cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS KASUS PENURUNAN PONDASI JARINGAN TRANSMISI 150KV KALIMANTAN TIMUR Ray Prosper Intan; Gregrorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8306

Abstract

ABSTRACTElectricity is undeniably a primary need for all human beings in the world after water, land, and air. The more developed a country is, the higher the need for electricity will be. To keep up with the demands, power plants which are built, mostly in rural areas. The generated electricity is then delivered to consumers through transmission networks. A transmission network is needed to deliver the electricity from plants to consumers. Electricity generated by the power plants is channeled through electricity transmission, which is connected by using electric towers. The terrain of the construction of the electric transmission tower is very diverse; and the soil types upon which the towers are built greatly affect the stability of the tower’s foundation. The tower’s foundation should be able to withstand the weight of the transmission networks, so that towers stability should not interfere with electricity distributions process. This study aims to analyze the foundational decline that occurred in the transmission tower in East Kalimantan that was built on peat soil. ABSTRAKListrik tidak dapat dipungkiri sudah menjadi kebutuhan primer bagi seluruh umat manusia di dunia setelah air, tanah, dan udara. Semakin maju sebuah negara maka kebutuhan akan listrik negara tersebut akan semakin tinggi, oleh karena itu negara harus mampu untuk menyediakan kebutuhan listrik itu. Kebutuhan listrik tersebut dapat dipenuhi dengan membangun pembangkit-pembangkit listrik, pada umumnya pembangkit listrik dibangun di daerah pinggiran kota. Ketika pembangkit-pembangkit listrik tersebut yang telah dibangun dan telah menghasilkan listrik maka diperlukan jaringan transmisi listrik untuk menyalurkan listrik yang telah dihasilkan tersebut. Jaringan transmisi listrik tersebut melalui tower-tower listrik. Medan pembangunan tower tower transmisi listrik tersebut sangat beragam, kondisi alam, jenis tanah sangat mempengaruhi dalam pembangunan pondasi tower listrik. Pondasi listrik tersebut harus mampu untuk memikul beban yang akan dibebani pada pondasi dan tidak terjadi kegagalan agar tower transmisi tetap kokoh dan tidak menganggu proses penyaluran transmisi tersebut akibat pondasi yang tidak mampu memikul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penurunan yang akan terjadi pada pondasi tower transmisi yang telah dibangun di Kalimantan timur yang mempunyai kondisi tanah gambut dan mengalimi penurunan setelah pondasi selesai dibangun.Kata Kunci: listrik, kebuthan listrik, jaringan transmisi listrik, tower listrik, pondasi, tanah gambut
STUDI PERBANDINGAN MENGENAI PERHITUNGAN BESARAN REGANGAN DI LAPISAN SUBGRADE AKIBAT BEBAN RODA KENDARAAN UNTUK JALAN RAYA KELAS I Leonardo Lijuwardi; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8298

Abstract

ABSTRACTMulti-layer systems theory is one of the concepts used in finding out the amount of strain and stress that occurs in the road pavement system due to vehicle loads. The purpose and goal of this study is to analyze the amount of strain that occurs on the pavement systems in Indonesia, especially in the subgrade position. The type of multi-layer system theory used to calculate the amount of strain includes the theory of one layer systems, two-layer systems and three-layer systems with data analyzed in the form of pavement thickness and type of pavement material.Based on this study, the value of strain obtained by the theory of one-layer system in some of the road data reviewed are 533.8658 microstrains, 361.3456 microstrains, 1577.987601 microstrains, 618,012 microstrains and 140.3075 microstrains. For research with two-layers systems, the results obtained are 1116.2920 microstrains, 544.322 microstrains, 1448.0839 microstrains, 734.1844 microstrains and 738.7226 microstrains. For research with three-layers system, results obtained are 72.20275278; 70.80346908; 192.9638366; 123.1150377dan 391.8845636 microstrains. The results with the calculation of one-layer system are very large because the modulus values of the subgrade layers are not reviewed and only pavement thickness is reviewed. As for calculations with the theory of two-layer systems, the results obtained are far greater than one-layer systems, due to the limitations of the graph to find the value of the ratio between thickness and large contact area. Calculation with the theory of three-layers system is a strain calculation which has a much smaller value compared to the theory of one-layer system and two- layer system. This is because this theory divides the calculated pavement layers into three layers, which is in accordance with the flexible pavement system which divides the pavement layers into three layers, so this calculation is the most ideal calculation because it approaches its original condition.ABSTRAKTeori sistem lapis banyak merupakan salah satu konsep yang digunakan dalam mencari tahu besaran regangan dan tegangan yang terjadi pada sistem perkerasan jalan raya akibat beban kendaraan. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai besaran regangan yang terjadi pada jalan raya di Indonesia pada lapisan tanah dasar khususnya di posisi permukaan tanah dasar. Adapun jenis teori sistem lapis banyak yang digunakan untuk menghitung besaran regangan tersebut antara lain teori one-layer systems, two-layers systems dan three-layers systems dengan data yang dianalisis berupa tebal perkerasan dan jenis material perkerasan jalan.Berdasarkan penelitian ini, adapun nilai dari regangan yang diperoleh dengan teori one-layer system di beberapa data jalan yang ditinjau, antara lain 533.8658 mikrostrain, 361.3456 mikrostrain, 1577.987601 mikrostrain, 618.012 mikrostrain dan 140.3075 mikrostrain. Untuk penelitian dengan two-layers system diperoleh hasil yaitu 1116.2920 mikrostrain, 544.322 mikrostrain, 1448.0839 mikrostrain, 734.1844 mikrostrain dan 738.7226 mikrostrain. Untuk penelitian dengan three-layers system diperoleh hasil antara lain 72.20275278; 70.80346908; 192.9638366; 123.1150377 dan 391.8845636 mikrostrain. Hasil dengan perhitungan one-layer system sangat besar dikarenakan nilai modulus lapisan dari subgrade tidak ditinjau dan hanya meninjau tebal perkerasan. Adapun untuk perhitungan dengan teori two-layers system, hasil yang diperoleh jauh lebih besar daripada one-layer system, yang disebabkan keterbatasan dari grafik untuk mencari nilai perbandingan antara ketebalan dan luas kontak yang besar. Perhitungan dengan teori three-layers system merupakan perhitungan regangan yang memiliki nilai jauh lebih kecil dibandingkan dengan teori one-layer system dan two-layer systems. Hal ini dikarenakan teori ini membagi lapisan perkerasan yang dihitung menjadi tiga buah lapisan, yang sesuai dengan sistem perkerasan lentur yang membagi lapisan perkerasan menjadi tiga buah lapisan, sehingga perhitungan ini merupakan perhitungan yang paling ideal karena mendekati kondisi aslinya.
PERKUATAN TANAH DENGAN METODE SAND COMPACTION PILE PADA TANAH GAMBUT DAN ALUVIAL Lea Karen Tanudjaya; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11112

Abstract

Construction on the peat soil and alluvial soil will increase rapidly in the future, if we don’t know the characteristics of the soil, construction problems and failures will occur. Peat soil and alluvial soil has a very low bearing capacity, so they have a very large settlement. Alluvial soil and any other sandy soils has a very low bearing capacity, just like peat soil, and sandy soil has a highly potential of liquefaction. This research is to find out whether Sand Compaction Pile method can improve the bearing capacity of the peat and alluvial soil, and prevent liquefaction in sandy soil. In this case study, we only focus to one bore hole that has a peat layer above the alluvial layer and then improve it with Sand Compaction Pile method. Comparing the bearing capacity results, before and after the improving, with Sand Compaction Pile method, we can find out whether the Sand Compaction Pile can be used for the soil improving method on the peat and alluvial soil. Pembangunan di atas tanah gambut dan tanah aluvial akan meningkat secara drastis kedepannya, apabila kita tidak mengetahui karakteristik dari tanah tersebut maka akan banyak masalah da/atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut dan tanah aluvial memiliki daya dukung yang rendah sehingga akan mengakibatkan terjadinya penurunan yang besar. Tanah aluvial atau tanah berpasir lainnya juga memiliki daya dukung yang rendah dan kemungkinan potensi terjadinya likuefaksi sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan metode Sand Compaction Pile (SCP) dapat memperbaiki parameter tanah, meningkatkan daya dukung dari tanah gambut dan tanah aluvial, dan mencegah potensi terjadinya likuefaksi pada tanah berpasir. Studi kasus ini lebih difokuskan terhadap salah satu bor log yang memiliki lapisan gambut yang tebal dan kemudian di perbaiki dengam metode Sand Compaction Pile. Dengan membandingkan hasil dari daya dukung tanah sebelum di perbaiki dan setelah di perbaiki dengan metode Sand Compaction Pile, kita dapat mengetahui apakah Sand Compaction Pile dapat di gunakan sebagai metode perbaikan tanah di tanah gambut dan tanah aluvial.
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN FONDASI DAN SUDUT GESER TERHADAP DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH HOMOGEN Albert Kurniawan; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8309

Abstract

Well-constructed foundation must be able to resist forces that given by the structure. Foundation bearing capacity affected by some parameters and can be measured by various methods. Some methods that used in this study is Terzaghi, Meyerhof and finite element. The purpose of this study was to compare the bearing capacity value generated by these methods and the effect of parameters value variety against foundation bearing capacity. The parameters is foundation footing, friction angle and foundation depths. The highest value of foundation bearing capacity is generated by the finite element method. Bearing capacity that generated by finite element method experiences the biggest difference up to 41% compared to Terzaghi method and up to 26% biggest difference compared to Meyerhof method. Bearing capacity with friction angle 25o is 70% greater compared to 20o. Meanwhile with 30o increased to 220% compared to 20o. The value of  bearing capacity differs according to the depths used. Within 1,5m depth the value of the bearing capacity is increased 35% compared to 1m depths with square footing, Meanwhile with rectangle footing only increased by 32%. The bearing capacity value also varies depends on the footing type. Rectangle footing was increased 9 – 14% compared to square footing. Sebuah fondasi yang baik harus bisa menahan gaya yang diberikan oleh strukturnya. Daya dukung fondasi dipengaruhi oleh beberapa parameter tanah dan dapat diukur dengan berbagai metode. Metode yang digunakan penulis adalah Terzaghi, Meyerhof dan elemen hingga. Dalam penulisan ini penulis ingin membandingkan daya dukung yang dihasilkan oleh metode-metode tersebut dan pengaruh dari variasi nilai parameter terhadap daya dukung fondasi. Parameter tersebut adalah jenis tapak, sudut geser dan kedalaman fondasi. Daya dukung terbesar dihasilkan oleh metode elemen hingga. Daya dukung yang dihasilkan oleh metode elemen hingga mengalami perbedaan terbesar hingga 41% jika dibandingkan dengan metode Terzaghi dan 26% perbedaan terbesar jika dibandingkan metode Meyerhof. Daya dukung dengan sudut geser 25o lebih besar 70% jika dibandingkan dengan sudut geser 20o. Sedangkan pada sudut geser 30o daya dukung mengalami kenaikan sebesar 220% jika dibandingkan dengan sudut geser 20o. Daya dukung juga berbeda tiap kedalaman fondasi.  Pada kedalaman fondasi 1,5m daya dukung mengalami kenaikan 35% jika dibandingkan pada kedalaman fondasi 1m pada fondasi bujur sangkar dan pada fondasi persegi panjang mengalami kenaikan 32%. Daya dukung juga berbeda tergantung jenis tapaknya. Pada jenis tapak fondasi persegi panjang, kapasitas daya dukung mengalami kenaikan 9 - 14% jika dibandingkan dengan jenis tapak fondasi bujur sangkar.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MENGGUNAKAN PROGRAM MIDAS GTS NX James Bastian Halim; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8374

Abstract

A retaining wall at a river bend in Depok cannot hold the soil behind the wall that cause the wall collapses and the soil landslide. The retaining wall is using shallow foundation. Therefore, a new wall is needed to prevent the land from sliding. The research method was using finite element method and Midas GTS NX program using 1 boring log data, 40cmx40cm for pole size and three types of walls with different capping beam size. In this analysis, the value of L2 is smaller than L1, which indicated an unusual thing, in general the value of L2 is equal or greater than L1, L1 is length of the free pole and L2 is length of the pole through the ground surface. The value of L1 can increase due to the river currents that erode riverbeds. The analysis showed the three types of walls has fulfilled the maximum limit of lateral deformation 8.4cm and maximum limit moment from the brochure 224.2kNm. From the three types of wall, type 1 wall is selected with displacement value of 2.454cm and a maximum moment of 116.592kNm. Type 1 wall were chosen because it require a minimum cost of Rp 458.821.479,072 less than other types. Dinding penahan tanah disebuah tikungan sungai di Depok tidak dapat menahan tanah yang berada di belakangnya sehingga dinding tersebut roboh dan menyebabkan tanah di belakang dinding longsor. Dinding penahan tanah tersebut didesain dengan menggunakan pondasi dangkal. Oleh karena itu, diperlukan dinding penahan tanah yang baru dengan menggunakan tiang pancang untuk mencegah tanah tersebut longsor lagi. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan program Midas GTS NX dengan menggunakan 1 data boring log, ukuran tiang 40cmx40cm dan tiga tipe dinding dengan ukuran capping beam yang berbeda. Dalam analisa ini, besarnya nilai L2 lebih kecil dari L1 yang menunjukkan hal tidak lazim yang pada umumnya besarnya nilai L2 sama atau lebih besar dari L1 dimana L1 merupakan panjang tiang bebas dan L2 merupakan panjang tiang menembus permukaan tanah. Besarnya nilai L1 dapat meningkat akibat adanya arus sungai yang menggerus dasar sungai. Hasil analisa menunjukkan ketiga tipe dinding telah memenuhi syarat batas maksimum deformasi lateral dinding sebesar 8.4cm dan batas maksimum momen dari brosur 224.2kNm. Dari ketiga tipe dinding tersebut dipilih dinding tipe 1 dengan nilai displacement sebesar 2.454cm dan momen maksimum 116.592kNm. Dinding tipe 1 dipilih karena membutuhkan biaya paling minimum sebesar Rp 458.821.479,072 lebih kecil dibandingkan dengan tipe lainnya.
STUDI PARAMETRIK JARAK PENGARUH PENURUNAN DAN PERGERAKAN LATERAL AKIBAT VACUUM PRE-LOADING PADA DAMAGE AREA SEKITAR Mario Oktavianus Lay; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8753

Abstract

 ABSTRACTSoil-fill is type of soil with low bearing capacity, therefore it’s need soil improvement to resolve the settlement. Soil improvement divided into 2 categories, namely methods that use new material and reinforcement. Commonly used method is PVD combined with vacuum pre-loading. Pre-loading is an application to increase surcharge load which aims to reduce the primary settlement occurs. Pre-loading not only causes settlement, but also cause lateral displacement which cause damage to the outside area around the improvement area. Thus, an analysis of distance effect between the improvement boundary and outside of improvement area in needed to prevent damage to utility around the site. Deformation analysis will be assisted by 2-Dimensional finite element program. Width of the improvement area is 80 meters with a depth of PVD is 14.5 meters to verify parameters. With the parameters that have been verified, an analysis is carried out on PVD with depth of 5m to 30m to determined distance effect of settlement and lateral displacement from boundary of the improvement area to until the value of the settlement and lateral displacement reaches <2cm. Result of studies on general is to find distance effect caused by vacuum pre-loading in areas outside the improvement boundary.ABSTRAKTanah hasil urugan merupakan jenis tanah lunak dengan daya dukung yang rendah, sehingga terjadi penurunan konsolidasi dan membutuhkan perbaikan. Perbaikan tanah dibagi menjadi 2 kategori, yaitu metode yang menggunakan material baru dan menggunakan pemanfaatan perkuatan. Metode yang umum digunakan adalah PVD yang dikombinasikan dengan vacuum pre-loading. Pre-loading adalah aplikasi penambahan beban surcharge yang bertujuan agar terjadinya penurunan primer. Pre-loading tidak hanya menyebabkan penurunan, tetapi juga menyebabkan terjadinya perpindahan secara lateral kearah luar yang dapat menyebabkan kerusakan pada area luar disekitar daerah perbaikan. Sehingga, dibutuhkan analisis jarak pengaruh antara batas lahan perbaikan dengan daerah luar perbaikan, untuk mencegah kerusakan pada struktur atau utilitas disekitar lokasi perbaiki. Analisis deformasi menggunakan program elemen hingga 2D. Lebar area perbaikan 80 meter dengan kedalaman PVD 14.5 meter untuk melakukan verifikasi parameter. Dengan parameter yang telah diverifikasi, dilakukan analisis pada PVD dengan kedalaman 5m hingga 30m untuk mengetahui jarak pengaruh penurunan dan pergerakan lateral dari batas lahan perbaikan hingga nilai penurunan dan pergerakan lateral <2 cm. Hasil studi secara umum menunjukkan seberapa besar jarak pengaruh yang diakibatkan oleh vacuum pre-loading pada daerah diluar batas perbaikan.
STUDI LITERATUR PENCAMPURAN MATERIAL TANAH LEMPUNG DAN PASIR BATU DENGAN STEEL SLAG Stefi Kurniawan; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8376

Abstract

ABSTRACTThe use of steel slag has been widely used to increase soil strength. Steel slag is solid material from the process of refining molten iron in making steel which in the process uses furnace and using fuel from the air blown. The steel slag must be utilized cautiously because this material is categorized as B3 which is dangerous and toxic. The application that will be discussed in this research is “Literature Study of Mixing Clay and Sandstone with Steel Slag”. This analysis will be conducted by comparison of the data from research findings. The data used are primary and secondary. For primary data, the mixing of steel slag material is fulfilled by sandstone while this material is mixed with clay for secondary data. The experimet carried out from the data obtained are the CBR test, optimum moisture content (OMC), spesific gravity, maximum dry density, and atterberg limit. The results of data comparison; in addition of certain steel slag consist of a maximum number increase of CBR value. In addition, the growth of steel slag content can also increase spesific gravity of soil, and reduce plasticity, liquid limit and moisture content.ABSTRAKPenggunaan limbah baja telah banyak digunakan untuk peningkatan kekuatan tanah. Limbah terak baja merupakan limbah padat dari proses pemurnian besi cair dalam pembuatan baja yang dalam prosesnya memakai tungku dapur dan menggunakan bahan bakar dari udara yang ditiupkan. Limbah baja ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena bahan ini termasuk kedalam limbah B3 yang Bahan Berbahaya dan Beracun. Pemanfaatan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Studi Literatur Pencampuran Material Tanah Lempung dan Pasir batu dengan Steel Slag. Di dalam penelitian ini, dilakukan dengan perbandingan data-data dari hasil penelitian. Data-data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Untuk data primer, pencampuran material limbah baja dilakukan dengan pasir batu sedangkan untuk data sekunder material ini dicampurkan dengan tanah lempung. Pengujian yang dilakukan dari data-data yang didapat adalah pengujian CBR, kadar air optimum, berat jenis butir, berat jenis tanah, dan batas-batas atterberg. Hasil dari perbandingan beberapa data yang didapat, pada penambahan kadar steel slag tertentu terdapat pertambahan nilai CBR paling maksimum. Selain itu, pertambahan kadar slag juga dapat meningkatkan berat jenis butir, dan mengurangi plastisitas, batas cair, dan kadar air.
ANALISIS CARA PENINGKATAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Feric Antonius; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8278

Abstract

ABSTRACTThe construction of high rise buildings requires a strong foundation. High rise building construction usually requires a deep foundation which requires a large cost. Therefore, shallow foundation can be used as an alternative to replace deep foundation. The main problem that arise is the low bearing capacity of the foundation which unable to carry the load. This research conducts is to find out how to increase the bearing capacity of a square footings with several reinforcement materials for high rise buildings. The analysis bearing capacity of shallow foundation is carried out manually using the Terzaghi method and the Meyerhof and Hanna method. The results of the analysis using these two methods show that soil reinforcement materials such as stone column, crushed stone, crushed limestone, construction and demolition can increase the bearing capacity of shallow foundations. The conclusions of this research with Terzaghi method obtained that the greater the value of the friction angle and unit weight of soil from the reinforcement materials, the bearing capacity of the foundation will be even greater, while the Meyerhof and Hanna method obtained that the stronger material does not always get the greatest value of bearing capacity because it depends on the type and consistency of the soil under the reinforcement layer.Keywords: bearing capacity; stone column; crushed stone; crushed limestone; construction and demolitionABSTRAKDalam perencanaan pembangunan seperti gedung bertingkat tentunya memerlukan sebuah fondasi yang kuat. Pembangunan konstruksi gedung bertingkat biasanya memerlukan fondasi dalam tetapi memerlukan biaya yang besar. Oleh karena itu, fondasi dangkal dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan fondasi dalam. Masalah utama yang timbul dari penggunaan fondasi dangkal untuk gedung bertingkat adalah daya dukung fondasi yang rendah sehingga tidak mampu memikul gaya luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara peningkatan daya dukung fondasi telapak persegi dengan beberapa material perkuatan tanah untuk gedung bertingkat. Analisis daya dukung fondasi dangkal dilakukan secara perhitungan manual menggunakan metode Terzaghi dan metode Meyerhof dan Hanna. Hasil analisis menggunakan kedua metode tersebut menunjukkan bahwa material perkuatan tanah yaitu stone column, crushed stone, crushed limestone dan construction and demolition yang digunakan dapat meningkatkan daya dukung fondasi dangkal. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain menggunakan metode Terzaghi didapatkan bahwa semakin besar nilai sudut geser dalam dan berat jenis tanah dari material perkuatan yang digunakan maka nilai daya dukung fondasi akan semakin besar sedangkan metode Meyerhof dan Hanna didapatkan bahwa semakin kuat material belum tentu berpengaruh untuk mendapatkan nilai daya dukung yang paling besar karena dipengaruhi dengan jenis dan konsistensi tanah yang berada dibawah lapisan perkuatan tersebut.Kata kunci: daya dukung; stone column; crushed stone; crushed limestone; construction and demolition
ANALISIS PENYEBAB BANJIR KELURAHAN TANJUNG DUREN UTARA Julian Sulistyo; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8428

Abstract

Flood is a catalysm that occurs due to various factors. Factors causing floods in urban areas that we know in general are lack of water absorption, poor urban planning systems, water delivery from other areas, the amount of garbage in the drainage channels and high rainfall. Lots of losses caused by floods, ranging from disruption of the activities of surrounding residents to damage to public and private facilities. Tanjung Duren Utara Village has been flooded three times during January 2020. This journal aims to find out the factors that cause floods in North Tanjung Duren Village so that solutions can be found. For that there are a number of things that need to be analyzed which is rainfall, drainage capacity and condition of existing drainage. Topography of the area is a sunken lowland so has flood potential. After all the analyzes have been done it can be concluded that the flooding in Tanjung Tanjung Duren Utara Village was caused by the lack of existing canals capacity, topography, garbage, and the sediment at the bottom of the channel.ABSTRAKBanjir merupakan bencana alam yang terjadi karena berbagai faktor. Faktor penyebab banjir di wilayah perkotaan yang kita ketahui secara umum adalah kurangnya resapan air, sistem tata ruang yang kurang baik, kiriman air dari wilayah lain, banyaknya sampah di saluran drainase dan curah hujan tinggi. Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, mulai dari terganggunya aktivitas warga sekitar hingga kerusakan pada fasilitas umum maupun pribadi. Di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Utara tercatat sudah tiga kali mengalami banjir selama bulan Januari 2020. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya banjir di daerah Tanjung Duren Utara sehingga bisa dicari solusinya. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dianalisis yaitu curah hujan, kapasitas saluran dan keadaan saluran eksisting. Kontur daerah yang ditinjau merupakan dataran rendah yang berbentuk cekung sehingga memiliki potensi banjir. Setelah semua analisis dilakukan dapat disimpulkan bahwa banjir di kawasan Tanjung Duren Utara disebabkan oleh kurangnya kapasitas saluran eksisting, kontur wilayah, sampah dan sedimen di dasar saluran.
KAJIAN MANFAAT GERBONG KHUSUS WANITA DI KRL COMMUTER LINE JABODTABEK Jonathan Saliman; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8398

Abstract

Trains are one of the modes of public transportation that are widely used by the public. Travel by train has many advantages. To answer the needs of its users, PT Kereta Api Indonesia (KAI) develop Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line which is a commuter railway service that is operated by PT KAI. Since 1 October 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek (Greater Jakarta) launched a special train carriage of women. The existence of this special train cariage is intended for women who use public transport to avoid criminal acts, sexual harassment etc. However, after the operation of women-only carriages in KRL complaints from female passengers using the carriage facilities reappeared. This article aims to analyze existing conditions and infrastructure of KRL Commuter Line with one sample T Test and analyze the efforts that can be done to improve the quality of women mobility using KRL with the Analytical Hierarchy Process. In general, except for train capacity, the resepondents were satisfied. For women mobility quality improvement using KRL, most of the respondents suggest additional train frequency. ABSTRAKKereta api adalah salah satu moda transportasi publik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Perjalanan menggunakan kereta api memiliki banyak keuntungan. Untuk menjawab kebutuhan para pengguna nya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengembangkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang merupakan layanan kereta rel listrik komuter yang pengoperasiannya dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia. Sejak 1 Oktober 2012, PT KAI (Persero) Commuter Jabodetabek meluncurkan kereta khusus wanita. Keberadaan gerbong khusus wanita ini pada dasarnya dimaksudkan agar wanita yang menggunakan angkutan umum terhindar dari tindakan kriminal, pelecehan seksual dll. Namun setelah beroperasinya gerbong khusus wanita pada KRL, muncul kembali keluhan dari para penumpang wanita yang menggunakan fasilitas gerbong tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sarana dan prasarana KRL Commuter Line dengan metode one sample T Test dan menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fasilitas gerbong khusus wanita dengan metode Analytical Hierarchy Process. Secara umum, kecuali terkait kapasitas kereta, responden merasa telah puas dengan layanan KRL. Untuk peningkatan kualitas mobilitas wanita yang menggunakan KRL, sebagian besar responden menyarankan penambahan frekuensi kedatangan kereta.