption efficiency of 68.52% after 80 minutes of contact time. The adsorption kinetics followed the pseudo second order model, evidenced by R² value of 0.9918, and the adsorption isotherm fitted the Langmuir model, indicating adsorption energy of 24.51 kJ/mol and adsorption capacity of 69.678 mg/g. These findings demonstrate the effectiveness of natural magnetite (Fe₃O₄) derived from zircon sand waste as an adsorbent for methylene blue dye removal. This research not only addresses the environmental issue caused by zircon sand mining waste but also develops a cost-effective and sustainable solution for methylene blue dye removal from wastewater.

Page 1 of 1 | Total Record : 10