cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Keberadaan Awig-Awig sebagai Landasan Hukum Adat Masyarakat Hindu di Karangasem Wayan Yanik Yasmini
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.176

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan awig-awig dan mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam memantapkan keberadaan awig-awig desa adat yang digunakan sebagai landasan hukum Hindu di Bali. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode studi domumentasi, wawancara, dan observasi. Analisisnya secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan Awig-awig di Desa Prakaman masih eksis digunakan sebagai landasan hukum ada, tetapi perlu direvitalisasi. Faktor penyebab awig-awig desa adat perlu direvitalisasi karena awig-awig merupakan pedoman yang bertujuan memelihara ketertiban dan ketenteraman dalam kehidupan, mengatur keseimbangan, keamanan dan ketertiban krama dewa yang nantinya dapat terwujud kesukertaan desa, sumber hukum pada tingkat desa adat, sebagai tata tertib, sebagai pedoman dalam kegiatan sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan keagamaan serta awig-awig berisi falsafah Tri Hita Karana dan falsafah Hindu berdasarkan pada “Moksatham Jagat Hita Ya Iti Dharma,” Catur Purusa Artha (Dharma, Kama, Artha dan Moksa), Desa, Kala, Patra, Tat Twam Asi, dan Tri Upasaksi. Upaya yang dilakukan untuk memantapkan keberadaan awig-awig desa adat sebagai landasan hukum Hindu adalah memantapkan penyusunan awig-awig di tingkat desa adat, selanjutnya menyosialisasikan penyusunan awig-awig, dan mencetak awig-awig untuk disosialisasikan agar dipedomani oleh semua pihak terkait.
Keberadaan Awig-Awig sebagai Landasan Hukum Adat Masyarakat Hindu di Karangasem Yasmini, Wayan Yanik
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.176

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan awig-awig dan mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam memantapkan keberadaan awig-awig desa adat yang digunakan sebagai landasan hukum Hindu di Bali. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode studi domumentasi, wawancara, dan observasi. Analisisnya secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan Awig-awig di Desa Prakaman masih eksis digunakan sebagai landasan hukum ada, tetapi perlu direvitalisasi. Faktor penyebab awig-awig desa adat perlu direvitalisasi karena awig-awig merupakan pedoman yang bertujuan memelihara ketertiban dan ketenteraman dalam kehidupan, mengatur keseimbangan, keamanan dan ketertiban krama dewa yang nantinya dapat terwujud kesukertaan desa, sumber hukum pada tingkat desa adat, sebagai tata tertib, sebagai pedoman dalam kegiatan sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan keagamaan serta awig-awig berisi falsafah Tri Hita Karana dan falsafah Hindu berdasarkan pada “Moksatham Jagat Hita Ya Iti Dharma,” Catur Purusa Artha (Dharma, Kama, Artha dan Moksa), Desa, Kala, Patra, Tat Twam Asi, dan Tri Upasaksi. Upaya yang dilakukan untuk memantapkan keberadaan awig-awig desa adat sebagai landasan hukum Hindu adalah memantapkan penyusunan awig-awig di tingkat desa adat, selanjutnya menyosialisasikan penyusunan awig-awig, dan mencetak awig-awig untuk disosialisasikan agar dipedomani oleh semua pihak terkait.
Tri Pramana sebagai Pendekatan Saintifik Berbasis Agama Hindu dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di Sekolah Dasar I Ketut Seken; I Komang Badra
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Tri Pramana sebagai pendekatan saintifik berbasis agama Hindu dalam pembelajaran Agama Hindu, di Sekolah Dasar. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan studi dokumen, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini ada 3 (tiga) sebagai berikut. (1) Aplikasi pendekatan Tri Pramana dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu (PAH) di SD menekankan pada tiga aspek dalam Tri Pramana, baik yang tertuang dalam Upadesa (Agama Pramana, Pratyaksa Pramana, dan Anumana Pramana) maupun yang tertuang dalam Whraspati Kalpa (Gurutah, Sastratah, dan Swatah). (2) Implementasi pendekatan Tri Pramana dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD pada dasarnya relevan dengan pendekatan saintifik dalam pengimplementasian kurikulum 2013. Pratyaksa Pramana sejalan dengan proses mengamati sekaligus menanya karena setelah melakukan pengamatan memungkinkan muncul pertanyaan dari siswa. Agama Pramana sejalan dengan proses mengeksplorasi karena dalam proses pengumpulan data/informasi, siswa dapat membaca sumber pustaka ataupun melakukan wawancara dengan guru yang bersangkutan atau orang lain yang dianggap mampu. Anumana Pramana sejalan dengan proses mengasosiasi dan mengmunikasikan, karena dalam mengasosiasi, siswa mencari hubungan melalui ilustrasi sehingga dapat ditarik simpulan yang selanjutnya dikomunikasikan kepada siswa lainnya. Akan tetapi, proses itu atau kesejalanan itu tidak berlaku mutlak.
Tri Pramana sebagai Pendekatan Saintifik Berbasis Agama Hindu dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di Sekolah Dasar Seken, I Ketut; Badra, I Komang
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Tri Pramana sebagai pendekatan saintifik berbasis agama Hindu dalam pembelajaran Agama Hindu, di Sekolah Dasar. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan studi dokumen, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini ada 3 (tiga) sebagai berikut. (1) Aplikasi pendekatan Tri Pramana dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu (PAH) di SD menekankan pada tiga aspek dalam Tri Pramana, baik yang tertuang dalam Upadesa (Agama Pramana, Pratyaksa Pramana, dan Anumana Pramana) maupun yang tertuang dalam Whraspati Kalpa (Gurutah, Sastratah, dan Swatah). (2) Implementasi pendekatan Tri Pramana dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD pada dasarnya relevan dengan pendekatan saintifik dalam pengimplementasian kurikulum 2013. Pratyaksa Pramana sejalan dengan proses mengamati sekaligus menanya karena setelah melakukan pengamatan memungkinkan muncul pertanyaan dari siswa. Agama Pramana sejalan dengan proses mengeksplorasi karena dalam proses pengumpulan data/informasi, siswa dapat membaca sumber pustaka ataupun melakukan wawancara dengan guru yang bersangkutan atau orang lain yang dianggap mampu. Anumana Pramana sejalan dengan proses mengasosiasi dan mengmunikasikan, karena dalam mengasosiasi, siswa mencari hubungan melalui ilustrasi sehingga dapat ditarik simpulan yang selanjutnya dikomunikasikan kepada siswa lainnya. Akan tetapi, proses itu atau kesejalanan itu tidak berlaku mutlak.
Analisis Fungsional Upacara Mamunjung dalam Tradisi Umat Hindu Ni Putu Gatriyani
Lampuhyang Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upacara Mamunjung secara fungsional. Dalam analisisnya dilakukan pula analisis terhadap prosesi Mamunjung. Untuk memperoleh data yang lengkap dalam penelitian ini, maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan data digunakan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling, sedangkan untuk pengumpulan data digunakan metode wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan metode deskriptif, teknik induksi dan argumentasi sehingga diperoleh suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada dalam penelitian yang bersifat menyeluruh mengenai upacara mamunjung. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian berupa tujuan upacara mamunjung yaitu sebagai rasa eling (ingat) kepada leluhur, sehingga secara fungsional upacara mamunjung memiliki empat fungsi yaitu: a) fungsi ritual dilihat dari banten ayunan putih kuning beserta bentuk dan caranya menata, b) fungsi adat, dengan adanya adat suatu tempat memiliki pedoman untuk mlelakukan kegiatan yang pasti tidak melanggar adat yang telah diberlakukan, c) fungsi sosial, yaitu saling mengupayakan satu dengan yang lain dan keharmonisan antar anggota keluarga, d) fungsi pendidikan, dicerminkan oleh adanya rasa kebersamaan pada saat pembuatan banten.
Analisis Fungsional Upacara Mamunjung dalam Tradisi Umat Hindu Gatriyani, Ni Putu
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upacara Mamunjung secara fungsional. Dalam analisisnya dilakukan pula analisis terhadap prosesi Mamunjung. Untuk memperoleh data yang lengkap dalam penelitian ini, maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan data digunakan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling, sedangkan untuk pengumpulan data digunakan metode wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan metode deskriptif, teknik induksi dan argumentasi sehingga diperoleh suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada dalam penelitian yang bersifat menyeluruh mengenai upacara mamunjung. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian berupa tujuan upacara mamunjung yaitu sebagai rasa eling (ingat) kepada leluhur, sehingga secara fungsional upacara mamunjung memiliki empat fungsi yaitu: a) fungsi ritual dilihat dari banten ayunan putih kuning beserta bentuk dan caranya menata, b) fungsi adat, dengan adanya adat suatu tempat memiliki pedoman untuk mlelakukan kegiatan yang pasti tidak melanggar adat yang telah diberlakukan, c) fungsi sosial, yaitu saling mengupayakan satu dengan yang lain dan keharmonisan antar anggota keluarga, d) fungsi pendidikan, dicerminkan oleh adanya rasa kebersamaan pada saat pembuatan banten.
Determinasi Kultur Sekolah, Disiplin Belajar, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kultur sekolah, disiplin belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiasiswa kelas VI SD Segugus VI Kecamatan Kubu. Penelitian ini adalah penelitian “ex-post facto” dengan jumlah sampel133 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi, analisis data dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,373 dan sumbangan efektifnya sebesar 7,24%, 2) terdapat determinasi yang signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dan sumbangan efektifnya sebesar 11,28%, 3) terdapat determinasi yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,372 dan sumbangan efektifnya sebesar 10,57%, 4) secara bersama sama, terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah, disiplin belajar, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,539 dan kontribusinya sebesar 29,1% terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiadi SD Segugus VI Kecamatan Kubu.
Determinasi Kultur Sekolah, Disiplin Belajar, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Handayani, Ni Nyoman Lisna
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kultur sekolah, disiplin belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiasiswa kelas VI SD Segugus VI Kecamatan Kubu. Penelitian ini adalah penelitian “ex-post facto” dengan jumlah sampel133 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi, analisis data dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,373 dan sumbangan efektifnya sebesar 7,24%, 2) terdapat determinasi yang signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dan sumbangan efektifnya sebesar 11,28%, 3) terdapat determinasi yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,372 dan sumbangan efektifnya sebesar 10,57%, 4) secara bersama sama, terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah, disiplin belajar, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,539 dan kontribusinya sebesar 29,1% terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiadi SD Segugus VI Kecamatan Kubu.
Campur Kode dalam Komunikasi Antarpemandu Wisata di Candidasa Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode oleh masyarakat Hindu yang bekerja sebagai pemandu wisata di daerah Candidasa. Data dikumpulkan melalui observasi dengan teknik perekaman dan pencatatan, serta wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan teknit interpretatif dan argumentatif sesuai data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk campur kode dalam komunikasi antarpemandu wisata di Candidasa, yakni campur kode bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke luar), campur kode bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke dalam), campur kode campuran (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam pemakaian bahasa Bali. Ada tujuh faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yakni (1) tidak baiknya penguasaan bahasa di kawasan wisata Candidasa, baik penguasaan bahasa Bali, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, (2) adanya niat untuk menambah gengsi, (3) ingin menunjukkan kebolehan, (4) pencarian jati diri, (5) kebiasaan, (6) ingin bersenda gurau (melucu) dan (7) kesantaian (ketidakformalan) situasi pembicaraan.
Campur Kode dalam Komunikasi Antarpemandu Wisata di Candidasa Juliantari, Ni Kadek
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode oleh masyarakat Hindu yang bekerja sebagai pemandu wisata di daerah Candidasa. Data dikumpulkan melalui observasi dengan teknik perekaman dan pencatatan, serta wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan teknit interpretatif dan argumentatif sesuai data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk campur kode dalam komunikasi antarpemandu wisata di Candidasa, yakni campur kode bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke luar), campur kode bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke dalam), campur kode campuran (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam pemakaian bahasa Bali. Ada tujuh faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yakni (1) tidak baiknya penguasaan bahasa di kawasan wisata Candidasa, baik penguasaan bahasa Bali, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, (2) adanya niat untuk menambah gengsi, (3) ingin menunjukkan kebolehan, (4) pencarian jati diri, (5) kebiasaan, (6) ingin bersenda gurau (melucu) dan (7) kesantaian (ketidakformalan) situasi pembicaraan.

Page 11 of 24 | Total Record : 238