cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Time Token terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik time token terhadap aktivitas dan hasil belajar IPA pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 40siswa. Data yang dikumpulkan adalah aktivitas belajar dan hasil belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, aktivitas belajarsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time tokensecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 6,804; p<0,05). Kedua, hasil belajar IPAsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time tokensecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 15,034; p<0,05). Ketiga, secara simultan aktivitas belajar dan hasil belajar IPAantara siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time token secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Time Token terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Handayani, Ni Nyoman Lisna
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik time token terhadap aktivitas dan hasil belajar IPA pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 40siswa. Data yang dikumpulkan adalah aktivitas belajar dan hasil belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, aktivitas belajarsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time tokensecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 6,804; p<0,05). Kedua, hasil belajar IPAsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time tokensecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 15,034; p<0,05). Ketiga, secara simultan aktivitas belajar dan hasil belajar IPAantara siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik time token secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Satua Banyol di Kabupaten Karangasem (Kajian Nilai Pendidikan Budi Pekerti Hindu) Ni Putu Gatriyani
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dalam masatua karena pada masa kini kenikmatan mendengarkan cerita (satua) menjelang menidurkan anak dari orang tua semakin berkurang. Kendatipun masih ada, mungkin hanya beberapa, terutama di daerah pedesaan. Salah satu penyebabnya adalah majunya perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan cara masatua di lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat mampu memberikan gambaran dan pemahaman nilai-nilai Budi Pekerti kepada anak kecil, remaja maupun dewasa, khususnya Satua banyol yang ada di Desa Budakeling dan Desa Tenganan Kabupaten Karangasem. Satua juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan budi pekerti anak. Kata Kunci : Satua Banyol, Nilai, Pendidikan Karakter
Satua Banyol di Kabupaten Karangasem (Kajian Nilai Pendidikan Budi Pekerti Hindu) Gatriyani, Ni Putu
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai dalam masatua karena pada masa kini kenikmatan mendengarkan cerita (satua) menjelang menidurkan anak dari orang tua semakin berkurang. Kendatipun masih ada, mungkin hanya beberapa, terutama di daerah pedesaan. Salah satu penyebabnya adalah majunya perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan cara masatua di lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat mampu memberikan gambaran dan pemahaman nilai-nilai Budi Pekerti kepada anak kecil, remaja maupun dewasa, khususnya Satua banyol yang ada di Desa Budakeling dan Desa Tenganan Kabupaten Karangasem. Satua juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan budi pekerti anak. Kata Kunci : Satua Banyol, Nilai, Pendidikan Karakter
Soft Skill dalam Dunia Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan softskill dalam pendidikan pada era revolusi industri 4.0. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa Ada 20 hal (softskill) yang d Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.168

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan softskill dalam pendidikan pada era revolusi industri 4.0. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa Ada 20 hal (softskill) yang dapat ditanamkan di dunia pendidikan dalam menghadapi industri 4.0. Keduapuluh itu adalah Mengutamakan hal-hal yang baik tanpa kecuali, kemampuan dalam mengarahkan pertimbangan intelektual dalam membedakan secara jernih apa yang baik dan buruk, Keadilan, sikap ugahari, Keteguhan, bersikap adil, mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan kesediaan menanggung derita atas jerih payah/pekerjaan/tugas-tugas, setia pada tugas-tugas yang dipercayakan, memberi makna atas jerih payah dan kerja keras sendiri, kesiapsediaan dan kemurahan hati melayani orang lain, penanaman keutamaan ini dimulai sejak kecil, creativity, critical thingking/problem solving, communication, collaboration/team-working, leadership, digital literacy, emotional intelligence, entrepreneurship, dan global citizenship.Berdasarkan hasildi atas, maka saran ingin diberikan kepada pihak pengajar mesti mengajarkan soft skill sehingga lulusan benar-benar menjadi SDM yang kompeten dalam menghadapi revolusi industry 4.0 dengan menguasai 3 ranah yaitu knowledge, skill, dan attitude, Lembaga Pendidikan penghasil tenaga pendidik hendaknya tetap memperhatikan integrasi penanamansoft skill dalam setiap kurikulum yang ada, dan peneliti atau penulis lain tentunya dapat melakukan penelitian-penelitian sejenis untuk mengembangkan pengetahuan terutama dalam penanaman soft skill di dunia pendidikan dalam menghadapi revolusi industry 4.0.
Soft Skill dalam Dunia Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan softskill dalam pendidikan pada era revolusi industri 4.0. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa Ada 20 hal (softskill) yang d Gotama, Putu Andyka Putra
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.168

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan softskill dalam pendidikan pada era revolusi industri 4.0. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa Ada 20 hal (softskill) yang dapat ditanamkan di dunia pendidikan dalam menghadapi industri 4.0. Keduapuluh itu adalah Mengutamakan hal-hal yang baik tanpa kecuali, kemampuan dalam mengarahkan pertimbangan intelektual dalam membedakan secara jernih apa yang baik dan buruk, Keadilan, sikap ugahari, Keteguhan, bersikap adil, mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan kesediaan menanggung derita atas jerih payah/pekerjaan/tugas-tugas, setia pada tugas-tugas yang dipercayakan, memberi makna atas jerih payah dan kerja keras sendiri, kesiapsediaan dan kemurahan hati melayani orang lain, penanaman keutamaan ini dimulai sejak kecil, creativity, critical thingking/problem solving, communication, collaboration/team-working, leadership, digital literacy, emotional intelligence, entrepreneurship, dan global citizenship.Berdasarkan hasildi atas, maka saran ingin diberikan kepada pihak pengajar mesti mengajarkan soft skill sehingga lulusan benar-benar menjadi SDM yang kompeten dalam menghadapi revolusi industry 4.0 dengan menguasai 3 ranah yaitu knowledge, skill, dan attitude, Lembaga Pendidikan penghasil tenaga pendidik hendaknya tetap memperhatikan integrasi penanamansoft skill dalam setiap kurikulum yang ada, dan peneliti atau penulis lain tentunya dapat melakukan penelitian-penelitian sejenis untuk mengembangkan pengetahuan terutama dalam penanaman soft skill di dunia pendidikan dalam menghadapi revolusi industry 4.0.
Penerapan Model Learning Community untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Agama Hindu dalam Menyusun Rancana Pelaksanaan Pembelajaran I Gusti Ngurah Rai
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru Agama Hindu dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan model learning community.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi yang dipadukan dengan teknik doumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan penghitungan sederhana melalui mencari skor kemampuan tiap-tiap subjek penelitian secara individu. Kemudian mencari nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP dan mencari persentase keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus III Kecamatan Rendang dalam menyusun RPP setelah diterapkan model learning community dalam kegiatan pembinaan. Hal itu dibuktikan dengan nilai rata-rata dan persentase keberhasilan pada hasil siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus I adalah 64,68 dan pada siklus II sebesar 71,85 sehingga tampak terjadi peningkatan sebesar 7,17. Persentase guru yang berkemampuan baik pada siklus I sebesar 69,23% dan pada siklus II sebesar 76,92% sehingga tampak terjadi peningkatan sebesar 7,69%
Penerapan Model Learning Community untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Agama Hindu dalam Menyusun Rancana Pelaksanaan Pembelajaran Rai, I Gusti Ngurah
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru Agama Hindu dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan model learning community.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi yang dipadukan dengan teknik doumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan penghitungan sederhana melalui mencari skor kemampuan tiap-tiap subjek penelitian secara individu. Kemudian mencari nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP dan mencari persentase keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus III Kecamatan Rendang dalam menyusun RPP setelah diterapkan model learning community dalam kegiatan pembinaan. Hal itu dibuktikan dengan nilai rata-rata dan persentase keberhasilan pada hasil siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus I adalah 64,68 dan pada siklus II sebesar 71,85 sehingga tampak terjadi peningkatan sebesar 7,17. Persentase guru yang berkemampuan baik pada siklus I sebesar 69,23% dan pada siklus II sebesar 76,92% sehingga tampak terjadi peningkatan sebesar 7,69%
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus V Kecamatan Bebandem dalam Menyusun Program Semester melalui Model Direct Instruction Ni Ketut Kerti
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu dalam menyusun program semester melalui model direct instruction. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi terhadap guru dilakukan untuk mengamati kemampuan guru dalam menyusun program semester. Untuk memudahkan peneliti melakukan observasi, maka dilengkapi dengan instrumen observasi. Data yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif adalah data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model direct instruction dalam kegiatan pembinaan dapat meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus V Kecamatan Bebandem dalam menyusun program semester. Hasil siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan guru sebesar 75,57; sedangkan hasil siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan guru sebesar 79,55. Jika dilihat dari persentase jumlah guru yang tergolong mampu, persentase keberhasilan siklus I sebesar 63,64% guru yang tergolong mampu; sedangkan pada siklus II persentase keberhasilannya adalah 81,82% guru yang tergolong mampu.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus V Kecamatan Bebandem dalam Menyusun Program Semester melalui Model Direct Instruction Kerti, Ni Ketut
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu dalam menyusun program semester melalui model direct instruction. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi terhadap guru dilakukan untuk mengamati kemampuan guru dalam menyusun program semester. Untuk memudahkan peneliti melakukan observasi, maka dilengkapi dengan instrumen observasi. Data yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif adalah data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model direct instruction dalam kegiatan pembinaan dapat meningkatkan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu di Gugus V Kecamatan Bebandem dalam menyusun program semester. Hasil siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan guru sebesar 75,57; sedangkan hasil siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan guru sebesar 79,55. Jika dilihat dari persentase jumlah guru yang tergolong mampu, persentase keberhasilan siklus I sebesar 63,64% guru yang tergolong mampu; sedangkan pada siklus II persentase keberhasilannya adalah 81,82% guru yang tergolong mampu.

Page 9 of 24 | Total Record : 238