JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles
21 Documents
Search results for
, issue
"Volume 2, Nomor 2, Mei 2019"
:
21 Documents
clear
ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI ENLARGED BASE BERDASARKAN DATA N-SPT DENGAN PROGRAM MICROSOFT EXCEL
Renaldi Caecario;
Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4302
Secara umum fungsi fondasi adalah untuk meneruskan gaya yang diterimanya ke tanah dasar fondasi. Fondasi dalam digunakan apabila lapisan tanah keras terletak sangat dalam, untuk itu tipe fondasi yang cocok adalah tiang tahanan ujung sebagai penerus beban melalui ujungnya ke lapisan keras yang memiliki kuat dukung tinggi. Pada penulisan ini yang akan dibahas adalah tiang bor yang ujungnya diperbesar berbentuk trapesium. Berbeda dengan tiang bor lurus, tiang bor yang ujungnya diperbesar berbentuk trapesium akan memiliki daya dukung ujung lebih besar, karena pada prinsipnya bagian ujung fondasi dalam yang memiliki bentuk trapesium sama seperti fondasi dangkal. Jadi fondasi tiang bor yang ujungnya diperbesar berbentuk trapesium adalah fondasi dangkal yang diteruskan ke dalam tanah sampai mencapai tanah keras. Pada penulisan ini akan dilakukan analisis daya dukung vertikal dan penurunan seketika mengenai fondasi yang ujungnya diperbesar atau fondasi enlarged base. Karena perhitungan fondasi enlarged base lebih rumit dan sulit dibandingkan dengan menghitung fondasi tiang bor lurus, untuk mempermudah perhitungan akan dibuat dalam bentuk spreadsheet dengan program Microsoft Excel, yang akan menghasilkan perhitungan daya dukung selimut, daya dukung ujung, daya dukung ultimit, daya dukung ijin, dan penurunan seketika fondasi enlarged base. Dan untuk mengetahui apakah hasil perhitungan spreadsheet tersebut dapat di andalkan, akan dilakukan perbandingan dengan software komputer lain.
ANALISIS EFEKTIVITAS KEDALAMAN GROUTING UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG LATERAL FONDASI TIANG BETON PRACETAK
Fanica Fanica;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4307
Fondasi tiang pada umumnya digunakan untuk pembangunan gedung bertingkat dan dalam perencanaannya, beban yang lebih mempengaruhi fondasi adalah beban lateral dibandingkan beban aksial. Tanah lunak tidak dapat memberikan daya dukung baik lateral maupun aksial yang besar, sehingga tanah lunak membutuhkan perlakuan khusus seperti perbaikan tanah. Salah satu cara memperbaiki tanah lunak adalah dengan cara grouting. Tujuan dilakukannya grouting untuk membuat tanah menjadi padat dengan mengisi bahan mortar sehingga daya dukung lateral dapat meningkat. Metode p-y yang diusulkan Reese et al., adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis fondasi tiang yang dibebani secara lateral pada jenis tanah pasir. Analisis juga menggunakan bantuan program yang sering digunakan untuk menganalisis beban lateral pada tiang. Fondasi tiang dianalisis dalam 2 kondisi, yaitu sebelum dan setelah dilakukan grouting dan membandingkan daya dukung lateral 2 kondisi tersebut sehingga diperoleh efektivitas kedalaman grouting.
PILIHAN PENGENDALIAN PENGGUNAAN MOBIL PRIBADI DENGAN STRATEGI PARKIR, ERP DAN TRANSJAKARTA DI JALAN GATOT SUBROTO
Vincent Tanaka;
Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4288
Skripsi ini membahas pengendalian penggunaan kendaraan pribadi dengan penerapan strategi Electronic Road Pricing, kebijakan parker dan Transjakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keinginan dari masyarakat terhadap sistem tesebut jika diterapkan di Jalan Gatot Subroto. Pada sistem tersebut mempunyai cara kerja yang berbeda dalam mengatasi kemacetan dan pengendalian kendaraan pribadi. Electronic Road Pricing telah berhasil diterapkan di beberapa negara di dunia, salah satunya Singapura negara pertama di dunia yang sukses menerapkan sistem Electronic Road Pricing dalam menanggulangi kemacetan. Sedangkan sistem kebijakan parkir merupakan sistem dimana untuk menggurangi kendaraan pribadi maka tarif parkir akan dinaikan dengan tinggi sesuai dengan kepadatan penggunaan kendaraan pribadi di daerah tersebut. Hal ini bertujuan agar pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum untuk menggurangi kemacetan. Penelitian ini mengambil data dengan cara penyebaran kuesioner terhadap responden yang pernah melewati Jalan Gatot Subroto, agar dapat mengetahui pilihan dari responden, setelah data sudah terkumpul di analisis agar dapat mengetahui pilihan dari responden tentang kedua sistem tersebut dengan menggunakan model analisis sensitifitas terhadap sistem ERP dan parkir yang berhubungan dengan total responden ,pendapatan responden ,dan kendaraan umum yang digunakan responden sehari - hari untuk mengetahui keinginan responden pada sistem tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah ketika strategi ERP dan parkir diterapkan dengan tarif yang tinggi maka pengguna jalan Gatot Subroto akan beralih menggunakan kendaraan umum atau Transjakarta.
PILIHAN PENGENDALIAN PENGGUNAAN MOBIL PRIBADI DENGAN STRATEGI PARKIR, ERP DAN TRANSJAKARTA DI JALAN RAYA SERPONG
Albert Fernando;
Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4293
Pengendalian penggunaan mobil pribadi menggunakan strategi Electronic Road Pricing, kebijakan parkir dan Transjakarta dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis respon masyarakat terhadap sistem Electronic Road Pricing, kebijakan parkir dan Transjakarta jika diterapkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Electronic Road Pricing telah berhasil menanggulangi kemacetan di beberapa negara dengan memberikan tarif berbayar pada jalan tertentu. Sistem kebijakan parkir dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dengan menaikan tarif parkir sesuai dengan kepadatan penggunaan kendaraan pribadi di daerah tertentu. Tujuan dari sistem Electronic Road Pricing dan kebijakan parkir agar pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pengambilan data untuk penelitian ini diambil dengan cara penyebaran kuesioner di Jalan Raya Serpong kepada responden yang mengetahui dan pernah melewati jalan tersebut. Data yang didapat dari responden, akan diolah agar dapat mengetahui pilihan dari responden tentang kedua sistem tersebut dengan menggunakan model analisis sensitivitas. Strategi parkir, ERP dan Transjakarta dianggap menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Hasil dari penelitian ini adalah ketika strategi ERP dan kebijakan parkir diterapkan dengan tarif yang tinggi maka pengguna Jalan Raya Serpong akan beralih menggunakan kendaraan umum dan didapatkan bahwa responden cenderung lebih memilih tarif yang lebih murah.
ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI DALAM DENGAN METODE INNER BORING DI JAKARTA
Shella Christiani;
Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4298
Dewasa ini tingkat pembangunan semakin meningkat mengikuti bertambahnya populasi penduduk. Pada umumnya lahan yang tersedia untuk pembangunan di kota-kota besar relatif kecil serta berhimpitan dengan bangunan-bangunan di sekitarnya sehingga di perlukannya alternatif teknik instalasi fondasi yang minim getaran. Inner boring merupakan sebuah teknologi pemasangan tiang fondasi pracetak (spun pile) yang mengkombinasikan metode drilling dan jacking dengan cara melubangi tanah dengan bor sambil memasukan tiang fondasi dengan cara di tekan. Tugas akhir ini membahas analisa perbandingan daya dukung fondasi dalam dengan metode instalasi Inner boring ,Pancang, dan Bored pile serta membandingkan dengan data uji beban-VWSG. Perhitungan daya dukung fondasi Inner boring menggunakan metode Nakabori Kakutei System (NAKS). Perhitungan daya dukung Pancang dihitung dengan membandingkan metode Meyerhof, Brown, dan Briaud .et.al. Sedangkan fondasi Bored pile dihitung dengan membandingkan metode Meyerhof, Reese and Wright, dan Luciano de Court. Analisa perhitungan dilakukan pada tiang fondasi pracetak berongga berdiameter 1200mm dengan kedalaman 21m
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA FONDASI TIANG PANCANG BAJA H-PILES DAN FONDASI TIANG PANCANG BETON PERSEGI PRESTRESSED
Windy Widyarti Astari;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4303
Sebagai struktur yang menopang beban struktur bangunan di atasnya, fondasi tiang pancang adalah salah satu jenis fondasi dalam yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan. Berbeda dengan di negara lain seperti di Amerika Serikat, di Indonesia tiang pancang yang paling sering digunakan adalah tiang pancang beton dibandingkan tiang pancang baja maupun kayu. Untuk memperoleh hasil yang efisien, pemilihan jenis fondasi yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pada skripsi ini akan dilakukan analisis apakah fondasi tiang pancang beton persegi prestressed lebih banyak digunakan di Indonesia karena memang lebih optimal untuk diterapkan dibandingkan dengan fondasi tiang pancang baja H-Piles. Analisis akan dilakukan dengan cara melakukan perhitungan kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan fondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed apabila kedua tiang memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama yang dikondisikan berada pada tanah yang sama. Analisis perhitungan terhadap kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan tiang akan dilakukan dengan perhitungan secara manual dan di cek dengan menggunakan software komputer. Hasil analisis pondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed tersebut kemudian akan dibandingkan dan dihitung selisih biaya material kedua tiang sebagai pertimbangan dalam pemilihan jenis fondasi tiang pancang hingga dapat disimpulkan jenis fondasi yang lebih optimal untuk digunakan pada tanah yang di analisis.
ANALISIS GAYA LATERAL PADA TIANG AKIBAT PENAMBAHAN TIMBUNAN DI PROYEK JALAN TOL JAKARTA
Marcello Dicky Wijaya;
Aniek Prihatiningsih;
Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4308
Pada salah satu jalan tol di Jakarta menggunakan konstruksi pile slab tiang pancang sepanjang 200 m. Tiang yang digunakan adalah tiang spun pile beridameter 600 mm. Tiang akan dipancang sampai ke tanah keras dengan dengan rentang kedalaman 12 m sampai 15 m dan memiliki free standing tiang setinggi 5 m diatas tanah eksisting. Ketinggian timbunan ini beragam, mulai dari 1 m hingga 4 m diatas tanah eksisting. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan horizontal dalam penulisan ini adalah metode elemen hingga. Berdasar pada hasil analisis, pemberian timbunan ini terbukti dapat meningkatkan tahanan lateral tiang sehingga perpindahan horizontal pada tiang semakin kecil. Pemberian timbunan 1 m sudah dapat meningkatkan tahanan lateral sebesar 78%. Kajian secara teknis pemberian timbunan dengan ketinggian 1 m sampai 4 m ini pun dapat dikatakan aman ditinjau dari perpindahan horizontal dan momen yang terjadi pada tiang. Namun pemberian timbunan setinggi 4 m ini dapat dikatakan tidak efisien karena tahanan lateral tiang jauh lebih besar daripada beban lateral yang ada.
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL PURBALEUNYI
Dharmawan Nugraha Wijaya;
Ni Luh Shinta Putu Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4289
Jalan tol merupakan salah satu jalan bebas hambatan yang keberadaannya saat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat memperpendek waktu tempuh, hal ini akibat jalan arteri yang sudah ada semakin macet terutama pada saat jam – jam sibuk dan akhir pekan. Dengan semakin padatnya pengguna jalan tol membuat angka risiko kecelakaan mobil di jalan tol juga semakin meningkat. Dalam upaya meningkatkan keselamatan para pengguna jalan, khususnya jalan tol, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melaksanakan Audit Keselamatan Jalan (Road Safety Audit). Aspek yang diperiksa meliputi aspek geometrik jalan, manajemen lalu lintas serta geoteknik dan struktur. Sebagai hasilnya, didapatkan kesimpulan bahwa dari segi geometrik, secara umum jalan sudah dirancang sesuai dengan ketentuan, namun demikian ada bagian-bagian yang masih memerlukan penyempurnaan. Penelitian ini akan membahas kondisi eksisting jalan Tol Purbaleunyi berdasarkan pengamatan langsung dan persepsi pengemudi. Aspek yang ditinjau adalah aspek geometrik, perkerasan, dan bangunan pelengkap jalan. Persepsi perngemudi akan didapat dengan melakukan penyebaran kuisioner dan wawancara langsung yang akan diolah dengan menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) dibantu dengan program SPSS yang dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana persepsi pengemudi terhadap kondisi eksisting geometrik, perkerasan, dan bangunan pelengkap jalan di jalan Tol Purbaleunyi. Pada akhirnya, akan didapatkan daerah rawan kecelakaan pada ruas tol Purbaleunyi dengan analisis perbandingan dari data persepsi pengemudi, pengamatan langsung, dan data kecelakaan lalu lintas.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS TATA GUNA LAHAN DI JALAN RAYA CIDENG
Fara Yuniarti;
Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4294
Hambatan samping yang berasal dari aktivitas pada samping jalan dapat mempengaruhi kinerja lalu lintas.Hambatan samping yang mempengaruhi kapasitas jalan terdiri dari pejalan kaki, kendaraan parkir dan berhenti,kendaraan keluar-masuk dan kendaraan tidak bermotor. Penelitian ini dilakukan dengan berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan 1997. Jalan Raya Cideng dijadikan wilayah studi pada penelitian ini terkait beberapa hal, diantaranya adalah pada ruas jalan tersebut terdapat beberapa penggunaan tata guna lahan yang berbeda dan belum adanya penelitian tentang pengaruh hambatan samping terhadap volume dan kecepatan lalu lintas di ruas jalan tersebut.Penelitian dilakukan dengan cara survei volume lalu lintas harian. Data primer yang digunakan adalah volume lalu lintas, jumlah hambatan samping, dan kecepatan rata-rata kendaraan. Data-data tersebut diolah dengan metode Pearson Correlation untuk mengetahui hubungan yang paling erat antara hambatan samping dengan kecepatan dan volume lalu lintas. Dari hasil pengolahan data, diperoleh korelasi yang paling erat adalah kendaraan berenti pada hari kamis malam hari di ruas Jalan Raya Cideng II terhadap kecepatan lalu lintas, dengan nilai R sebesar 0.99. Dilakukan juga kuesioner dengan metode wawancara yang disebarkan kepada 25 responden per ruas jalan. Kuesioner itu diolah dengan mencari nilai rata-rata tingkat gangguan hambatan samping bagi para responden. Dari hasil analisis yang didapat, terdapat beberapa perbedaan urutan antara MKJI 1997 dengan analisis data observasi dan analisis data kuesioner.
EVALUASI STRUKTUR SISTEM RANGKA GEDUNG DENGAN DINDING GESER BERBASIS KINERJA
Bobby Septianto;
Daniel Christianto;
Hadi Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4299
Indonesia merupakan daerah dengan resiko gempa tinggi, dimana dibutuhkan perencanaan tahan gempa. Struktur penahan gaya gempa secara umum memakai konsep Force Based Design. Konsep dari Force Based Design hanya berdasarkan kondisi elastis struktur dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dimana struktur gedung mengalami kondisi inelastis ketika mengalami guncangan gempa. Sehingga perlu dilakukan analisis evaluasi kinerja struktur untuk mengetahui kinerja gedung ketika mencapai kondisi inelastis yang merupakan konsep Performance Based Design. Dalam penelitian ini terdapat dua metode yang dipakai untuk analisis gedung ketika mengalami kondisi inelastis, yaitu metode Direct Displacement Based Design (DDBD) dan metode analisis statik nonlinier Pushover. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengindentifikasi hasil output dari kurva kapasitas dan kinerja struktur dari metode ATC-40, FEMA 356, dan FEMA 440, serta membandingkan nilai gaya geser dasar antara SNI 1726:2012 dengan metode DDBD. Tipe struktur bangunan yang dimodelkan berupa bangunan sistem rangka gedung dengan dinding geser. Dari hasil analisis, untuk sistem rangka gedung dengan dinding geser, gaya geser dasar yang diperoleh dari perhitungan dengan metode Direct Dipslacement Based Design lebih kecil dari gaya geser dasar analisis gempa menurut SNI 1726:2012. Dari berbagai metode yang direncanakan sesuai dengan peraturan SNI 1726:2012 menghasilkan level kinerja yang sama menurut ATC-40, FEMA 356, dan FEMA 440 yaitu Immediate Occupancy.