cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
KAJIAN TEKNIS TIANG PANCANG KONSTRUKSI PILE SLAB PADA PROYEK JALAN TOL JKC STA 37+816.7 – 38+016.7 Dovi Adiwijaya; Aniek Prihatiningsih; Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2237

Abstract

Pemancangan tiang pada konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang ukuran diameter 0.6 meter dapat dilakukan dengan sistem preboring ataupun tanpa preboring dikarenakan alasan faktor sosial dan lingkungan. Fondasi tiang pancang harus berada pada kedalaman tanah keras dan mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Proses pemancangan tiang menghasilkan data berupa jumlah pukulan dan final set dari hasil kalendering. Analisis daya dukung tiang pancang menggunaka metode statis dalam tulisan ini yaitu Meyerhof 1976 dengan menggunakan data SPT dan metode dinamik antara lain Modified ENR, Danish Formula, Janbu’s Formula, dan Michigan State Highway Commission Formula dengan menggunakan data kalendering. Terdapat tes PDA serta program Allpile sebagai data untuk memverifikasi daya dukung tiang pancang. Kajian secara teknis konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang pada STA 37+826.7-STA 38.016.7 jalan Tol Jakarta – Kunciran – Cengkareng sehingga fondasi tiang tersebut dapat dikatakan efisien dan aman dilihat dari kedalaman tiang dan kapasitas daya dukung tiang.
ANALISIS DINAMIK PERILAKU GEDUNG DENGAN KETIDAKBERATURAN MASSA PADA MASING-MASING TINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA Leonardus Ivan; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5836

Abstract

Di Indonesia, gempa bumi merupakan bencana alam yang sangat sering terjadi. Intensitas terjadinya gempa yang tinggi di Indonesia akibat posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dan posisinya yang berada di daerah Cincin Api Pasifik yang merupakan sabuk gempa bumi terbesar di dunia. Namun, sebenarnya bukan gempa bumi yang menyebabkan korban, melainkan disebabkan oleh bangunan yang rubuh karena tidak mampu merespons dengan baik getaran gempa. Ketidakmampuan struktur merespons getaran gempa, salah satunya adalah akibat terdapatnya ketidakberaturan struktur. Ketidakberaturan struktur yang akan dibahas pada Skripsi ini adalah ketidakberaturan massa. Struktur yang dimodelkan adalah gedung bertingkat yang memiliki ketidakberaturan massa sebesar 300% pada setiap tingkat secara terpisah. Gedung yang dimodelkan memiliki 10 tingkat dan terletak pada Kota Lombok. Gedung dianalisis secara dinamik menurut SNI 1726:2012 dengan bantuan program ETABS, terhadap beban gempa. Analisis dinamik yang digunakan adalah analisis ragam respons spektrum dan analisis ragam riwayat waktu. Respons gedung yang ditinjau adalah gaya geser tingkat, simpangan lateral tingkat, dan simpangan antar lantai tingkat pada masing-masing pemodelan gedung. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa beban gempa hasil kedua analisis dinamik memiliki deviasi yang kecil. Dengan demikian, kedua analisis dinamik relatif dapat menggambarkan beban gempa yang akan terjadi sebenarnya. Hasil analisis yang didapat menggunakan kedua metode analisis dinamik tersebut, menunjukkan bahwa ketidakberaturan massa dinyatakan relatif aman jika berada pada 10-20% ketinggian gedung and dinyatakan berbahaya jika diletakkan pada ketinggian paling atas dan 90%, 70%, 40%, dan 30% dari ketinggian gedung.
ANALISIS PERBANDINGAN JEMBATAN PELAT CONTINUOUS SPAN BENTANG PENDEK DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN PRATEGANG Timotius Timotius; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3416

Abstract

Jembatan merupakan sarana konstruksi yang cukup penting bagi kelancaran ekonomi dan aliran perjalanan. Jembatan memiliki fungsi sebagai sarana konstruksi untuk menghubungkan suatu tempat dengan tempat lainnya yang sulit untuk dijangkau. Salah satu jenis jembatan bedasarkan bentuk strukturnya adalah jembatan pelat. Jembatan pelat atau slab bridge  tersusun dari pelat monolit, dengan bentang dari tumpuan menuju ke tumpuan tanpa didukung oleh balok melintang ataupun balok girder atau balok gelagar, sehingga pelat tersebut hanya ditopang oleh abutment jembatan Dalam perencanaannya, penulangan jembatan dapat didesain dengan sistem konvensional ataupun prategang. Beton konvensional adalah beton normal yang tidak mengalami tegangan pra layan. Beton prategang merupakan beton yang dimana tulangan bajanya ditarik terhadap betonnya atau dengan kata lain diberikan tegangan pra-layan. Penelitian ini akan menganalisis perbandingan antara sistem konvensional dan prategang pada jembatan pelat dari segi ketebalan pelat dan lendutan. Analisis ini menggunakan bantuan program finite element untuk membuktikan hasil perhitungan manual dengan metode garis pengaruh. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistem konvensional dan prategang akan menghasilkan ketebalan yang sama, walaupun lendutan yang dihasilkan lebih kecil dikarenakan batas lendutan ijin untuk beban live load yang sama untuk keduanya yaitu sebesar L/800. Sehingga apabila dimensi tebal-nya diperkecil, maka lendutan beban live load yang terjadi tidak memenuhi syarat lendutan ijin.
OPTIMASI PRODUKSI BETON READY MIX DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING Andaru Salim; Iwan B Santoso
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2243

Abstract

Pabrik beton adalah elemen penting dalam setiap proses konstruksi yang berkaitan dengan beton. Banyaknya proyek konstruksi baik skala kecil maupun besar menjadikan industri beton sangat dibutuhkan. Studi ini menganalisa masalah pengoptimalan produksi beton untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum. Metode Linear Programming merupakan teknik matematika yang dirancang untuk membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan. Linear Programming terdiri dari decision variable, objective function, dan constraint. Penelitian ini menggunakan metode Linear Programming yang diterapkan pada pabrik beton ready mix dan berlokasi di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan 29 jenis beton siap pakai. Data yang telah didapat diolah dengan program Lingo. Setelah mengolah data, diperoleh hasil produksi yang dapat memenuhi permintaan konsumen dan mendapat keuntungan maksimum sebesar Rp. 4.035.130.000,-. Adapun kondisi produksi tidak dapat memenuhi permintaan konsumen, dengan metode ini akan mendahulukan produksi yang memiliki nilai keuntungan yang lebih besar terlebih dahulu.
ANALISIS PEMANCANGAN TIANG PADA KONSTRUKSI OFFSHORE PELABUHAN DI PULAU JAWA TERHADAP SCOURING EFFECT Mega Rukmana; Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6162

Abstract

Penggunaan pondasi tiang pancang banyak digunakan pada perencanaan konstruksi dimana bangunan bertemu dengan air seperti bangunan lepas pantai (offshore). Analisis perencanaan yang tepat harus dilakukan agar bangunan lepas pantai terbebas dari kegagalan yang tidak diinginkan. Dalam perencanaannya diperlukan adanya analisis terhadap kemungkinan terjadinya gerusan (scouring) dan energi pemancangan (driveability). Dengan menganalisis hal tersebut pada pondasi tiang, dapat diketahui kapasitas tiang yang lebih tepat lagi untuk digunakan dalam perencanaan konstruksi offshore. Pemancangan tiang dengan menggunakan alat yang tepat juga tidak luput dari peranan pukulan yang diberikan oleh energi hammer. Dengan mengetahui tegangan yang terjadi selama pemancangan tiang, overstress dan overtension pada tiang dapat dihindari. Dari hasil simulasi yang dilakukan dapat dibahas dan diambil kesimpulan tentang integritas dan kapasitas tiang itu sendiri.
ANALISIS PERBAIKAN TANAH SEBAGAI BENTUK MITIGASI BENCANA LIKUIFAKSI YANG DAPAT DIAPLIKASIKAN MASYARAKAT DI PALU David Manoel Mangunpraja; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6167

Abstract

Likuifaksi dapat terjadi ketika tanah jenuh atau sebagian jenuh secara substansial kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya gempa bumi atau goncangan mendadak, disertai perubahan material yang bersifat padat (solid) menjadi seperti cairan (liquid). Pada insiden di Palu tanah secara tiba-tiba tengelam menjadi larutan air kemudian bergeser seakan-akan berjalan sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh korban bencana likuifaksi di Palu, ada 2.256 orang yang meninggal, 1.309 orang hilang, 4.612 orang terluka (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho). Banyak korban jiwa yang meninggal akibat peristiwa tersebut. Jumlah korban yang signifikan, menimbulkan pertanyaan apakah mungkin likuifaksi adalah hal baru di dunia teknik sipil. Ternyata sudah banyak yang melakukan penelitian mengenai likuifaksi. Apa mungkin likuifaksi tidak memiliki solusi? Karena masalah ini terus menerus terjadi terutama di Indonesia.. Skripsi ini akan menjelaskan mengenai likuifaksi dan bagaimana cara memperbaiki tanah likuifaksi dengan cara yang sederhana. Apakah masyarakat umum mengaplikasikannya? Tentu saja bisa, karena likuifaksi bukanlah sesuatu hal yang membahayakan dan dapat diatasi dengan cara yang tepat. Beberapa solusi sederhana yang bisa diaplikasikan masyarakat adalah: Micropile Bambu, Tanaman Baobab, Piezometer, Sumur Biopori.
ANALISIS KARAKTERISTIK TRANSPORTASI ANAK-ANAK PADA USIA 6 HINGGA 12 TAHUN DI JABODETABEK Ferline Fransisca; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3421

Abstract

Transportasi adalah usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain dimana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Kita mengetahui kawasan Jabodetabek merupakan sebuah kawasan metropolitan yang masyarakatnya memiliki kesibukan yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan di kawasan ini karena kepadatan penduduk yang tinggi dan membutuhkan prasarana atau sarana transportasi untuk bermobilitas. Berbagai jenis transportasi seperti transportasi umum (angkot, bus Transjakarta, bus Transjabodetabek, KRL Commuter Line dan lain-lain) dan transportasi pribadi (mobil dan sepeda motor) sudah tersedia, namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Bagi para orangtua, ini merupakan hal yang penting untuk memutuskan jenis tranportasi yang baik digunakan oleh anak mereka. Kuesioner dibagikan kepada 108 responden. Kuesioner terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi tentang data umum responden seperti jenis kelamin, umur, pengeluaran perbulan, jenis kelamin anak, dan usia anak. Bagian kedua adalah butir-butir pertanyaan untuk menilai karakteristik anak dan kesiapan anak untuk menggunakan berbagai jenis transportasi. 50 responden akan diminta untuk mengisi kuesioner langsung dan sisanya akan mengisi kuesioner online. Data akan dianalisis menggunakan analisis korelasi pearson untuk mengetahui korelasi antara karakteristik anak (kemandirian anak, keaktifan dan kemampuan fisik, emosional anak, kemampuan mengambil keputusan dan hubungan orang tua dengan anak) terhadap kesiapan anak untuk menggunakan berbagai jenis transpotasi. Berdasarkan hasil penelitian, para orang tua di Jabodetabek umumnya memberikan anaknya untuk menggunakan transportasi pribadi dan layanan antar-jemput.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN DI PROYEK SUPERBLOCK ASC DENGAN PROGRAM @RISK Kevin Setiawan; Oei Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2248

Abstract

Terdapat beberapa faktor risiko yang berpengaruh pada keterlambatan suatu proyek dan faktor-faktor risiko ini sangat penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang ada di proyek ASC berikut penyebabnya. Data penelitian ini diperoleh dengan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan frekuensi dan dampak keterlambatan. Program @RISK digunakan untuk membantu peringkat faktor risiko yang ada. Sementara itu, wawancara terhadap 5 site manager yang ada dilakukan untuk melakukan validasi dari penelitian ini. Dari hasil analisis, diperoleh 10 faktor risiko yang signifikan mempengaruhi keterlambatan proyek, diantaranya adalah : terjadi perubahan desain dari pihak Owner, pendetailan gambar yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, cuaca yang berpengaruh pada aktifitas konstruksi, ketidaktepatan waktu pemesanan material, kerusakan peralatan saat dibutuhkan, kekurangan alat saat dibutuhkan, terjadi perubahan jadwal & biaya rencana dari pihak Owner, masalah longsoran saat galian tanah, kerusakan struktur pada kolom beton dan adanya retak struktur pada retaining wall.
ANALISIS PENGARUH PANJANG ELEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DARI BAJA RINGAN PROFIL KANAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Denny Stevens; Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2253

Abstract

Cold-formed Steel atau sering disebut baja ringan adalah material yang akhir-akhir ini sering digunakan karena harganya lebih ekonomis dibanding dengan baja konvensional. Profil ini memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibanding baja konvensional dengan tebal yang lebih tipis. Karena tebalnya yang sangat tipis, profil-profil baja ringan sangat rawan terjadi tekuk lokal. Oleh karena itu profil baja ringan kebanyakan didesign memiliki pengaku pada web dan flensnya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya tekuk lokal. Tekuk lokal sendiri dipengaruhi oleh panjang elemen. Semakin pendek elemen, kecenderungan terjadinya tekuk lokal akan semakin besar. Analisis ini bertujuan untuk mencari pengaruh panjang elemen terhadap kuat tekan kritisnya dan melihat tekuk yang terjadi dengan cara teoritis dan metode elemen hingga. Profil yang digunakan adalah 75mm x 35mm x 5mm x 0,65mm dengan pengaku pada badan dan flensnya. Perhitungan metode elemen hingga dilakukan dengan program Abaqus. Pemodelan panjang yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, 2500 dengan perletakan tetap sendi-sendi, arah beban sejajar dengan batang (aksial). Hasilnya adalah semakin panjang elemen kuat tekan batang akan semakin kecil dan deformasi yang dihasilkan akan semakin besar. Tekuk yang terjadi adalah tekuk lokal pada bagian flens yang menunjukan kurangnya pengaku pada bagian flens.
KARAKTERISTIK PENGGUNAAN WAKTU DAN PENGGUNAAN MODA TRANSPORTASI PADA AKTIVITAS AKHIR PEKAN DI JABODETABEK Josia Marxalim; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6172

Abstract

Aktivitas akhir pekan sering kali dijadikan waktu yang tepat untuk melepas beban pikiran selama sepekan. Hal tersebut dikarenakan, kita banyak menemukan masalah selama beraktivitas, baik itu di pekerjaan maupun di pendidikan. Dengan itu, aktivitas yang paling tepat untuk dilakukan pada akhir pekan ialah aktivitas fisik (olah-raga) dan juga aktivitas rekreasi. Beberapa penelitian telah menjelaskan, kepenatan yang terjadi pada setiap individu harus disalurkan ke aktivitas fisik, dan rekreasi, karena kedua aktivitas tersebut sudah terbukti memberikan afek positif pada hari senin pagi pekan berikutnya. Hal tersebut dikonfirmasi oleh responden yang telah mengisi kuesioner, mereka menjawab bahwa aktivitas fisik dan rekreasi berhasil memberikan afek positif pada diri mereka. Lalu, seseorang akan memilih kendaraan yang hendak mereka gunakan. Seperti di JABODETABEK, ojek online, taksi online, sudah mudah digunakan. Kemudian adanya Bus, dan juga KRL yang sudah saling terhubung, membuat seseorang lebih mudah dalam bermobilisasi. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang akan menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas mereka, hal tersebut berkaitan dengan jumlah orang yang akan pergi bersama, serta adanya rasa nyaman yang akan mereka terima, dan tentu dari sisi waktu, akan memangkas waktu ketimbang mereka menggunakan transportasi umum. Berdasarkan kuesioner yang sudah saya sebarkan, mayoritas menjawab menggunakan mobil bila memakai kendaraan pribadi, dan memilih ojek online bila menggunakan kendaraan umum. Kemudian aktivitas fisik yang paling sering dilakukan pada akhir pekan ialah pergi ke tempat kebugaran. Untuk aktivitas rekreasi, paling sering adalah pergi menonton bioskop, dan mayoritas mereka melakukan aktivitas tersebut pada siang hari.

Page 8 of 87 | Total Record : 861