cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Eksistensi Upacara Malukat di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem I Nyoman Subadra
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Upacara Malukat di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) Metode Observasi, (2) Metode Wawancara, dan (3) Metode Pencatatan Dokumen. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi Upacara Malukat masih eksis dilakukan oleh umat Hindu di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem karena mereka memiliki kepercayaan bahwa Malukat dilakukan untuk pembersihan jasmani dan rohani secara lahir dan bhatin. Upacara Melukat juga eksis dilaksanakan karena dipandang memiliki nilai kehinduan yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda, Panca Yama dan Panca Nyama Brata. Adapun pelaksanaan tersebut seperti bertingkah laku yang baik dan benar di depan seorang sulinggih, masyarakat, serta lingkungan.Selain itu juga harus mampu mengendalikan pikiran, yaitu pikiran yang bersih, tulus bisa memusatkan selalu waspada sebelum bertindak, dan tidak berkata kotor pada saat upacara berlangsung.
Eksistensi Upacara Malukat di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Subadra, I Nyoman
LAMPUHYANG Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v9i2.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Upacara Malukat di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) Metode Observasi, (2) Metode Wawancara, dan (3) Metode Pencatatan Dokumen. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi Upacara Malukat masih eksis dilakukan oleh umat Hindu di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem karena mereka memiliki kepercayaan bahwa Malukat dilakukan untuk pembersihan jasmani dan rohani secara lahir dan bhatin. Upacara Melukat juga eksis dilaksanakan karena dipandang memiliki nilai kehinduan yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda, Panca Yama dan Panca Nyama Brata. Adapun pelaksanaan tersebut seperti bertingkah laku yang baik dan benar di depan seorang sulinggih, masyarakat, serta lingkungan.Selain itu juga harus mampu mengendalikan pikiran, yaitu pikiran yang bersih, tulus bisa memusatkan selalu waspada sebelum bertindak, dan tidak berkata kotor pada saat upacara berlangsung.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Make a Match terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar IPS Ni Nyoman Lisna Handayani
Lampuhyang Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik make a match terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPS pada Siswa Kelas V SD Gugus VII Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 56siswa. Data yang dikumpulkan adalah motivasi belajar dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, motivasi belajarsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a matchsecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 48,923; p<0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a matchsecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 47,046; p<0,05). Ketiga, secara simultan motivasi belajar dan hasil belajar IPSantara siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a match secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Make a Match terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar IPS Handayani, Ni Nyoman Lisna
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik make a match terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPS pada Siswa Kelas V SD Gugus VII Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 56siswa. Data yang dikumpulkan adalah motivasi belajar dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, motivasi belajarsiswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a matchsecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 48,923; p<0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a matchsecara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 47,046; p<0,05). Ketiga, secara simultan motivasi belajar dan hasil belajar IPSantara siswa yang belajar dengan pembelajaran kooperatif teknik make a match secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbasis Lingkungan terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Ni Ketut Erna Muliastrini
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Bebandem. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA diukur dengan menggunakan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbasis Lingkungan terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Muliastrini, Ni Ketut Erna
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Bebandem. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA diukur dengan menggunakan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Pabligbagan Satua Mercondel Karya Sang Made Sarwadana Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam pabligbagan Satua Mercondel karya Sang Made Sarwadana. Metode hermeneutik, analisis isi, deskriptif analisis, metode pendekatan sastra yang digunakan dalam penelitian ini metode pendekatan mitopoik dan pendekatan pragmatik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisisdengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Pablibagan Satua Mercondel adalah 12 nilai pendidikan karakter yaitu: (1) nilai religius, (2) nilai jujur, (3) nilai disiplin, (4) nilai kerja keras, (5) nilai kreatif, (6) nilai mandiri, (7) nilai rasa ingin tahu, (8) nilai cinta tanah air, (9) nilai menghargai prestasi, (10) nilai cinta damai, (11) nilai gemar membaca, (12) nilai tanggung jawab.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Pabligbagan Satua Mercondel Karya Sang Made Sarwadana Aryani, Ni Komang
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam pabligbagan Satua Mercondel karya Sang Made Sarwadana. Metode hermeneutik, analisis isi, deskriptif analisis, metode pendekatan sastra yang digunakan dalam penelitian ini metode pendekatan mitopoik dan pendekatan pragmatik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisisdengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Pablibagan Satua Mercondel adalah 12 nilai pendidikan karakter yaitu: (1) nilai religius, (2) nilai jujur, (3) nilai disiplin, (4) nilai kerja keras, (5) nilai kreatif, (6) nilai mandiri, (7) nilai rasa ingin tahu, (8) nilai cinta tanah air, (9) nilai menghargai prestasi, (10) nilai cinta damai, (11) nilai gemar membaca, (12) nilai tanggung jawab.
Logika dalam Berbahasa Indonesia (Suatu Tinjauan Filsafat Bahasa) Kadek Wirahyuni; Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.175

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan logika dalam bahasa masyarakat, kaitan/hubungan antara fakta dan logika dalam berbahasa Indonesia, penggunaan kalimat efektif dalam kaitannya dengan logika berbahasa, dan salah nalar yang terjadi dalam berbahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa yang digunakan dalam masyarakat kadang kala tidak logis atau bahasa yamh mengandung ketidaknalaran. Kata ketidaknalaran mengandung pengertian adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nalar atau logika (logic). Ketidaklogisan atau kesalahnalaran itu tercermin dalam bahasa yang kita produksi dalam bentuk tutur. Ujaran atau tutur kita jadinya dapat mencerminkan cara kita berpikir, sehingga muncul ungkapan bahasa yang logis dan bahasa yang tidak logis. Bahasa ternyata tidak selalu tunduk kepada kebenaran fakta dan kebenaran penalaran secara logika. Di satu sisi bahasa harus tuntuk kepada logika dan di sisi lain bahasa tidak selamanya tunduk kepada logika. Penggunaan atau penataan kalimat juga berkaitan dengan logika. Kalau sebuah kalimat memiliki sebuah kata yang tidak berfungsi, kalimat tersebut disebut kalimat mubazir, dan dianggap tidak efektif. Adanya kata yang mubazir itu juga menyebabkan kalimat itu tidak benar dan tidak logis karena penutur tidak mengikuti alur penalaran yang benar. Ada beberapa corak berpikir salah atau salah nalar, yang dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang tidak dapat diterima akal sehat atau tidak logis. Corak yang dapat menyebabkan salah nalar di antaranya adalah dalam wujud generalisasi atau stereotype.
Logika dalam Berbahasa Indonesia (Suatu Tinjauan Filsafat Bahasa) Wirahyuni, Kadek; Juliantari, Ni Kadek
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.175

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan logika dalam bahasa masyarakat, kaitan/hubungan antara fakta dan logika dalam berbahasa Indonesia, penggunaan kalimat efektif dalam kaitannya dengan logika berbahasa, dan salah nalar yang terjadi dalam berbahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa yang digunakan dalam masyarakat kadang kala tidak logis atau bahasa yamh mengandung ketidaknalaran. Kata ketidaknalaran mengandung pengertian adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nalar atau logika (logic). Ketidaklogisan atau kesalahnalaran itu tercermin dalam bahasa yang kita produksi dalam bentuk tutur. Ujaran atau tutur kita jadinya dapat mencerminkan cara kita berpikir, sehingga muncul ungkapan bahasa yang logis dan bahasa yang tidak logis. Bahasa ternyata tidak selalu tunduk kepada kebenaran fakta dan kebenaran penalaran secara logika. Di satu sisi bahasa harus tuntuk kepada logika dan di sisi lain bahasa tidak selamanya tunduk kepada logika. Penggunaan atau penataan kalimat juga berkaitan dengan logika. Kalau sebuah kalimat memiliki sebuah kata yang tidak berfungsi, kalimat tersebut disebut kalimat mubazir, dan dianggap tidak efektif. Adanya kata yang mubazir itu juga menyebabkan kalimat itu tidak benar dan tidak logis karena penutur tidak mengikuti alur penalaran yang benar. Ada beberapa corak berpikir salah atau salah nalar, yang dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang tidak dapat diterima akal sehat atau tidak logis. Corak yang dapat menyebabkan salah nalar di antaranya adalah dalam wujud generalisasi atau stereotype.

Page 10 of 24 | Total Record : 238