cover
Contact Name
Farid Helmi Setyawan
Contact Email
faridhelmi@stkipmodernngawi.ac.id
Phone
+6282244602919
Journal Mail Official
jpm@stkipmodernngawi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno No. 4 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63214
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
JPM (Jurnal Pendidikan Modern)
ISSN : 24601225     EISSN : 2580099X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JPM (Jurnal Pendidikan Modern) is a journal published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Modern Ngawi, Indonesia. JPM (Jurnal Pendidikan Modern) encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education. The journal publishes a broad range of papers from all branches of education and individual or group learning relating to education.
Articles 193 Documents
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Menyelesaikan Masalah Ditinjau dari Gaya Berpikir Pratiwi Novitasari; Rumiati, Lina
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i1.1336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan masalah ditinjau dari gaya berpikir sekuensial konkret dan acak konkret. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa gambaran tentang kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan matematika dengan gaya berpikir SK dan AK dalam memecahkan masalah matematika. Instrumen dalam penelitian ini meliputi peneliti sebagai instrumen utama, sedangkan instrumen pendukung meliputi angket gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kreatif, dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah dua mahasiswa dengan gaya berpikir SK dan AK yang paling dominan diantara mahasiswa lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya berpikir SK mampu memenuhi indikator berpikir kreatif yaitu keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Sedangkan mahasiswa dengan gaya berpikir AK tidak mampu memenuhi indikator berpikir kreatif yaitu keluwesan dan elaborasi, dan hanya mampu memenuhi indikator berpikir kreatif keaslian.
Pengenalan Konsep Ketuhanan Pada Anak Usia Dni dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam rohmatuzzahro, indah; Saputri, Senny Weyara Dienda; Umi Musya'adah; Nur Andini Salsabila
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i1.1341

Abstract

Anak usia dini merupakan manusia yang lahir membawa fitrah, fitrah sebagai manusia yang ingin belajar, banyak ingin tahu, dan ingin memahami hal-hal baru. Dan orang tuanya lah yang menentukan jalannya dalam menempuh kehidupan di masa yang akan datang, maka penting bagi para orang tua dan guru dalam mendidik anak usia dini untuk mengembangkan kecerdasan spiritualnya. Ciri perkembangan spiritual anak usia dini biasanya pada pengenalan Tuhan dan pemahamannya tentang Tuhan. Hal ini berpengaruh pada kecerdasan intelektual dan emosionalnya kelak. Filsafat pendidikan Islam menjadi konsep dasar bahwa manusia lahir dengan fitrah keagamaan. Pengenalan konsep Tuhan ini bertujuan untuk menguatkan pondasi anak usia dini dalam perkembangan spiritual yang nantinya akan mempengaruhi moral dan akhlak anak. Namun kita sebagai orang tua, sebagian besar seringkali kesulitan dalam memberikan pengenalan konsep Tuhan pada anak. Kritisnya pertanyaan anak pada orang tua terhadap segala bentuk kegiatan ibadah yang diajarkan orang tua. Anak cenderung mematuhi hanya karena diperintahkan bukan diajarkan pemahamannya. Dampaknya akan mempengaruhi kemampuan emosional, moral dan spiritual pada anak. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan strategi pengenalan konsep Tuhan untuk anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengenalan konsep ketuhanan pada anak usia dini dalam pandangan filsafat pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam anak usia dini dapat menumbuhkan insting sebagai makhluk yang bertuhan dengan beberapa stimulasi yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak pendukung, seperti orang tua, guru dan masyarakat sekitarnya. Namun hal ini disesuaikan dengan tahapan perkembangan pada anak. Beberapa hal yang dapat diterapkan oleh orang tua dan guru pada anak tentang bagaimana mengenalkan Tuhan yaitu : Membacakan cerita atau kisah-kisah kekuasaan Allah, mendongeng tentang cerita-cerita yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dan agama, menyanyikan lagu-lagu tentang keesaan Allah, mengajak ke tempat ibadah dan melakukan ibadah bersama, membiasakan perilaku terpuji dan melaksanakan kegiatan sehari-hari yang mengandung unsur keagamaan. Kata Kunci: pengenalan konsep ketuhanan, anak usia dini, filsafat pendidikan Islam
Kemampuan TOEFL: Identifikasi Kesenjangan Sub-Keterampilan Menyimak pada TOEFL Listening Part B Mahasiswa Tahun Pertama Awwalia, Luthfi; Lucky Amatur Rohmani
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i1.1344

Abstract

Salah satu keterampilan bahasa Inggris yang paling menantang bagi mahasiswa, khususnya dalam konteks tes standar seperti Test of English as a Foreign Language (TOEFL) ialah listening. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan sub-keterampilan listening mahasiswa tahun pertama melalui analisis TOEFL Listening Part B. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas 74 mahasiswa semester pertama yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui hasil tes TOEFL Listening Part B dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis dengan mengelompokkan butir soal berdasarkan jenis pertanyaan, yaitu ide pokok, detail spesifik, makna tersirat, serta sikap atau maksud pembicara. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa relatif lebih mampu menjawab soal seputar detail spesifik yang disampaikan secara eksplisit dalam percakapan. Sebaliknya, kesulitan yang signifikan ditemukan pada sub-keterampilan memahami ide pokok, menarik makna tersirat, dan memahami sikap atau maksud pembicara. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung mengandalkan strategi menyimak berbasis kata kunci dan belum mampu membangun pemahaman wacana secara menyeluruh dalam percakapan panjang. Kesimpulan yang di dapat yakni TOEFL Listening Part B memiliki potensi kuat sebagai instrumen asesmen diagnostik untuk memetakan kesenjangan sub-keterampilan listening. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pembelajaran listening yang lebih terarah, kontekstual, dan berbasis kebutuhan di pendidikan tinggi.