cover
Contact Name
Hanifadinna
Contact Email
hanifadinna@itsb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI)
ISSN : 26566664     EISSN : 26863545     DOI : https://doi.org/10.36870/jvti
Journal Vokasi Teknologi Industri (JVTI) merupakan penerbitan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Vokasi Institut Teknologi dan Sains Bandung. Penerbitan Jurnal ini akan mempublikasikan hasil penelitian di bidang Teknologi, Industri, dan juga yang terkait dengan kegiatan pendidikan Vokasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
Tingkat Korelasi Budaya Organisasi Dan Kinerja Karyawan (Studi Pabrik Kelapa Sawit PT. Smart.Tbk) Deni Rachmat; Asep Yunta Darma
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.247 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i1.166

Abstract

Persoalan Sumber Daya Manusia yang dihadapi Pabrik Kelapa Sawit adalah tingkat kedisiplinan karyawan rendah, konflik antara karyawan dan turn over karyawan yang tinggi. Pesoalan-persoalan ini menjadi penghambat yang berpengaruh besar terhadap kinerja karyawan, akan tetapi persoalan ini dapat diatasi dengan meningkatkan implementasi budaya organisasi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan mengetahui tingkat implementasi budaya organisasi dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan, dapat dilakukan upaya sosialisasi, evaluasi implementasi budaya perusahaan secara berkala/rutin oleh pimpinan perusahaan sebagai agen perubahan. Pada penelitian ini budaya organisasi dan kinerja karyawan diamati melalui 7 (tujuh) aspek menjadi data olah. Pengambilan data dilakukan melalui data primer dan sekunder, observasi langsung, wawancara dan penyebaran kuesioner. Analisis dilakukan dengan menyusun distribusi frekuensi masingmasing aspek yang diamati. Distribusi frekuensi ini sebagai instrument untuk mengetahui aspek mana yang memberikan kontribusi tinggi dan rendah terhadap budaya organisasi dan kinerja karyawan, langkah selanjutnya dilakukan analisis regresi untuk mengetahuai hubungan budaya organisasi dan kinerja karyawan. Hasil analisis regresi diperoleh hubungan kinerja dengan budaya organisasi perusahaan yaitu: Kinerja (Y) = 55,623 + 0,058 Budaya (X). Bila budaya organisasi tidak dilaksanakan oleh individu karyawan yang belum mengetahui dan memahami budaya organisasi (X=0), maka diperkirakan kemampuan kinerja karyawan adalah 55,623 unit. Namun bila budaya organisasi sudah dilaksanakan oleh karyawan setara dengan 1 unit budaya organisasi, maka kinerja organisasi naik sebesar 55,623 + 0,058 = 55,681. Koefisien regresi b = 55,623 menunjukkan bahwa besaran penambahan tingkat kinerja perusahaan yang harus ditetapkan, apabila budaya organisasi tidak diterapkan pada suatu organisasi. Hasil uji statistik menunjukan budaya organisasi memberikan pengaruh yang kecil terhadap kinerja perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi yang ditetapkan oleh perusahaan belum sepenuhnya terinternalisasi pada setiap individu karyawan.
Purifikasi Reject Pulp Sebagai Media Filtrasi Dalam Pengolahan Air Limbah Pulp Dan Kertas Nurul Ajeng Susilo; Wahyu Rizaldi; Rachmawati Apriani; Ni Njoman Manik; Gina Maulia
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.434 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i1.169

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu langkah untuk meminimalkan terjadinya penumpukan limbah padat di area landfill industri pulp dan kertas yaitu melakukan suatu inovasi dan pengembangan teknologi berupa pemanfaatan limbah padat reject pulp yang dimodifikasi menjadi suatu media filtrasi. Hal tersebut dilakukan mengetahui bahwa kandungan alfa selulosa dalam reject pulp masih cukup tinggi sehingga dengan metode purifikasi (pemurnian) dan modifikasi penambahan bahan kimia, reject pulp berpotensi digunakan sebagai media filtrasi. Yang mana media filtrasi termodifikasi ini melalui pengujian terhadap propertiesnya sifat fisik maupun sifat optik dapat mampu mengolah air limbah pulp dan kertas menjadi air bersih dengan kualitas yang memenuhi standar PerMenLH No.5 tahun 2014. Proses purifikasi (pemurnian) reject pulp dilakukan melalui dua metode yaitu pembilasan secara berulang menggunakan air panas dan melakukan perendaman menggunakan peroksida (bleaching) untuk menghilangkan lignin yang masih tersisa pada reject pulp. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemurnian (purifikasi pulp) yang lebih optimal adalah menggunakan perendaman menggunakan hydrogen peroksida 20% pada pH 9 dengan waktu kontak 3 jam diperoleh derajat putih mendekati 63,3% ISO. Air hasil olahan menggunakan media filtrasi termodifikasi ini secara visual dapat memenuhi standar untuk klasifikasi air bersih yang dapat digunakan kembali pada proses produksi.
Pengujian Merusak Pada Kualifikasi Prosedur Las Plat Baja Karbon SA-36 dengan Proses Pengelasan SMAW Berdasarkan Standar ASME Section IX Amelia Rahmatika; Eko Sutarto; Agus C. Arifin
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.921 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v3i1.218

Abstract

Spesifikasi Prosedur Las (Welding Procedure Specification/WPS) merupakan dokumen tertulis yang menjelaskan prosedur pengelasan dan memberikan arahan pada juru las untuk menghasilkan mutu produk las sesuai dengan kode dan standar yang telah ditentukan. WPS merupakan hal yang sangat penting dalam proses pengelasan, sehingga perlu proses kualifikasi. WPS dapat dinyatakan terkualifikasi jika memiliki rekaman kualifikasi prosedur (Procedure Qualification Record/PQR). Tahapan kualifikasi WPS dan PQR adalah pembuatan spesimen, pengelasan spesimen, pengujian dan pemeriksaan hasil pengujian spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian merusak yaitu pengujian tarik dan pengujian tekuk (bending) pada prosedur las plat baja karbon rendah SA-36 dengan proses pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding). Jenis pengujian dan jumlah spesimen mengacu pada standar ASME BPVC (Boiler Pressure Vessel) Section IX. Total jumlah spesimen uji adalah 6 (enam) spesimen dengan rincian yaitu 2 (dua) spesimen uji tarik, 2 (dua) spesimen uji face bend, dan 2 (dua) spesimen uji root bend. Preparasi spesimen pengujian tarik mengacu pada QW-462.1.(a) dan preparasi spesimen pengujian bending mengavcu pada QW-463.1.(a) standar ASME BVPC Section IX. Berdasarkan hasil pengujian tarik spesimen, didapatkan kekuatan tarik maksimum rata-rata sebesar 439,75 MPa dengan lokasi patahan berada di daerah logam dasar (base metal). Mengacu pada syarat keberterimaan (acceptance criteria) uji tarik menurut QW-153.1. standar ASME BPVC Section IX, maka spesimen tersebut dinyatakan lulus uji. Berdasarkan hasil pengujian bending, terdapat cacat terbuka (open discontinuity) maksimum sebesar 1,5 mm. Dengan adanya cacat terbuka
Kajian Pengaruh Tekanan Kerja Steam pada Mesin Steam Heater terhadap Kadar Air Kernel di Pabrik Kelapa Sawit Lia Laila
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.582 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i2.143

Abstract

Pabrik Kelapa Sawit Bumi Palma merupakan sebuah pabrik yang memproduksi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). Kernel yang dihasilkan industri sawit mengalami peningkatan permintaan dari berbagai sektor industri sebagai bahan baku pembuatan produk sabun, oleokimia, minyak nabati, dan lain-lain. Salah satu parameter keberhasilan kernel sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) PT SMART Tbk yaitu memiliki nilai kadar air (moisture) sebesar (6-7)%. Moisture kernel produksi dipengaruhi mesin steam heater. Mesin steam heater berfungsi untuk proses pengeringan kernel dengan bantuan uap (steam) yang diubah menjadi udara panas bertemperatur (80-100)ÂșC. Salah satu persoalan yang sering terjadi pada proses pengeringan ini adalah tidak tercapainya kualitas kadar air (moisture) kernel yang sesuai nilai standar parameter. Jika nilainya kurang dari 6% akan mengakibatkan kerugian untuk perusahaan karena kernel yang terlalu kering mengurangi tonase timbangan, sedangkan jika nilainya lebih dari 7% maka kernel lebih mudah berjamur selama penyimpanan sebelum kernel diolah menjadi minyak kernel. Penyimpanan kernel dengan kadar air tinggi sebelum didisktribusikan memengaruhi produksi minyak kernel di tahap pengeringan (kernel dryer) pada pengolahan minyak kernel. Proses pengeringan kernel dipengaruhi oleh jumlah steam yang masuk, tekanan kerja steam dan temperatur steam di mesin steam heater. Oleh karena itu, diperlukan penentuan pengaturan tekanan kerja steam di mesin steam heater yang tepat melalui bukaan valve inlet steam dari Back Pressure Vessel (BPV). Metode yang dilakukan yaitu (1) mengumpulkan data terkait (2) menghitung efisiensi mesin steam heater (3) melakukan pengaturan penyaluran input steam ke mesin steam heater (4) membandingkan moisture kernel produksi sebelum dan sesudah dilakukan pengaturan penyaluran input steam ke mesin steam heater. Dari hasil pengkajian menyatakan bahwa pengaturan bukaan valve yang tepat untuk menghasilkan moisture kernel yang sesuai standar yakni berada di tekanan kerja steam (2,8-3,0) bar. Kadar air kernel yang sesuai standar meningkat dari 50% menjadi 56,5%
Pembuatan PCC (Precipitated Calcium Carbonate) Menggunakan Bahan Baku Lime Mud Dengan Metode Kaustik Soda Gina Maulia
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.47 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i2.187

Abstract

Recausticizing merupakan proses pengolahan green liquor menjadi white liquor sebagai produk utama dan lumpur kapur (lime mud) sebagai produk samping. Lime mud sebagai produk samping memiliki kandungan CaCO3 yang cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lime mud sebagai bahan baku pembuatan PCC (Precipitated Calcium Carbonate) yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Penelitian pembuatan PCC ini menggunakan metode kaustik soda dengan variasi dosis HNO3 1 M, 3 M, 5 M, 7 M, 9 M, 11 M, dan 12 M kemudian ditambahkan Na2CO3 untuk pembentukan PCC. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan dosis optimum yaitu pada konsentrasi HNO3 12 M dan Na2CO3 2 M dengan nilai rendemen 97.1 % dan kemurnian 99.57 % yang menunjukkan bahwa hasil tersebut sesuai dengan standar PCC.
Penggunaan Metode Failure Mode And Effect Analysis Untuk Mengidentifikasi Kegagalan Dan Pemilihan Tindakan Perawatan (Kasus Stasiun Klarifikasi Pabrik Kelapa Sawit Langling) Lia Laila; Asep Yunta Darma; Akbar Karuniawan
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.188 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v3i1.226

Abstract

Stasiun Klarifikasi merupakan stasiun tempat proses pemurnian Crude Oil atau minyak kasar hasil ekstraksi dari Stasiun Pressing. Pada stasiun ini minyak kasar dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti padatan, lumpur, dan air sebelum dikirim ke Tangki Penyimpanan. Stasiun Klarifikasi terdiri dari beberapa mesin yang beroperasi secara terus-menerus selama proses produksi sehingga apabila terjadi kerusakan pada mesin akan menghambat proses produksi. Dengan demikian tindakan perawatan sangat penting terutama terhadap komponen kritis agar Stasiun Klarifikasi dapat beroperasi dengan baik. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dapat digunakan mengidentifikasi komponen kritis mesin agar dapat menentukan tindakan perawatan yang tepat. Dengan demikian tujuan penelitian adalah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui komponen kritis pada Stasiun Klarifikasi dan menentukan tindakan perawatan untuk meminimalkan potensi kerusakan. Langkah-langkah untuk mendapatkan hasil penelitian adalah (1) Mengumpulkan Data, (2) Mengidentifikasi komponen kritis, (3) Menentukan tindakan perawatan. Hasil penelitian menunjukan komponen kritis pada Stasiun Klarifikasi adalah Packing Body Pompa Crude Oil (RPN: 105) dan Mechanical Seal Pompa Condensate (RPN: 105). Tindakan perawatan yang dapat dilakukan adalah penggantian komponen (replacement). Penggantian komponen dijadwalkan berdasarkan Mean Time Between Failure (MTBF) ,yaitu. Packing body pompa crude oil diganti setiap 1.657 jam (5 bulan) dan mechanical seal pompa condensate diganti setiap 1.037 jam (3 bulan).
Aplikasi Bacterial Cellulose dari Limbah Kulit Pisang untuk Mengurangi Penggunaan NBKP sebagai Bahan Baku Base Paper Baking Paper Rachmatika Nurfaridza
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.384 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i2.175

Abstract

Penggunaan Bacterial cellulose sebagai bahan baku alternatif untuk mengurangi penggunaan NBKP dalam proses pembuatan kertas baking memiliki banyak keunggulan. Karakteristik BC yang kuat serta luas permukaan yang tinggi dapat meningkatkan nilai kekuatan, permukaan, dan ketahanan kertas. Sehingga penggunaan BC sangat memungkinkan untuk di aplikasikan sebagai bahan baku alternatif pengganti kayu terlebih lagi NBKP, yang harga import mahal dan masa panen yang cukup lama.
Pengaruh Kinerja Endoglukanase Terhadap Pembentukan Fibrilasi Serat Bahan Baku Kertas Tisu Towel Nurul Ajeng Susilo; Devi Kilisuci; Is Helianti
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.337 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v3i1.212

Abstract

Bahan baku kertas tisu merupakan virgin pulp yang terdiri dari serat NBKP (Needle Bleach Kraft Pulp) dan serat LBKP (Leaf Bleach Kraft Pulp). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim terhadap nilai freeneess serta meninjau sifat fisik kertas tisu yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan tanpa perlakuan enzim (Blank) dan menggunakan penambahan enzim yaitu enzim endoglukanase.Masing - masing enzim divariasikan dosis penggunaannya 0 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm. Kemudian divariasikan waktu beaternya 0 menit, 15 menit, 20 menit. Penambahan enzim dilakukan sebelum beater. Kondisi enzim saat akan ditambahkan berkonsistensi 1% sedangkan kondisi subtrat (serat) konsistensi 1.56% suhu 40 - 60oC. Dengan variasi pencampuran bahan baku LBKP : NBKP yaitu 70%:30%. Hasil penelitian menunjukan dengan penambahan enzim endoglukanase didapat hasil yang baik yaitu dapat menurunkan nilai freeness LBKP sebesar 16% kemudian freeness NBKP turun sebesar 22%. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan enzim endoglukanase dapat meningkatkan beberapa sifat fisik kertas tisu seperti porosity, dry tensile.
Pembuatan Mata Pisau Mesin Pencacah Sampah Plastik dengan Material AISI D2 yang Dikeraskan Setiani Ibrahim; Megarini Hersaputri; Vici Inouki Panjaitan
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.385 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v3i1.216

Abstract

Salah satu komponen utama mesin pencacah sampah plastik adalah mata pisau. Pada manufaktur lokal, proses desain, pemilihan material dan perlakuan panas pada pembuatan mata pisau sering diabaikan, padahal kriteria tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil dan kapasitas cacahan serta umur pakai dari mata pisau. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian ini untuk memperoleh tahapan proses pembuatan mata pisau yang menghasilkan pisau dengan kriteria keras, tangguh, tahan terhadap aus dan korosi. Untuk menghasilkan mata pisau yang tajam dan keras, mata pisau harus dirancang dengan sudut yang sesuai sehingga memiliki gaya pemakanan yang kecil serta pemilihan material yang memiliki hardenability baik seperti material baja perkakas jenis AISI D2. Dimensi pisau dirancang dengan ukuran 13x 95x240 mm untuk pisau statis dan 13x45x240 mm untuk pisau dinamis serta sudut mata pisau sebesar 35o. Pada penelitian ini, tahapan pembuatan mata pisau diawali dengan proses pemotongan material, proses milling untuk memperoleh dimensi yang diinginkan, pembuatan sudut mata pisau, pembuatan slot dan lubang, proses perlakuan panas, dan yang terakhir adalah proses finishing. Dari proses perlakuan panas, diperoleh kekerasan mata pisau sebesar 710 HV. Proses ini dapat meningkatkan kekerasan material lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan material tanpa proses perlakuan panas (296 HV). Proses finishing yang dilakukan adalah proses grinding yang bertujuan untuk memperoleh ketajaman sudut pisau serta tampilan dekoratif yang baik. Dari beberapa tahapan proses yang telah dilakukan, diperoleh produk mata pisau yang memiliki kriteria yang siap digunakan sebagai mata pisau pencacah sampah plastik.
Kajian Penyebab Kerusakan Door Packing pada Tabung Sterilizer Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA) di Sungai Kupang Mill Idad Syaeful Haq; Maulana Ahsan Purba
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.572 KB) | DOI: 10.36870/jvti.v2i2.177

Abstract

Kajian kerusakan door packing pada tabung sterilizer didasari karena sering terjadinya kerusakan atau pecahnya door packing pada pintu tabung sterilizer di beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS), hal ini dapat mengganggu jalannya proses produksi karena harus diperbaiki dengan diganti saat itu juga. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa sering masalah ini terjadi, mengetahui penyebab masalah yang terjadi, mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari masalah ini, dan menemukan solusi dari masalah yang terjadi. Adapun metode yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan RCA yaitu metode yang digunakan untuk mencari penyebab kegagalan suatu sistem atau mesin dengan menelusuri persoalan dimulai dari akar atau dasar permasalahan. Hasil dari kajian ini adalah diketahuinya penyebab dari kerusakan door packing di stasiun sterilizer yaitu: safety valve tidak bekerja dengan baik, kondisi pintu sudah tidak sejajar dengan tabung, alur door packing sudah tidak mengikat (lebar). Dari beberapa penyebab kerusakan solusi yang diberikan adalah dengan melakukan penyetelan ulang safety valve, penyetelan ulang alur pintu, melakukan penggantian pintu pada pintu yang alur door packing sudah tidak mengikat (lebar), dan melakukan perawatan dengan menambahkan monitoring book di stasiun sterilizer.