cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 4, November 2019" : 33 Documents clear
PENGARUH KARAKTERISTIK PERJALANAN, KARAKTERISTIK INDIVIDU, DAN KARAKTERISTIK TEMPAT TINGGAL TERHADAP KEPUTUSAN PILIHAN LOKASI RUMAH DI JABODETABEK Patrick Louis; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6171

Abstract

Penggunaan transportasi darat menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan. Ketersediaan transportasi akan memperlancar kegiatan manusia. Sehingga dalam menjalankan aktivitasnya diharapkan waktunya tidak habis dalam perjalanan. Pada umumnya, masyarakat akan mencari lingkungan tempat tinggal yang mudah diakses sehingga kegiatannya tidak terganggu. Jabodetabek merupakan salah satu wilayah yang warganya melakukan perjalanan terbanyak setiap harinya. Sehingga faktor karakteristik perjalanan, karakteristik individu, dan karakteristik tempat tinggal menjadi penting terhadap perilaku pemilihan lokasi rumah. Kuesioner dibagikan kepada 102 responden. Yang terdiri dari 50 responden yang mengisi kuesioner langsung dan 52 responden yang mengisi kuesioner daring. Kuesioner terbagi 2 bagian. Bagian pertama berisi tentang data umum responden. Bagian kedua berisi karakteristik-karakteritik yang mempengaruhi keputusan pemilihan lokasi rumah. Data dianalisis menggunakan metode One Sample T-test dan korelasi Pearson terhadap data umum responden untuk mengetahui besaran pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan lokasi rumah. Berdasarkan hasil penelitian, faktor keamanan lingkungan memiliki pengaruh paling besar dalam keputusan pilihan lokasi rumah.
STUDI PERILAKU KELOMPOK TIANG UNTUK FONDASI TIANG BOR PADA KONDISI ELASTIK DAN TIDAK ELASTIK Andrew Andrew; Giovanni Pranata; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6183

Abstract

Fondasi merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh terhadap suatu bangunan. Fondasi berfungsi untuk memikul beban aksial dan beban lateral. Kelompok tiang digunakan untuk meminimalisir kegagalan dari sebuah tiang. Karena adanya peningkatan percepatan gempa di daerah tertentu pada SNI 1726:2012, perlu dilakukan analisis terhadap kelompok tiang di daerah yang terkena peningkatan percepatan gempa. Dengan melakukan analisis pushover pada suatu kelompok tiang, tingkat kinerja suatu kelompok tiang dapat diketahui berdasarkan metode spektrum kapasitas yang diatur dalam ATC-40 dan Pushover Analysis of Underground Structutres.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN COLUMN HEAD PADA SISTEM FLAT SLAB DENGAN DROP PANEL Damai Reformasi Gea; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6310

Abstract

Proyek konstruksi dewasa ini mengalami banyak perkembangan  yang membuat setiap pekerja proyek berbondong-bondong melakukan inovasi. Salah satu inovasi terkini pada proyek kontruksi terdapat pada perancangan pelat lantai. Pada mulanya perancangan pelat lantai di desain dengan metode konvensional dimana metode ini membutuhkan biaya dan waktu yang tinggi. Sehingga para pekerja konstruksi berinovasi untuk merancang sebuah pelat tanpa memakan banyak biaya dan waktu. Hasil inovasi itu ditemukan salah satu metode perancangan pelat yang sering disebut flat slab.Tujuan dari penelitian ini ialah melihat pengaruh geser dan momen pada flat slab jika kita menggunakan drop panel dan column head pada kolom. Analisis ini menggunakan metode pendekatan pelat dan metode elemen hingga. Dimana pendekatan Pelat menggunakan metode portal ekivalen.
ANALISIS PUSHOVER UNTUK FONDASI TIANG KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN TIANG PANCANG STEEL PIPE Jimmi Lautan; Amelia Yuwono; Giovanni Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6190

Abstract

Fondasi merupakan suatu konstruksi yang sangat penting terhadap suatu bangunan. Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu fondasi. Untuk mengetahui perilaku dan kinerja suatu tiang fondasi maka dengan menggunakan analisis pushover pada suatu kelompok tiang, perilaku tingkat kinerja suatu kelompok tiang dapat diketahui berdasarkan metode spektrum kapasitas yang diatur dalam ATC-40 dan Pushover Analysis of Underground Structutres. Hasil yang diperoleh bahwa konstruksi fondasi kelompok tiang yang diberi beban lateral berlebih memenuhi tingkat kinerja minimum yang ditetapkan.
ANALISIS FAKTOR MANAJEMEN PROYEK DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROYEK INFRASTRUKTUR DI DAERAH PEDESAAAN Hansen Hansen; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6304

Abstract

Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang dikeluarkan Kementerian Desa Tahun 2015, terdapat 61% desa di 122 daerah (kabupaten) tertinggal tergolong sangat tertinggal dan 28% tergolong tertinggal. Munculnya daerah tertinggal disebabkan karena adanya kesenjangan pembangunan antara desa dan kota di Indonesia. Untuk mengurangi kesenjangan pembangunan diperlukan pembangunan daerah tertinggal. Salah satunya adalah melakukan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Manajemen proyek konstruksi di desa dapat menjadi tantangan karena sumber daya yang sangat terbatas, faktor risiko yang unik, lokasi terpencil, dan kurangnya ahli manajemen konstruksi. Dalam pelaksanaannya akan muncul berbagai macam masalah yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pengaruh. Karakteristik pedesaan yang berbeda-beda menyebabkan adanya kemungkinan faktor pengaruh terhadap pelaksanaan konstruksi dapat berbeda. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor manajemen proyek dominan yang mempengaruhi pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada manajer kontraktor dari Kementerian Desa yang pernah terlibat dalam proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan embung di suatu daerah pedesaan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis faktor yang perhitungannya menggunakan program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor manajemen proyek dominan yang mempengaruhi pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan adalah komunikasi, teknologi, biaya, kondisi cuaca, material, dokumentasi, dan skala kontraktor.
ANALISIS PEMANCANGAN TIANG PADA KONSTRUKSI OFFSHORE PELABUHAN DI PULAU JAWA TERHADAP SCOURING EFFECT Mega Rukmana; Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6162

Abstract

Penggunaan pondasi tiang pancang banyak digunakan pada perencanaan konstruksi dimana bangunan bertemu dengan air seperti bangunan lepas pantai (offshore). Analisis perencanaan yang tepat harus dilakukan agar bangunan lepas pantai terbebas dari kegagalan yang tidak diinginkan. Dalam perencanaannya diperlukan adanya analisis terhadap kemungkinan terjadinya gerusan (scouring) dan energi pemancangan (driveability). Dengan menganalisis hal tersebut pada pondasi tiang, dapat diketahui kapasitas tiang yang lebih tepat lagi untuk digunakan dalam perencanaan konstruksi offshore. Pemancangan tiang dengan menggunakan alat yang tepat juga tidak luput dari peranan pukulan yang diberikan oleh energi hammer. Dengan mengetahui tegangan yang terjadi selama pemancangan tiang, overstress dan overtension pada tiang dapat dihindari. Dari hasil simulasi yang dilakukan dapat dibahas dan diambil kesimpulan tentang integritas dan kapasitas tiang itu sendiri.
ANALISIS PERBAIKAN TANAH SEBAGAI BENTUK MITIGASI BENCANA LIKUIFAKSI YANG DAPAT DIAPLIKASIKAN MASYARAKAT DI PALU David Manoel Mangunpraja; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6167

Abstract

Likuifaksi dapat terjadi ketika tanah jenuh atau sebagian jenuh secara substansial kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya gempa bumi atau goncangan mendadak, disertai perubahan material yang bersifat padat (solid) menjadi seperti cairan (liquid). Pada insiden di Palu tanah secara tiba-tiba tengelam menjadi larutan air kemudian bergeser seakan-akan berjalan sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh korban bencana likuifaksi di Palu, ada 2.256 orang yang meninggal, 1.309 orang hilang, 4.612 orang terluka (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho). Banyak korban jiwa yang meninggal akibat peristiwa tersebut. Jumlah korban yang signifikan, menimbulkan pertanyaan apakah mungkin likuifaksi adalah hal baru di dunia teknik sipil. Ternyata sudah banyak yang melakukan penelitian mengenai likuifaksi. Apa mungkin likuifaksi tidak memiliki solusi? Karena masalah ini terus menerus terjadi terutama di Indonesia.. Skripsi ini akan menjelaskan mengenai likuifaksi dan bagaimana cara memperbaiki tanah likuifaksi dengan cara yang sederhana. Apakah masyarakat umum mengaplikasikannya? Tentu saja bisa, karena likuifaksi bukanlah sesuatu hal yang membahayakan dan dapat diatasi dengan cara yang tepat. Beberapa solusi sederhana yang bisa diaplikasikan masyarakat adalah: Micropile Bambu, Tanaman Baobab, Piezometer, Sumur Biopori.
KARAKTERISTIK PENGGUNAAN WAKTU DAN PENGGUNAAN MODA TRANSPORTASI PADA AKTIVITAS AKHIR PEKAN DI JABODETABEK Josia Marxalim; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6172

Abstract

Aktivitas akhir pekan sering kali dijadikan waktu yang tepat untuk melepas beban pikiran selama sepekan. Hal tersebut dikarenakan, kita banyak menemukan masalah selama beraktivitas, baik itu di pekerjaan maupun di pendidikan. Dengan itu, aktivitas yang paling tepat untuk dilakukan pada akhir pekan ialah aktivitas fisik (olah-raga) dan juga aktivitas rekreasi. Beberapa penelitian telah menjelaskan, kepenatan yang terjadi pada setiap individu harus disalurkan ke aktivitas fisik, dan rekreasi, karena kedua aktivitas tersebut sudah terbukti memberikan afek positif pada hari senin pagi pekan berikutnya. Hal tersebut dikonfirmasi oleh responden yang telah mengisi kuesioner, mereka menjawab bahwa aktivitas fisik dan rekreasi berhasil memberikan afek positif pada diri mereka. Lalu, seseorang akan memilih kendaraan yang hendak mereka gunakan. Seperti di JABODETABEK, ojek online, taksi online, sudah mudah digunakan. Kemudian adanya Bus, dan juga KRL yang sudah saling terhubung, membuat seseorang lebih mudah dalam bermobilisasi. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang akan menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas mereka, hal tersebut berkaitan dengan jumlah orang yang akan pergi bersama, serta adanya rasa nyaman yang akan mereka terima, dan tentu dari sisi waktu, akan memangkas waktu ketimbang mereka menggunakan transportasi umum. Berdasarkan kuesioner yang sudah saya sebarkan, mayoritas menjawab menggunakan mobil bila memakai kendaraan pribadi, dan memilih ojek online bila menggunakan kendaraan umum. Kemudian aktivitas fisik yang paling sering dilakukan pada akhir pekan ialah pergi ke tempat kebugaran. Untuk aktivitas rekreasi, paling sering adalah pergi menonton bioskop, dan mayoritas mereka melakukan aktivitas tersebut pada siang hari.
STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH DENGAN GROUND ANCHOR DAN METODE PELAKSANAANNYA PADA KONDISI IN-SITU DAN JENUH Albert Aldo; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6178

Abstract

Pencegahan kelongsoran pada tanah merupakan hal yang penting dalam dunia konstruksi, salah satu contoh pencegahannya adalah dengan menggunakan dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah berfungsi untuk menahan beban lateral serta menyokong tekanan tanah dan air. Faktor terpenting dalam merencanakan dan membangun dinding penahan tanah adalah mengusahakan agar dinding penahan tanah tidak mengalami perpindahan yang melebihi batas ijin akibat gaya lateral, sehingga dinding penahan tanah harus diberikan perkuatan oleh ground anchor untuk menahan beban lateral dari timbunan tanah di belakang dinding penahan tanah. Kondisi tanah pada saat jenuh maupun tidak jenuh mempengaruhi keruntuhan yang dapat terjadi. Selain itu metode pelaksanaan konstruksi saat pemasangan ground anchor juga mempengaruhi yang dapat terjadi. Pada analisis ini metode yang digunakan yaitu metode analisis stabilitas pada dinding penahan tanah dengan pengecekan terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah. Setelah itu dilakukan interpretasi hasil analisis pada kedua kondisi tanah dan berbagai metode pelaksanaan konstruksi pemasangan ground anchor untuk mengetahui faktor keamanan dari defleksi yang terjadi. Analisis ini mengkaji pada kondisi tanah apa serta pengaruh metode pelaksanaan konstruksi dari ground anchor yang akan mengalami keruntuhan paling besar.
ANALISIS PENURUNAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL PADA TIMBUNAN David Surachmat; Hendy Wijaya; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6191

Abstract

Dalam proyek teknik sipil, terutama proyek jalan raya, banyak masalah yang ditimbulkan oleh beban. Beban yang bekerja pada perkerasan jalan, seperti berat sendiri, beban lalu lintas, dan timbunan, dapat menimbulkan penurunan yang besar pada tanah. Salah satu usaha perkuatan yang sering digunakan adalah memasang geotekstil. Dalam studi ini akan dibandingkan besarnya penurunan dengan atau tidak menggunakan geotekstil dengan memperhatikan faktor keamanan terhadap berbagai kedalaman muka air tanah. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan geotekstil dapat mengurangi penurunan pada tanah dasar bila dibandingkan dengan tidak menggunakan geotekstil dengan rata-rata 7,633% pada kondisi short term dan 4,113% pada kondisi long term selain itu terdapat peningkatan faktor keamanan rata-rata sebesar 2,064% pada kondisi short term dan 19,58% pada kondisi long term.

Page 2 of 4 | Total Record : 33