cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA BANGUNAN HIGH RISE DI REPUBLIK INDONESIA Theodorus Alvin Satrya; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8366

Abstract

Developments in construction industry are growing rapidly, making it more competitive among contractors. Factors like cost, financial status, enviromental and quality control, safety management, project team and trained labor become a consideration for choosing a contractor to do certain project. The labor itself consuming almost 30 until 50 percent of total project’s cost. Labor its very closely related to productivity where the lower productivity rate, the more chance delay will occur. The purpose of this research is to identify factors that affecting labor productivity at high rise building construction. The Methodology of this research is survey where the corespondents are who currently working or had been working as staff at high rise construction. After that, the result of the survey being tested for validity and reliability. After the validity and reliability test, these factors are being ranked to see what is the strongest factor that affecting labor productivity. There are 23 factors that affecting labor productivity and these factors comes from 4 main group factor which is Management, Technical factor, the labor, and external factor. From these 4 group, management group factor is the most affecting labor productivity and supervision of the worker is the most affecting labor productivity. ABSTRAKDewasa ini, perkembangan pada dunia konstruksi kian pesat serta persaingan antar kontraktor semakin ketat. Faktor-faktor seperti biaya, status keuangan, pengendalian lingkungan, manajemen mutu, manajemen keamanan, project team, dan para tenaga kerja yang terlatih menjadi pertimbangan penting saat pemberian tugas ke kontraktor. Tenaga kerja sendiri menyumbang biaya sebesar 30% sampai dengan 50% dari nilai total proyek dan tenaga kerja erat kaitannya dengan produktivitas dimana semakin rendah produktivitas tenaga kerja maka semakin besar peluang terjadi keterlambatan pada pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada bangunan High Rise di Republik Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dimana kuesioner ditujukan kepada staff yang pernah bekerja di proyek bangunan High Rise di Republik Indonesia. Setelah itu hasil survey akan diuji validitas dan uji reliabilitas lalu terakhir dilakukan pemberian peringkat pada faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Terdapat 23 faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dimana faktor-faktor ini merupakan bagian dari 4 Grup faktor yaitu faktor manajemen, faktor teknis, faktor tenaga kerja, dan faktor eksternal. Dari ke-empat grup faktor ini, yang paling mempengaruhi yaitu Grup Faktor Manajemen dan dari 23 faktor yang paling mempengaruhi yaitu pengawasan/supervisi terhadap tenaga kerja.
ANALISIS PERILAKU PENUMPANG KA BANDARA MANGGARAI – SOETTA PADA MASA PANDEMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP POLA PERJALANAN Malvin - Malvin; Dewi Linggasari; Hokbyan Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10453

Abstract

In the current era of globalization, transportation is a fundamental need for all human, to carry out daily displacement activities. The journey to the airport is one of the activities that occur every day but the heavy traffic in Jakarta, makes people leave early so that the airport train is presented by PT. Railink. But, during COVID-19 pandemic, all transportation experience restrictions to reduce the number positive of COVID-19, restrictions by limiting the number of passengers in all transportation so the risk of it’s spread can be minimized. This affects community activities because all transportation implements health protocols so that community is difficult doing activities. This research was conducted to determine the behavior of airport train passengers towards health protocols implemented by the government, whether they are aware of the dangers of COVID-19 so they realize the importance of implementing health protocols outdoors. The data for research was obtained through questionnaire, then processed using normative and descriptive analysis methods. The results of this study concluded that the awareness of each passenger and officer at the station or train is the most important thing to remind each other in implementing health protocols and obeying to the regulation recommended by the government. ABSTRAKPada era globalisasi seperti saat ini, transportasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi semua manusia, guna melakukan suatu kegiatan perpindahan sehari-hari. Perjalanan menuju ke bandara merupakan salah satu aktivitas yang terjadi setiap hari namun padatnya lalu lintas di Jakarta, membuat masyarakat berangkat lebih awal sehingga dihadirkan kereta api bandara oleh PT. Railink. Namun ditengah pandemi COVID-19 ini semua perjalanan transportasi mengalami pembatasan untuk mengurangi jumlah positif COVID-19, pembatasan yang dilakukan dengan cara membatasi jumlah penumpang di semua transportasi sehingga resiko penyebarannya dapat diminimalisir. Hal ini sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat karena semua transportasi menerapkan protokol kesehatan sehingga masyarakat sulit melakukan aktivitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku dari para penumpang kereta api bandara terhadap protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, apakah mereka sadar akan bahaya COVID-19 sehingga menyadari pentingnya melaksanakan protokol kesehatan di luar ruangan. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner, lalu diolah menggunakan metode analisis normatif dan deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kesadaran masing-masing penumpang maupun petugas yang berada di stasiun maupun kereta merupakan hal yang terpenting untuk saling mengingatkan dalam melaksanakan protokol kesehatan dan patuh kepada peraturan yang dianjurkan pemerintah.
MODEL PILIHAN TRANSJAKARTA DENGAN PERBAIKAN WAKTU TEMPUH PENGGUNA JALAN GAJAH MADA DENGAN PENERAPAN ERP Rini Martini; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8396

Abstract

Transjakarta is one of the public transportation facility provided by Indonesian government to decrease of the traffic in Jakarta, but when this government is planning to implement new traffic rules ERP (Electronic Road Pricing) or streed paid. In this study, will be discussed about the condition on jl. Gajah Mada, segment road is an access to the road towards the center of the shopping and office. To analyze the volume of vehicles will be used method of observation directly to obtain the volume, speed and traffic density. Direct observation is done by paying attention to private vehicles and heavy vehicles. With the observation data will get a graph of the relationship between speed and density that will be modified eith questionnaire data. Questionnaire data is distributed to get the percentage of Transjakarta with feeder total round trip cost with travel time. In this study it is expected to know the percentage of private vehicle users who will switch to Transjakarta with their feeders after the ERP (Electronic Road Pricing) implemented on the Gajah Mada street.  ABSTRAKTransjakarta yakni salah satu sarana transportasi publik yang diberikan pemerintah Indonesia untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Jakarta, namun saat ini pemerintah berencana untuk menerapkan aturan lalu lintas baru yaitu ERP (Electronic Road Pricing) atau jalan berbayar. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai kondisi lalu lintas Jl. Gajah Mada, ruas jalan ini merupakan akses pengguna jalan untuk menuju pusat perbelanjaan dan perkantoran. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda empat dan dua serta kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kepadatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan presentase perbaikan total biaya pulang-pergi dengan waktu tempuh bus Transjakarta dengan feedernya. Pada penelitian ini diharapkan dapat mengetahui presentase pengguna kendaraan pribadi yang akan beralih ke Transjakarta dengan feedernya setelah diberlakukannya ERP (Electronic Road Pricing) di ruas Jalan Gajah Mada.
ANALISIS PENGARUH KETEBALAN WEB TERHADAP KEAMANAN BOX GIRDER AKIBAT VARIASI SUDUT KELENGKUNGAN HORIZONTAL PADA JEMBATAN Michael Michael; FX Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8367

Abstract

In general, bridges are made in a straight shape, but with complex geometries, topographic factors, and efforts to prevent congestion, horizontal curved bridges are used at highways and toll roads. In building a bridge, good planning is needed especially in terms of strength. However, the use of improper dimensions will cause a bridge to be over-designed or under-designed. Therefore, the purpose of this research is to determine the effect of web thickness on the safety of prestressed concrete box girder due to variations in the horizontal curvature angle on the bridge. The span length of the analysed bridge is 60 m with a roller-joint placement and a single span bridge type. The angular variation of the horizontal curved bridge used are 0°, 15°, and 30°. The analysis was carried out using the Midas Civil 2020 program in accordance with the SNI 1725 : 2016 loading standard. The results of this analysis indicate that with increasing the thickness of prestressed concrete box girder web, it will cause increased stress and deflection on the bridge. Pada umumnya jembatan dibuat dengan bentuk lurus, namun dengan adanya geometri yang kompleks, faktor topografi, dan upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan, jembatan lengkung horizontal digunakan pada simpang susun jalan raya dan jalan tol. Dalam membangun suatu jembatan, diperlukan perencanaan yang baik terutama dari segi kekuatan. Akan tetapi, dengan penggunaan dimensi yang tidak tepat akan menyebabkan suatu jembatan menjadi over-designed atau under-designed. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ketebalan web terhadap keamanan prestressed concrete box girder akibat variasi sudut kelengkungan horizontal pada jembatan. Panjang bentang jembatan yang dianalisis adalah 60 m dengan perletakan sendi-rol dan jenis jembatan single span. Variasi sudut jembatan lengkung horizontal yang digunakan adalah 0°, 15°, dan 30°. Analisis dilakukan dengan menggunakan program Midas Civil 2020 sesuai dengan standar pembebanan SNI 1725 : 2016. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya ketebalan web prestressed concrete box girder, akan menyebabkan meningkatnya tegangan dan juga defleksi pada jembatan.
ANALISIS PERFORMANCE LEVEL SENDI PLASTIS LOKAL PADA FONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK Willy Ericson; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8825

Abstract

Foundation is part of the structure that was build first and the most important part to guarantee the establishment of a building. The foundation function in general are to carry and distribute building loads into the ground. The loads channeled into the ground in the form of axial loads and lateral loads. Generally for high buildings used in the form of foundation piles or bored piles. To find out the design capabilities of a building in maintaining its robustness, naturally some analysis of the lower and upper structures needed. Especially in the lower structure, which is the foundation of a single pile or a group of piles, one of which can be done is a pushover analysis of the pile. By conducting pushover analysis on a pile foundation, the level of performance of the single pile foundation and group pile can be determined. From the results of pole pushover analysis will be obtain including the maximum deflection value and the melting value of pole. From the two data, it can be seen the value of the ductility of various types of pile foundation materials used. In this case, this journal will calculate the ductility and overstrength of a single pile foundation and group pile with variation dimensions.
ANALISIS FONDASI RAFT PILE BANGUNAN TINGGI TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN DI SEKITAR Giovann Giovann; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8297

Abstract

Raft pile is an option for high rise building that has more than 30 stories on soft to moderate soil conditions. Either spun pile or bored pile can be used as the pile foundation. This study focuses on 34-story building that is constructed near electric rail train station, where the soil type is dominantly clay with average N-SPT 20 – 30, there is also thin layer of soil with N-SPT 60. The study compares two types of piles, 30 m depth floating pile and 32 m depth end bearing pile, where the raft thickness is 2 m. The study was conducted by calculating the bearing capacity and settlement with formulas based from correlations of N-SPT and the N-SPT data. Midas 3D also used to simulate the settlement of the building and settlement around the building. The results show that for bored pile with depth of 30 and 32 m respectively has settlement of 20,757 cm and 3,0475 cm while the settlement around the building consecutively is around 10 – 11 cm and 1,5 – 2 cm. Bearing capacity of bored pile with 30 m depth is around 1593,6779 – 5382,5954 kN while bored pile with 32 m depth  is around 1978,9153 – 6021,3859 kN.Fondasi rakit merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk bangunan tinggi lebih dari 30 lantai pada tanah kondisi lunak sampai sedang. Untuk jenis fondasi tiang dapat digunakan tiang bor atau tiang pancang. Dalam penelitian ini dilakukan studi fondasi bangunan 34 lantai yang didirikan dekat dengan stasiun kereta rel listrik di mana lapisan tanah dominan lempung dengan N-SPT rata-rata 20 – 30 dan juga ada nilai N-SPT 60 namun berupa lapisan tipis. Studi dilakukan dengan membandingkan dua jenis tiang yaitu tiang dengan daya dukung friksi kedalaman 30 m dan tiang dengan daya dukung ujung kedalaman 32 m dengan ketebalan fondasi rakit 2 m. Studi dilakukan dengan menghitung daya dukung serta penurunan menggunakan pendekatan rumus-rumus berdasarkan data N-SPT dan korelasi dari data N-SPT, juga dilakukan simulasi Midas 3D untuk mengetahui besar penurunan yang terjadi di sekitar bangunan. Dari hasil studi banding diperoleh penurunan fondasi tiang 30 m dan tiang 32 m berturut-turut sebesar 20,757 cm dan 3,0475 cm sedangkan penurunan sekitarnya diperoleh berturut-turut 10 – 11 cm dan 1,5 – 2 cm. Daya dukung yang diperoleh tiang 30 m berkisar 1593,6779 – 5382,5954 kN dan tiang 32 m berkisar 1978,9153 – 6021,3859 kN.
ANALISIS PENGARUH PEMODELAN SAMBUNGAN TITIK BUHUL PADA STRUKTUR KUBAH GEODESIK Rivven Meilvin; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10725

Abstract

The geodesic dome consists of steel rod elements joined together to form a single structure. Generally, these geodesic domes are analyzed by assuming the joints of the gusset points are joints and only receive axial forces on the rods. However, in reality, it is not easy to apply gusset joints as pure joints in construction. This research will analyze the geodesic dome by modeling the joints of the gusset points as joints where there is only axial force arising on the rods and modeling the rigid gusset points where there will also be moments and shear on the rods. The analysis will only be carried out by comparing the value of the displacement at each gusset joint modeling and checking the cross-sectional dimensions of the internal forces that arise with the help of the MIDAS GEN program in modeling the geodesic dome structure which has a diameter of 20000 mm and a height of 10000 mm with the type of steel profile. used is a pipe profile using two types of geodesic dome, namely type 2V and 3V. For loads that are calculated, namely dead load, live load, and wind load. The results showed a relatively small difference in translational displacement and the axial force was relatively the same in the internal force analysis, so it is better if the analysis by modeling the gusset connection as rigid.ABSTRAKKubah geodesik terdiri dari elemen batang baja yang disambung menjadi satu kesatuan struktur. Umumnya kubah geodesik ini dianalisis dengan menganggap sambungan titik buhulnya berupa sendi dan hanya menerima gaya aksial saja pada batang - batangnya. Namun pada kenyataannya untuk mengaplikasikan sambungan titik buhul sebagai sendi murni pada konstruksi tidaklah mudah. Penelitian ini akan menganalisis kubah geodesik   dengan memodelkan sambungan titik buhulnya sebagai sendi dimana hanya ada gaya aksial saja yang timbul pada batang - batangnya dan memodelkan titik buhulnya rigid dimana akan terjadi juga momen dan geser pada batang tersebut. Analisis hanya akan dilakukan dengan membandingkan nilai dari perpindahan pada setiap pemodelan sambungan titik buhul dan pengecekan dimensi penampang terhadap gaya – gaya dalam yang timbul dengan bantuan program MIDAS GEN dalam memodelkan struktur kubah geodesik yang mempunyai diameter 20000 mm dan tinggi 10000 mm dengan jenis profil baja yang digunakan adalah profil pipa dengan menggunakan dua tipe kubah geodesik yaitu tipe 2V dan 3V. Untuk beban yang diperhitungkan yaitu beban mati, beban hidup, dan beban angin. Hasil penelitian menunjukkan nilai perbedaan yang relatif kecil pada perpindahan translasi dan diperoleh gaya aksial yang relatif sama pada analisis gaya dalam yang timbul, sehingga sebaiknya analisis dengan pemodelan sambungan titik buhul sebagai rigid.
ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH BERLAPIS DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM BERBASIS ELEMEN HINGGA Hansel Ronaldo; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8372

Abstract

Generally, foundation can be classified into shallow foundation and deep foundation. There are some methods to analyze the bearing capacity of foundation such as Meyerhof method and finite element method. The purpose of this study was to compare the bearing capacity value generated by these methods. There are some factors that affect the bearing capacity of foundation, therefore the author wants to analyze some factors such as upper layer soil thickness, soil consistency and foundation footing. The analysis results show that the bearing capacity of shallow foundation generated by finite element method experiences the biggest difference up to 28% compared to Meyerhof method. Bearing capacity of soft-stiff soil has the largest increase of up to 50% compared to soft-medium soil. Meanwhile at the medium-stiff soil has the largest increase up to 161% compared to soft-medium soil. The value of  bearing capacity differs according to the upper layer soil thickness too. At 2.5 meters thick, the value of bearing capacity decrease up to 19% compared to 2 meters thick and decrease up to 160% compared to 1,5 meters thick. The bearing capacity value also varies depends on the footing type. Square footing was increased 0 – 17% compared to rectangular footing. Fondasi secara umum terbagi atas fondasi dangkal dan dalam. Ada beberapa metode untuk menganalisa daya dukung fondasi seperti metode Meyerhof dan metode elemen hingga. Dalam penulisan ini penulis ingin membandingkan nilai daya dukung pada metode tersebut. Ada beberbagai faktor yang mempengaruhi nilai daya dukung fondasi, oleh karena itu penulis ingin menganalisa beberapa faktor yang mempengaruhi daya dukung fondasi seperti tebal lapisan atas, konsistensi tanah dan bentuk fondasi terhadap daya dukungnya. Dari hasil perbandingan, kapasitas daya dukung dengan menggunakan metode elemen hingga memperoleh hasil lebih besar hingga 28% jika dibandingkan dengan metode Meyerhof. Kapasitas daya dukung pada metode elemen hingga memiliki hasil perbedaan terbesar. Kapasitas daya dukung pada tanah lunak-kaku mengalami kenaikan terbesar hingga 50% dibandingkan pada tanah lunak-sedang. Sementara itu kapasitas daya dukung pada tanah sedang-kaku mengalami kenaikan terbesar hingga 161%. Kapasitas daya dukung juga berbeda tiap tebal lapisan atas yang ditinjau. Pada tebal lapisan atas sebesar 2,5 meter, kapasitas daya dukungnya mengalami penurunan terbesar hingga 19% dibandingkan pada tebal lapisan atas sebesar 2 meter dan penurunan hingga 160% dibandingkan pada tebal lapisan atas sebesar 1,5 meter. Bentuk fondasi juga mempengaruhi kapasitas daya dukung. Kapasitas daya dukung pada fondasi berbentuk bujur sangkar mengalami kenaikan 0 – 17% dibandingkan dengan fondasi berbentuk persegi panjang.
EFEKTIVITAS SECANT PILE DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN BAMBU, CRUSHED STONE, KAYU, PASANGAN BATA, DAN MORTAR Jason Jason; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8755

Abstract

Saat ini, proses perkembangan infrastruktur di Indonesia berkembang dengan pesat. Salah satu permasalahan yang ada adalah terbatasnya ketersediaan lahan sehingga basement menjadi solusi yang banyak dipilih. Masalah utama dalam pembangunan basement yang sering dihadapi adalah adanya pembangunan tinggi di sekitarnya sehingga dibutuhkan struktur dinding penahan tanah yang dapat menjaga kestabilan tanah akibat beban yang ada di permukaan. Dinding penahan tanah merupakan salah satu elemen penting dalam pekerjaan konstruksi yang paling dasar, yang dapat mempengaruhi pekerjaan konstruksi secara keseluruhan. Elemen ini berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan tanah urug ataupun tanah asli yang labil. Pada dasarnya, dinding penahan tanah merupakan elemen konstruksi yang sudah digunakan sejak bertahun-tahun lalu. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka digunakan secant pile. Penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan batu kali, kayu, bambu pada secant pile yang akan menjadi alternatif lain cor-an bentonite pada tahap kedua pelaksanaan pekerjaan secant pile. Pada penelitian ini juga akan membandingkan efektifitas secant pile dengan menggunakan bantuan bambu, crushed stone, kayu, pasangan bata, dan mortar
ANALISIS KAPASITAS LATERAL PADA FONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK PADA TANAH PASIR Morris Cho; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8423

Abstract

Fondasi ialah bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh fondasi dan beratnya sendiri kedalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Pada jurnal ini, dilakukan analisa kapasitas lateral tiang tunggal dan tiang kelompok pada tanah pasir. Untuk dapat menganalisis tiang pancang tunggal dan tiang kelompok pada tanah pasir dalam kondisi elastic dapat dilakukan dengan metode analisis statik non linier atau analisis pushover. Analisis pushover adalah prosedur analisis untuk mengetahui keruntuhan suatu bangunan dengan memberikan suatu pola beban statik tertentu dalam arah lateral yang besarnya akan ditingkatkan secara bertahap sampai struktur tersebut mencapai target displacement tertentu atau mencapai pola keruntuhan tertentu. Dari hasil analisis pushover terhadap suatu tiang dihasilkan kurva yang menghubungkan antara base shear dan roof displacement atau disebut kurva kapasitas. Dari kurva kapasitas tersebut dapat dilihat perilaku suatu tiang dari kondisi elastis sampai plastis hingga mengalami kegagalan. Dengan adanya kurva kapasitas yang diperoleh, kita dapat melihat tingkat kinerja suatu tiang berdasarkan metode spektrum kapasitas berdasarkan peraturan ATC-40 dan Pushover Analysis of Underground Structures. The foundation is part of an engineering system that forwards the burden supported by the foundation and its own weight into the soil and rocks beneath. In this journal, an analysis of the lateral capacity of single piles and group piles is carried out on sandy soil. To be able to analyze a single pile and group piles on sandy soil in elastic conditions can be done by non-linear static analysis or pushover analysis. Pushover analysis is an analysis procedure to determine the collapse of a building by providing a certain static load pattern in the lateral direction whose magnitude will be increased gradually until the structure reaches a certain displacement target or reaches a certain collapse pattern. From the results of pushover analysis on a pile, a curve that connects the base shear and roof displacement is called a capacity curve. From the capacity curve, it can be seen the behavior of a pile from elastic to plastic conditions to failure. With the obtained capacity curve, we can see the level of performance of a pile based on the capacity spectrum method based on ATC-40 regulations and Pushover Analysis of Underground Structures.