cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS DERAJAT KONSOLIDASI BERDASARKAN HASIL PEMBACAAN PIEZOMETER PADA PROYEK TOL TRANS SUMATERA Aditya Christiandi Sinulingga; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11069

Abstract

The development of toll road or expressway infrastructure in Indonesia is urgently needed because it can reduce inefficiencies due to congestion on main sections, as well as to improve the process of distribution of goods and services, especially in areas with high levels of development. Transportation infrastructure development on soft soils often experiences consolidation decline problems. Soft soil has a high moisture content and low bearing capacity. If the soft soil is saturated with water, it means that the water cannot be fully dissipated, causing the soil to take a long time to consolidate. If the construction work does not begin with land improvement, the construction has the potential to suffer damage before the planned age. To anticipate this, an alternative that can be done is to repair the soil with prefabricated vertical drain (PVD) and vacuum preloading. This study aims to determine the degree of consolidation based on the piezometer reading and to make initial predictions. As for the results of this study there is a difference of 5.79% in the degree of assessment from the results of theoretical calculations with the piezometer reading.Pembangunan infrastruktur jalan tol atau jalan bebas hambatan di Indonesia sangat dibutuhkan karena dapat mengurangi inefisiensi akibat kemacetan pada ruas utama, serta untuk meningkatkan proses distribusi barang dan jasa terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat perkembangannya. Pembangunan infrastruktur transportasi pada tanah lunak sering mengalami masalah penurunan konsolidasi. Tanah lunak memiliki kadar air yang tinggi dan daya dukung yang rendah. Jika tanah lunak jenuh air mengakibatkan air tidak dapat terdispasi secara penuh menyebabkan tanah membutuhkan waktu yang lama untuk terkonsolidasi. Apabila pekerjaan konstruksi tidak diawali dengan perbaikan tanah maka konstruksi tersebut berpotensi mengalami kerusakan sebelum umur yang telah direncanakan. Untuk mengantisipasi hal tersebut alternatif yang dapat dilakukan adalah melakukan perbaikan tanah dengan prefabricated vertical drain (PVD) dan vacuum preloading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar derajat konsolidasi berdasarkan pembacaan piezometer serta melakukan prediksi awal. Adapun hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan 5,79% derajat konsolidasi dari hasil perhitungan teoritis dengan pembacaan piezometer.
PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH PADA BASEMENT DENGAN DUKUNGAN STRUT-BEAM Renaldo Livando; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8748

Abstract

Basement development in the construction world has become common. The contractor is expected to be able to master the knowledge for the construction of the basement. In practice, it cannot use only one or two methods to be used in each field condition. Many things must be estimated to design a structure, in addition to choosing the shape of the retaining wall used, the selection of support becomes something that must really be considered by looking at field conditions. An example that must be considered in designing a retaining wall itself is the stress of the soil that must be calculated appropriately so as not to damage the retaining wall itself. In addition, the relationship used between projects with deep or shallow excavations. If the retaining wall is lacking or not strong enough to withstand the stresses of the soil, it must be assisted with a support system that will withstand some of the lateral pressure exerted by the soil. In this analysis, the focus of the discussion is on the support system strutting model or can be called a strut-beam that is used to support the diaphgarm wall.
ANALISIS TIANG PANCANG SEBAGAI DINDING PENAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM METODE ELEMEN HINGGA Hans Wilsen Cahyadinata; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8373

Abstract

In recent years the number of  infrastructure construction in Indonesia is surging. Sometimes soil excavation and filling at the construction site needed to be done. Disturbtion of soil may cause soil instability at the site so in order to prevent it from collapsing constructing a retaining wall is one  possible solution like constructing a retaining wall from concrete piles on river flow area to replace the old soil retaining wall that broke down. Rainfall is simulated by staging the rise of both groundwater and river surface level. The concrete piles used have dimension of 400x400 mm and 0,8 m between each pile and topped of with capping beam 0,8 m wide and 0,5 m thick. Calculation is done by program for deflection and moment of pile with Mohr-Coulomb model. Deflection and moment of pile when groundwater level is at -6 meter is 2,376 cm and 115,40 kNm, then 4,245 cm and 199,95 kNm when groundwater level reaches ±0 meter. The results will then be compared  agaisnt maximum deflection and moment allowed for the pile. After analysis is done it is found that both deflection and moment experienced a greater jump in value when groundwater level is nearing top of pile. AbstrakBeberapa tahun belakangan banyak pembangunan yang berjalan di Indonesia. Namun terkadang kontur tanah pada lokasi pembangunan kurang sesuai dengan kebutuhan desain sehingga dilakukan penggalian atau pengurugan. Pengubahan kontur tanah dapat menyebabkan ketidakstabilan pada tanah di lokasi sehingga salah satu solusi untuk mencegah terjadinya longsor pada tanah adalah dengan membuat dinding penahan tanah. Salah satu hal yang menarik adalah pembangunan dinding penahan tanah dari tiang pancang beton di daerah aliran sungai untuk menggantikan dinding penahan tanah lama yang rusak. Perhitungan akan mensimulasikan terjadinya hujan sehingga terjadi peningkatan muka air tanah dan permukaan sungai secara bertahap. Tiang yang digunakan pada pemodelan memiliki ukuran 400x400 mm dengan jarak antar tiang 0,8 meter yang dihubungkan oleh capping beam selebar 0,8 meter dan tebal 0,5 meter. Perhitungan dilakukan dengan program untuk mencari defleksi dan momen pada tiang pada pemodelan Mohr-Coulomb. Defleksi dan momen yang terjadi pada tiang saat muka air tanah -6 meter sebesar 2,376 cm dan 115,40 kNm, kemudian saat ±0 meter sebesar 4,245 cm dan 199,95 kNm. Hasil defleksi dan momen kemudian dibandingkan terhadap syarat batas yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah analisis dilakukan ditemukan bahwa kenaikan defleksi dan momen paling besar terjadi pada tahap dimana air naik mendekati puncak tiang.
ANALISIS KOEFISIEN PEKERJAAN PEMBESIAN PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Eric Leonardy; Jane Sekarsari
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8393

Abstract

Accurate estimate is very necessary before a project run. The goals get a time and money efficiency with good quality. Cost estimation has an important element, namely the coefficient value. There are often problems in calculating prices caused by coefficient values. This study was conducted to find out whether the will gain better than the reference coefficient values in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016. Data is taken from 2 studies that discuss the iron fabricating. Processing data into coefficient values using a method known as Time motion and Study, and the calculation get the results that study A has a coefficient ratio of 22,86% and 11,43% in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016 while study B gets a coefficient comparison of 468,57% and 234,29% in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016. This happens because of the effect of worker productivity and the number of workers used on the data from each study. The results can be concluded that calculating the coefficient value of workers recommended to be done. This is to know whether the coefficient of workers used is more efficient than the coefficient values from references, because the coefficient of workers are not always better than the coefficients in the references. ABSTRAKMelakukan estimasi yang akurat adalah sangat perlu sebelum suatu proyek akan berjalan. Tujuannya  mendapatkan biaya yang kecil, waktu yang cepat, dan mutu yang baik agar proyek berjalan tanpa hambatan. Estimasi biaya memiliki elemen penting, yaitu nilai koefisien. Namun sering terjadi permasalahan pada perhitungan harga yang disebabkan nilai koefisien. Maka studi dilakukan untuk mengetahui apakah nilai koefisien dai pekerja yang digunakan akan menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan nilai koefisien acuan pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016. Data diambil dari 2 studi yang membahas mengenai pekerjaan pembesian. Kemudian pengolahan data produktivitas menjadi nilai koefisien menggunakan metode yang dikenal dengan Time motion and Study, dan hasil perhitungan mendapatkan hasil bahwa studi A memiliki perbandingan koefisien 22,86% dan 11,43% pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016 sedangkan studi B mendapatkan perbandingan koefisien 468,57% dan 234,29% pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016. Hal ini terjadi karena pengaruh produktivitas pekerja dan jumlah pekerja yang digunakan pada data dari tiap studi. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa melakukan perhitungan nilai koefisien pekerja sangat disarankan untuk dilakukan. Hal ini untuk mengetahui apakah nilai koefisien pekerja yang digunakan  lebih efisien dibandingkan nilai koefisien dari acuan yang sudah ada, karena koefisien pekerja yang digunakan belum tentu lebih baik dibandingkan koefisien pada acuan SNI7394-2006 dan PermenPUPR28-2016.
PENILAIAN RISIKO KEGAGALAN BENDUNGAN KEDUNGOMBO SEBAGAI DASAR PRIORITAS PEMELIHARAAN BENDUNGAN Rais Buldan; Suharyanto Suharyanto; Sriyana Sriyana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12616

Abstract

A dams must always be maintained for their performance, function, and safety, so it is necessary to carry out various maintenance, repairs, and rehabilitation on dams that have been built and operating. Priority systems for the implementation of repair and rehabilitation of dams can be arranged based on the status of safety hazards or the level of risk of failure due to natural disasters or other consequences. Based on this, it is necessary to carry out an assessment of the dam to estimate the magnitude of the risk to the dam. According to the Risk Analysis Guidelines, the estimation of the probability of failure can be done using two methods, namely the traditional method and the event tree method. Based on the results of assessment analysis, the risk probability of the Kedungombo Dam with the traditional method and the event tree method is 4,010 x 10-1 and 1,548 x 10-3 where the acceptable limit conditions for the existing dam are a maximum of 1,000 x 10-5. The risk probability value of the Kedungombo Dam does not meet the requirements of an acceptable risk value. Therefore, it is necessary to recommend risk reduction for the risk assessment results. ABSTRAKBendungan harus selalu dijaga kinerja operasi, fungsi, dan keamanannya, sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan rehabilitasi pada bendungan yang sudah terbangun dan beroperasi. Sistem prioritas pada pelaksanaan kegiatan perbaikan dan rehabilitasi pada bendungan dapat disusun berdasarkan status bahaya bendungan dari segi keamanan atau besarnya risiko terhadap kegagalan bendungan akibat bencana alam maupun akibat lain. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penilaian risiko pada bendungan untuk memperkirakan besarnya risiko bahaya pada bendungan. Berdasarkan Pedoman Analisis Risiko, perkiraan probabilitas kegagalan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode tradisional dan metode pohon kejadian (event tree). Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko, probabilitas risiko Bendungan Kedungombo metode tradisional dan metode pohon kejadian sebesar 4,010 x 10-1 dan 1,548 x 10-3 dimana syarat batas yang dapat diterima untuk bendungan eksisting maksimum 1,000 x 10-5. Nilai probabilitas risiko Bendungan Kedungombo tidak memenihi syarat nilai risiko yang dapat diterima. Dengan demikian, diperlukan rekomendasi tindakan pengurangan risiko untuk risiko hasil penilaian tersebut. 
ANALISIS PENGARUH LAYANAN PESAN MAKANAN ONLINE TERHADAP PERJALANAN BERBASIS RUMAH DAN BERBASIS TEMPAT AKTIVITAS Vincentius Vincentius; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8391

Abstract

Transportation is the movement of people or goods using equipment or vehicles to and from geographically separated places. The development of technology in Indonesia affects daily lifestyles, such as the existence of the internet, so that Indonesian people can now access various information quickly and easily. With the existence of an online food ordering service, it is easier for people to order food without having to go out or travel. This can affect the number of people who travel out to buy food. This study was conducted to determine what factors play a role in a person's decision to order online and find out whether online food ordering has a direct effect on trips to buy food directly by the public, and to find out the comparison of online food order services. The data for this research is collected through online questionnaires. This research will use the One-Sample T-test Test Method. From the results of the study found that service and trust are two influential factors in determining someone's decision to order food online, and respondents choose GrabFood application better in service. ABSTRAKTransportasi adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis. Perkembangan teknologi yang ada di Indonesia mempengaruhi gaya hidup sehari hari seperti dengan adanya internet, sehingga masyarakat Indonesia kini dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat dan mudah. Dengan adanya layanan pesan makanan online masyarakat lebih mudah memesan makanan tanpa harus keluar atau berpergian. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan keluar untuk membeli makanan. Penelitian ini dilakukan mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan seseorang melakukan pesan online dan mengetahui apakah pesan makanan online berpengaruh secara langsung terhadap perjalanan membeli makanan langsung yang dilakukan masyarakat, dan untuk mengetahui perbandingan layanan pesanan makanan online. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner online. Penelitian ini akan menggunakan Metode Uji One Sample T-test. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pelayanan dan kepercayaan adalah dua faktor yang kuat dalam penentuan keputusan seseorang melakukan pesan makanan online dan responden memilih aplikasi GrabFood lebih baik dalam pelayanan.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PANTURA RUAS CIKAMPEK-PAMANUKAN Reynold Andika; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10488

Abstract

This research is intended for redesign the flexible pavement on the Pantura Road for the Cikampek-Pamanukan section using three flexible pavement design guidelines that apply in Indonesia, namely Flexible Pavement Thickness Planning (2002), Road Pavement Design Manual (2013), and Road Pavement Design Manual (2017), as well as analyzing responses Structural that occurs in the form of horizontal and vertical strains, which are the main components in calculating the repetition value of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd), are processed using the KENPAVE program. Primary data in the form of traffic volume is obtained from the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) and LHR0 starting in 2020 with a plan age of 20 years. The results of this study indicate that the 2002 method produced the largest pavement thickness, followed by the 2013 method and finally the 2017 method which produced the smallest pavement thickness. However, the 2002 method produced the largest repetition of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd). So it can be concluded that the 2017 method produces the most optimal design, because it is in accordance with the original plan design.ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk mendesain ulang perkerasan lentur pada Jalan Pantura ruas Cikampek-Pamanukan menggunakan tiga pedoman desain perkerasan lentur yang berlaku di Indonesia yaitu Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (2002), Manual Desain Perkerasan Jalan (2013), dan Manual Desain Perkerasan Jalan (2017), serta menganalisis respons struktral yang terjadi berupa regangan horisontal dan vertikal, yang merupakan komponen utama dalam menghitung nilai repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd), diolah menggunakan program KENPAVE. Data primer berupa volume lalu lintas didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan LHR0 dimulai pada tahun 2020 dengan umur rencana 20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode 2002 menghasilkan tebal perkerasan terbesar, kemudian dilanjutkan metode 2013, dan 2017 yang menghasilkan tebal perkerasan terkecil. Namun metode 2002 menghasilkan repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd) terbesar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode 2017 menghasilkan desain paling optimal, karena sesuai dengan desain rencana awal.
ANALISIS KAPASITAS DAN KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN JENDERAL SUDIRMAN JAKARTA Sarah Haryati; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10460

Abstract

Jakarta as the capital city of Indonesia is the center of economy, culture, and politics. Jenderal Sudirman street always crowded with passing vehicles, traffic snarls up everyday. The causes of these traffic jam is an increase the number of vehicles and cause a change in traffic behavior. Theoretically there is a fudamental relationship between flow, speed, & density, so the purpose of these research are to analyze and evaluate performance of traffic capacity in various conditions based on Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 and Greenshields model. Conclusion of the analysis are, after compared with traffic volume, capacity and speed based on MKJI are 3.127,6 pcu/hour and 55,7 km/hour, but the capacity of the model are selected because it’s largest, for sudirman – thamrin it’s 8.272,5 pcu/hour, and for thamrin – sudirman it’s 8.067,9 pcu/hour, While the calculation of free flow for sudirman – thamrin it’s 41.2 km/hour the lowest occurs in  evening, and for thamrin – sudirman it’s 43,9 km/hour the lowest occurs in  afternoon. The largest capacity it’s used for the next analysis, the next analysis are calculating degree of saturation and level of service, the result  shows that the roads are at C and D.ABSTRAKJakarta ibu kota negara Indonesia merupakan pusat ekonomi, budaya, dan politik. Sebuah jalan di Jakarta yaitu Jenderal Sudirman selalu dipadati kendaraan. Lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman setiap hari mengalami kemacetan penyebabnya adalah peningkatan jumlah kendaraan di dalam kota dan menyebabkan perubahan perilaku lalu lintas, secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara arus, kecepatan, dan kepadatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, mengevaluasi kinerja dan kapasitas lalu lintas di berbagai macam kondisi, tentu berdasarkan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia dan kapasitas model Greenshields. Dari hasil analisis hasil perhitungan kapasitas dan kecepatan arus bebas berdasarkan MKJI sebesar 3.127,6 smp/jam dan 55,7 km/jam setelah dibandingkan dengan volume lalu lintas dipilih kapasitas model yang terbesar yaitu sebesar 8.272,5 smp/jam pada sudirman - thamrin & 8.067,9 smp/jam pada thamrin - sudirman, dan hasil perhitungan kecepatan arus bebas terendah sebesar 41,2 km/jam di sore hari untuk sudirman - thamrin, sebaliknya thamrin - sudirman terendah sebesar 43,9 km/jam di siang hari. Gunakan kapasitas yang terpilih tersebut untuk analisis berikutnya yaitu perhitungan ratio perbandingan arus dan kapasitas (DS) dan tingkat pelayanan yan berada pada tingkat pelayanan huruf C dan D di kedua arahnya.
PERBEDAAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL DI TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN EPOXY DI KALIMANTAN Avira Natasyah Wihelmina; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11070

Abstract

The construction of residential houses in East Kalimantan will continue to increase, if we do not know the nature and characteristics of the peat soil itself, there will be many problems or construction failures. Peat soil or better known as peat soil has a low soil bearing capacity and a large settlement. This study aims to determine the bearing capacity and subsidence in the soil in East Kalimantan when using a shallow square foundation measuring 2m x2m with a depth of 1.5m and the efficiency of the cost of making the foundation when using epoxy  and not using epoxy, as a paint that protects the foundation layer from high acidity of peat soils. Keywords: peat;bearing capacity;epoxy. Pembangunan konstruksi rumah tinggal di Kalimantan timur akan terus meningkat, apabila kita tidak mengetahui sifat dan karakteristik dari tanah gambut itu sendiri maka akan terjadi banyak masalah atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut atau yang lebih dikenal dengan nama peat soil memiliki daya dukung tanah yang rendah dan penurunan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung dan penurunan pada tanah dikalimantan timur apabila menggunakan fondasi dangkal bujur sangkar yang berukuran 2m x2m dengan kedalaman 1,5m dan efisiensi harga pembuatan fondasi apabila menggunakan cat epoxy dan tidak menggunakan cat epoxy,sebagai cat yang melindungi lapisan fondasi dari kadar keasaman tanah gambut yang tinggi.Kata kunci: gambut; daya dukung; epoxy.
Analisis Riwayat Waktu Gempa Sesar pada Sistem Fondasi Tiang Alfandy Firmando; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10456

Abstract

In Indonesia, many active faults that can cause earthquakes, one of them is the Palu Koro fault which extends approximately 240 km from the north (Palu City) to the south (Malili) to the Gulf of Bone. The effect of this earthquake fault caused enormous damage to infrastructure. The lower structure, namely the foundation, is part of a structure that transmits the load received from axial and lateral forces which then continues into the ground below. This foundation plays a big role in making the structure stand firm; however, pile failures still often occur in Indonesia. Because of that in this journal will be analyzing of the time history of earthquake faults in the pile foundation system. This analysis requires the assistance of a geotechnical based program. The program can process the data provided so that it produces a result that can be analyzed. The results can be in the form of internal forces, and displacement. The result of this curve we can see the effect of the earthquake fault on the foundation. From these results, it is expected to provide data to help plan structures to be built in areas prone to earthquake faults.AbstrakWilayah Indonesia banyak terdapat sesar aktif yang dapat menimbulkan gempa salah satunya sesar aktif di Sulawesi adalah sesar Palu Koro yang memanjang kurang lebih 240 km dari utara (Kota Palu) ke selatan (Malili) hingga Teluk Bone. Pengaruh gempa sesar ini menimbulkan kerusakan yang sangat besar dalam infrastruktur. Struktur bawah yakni Fondasi ialah bagian dari suatu struktur yang meneruskan beban yang diterima dari gaya aksial dan lateral yang kemudian meneruskan ke dalam tanah di bawahnya. Fondasi inilah berperan besar membuat struktur tersebut dapat berdiri kukuh akan tetapi kegagalan tiang masih sering terjadi di Indonesia. Dengan demikian pada jurnal ini dilakukan analisis riwayat waktu gempa sesar pada sistem fondasi tiang. Analisis ini membutuhkan bantuan program berbasis geoteknik. Program dapat mengolah data-data yang diberikan sehingga menghasilkan suatu hasil yang dapat di analisis. Hasil tersebut dapat berupa kurva gaya dalam dan perpindahan. Hasil dari kurva ini kita dapat melihat pengaruh dari gempa sesar tersebut terhadap fondasi. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberikan data-data untuk membantu merencanakan bangunan struktur yang akan dibangun di wilayah yang rawan akan gempa sesar.