cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 156 Documents
Identifikasi Faktor Pengaruh Pertumbuhan Bangunan Melalui Integrasi Regresi Logistik Biner dan Principal Component Analysis (Studi Kasus: Kota dan Kabupaten Bekasi) Ossy Maulita Budiawati; Muhammad Arif Sudibyo; Muhammad Faizal Rafli
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.110872

Abstract

Pertumbuhan jumlah bangunan merupakan salah satu indikator utama pertumbuhan fisik yang terkait dengan perubahan lahan di suatu daerah. Dinamika konversi lahan ini membawa tantangan besar bagi pengelolaan ruang berkelanjutan, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua periode data, 2017-2020 dan 2020-2023, untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya perubahan lahan dari kelas non-bangunan menjadi kelas bangunan di Kota dan Kabupaten Bekasi. Regresi logistik biner digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan perubahan lahan yang terjadi. Variabel prediktor yang digunakan meliputi kepadatan penduduk, jarak ke kawasan industri, jarak ke pusat perekonomian, jarak ke jalan, jarak ke gerbang tol, jarak ke stasiun kereta api, dan jarak ke badan air. Permasalahan multikolinearitas yang sering ditemukan dalam model regresi diatasi dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memberikan tingkat akurasi yang memadai berdasarkan hasil uji precision, recall, ROC-AUC, AUPRC, dan Kappa. Analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan bangunan didominasi oleh faktor penahan yang menekan laju perubahan lahan di wilayah studi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan terdapat variabel prediktor yang berubah status dari faktor pendorong menjadi faktor penahan pada periode selanjutnya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metode statistik dan spasial untuk dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang dinamika spasio-temporal perubahan lahan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelolaan ruang berkelanjutan dan perumusan kebijakan tata ruang yang efektif.
Multi-temporal and multi-source Landsat satellite images for sand study evolution and risks in commune Antanambao district Marovoay of Madagascar Arisetra Razafinimaro; Tahin’A Ambininkasinirina; Avisoa Andrianarivo; Valérien Tsaramanana; Aimé Richard Hajalalaina
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.114725

Abstract

Madagascar is one of the countries affected by sand. This phenomenon creates not only the change of land use but especially causes negative impacts to the development of this country on different sectors such as agriculture.  Despite a classic methodology based on field surveys and site observations to collect informations as measure sand height and analyze soil conditions, it remains slown labor-intensive and time-consoming for monitoring the evolution of sand encroachment zone, and presents limitations in risk assessment. This article proposes the use of multi-sensor and multi-date Landsat satellite images for the study and analysis of the evolution of silting risks in Madagascar. A methodology has been developed not only to evaluate the evolution of land use but also to predict the risks of sand. It has been applied on the commune of Antanambao in Marovoay district of Madagascar. Thus, we have established a change map of the evolution on this study area during the ten (10) years as well as three (3) maps showing the forecast of the risks of sand. In addition, we also have deduced that the object-based classification gave a higher accuracy than the pixel-based classification in this study case, while the method based on the Digital Elevation Model is enormously interesting to the prediction of sand risks in an area.
Evaluasi Model Data Spasial Topologi Dan Non-Topologi (Spaghetti) Dalam Pemeliharaan Kualitas Data Batas Wilayah Administrasi Ririn Threesiana; Deni Suwardhi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.115312

Abstract

Batas wilayah merupakan informasi geospasial dasar yang berperan sebagai data rujukan nasional dalam mendukung perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya, serta integrasi data geospasial lintas sektor. Pengelolaan batas wilayah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan tingkat administrasi menuntut mekanisme penyimpanan dan pengelolaan data yang mampu menjaga konsistensi geometri antar tingkat administrasi dan mendukung efisiensi pemutakhiran secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja model data topologi dan model data spaghetti dalam pengelolaan batas wilayah administrasi, dengan fokus pada efisiensi alur kerja dan dukungannya terhadap tata kelola data yang berorientasi dalam pemeliharaan kualitas data. Penelitian dilakukan melalui implementasi model data topologi pada basis data spasial PostgreSQL/PostGIS menggunakan tipe data TopoGeometry. Evaluasi dilakukan melalui beberapa skenario pengujian yang mencakup evaluasi kinerja operasional model data, pengaruh nilai toleransi terhadap kualitas geometri, serta kebutuhan kapasitas penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model data topologi hierarki memiliki kinerja yang lebih unggul pada sebagian besar operasi pengelolaan batas wilayah, khususnya pada proses pemutakhiran batas bersama yang melibatkan berbagai tingkat administrasi. Pemanfaatan kueri relasional berbasis topologi terbukti efektif dalam mendukung integrasi data garis batas, termasuk automasi segmentasi batas, pengisian atribut wilayah berbatasan, dan klasifikasi segmen batas. Model data topologi dapat direkomendasikan sebagai model utama dalam pengelolaan batas wilayah nasional karena kemampuannya dalam menjaga konsistensi geometri dan relasi hierarkis secara terstruktur, meningkatkan efisiensi alur kerja pemutakhiran, serta mendukung integrasi data lintas tingkat administrasi secara berkelanjutan.
Evaluasi Pemetaan Risiko Multi Bencana di Kabupaten Karo Berdasarkan Perka BNPB 2012 dan Modul Teknis KRB 2019 Menggunakan Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) Michael Ariel Brema Pinem; Purnama Budi Santosa; Yulaikhah Yulaikhah
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.116364

Abstract

Kabupaten Karo terletak pada zona subduksi aktif dan beriklim tropis ekstrem, sehingga rawan terhadap bencana seperti letusan gunung api, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Untuk mendukung penanggulangan bencana, penelitian ini memetakan risiko multi bencana berdasarkan dua acuan yaitu Peraturan Kepala (Perka) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) No. 2 tahun 2012 dan Modul Teknis Penyusunan Kawasan Rawan Bencana (KRB) BNPB tahun 2019. Risiko dihitung dari komponen ancaman, kerentanan, dan kapasitas dengan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA). Perbedaan hasil pemetaan berdasarkan kedua acuan dievaluasi dari luas dan/atau kelas indeks yang diperoleh. Ancaman bencana di Kabupaten Karo bervariasi dari kelas rendah hingga tinggi. Kerentanan dan kapasitas didominasi kelas sedang, sehingga risiko bencana tunggal sebagian besar berada pada kelas rendah hingga sedang. Indeks risiko multi bencana berada pada rentang 0,097 hingga 0,551 untuk metode Perka BNPB No. 2 tahun 2012 dan 0 hingga 0,466 untuk metode Modul Teknis Penyusunan KRB BNPB tahun 2019. Jumlah bencana yang berisiko lebih memengaruhi indeks risiko multi bencana dibandingkan besarnya indeks risiko tunggal. Perbandingan hasil menunjukkan bahwa metode Perka BNPB No. 2 tahun 2012 menghasilkan cakupan wilayah lebih luas yang serupa dengan area ancaman, sedangkan metode Modul Teknis Penyusunan KRB BNPB tahun 2019 lebih terbatas karena mempertimbangkan wilayah kerentanan. Perbedaan hasil kedua acuan dipengaruhi oleh jenis data, seleksi daerah kerentanan, serta metode pengolahan data.
Development of Geospatial Framework for Crop Water Stress and Drought Monitoring Using Remote Sensing and GIS for Sangamner Taluka, Maharashtra, India Ganesh Sadashiv Dighe; Onkar Tukaram Gadge; Nikita Sanjay Deshmukh; Sayali Arun Ghule; Mayuri R. Gadhe
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.118467

Abstract

Agricultural drought in semi-arid India threatens food security, particularly during the Rabi season when crops rely on limited irrigation. This study presents an integrated geospatial framework for village-scale crop water stress and drought monitoring, demonstrated in Sangamner Taluka, Maharashtra. The framework combines Landsat 8/9 thermal and multispectral imagery with ERA5-Land soil moisture, CHIRPS rainfall, and MODIS evapotranspiration. An empirical Crop Water Stress Index (ES-CWSI) is computed using NDVI-derived emissivity and scene-specific percentile normalization of land surface temperature, enabling spatially relative stress assessment. A composite Drought Severity Index (DSI) conditionally integrates ES-CWSI, root-zone soil moisture, and rainfall deficits. Processing occurs across three layers: Google Earth Engine for quality-controlled data acquisition, QGIS and Python for index computation, and a web dashboard for visualization and internal validation. Analysis of the 2025–2026 Rabi season reveals substantial intra-taluka variability, with 58.9% of villages experiencing persistent high stress and peak stress occurring on 13 March 2026 (mean ES-CWSI = 0.579). Strong correlations between ES-CWSI and NDVI (? = −0.81), soil moisture (? = −0.68), and DSI (? = 0.96) confirm physical consistency. The framework provides an operationally robust, uncertainty-aware system suitable for regional agricultural advisory applications.
Evaluasi Perbandingan Penataan Bidang Tanah Berbasis Blok dan Wilayah Menggunakan Metode Block Adjustment Nayunda Ichda Malikul Chusna; Yulaikhah Yulaikhah; Purnama Budi Santosa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.118756

Abstract

Pendaftaran tanah sporadik merupakan pendaftaran bidang tanah yang dilakukan setiap ada permohonan sehingga tidak dilakukan secara serentak dan sistematis. Hal ini menimbulkan masalah ketika bidang-bidang tanah tersebut digambarkan dalam satu peta, seperti munculnya gap dan overlap antarbidang tanah. Penataan bidang tanah tersebut menggunakan metode Block Adjustment (BA), salah satunya melalui Plugin Penataan dan Rekonstruksi Kadastral Berbasis Hitung Kuadrat Terkecil (PEREKAT). Namun demikian, pengolahan BA untuk wilayah luas membutuhkan waktu lama dan perangkat keras berspesifikasi tinggi, sehingga pada praktiknya seringkali pengolahan BA dilakukan dengan membagi area menjadi blok-blok yang lebih kecil. Pengolahan tersebut belum diketahui apakah memberikan hasil yang sama seperti pengolahan secara simultan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh luas cakupan (kelurahan dan  blok) terhadap hasil BA. Penelitian ini menggunakan studi kasus di Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Pengolahan BA dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu dengan cakupan satu kelurahan, dan cakupan blok yang diperoleh dengan membagi kelurahan menjadi delapan blok.. Pengolahan BA menggunakan titik kontrol dan titik ikat yang sesuai dengan cakupannya, Evaluasi dilakukan terhadap perubahan luas dan akurasi peta sebelum dan sesudah pengolahan BA. Perbandingan perubahan luas dianalisis menggunakan uji-t Student berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bidang tanah yang mengalami perubahan luas melebihi toleransi ±5%. Uji akurasi berdasarkan Peraturan BIG Nomor 6 Tahun 2018 menunjukkan bahwa pengolahan dengan cakupan blok menghasilkan akurasi peta yang lebih baik, dibandingkan dengan pengolahan dengan cakupan satu kelurahan. Meskipun demikian, uji statistik menunjukkan bahwa perubahan luas bidang dari kedua pendekatan tidak berbeda secara signifikan.