cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 1, Februari 2025" : 38 Documents clear
METODE KONSTRUKSI TOP-DOWN PADA PROYEK JAKARTA GELORA MARRIOTT HOTEL Hendarin, Budi; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32703

Abstract

Indonesia's construction industry, especially in Jakarta, has experienced rapid development, particularly in 2024. It is projected to grow by 4.5% in 2024. However, due to the limitation of land for construction, especially in areas surrounded by existing buildings, the top-down construction method is one of several appropriate selections for construction methods. This approach allows for simultaneous superstructure and substructure development, optimizing construction efficiency. Through qualitative research, involving interviews with staff at the Marriott Gelora project as a case study in this research, and some relevant journals and literature, this paper conducted the stages of the top-down construction method as implemented in this Jakarta Marriott Gelora Hotel project. The findings highlight key technical considerations and challenges encountered during implementation. The conclusions suggestthat the sequence of construction stages adopted in this project was optimized in terms of both time and cost. The top down approach has proven to be an effective strategy for projects in densely populated urban areas, mitigating risks associated with excavation and ground settlement as in the Marriott Gelora Hotel Project. Abstrak Industri konstruksi di Indonesia, khususnya Jakarta, telah mengalami perkembangan pesat, terutama pada tahun 2024. Diproyeksikan tumbuh sebesar 4,5% pada tahun 2024. Namun, karena keterbatasan lahan untuk konstruksi, terutama di daerah yang dikelilingi oleh bangunan yang sudah ada, metode konstruksi top-down merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk metode konstruksi. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan struktur atas dan bawah secara simultan, sehingga meningkatkan efisiensi konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dengan staf di proyek Marriott Gelora sebagai studi kasus dalam penelitian ini, serta beberapa jurnal dan literatur yang relevan, makalah ini membahas tahapan metode konstruksi top-down seperti yang diterapkan dalam proyek Hotel Jakarta Marriott Gelora ini. Hasil penelitian menyoroti pertimbangan teknis utama serta tantangan yang dihadapi selama implementasi. Kesimpulannya menunjukkan bahwa urutan tahapan konstruksi yang diadopsi dalam proyek ini telah dioptimalkan baik dari segi waktu maupun biaya. Pendekatan top down telah terbukti menjadi strategi efektif untuk proyek-proyek di daerah perkotaan yang padat penduduk, mengurangi risiko yang terkait dengan penggalian dan penurunan tanah seperti pada Proyek Hotel Marriott Gelora.
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN PADA RUAS JALAN GERBANG SEBENAQ – SIMPANG TBA MENGGUNAKAN METODE PCI Long, Flora Emiliana; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33073

Abstract

The pavement condition assessment of Gerbang Sebenaq – Simpang TBA Road was conducted using the pavement condition index (PCI) method to evaluate the extent of road damage. The analysis revealed that the road condition is predominantly in the excellent category (69%), followed by very good (8%), good (4%), fair (8%), and poor (11%). Most of the road segments are in optimal condition, but the segments categorized as poor require special attention. Recommendations include routine maintenance for segments in excellent to good condition, minor rehabilitation for fair segments, and comprehensive repairs for segments classified as poor. This approach aims to preserve road quality and optimize pavement service life. Abstrak Penilaian kondisi perkerasan pada Ruas Jalan Gerbang Sebenaq – Simpang TBA dilakukan menggunakan metode pavement condition index (PCI) untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi jalan didominasi oleh kategori sempurna (69%), diikuti oleh sangat baik (8%), baik (4%), sedang (8%), dan buruk (11%). Mayoritas jalan berada dalam kondisi optimal, namun segmen dengan kategori buruk memerlukan perhatian khusus. Rekomendasi yang diberikan meliputi pemeliharaan rutin pada segmen yang masih dalam kondisi baik hingga sempurna, rehabilitasi ringan untuk kategori sedang, serta perbaikan menyeluruh pada segmen yang masuk kategori buruk. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas jalan dan mengoptimalkan umur layan perkerasan.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS METODE PEKERJAAN GALIAN BATU MENGGUNAKAN ROCK DRILL BREAKER DAN BLASTING Pratama, Muhammad Davva; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33089

Abstract

The advancement of technology in construction work has introduced various more efficient methods, including in rock excavation activities. This study aims to compare the productivity of two rock excavation methods: rock drill breaker and blasting. A descriptive quantitative approach was applied by collecting primary data from projects using the rock drill breaker method and data on the blasting method obtained from other relevant reference locations. The analysis focused on four key aspects, efficiency, time, operational costs, and productivity. The results revealed significant differences between the two methods. The blasting method produces a higher excavation volume per day but requires higher operational costs compared to the rock drill breaker. In terms of time, the blasting method demonstrates superior speed in task completion. These findings provide valuable guidance for practitioners and decision-makers in selecting the most appropriate work method for rock excavation projects. Furthermore, the study's results are expected to serve as a reference for developing more efficient and cost-effective work methods in the future. Abstrak Perkembangan teknologi dalam pekerjaan konstruksi telah memunculkan berbagai metode yang lebih efisien, termasuk dalam kegiatan galian batu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas dua metode galian batu, yaitu rock drill breaker dan blasting. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer dari proyek yang menggunakan metode rock drill breaker, serta data metode blasting yang diperoleh dari referensi lokasi relevan lainnya. Analisis dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu efisiensi, waktu, biaya operasional, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Metode blasting mampu menghasilkan volume galian lebih besar per hari, namun memerlukan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan rock drill breaker. Dari segi waktu, metode blasting menunjukkan kecepatan pengerjaan yang lebih unggul. Temuan ini memberikan panduan penting bagi praktisi dan pengambil keputusan dalam memilih metode kerja yang sesuai untuk proyek galian batu. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode kerja yang lebih efisien dan ekonomis di masa depan.
ANALISIS PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP MATERIAL BETON DAN KEKUATAN BETON PADA PROYEK KONSTRUKSI GERJEA SEBENAQ Fredi, Fredi; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33090

Abstract

This study aims to evaluate the impact of environmental conditions on concrete material quality by comparing materials treated specifically with materials affected by the surrounding environment of the project. The concrete used in this research has a 1:2:3 mix ratio, expected to produce concrete quality of K220-K300. Specifically treated materials, such as cleaned and dried sand and gravel, were compared with materials contaminated by mud and other substances from the project area. The tests included water content, silt content, slump, and compressive strength. Results indicated that contaminated materials had higher water and silt content, potentially reducing the workability and strength of the concrete. Concrete made from clean materials achieved higher compressive strength up to 28 days compared to concrete from contaminated materials, which had lower compressive strength. This study concludes that appropriate material selection and treatment in concrete production are essential to achieve optimal quality and durability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi lingkungan terhadap kualitas material beton dengan membandingkan material yang diperlakukan secara khusus dengan material yang terpengaruh oleh lingkungan di sekitar proyek. Beton yang digunakan dalam penelitian ini memiliki campuran rasio 1:2:3 yang diharapkan menghasilkan mutu beton K220-K300. Material yang diperlakukan secara khusus, seperti pasir dan koral yang dibersihkan dan dijemur, dibandingkan dengan material yang terkontaminasi lumpur dan material lain dari sekitar proyek. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar lumpur, uji slump, dan uji kuat tekan. Hasil menunjukkan bahwa material yang terkontaminasi memiliki kadar air dan lumpur yang lebih tinggi, yang berpotensi menurunkan workability serta kekuatan beton. Beton yang dibuat dengan material bersih mencapai kuat tekan yang lebih tinggi hingga umur 28 hari dibandingkan dengan beton dari material terkontaminasi, yang memiliki kuat tekan lebih rendah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan dan perlakuan material yang tepat dalam proses pembuatan beton sangat penting untuk mencapai kualitas dan daya tahan yang optimal.
ANALISIS PERBANDINGAN MUTU BETON DENGAN MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN ZAT ADITIF Mulyadi, Kevin William Putra; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33092

Abstract

The typical time required for concrete to reach its full strength is 28 days. However, this period can be reduced by incorporating a chemical admixture into the concrete mix. One such admixture is Besmittel. The purpose of this study is to assess the impact of adding Besmittel to concrete and to compare the quality of concrete with and without admixture. A specific amount of Besmittel is mixed into the concrete and used to create test specimens. The effect of Besmittel on the concrete is evaluated by testing specimens at 7, 14, and 28 days. The test specimens are cube-shaped, with dimensions of 15 x 15 cm. A total of six test specimens were prepared, consisting of three samples with the admixture and three without. The amount of admixture added to the concrete is 0.2%. The specimens are tested at 7, 14, and 28 days of curing. Abstrak Waktu standar yang dibutuhkan beton untuk mencapai kekuatan maksimum 100% adalah 28 hari. Salah satu metode untuk mempercepat proses ini adalah dengan menambahkan bahan kimia ke dalam campuran beton. Salah satu bahan tambahan yang digunakan untuk tujuan ini adalah Besmittel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan Besmittel pada beton serta membandingkan kualitas beton yang menggunakan aditif dengan yang tidak menggunakannya. Besmittel ditambahkan dalam jumlah tertentu ke dalam beton dan dijadikan sebagai benda uji. Pengaruh Besmittel pada beton dianalisis dengan menguji benda uji pada usia 7, 14, dan 28 hari. Benda uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 15 x 15 cm. Sebanyak enam sampel benda uji disiapkan, terdiri dari tiga sampel yang diberi aditif dan tiga sampel yang tanpa aditif. Kadar Besmittel yang ditambahkan pada beton adalah 0,2%. Uji dilakukan pada beton dengan usia 7, 14, dan 28 hari.
PERBANDINGAN KEBUTUHAN BESI DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE BAR BENDING SCHEDULE (BBS) PADA PROYEK RENOVASI RUMAH TINGGAL Wakano, Vania Yori; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33134

Abstract

In a construction project, good planning is needed to support the success of the project. One of them is project cost planning. Material is the biggest determinant with a percentage of 50-70% of project cost requirements. Therefore, it is necessary to plan for optimal and accurate material requirements, especially to reduce waste or waste due to the material. The bar bending schedule (BBS) method is an accurate method of calculating material requirements because it pays attention to the cut pattern and length according to the existing working drawings. In this study, a comparison is made of the results of existing calculations based on field data with the BBS method related to the quantity of iron material requirements and the remaining material which then refers to the amount of material costs. That way, it can be seen the amount of correction of the quantity of iron material using the BBS method. Based on the calculation results, it shows that the quantity of iron material is 14.31% less and the remaining material is 1.18% less than the previous calculation results based on field data with the remaining material. This affects the total cost of materials issued from the previous Rp.59,941,200 to Rp.55,987,870 which means it can reduce project costs by Rp.3,953,330. Abstrak Pada suatu proyek konstruksi perlu adanya perencanaan yang baik untuk menunnjang keberhasilan proyek tersebut. Salah satunya adalah perencanaan biaya proyek. Material menjadi penentu paling besar dengan persentase 50-70% dari kebutuhan biaya proyek. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan kebutuhan material yang optimal dan akurat, terlebih untuk mengurangi pemborosan atau waste akibat material tersbut. Metode bar bending schedule (BBS) merupakan metode perhitungan kebutuhan material yang akurat sebab memperhatikan pola potongan dan ukuran panajng sesuai dengan gambar kerja yang ada. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan akan hasil perhitungan yang sudah ada berdasarkan data lapangan dengan metode BBS terkait kuantitas kebutuhan material besi dan sisa material yang kemudian mengacu pada besarnya biaya material. Dengan begitu, dapat terlihat besarnya koreksi kuantitas material besi dengan menggunakan metode BBS. Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan bahwa kuantitas material besi 14,31% lebih sedikit dan sisa material 1,18% lebih sedikit dibandingkan dengan hasil perhitungan sebelumnya berdasarkan data lapangan dengan sisa material. Hal ini mempengaruhi biaya total material yang dikeluarkan dari yang sebelumnya Rp.59.941.200 menjadi Rp.55.987.870 yang berarti mampu mengurangi biaya proyek hingga Rp.3.953.330.
PERSEPSI PENGGUNA LAYANAN BISKITA TRANS DEPOK TERHADAP ASPEK LAYANAN BUS DAN HALTE Mahdiyyah, Zahra; Liucius, Yenny Untari; Angkat, Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33137

Abstract

Transportation modes are crucial for urban mobility and the quality of life of the community. BisKita Trans Depok is one of the public transportation alternatives in Depok City. This study aims to analyze the service level of BisKita Trans Depok by considering demographic and geographic factors. BisKita Trans Depok can be used by all groups with the route from Terminal Depok Baru to Harjamukti LRT Station. Respondent data were assessed for validity and reliability and then analyzed using descriptive statistical methods and cross-tabulation methods. This study examines cross-tabulations based on gender, age, education, occupation, and frequency of BisKita Trans Depok usage, with additional factors including the number of routes, schedule alignment, comfort, on-time arrival during peak hours, and satisfaction with the condition of the bus stops. The results indicate that overall, there is a need for additional routes, while the alignment of departure schedules is already satisfying BisKita Trans Depok users. Both female and male users find BisKita Trans Depok comfortable for daily activities, and the bus stop conditions are rated by customers as needing improvements in infrastructure across the stops. Abstrak Moda transportasi sangat penting dalam mobilitas perkotaan dan kualitas hidup masyarakat. BisKita Trans Depok, adalah salah satu alternatif transportasi umum di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat layanan BisKita Trans Depok dengan mempertimbangkan faktor demografis dan geografis. Pengguna BisKita Trans Depok dapat digunakan oleh semua golongan dengan rute Terminal Depok Baru-Stasiun LRT Harjamukti. Data responden dinilai validitas dan reliabilitasnya dan kemudian dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan metode tabulasi silang. Penelitian yang diuji ini merupakan tabulasi silang berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi penggunaan BisKita Trans Depok dengan penambahan jumlah rute, kesesuaian jadwal keberangkatan, kenyamanan, ketepatan waktu kedatangan pada saat jam sibuk, dan kepuasan terhadap kondisi halte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan membutuhkan penambahan jumlah rute, kesesuaian jadwal keberangkatan yang sudah memuaskan pengguna BisKita Trans Depok, pengguna wanita maupun pria nyaman saat menggunakan BisKita Trans Depok untuk berbagai kegiatan sehari-hari, dan kondisi halte yang dinilai pelanggan perlu perbaikan beberapa infrastruktur pada halte secara merata.
PERBANDINGAN EFISIENSI TRANSPORTASI DI DAERAH MAHAKAM ULU Anapah, Florensia Moni; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33148

Abstract

Transportation is an important element in economic development, especially in remote areas such as Mahakam Ulu. In this region, river transportation is the mainstay, with residents using inland boats, speedboats, and ketinting boats for daily activities. This study aims to analyze the differences between the use of transportation in Mahakam Ulu which then the results can be input to improve the transportation system, using a survey method to collect data through observation and distributing questionnaires to transportation users at the research location and analyzed using the Independent Sample T-Test and One Sample T-Test methods. The results of the analysis show that the river transportation system is superior in accessibility to inland areas that are very difficult to reach by land, although it faces challenges such as decreasing water depth during drought and the risk of flooding during rain. Factors influencing the use of transportation include road conditions, weather, cost, and convenience. While land transportation offers greater speed and capacity, it is hampered by poor road conditions, especially during the rainy season. Abstrak Transportasi merupakan elemen penting dalam pembangunan ekonomi, terutama di daerah terpencil seperti Mahakam Ulu. Di wilayah ini, moda transportasi sungai menjadi andalan, dengan penduduk menggunakan kapal pedalaman, speedboat, dan perahu ketinting untuk aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan antara penggunaan transportasi di Mahakam Ulu yang kemudian hasilnya dapat menjadi masukan untuk meningkatkan sistem transportasi, dengan menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data melalui observasi dan menyebarkan kuesioner kepada pengguna transportasi di lokasi penelitian dan dianalisis menggunakan Metode Independent Sample T-Test dan One Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem transportasi sungai lebih unggul dalam aksesibilitas ke wilayah pedalaman yang sangat sulit dijangkau melalui jalur darat, meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan kedalaman air saat kemarau dan risiko banjir saat hujan. Faktor yang mempengaruhi penggunaan transportasi termasuk kondisi jalan, cuaca, biaya, dan kenyamanan. Sementara transportasi darat menawarkan kecepatan dan kapasitas lebih besar, namun terhambat oleh kondisi jalan yang buruk, terutama saat musim hujan.
ANALISIS METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA FASILITAS HALTE TRANSJAKARTA KORIDOR 3 Gilland, Adrian Nobel; Najid, Najid; Angkat, Hokbyan R.S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33157

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the performance of Transjakarta Corridor 3 bus stops from the perspective of passengers using the Importance Performance Analysis (IPA) method. The performance assessment of Transjakarta Corridor 3 bus stop facilities are based on 26 statements used to assess performance and expectations. The data used was obtained through filling out questionnaires by respondents who had used the TransJakarta Bus Corridor 3. The results of the analysis show that there are 9 statement items (34.6154%) that are in the A quadrant, namely the statements that need to be improved because they are the top priority, 7 statement items (26.9231%) that are in the B quadrant that must be maintained in performance, 3 statement items (11.5385%) that are in the C quadrant that are considered less important by users, and 7 statement items (26.9231%) that are in the D quadrant that are considered less important but have high performance. Based on the results of the analysis of passenger satisfaction with the bus stop facilities as a whole, it can be concluded that passengers are dissatisfied with most of the facilities at the Transjakarta Corridor 3 bus stops. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 dari sudut pandang penumpang dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penilaian kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 didasarkan pada 26 pernyataan yang digunakan untuk menilai kinerja dan harapan. Data yang digunakan diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden yang pernah menggunakan Bus TransJakarta Koridor 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 9 butir pernyataan (34,6154%) yang berada di kuadran A, yaitu pernyataan yang perlu diperbaiki kinerjanya karena merupakan prioritas utama, 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran B yang harus dipertahankan kinerjanya, 3 butir pernyataan (11,5385%) yang berada di kuadran C yang dianggap kurang penting oleh pengguna, dan 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran D yang dianggap kurang penting namun memiliki kinerja tinggi. Berdasarkan hasil analisis kepuasan penumpang terhadap fasilitas halte secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penumpang merasa tidak puas dengan sebagian besar fasilitas yang ada di halte-halte Transjakarta Koridor 3.
PERSENTASE KENAIKAN NILAI CBR TANAH LANAU HALIM YANG DIPERKUAR DENGAN LIMBAH C&D PADA BERBAGAI PROPORSI Bagus Yusuf Mahendra; Susilo, Alfred Jonathan; Sandjaja, Gregorius
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33166

Abstract

Silt soil generally has characteristics of grayish-black color and high water content. This type of soil has a low bearing capacity, requiring improvement to enhance its stability and strength. This study evaluates the effectiveness of using Construction and Demolition Waste (C&D Waste) as an additive to improve the mechanical properties of silt soil. Three types of C&D Waste were tested: red bricks, lightweight bricks (hebel), and mortar, each with mixture variations of 5%, 10%, and 15%. The California Bearing Ratio (CBR) test was used to assess the soil's bearing capacity after mixing. Test results showed that the 15% hebel mixture produced the highest CBR value of 39.67%, followed by mortar and red bricks. However, increasing the percentage of additives does not always correlate linearly with higher CBR values, as observed in the decreased CBR value for the 15% red brick mixture. This study demonstrates that using C&D Waste, especially hebel, is effective in improving the bearing capacity of silt soil. Additionally, this research contributes to more sustainable construction waste management. Abstrak Tanah lanau umumnya memiliki kapasitas daya dukung tanah yang rendah, sehingga membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan kestabilan dan kekuatannya. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan limbah konstruksi dan pembongkaran (Construction and Demolition Waste, C&D Waste) sebagai bahan tambah untuk memperbaiki sifat mekanis tanah lanau. Tiga jenis C&D Waste yang diuji adalah bata merah, hebel, dan mortar, masing-masing dengan variasi campuran 5%, 10%, dan 15%. Uji California Bearing Ratio (CBR) digunakan untuk menilai daya dukung tanah setelah pencampuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran bata merah 5% menghasilkan nilai CBR tertinggi sebesar 47,48%, diikuti oleh mortar dan hebel. Namun, peningkatan persentase bahan tambah tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan nilai CBR, sebagaimana terlihat pada penurunan nilai CBR campuran hebel 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan C&D Waste, terutama hebel, efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lanau. Studi ini juga memberikan kontribusi terhadap pengelolaan limbah konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 38