cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 119 Documents
Perangkat Badikie pada Tradisi Mandoa dalam Upacara Kematian di Nagari Campago Weni Astuti; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi perangkat badikie dalam tradisi mandoa upacara kematian di Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Struktural Fungsional Radcliffe-Brown. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 25 orang yaitu urang siak terdiri dari 3 tuangku, 5 labai, 3 tukang dikie, katik terdiri dari 2 orang, niniak mamak terdiri dari 3 orang, datuak terdiri dari 1 orang, tamu undangan dan tuan rumah terdiri dari 5 orang, pegawai nagari terdiri dari 3 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan studi dokumen. Agar data yang diperoleh dapat dipercaya kebenaran dan keabsahan maka dilakukan triangulasi data. Dalam triangulasi, penulis melakukan triangulasi sumber. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan memakai model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam badikie mandoa terdapat perangkat badikie yang terdiri dari tuangku, labai dan tukang dikie. Tuangku, labai dan tukang dikie berperan dalam memimpin doa-doa kematian dan doa dikie mulai dari mandoa manigo hari sampai dengan mandoa terakhir yaitu maatuih hari. Tuangku memiliki fungsi sebagai pemimpin doa kematian dalam ritual badikie mandoa. Selanjutnya labai memiliki fungsi sebagai pemimpin doa khusus yang akan dibacakan dalam badikie. Labai juga memiliki fungsi dalam memimpin proses mancabiak kain kafan sampai dengan memandu pemakaman jenazah. Selanjutnya tukang dikie memiliki fungsi sebagai orang yang akan mentaranumkan doa dikie.
Peran Istri Nelayan Untuk Ekonomi Rumah Tangga Anita Oktavia; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.122

Abstract

Penduduk di Desa Air Rami mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan hasil tangkapan dari nelayan tersebut bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi istri nelayan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran istri nelayan dalam ekonomi rumah tangga. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori nurture yang dikembangkan oleh John Stuart Mill. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Lokasi penelitian di Desa Air Rami Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Pemilihan Informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 8 orang informan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu model analisis dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu: reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan istri nelayan berperan tidak saja di sektor domestik tetapi juga di sektor publik. Di sektor publik istri nelayan bekerja untuk meningkat ekonomi rumah tangga. Pekerjaan yang mereka lakukan yaitu pengolahan ikan segar menjadi ikan asap, pengolahan bakso bakar ikan dan menjual ikan di pasar kaget.
Strategi Sanggar Batik Incung dalam Pelestarian Aksara Incung Kerinci Morisa Dwi Vesty; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Sanggar Batik Incung dalam melestarikan aksara incung di Kota Sungai Penuh Kerinci. Aksara incung merupakan aksara tua Kerinci yang terancam punah karena sudah tidak diketahui lagi oleh masyarakat Kerinci. Aksara Kerinci merupakan kekayaan budaya Kerinci dan kebanggaan bagi masyarakat Kerinci. Oleh sebab itu, mulai diajarkan kembali kepada masyarakat terutama generasi muda. Pemerintah Kerinci berupaya mempertahankan aksara Kerinci dengan menjadikannya sebagai muatan lokal di sekolah, memberikan nama jalan dengan menggunakan aksara Kerinci. Aksara incung selanjutnya juga dikembangkan menjadi motif batik yang dikembangkan oleh industri batik di Kerinci. Sanggar Batik Incung yang merupakan sebuah lembaga ekonomi kreatif yang bertujuan mencari profit dan juga berperan sebagai wadah dalam melestarikan budaya lokal aksara incung. Penelitian ini dianalisis dengan teori aksi oleh Talcott Parsons. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan 12 orang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi partisipan. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan analisis data yang digunakan merupakan model analisis menurut Mathew Milles dan Huberman.Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan ditemukan ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Sanggar Batik Incung dalam upaya melestarikan dan mempertahankan aksara incung yaitu, 1)pelatihan menulis dan membaca aksara incung kepada anggota sanggar, 2) pelatihan membatik incung kepada anggota sanggar, 3) memproduksi batik motif aksara incung, 4) pelatihan menulis, membaca dan membatik incung kepada masyarakat seruang lingkup Kota Sungai Penuh, 5) pengembangan sablon baju kaos, jacket, dompet dan tas motif aksara incung.
Kehidupan Keluarga Pasangan Suami - Istri yang Hasil Ngitung Weton Tidak Cocok Desi Susanti; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan keluarga pasangan suami-istri yang hasil ngitung wetonnya tidak cocok. Ngitung weton masih lazim dilaksanakan oleh orang Jawa di Jorong Pujorahayu Nagari Kotobaru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat sebelum pelaksanaan perkawinan. Kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah calon pasangan suami istri yang hasil ngitung wetonnya tidak cocok, tetapi keduanya tetap melangsungkan pernikahan. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Temuan penelitian dianalisis dengan teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: kehidupan lima keluarga yang hasil ngitung weton tidak cocok, berbanding terbalik dengan hasil ramalan weton sebelum pernikahan. Kelima keluarga memiliki hasil ramalan yang buruk, akan tetapi mereka memiliki cara pandang yang berbeda sehingga berusaha untuk menjadikan kehidupan keluarganya tidak seperti yang diramalkan. Pemahaman mengenai apa yang akan terjadi dalam kehidupan kelima keluarga informan menurut ramalan weton menjadi motivasi mereka untuk berusaha menciptakan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (terhindar dari keburukan yang terungkap dalam ramalan weton mereka).
Fungsi Tradisi Bajapuik Pada Orang Pariaman Hamidatul Mardhiah; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.144

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi bajapuik pada orang Pariaman Kampung Gadang. Dalam tradisi bajapuik ini pihak perempuan memberikan sejumlah uang kepada pihak laki-laki sesuai yang telah disepakati mamak, tetapi seiring dengan berjalan waktu jumlah uang untuk tradisi bajapuik ini telah menjadi kesepakatan orang tua dari kedua belah pihak tanpa melibatkan mamak dan prosesinya pun dipersingkat. Teori untuk menganalisis permasalahan penelitian ini yaitu teori fungsionalisme oleh Bronislaw Malinowski. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif, dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling dengan informan berjumlah 9 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dari tradisi bajapuik yaitu pertama sebagai tanda ucapan terimakasih kepada pihak laki laki yang telah membesarkan dan membiayai anaknya hingga sukses, kedua sebagai penghargaan kepada calon mempelai dan pihak keluarga laki-laki.
Pemilihan Jodoh pada Masyarakat Nagari Padang Tarok Tia Aprilia; Erda Fitriani; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.145

Abstract

Pemilihan jodoh secara tradisional diatur oleh adat istiadat suatu sukubangsa, jika terjadi pelanggaran maka adat mengatur sanksi secara adat. Secara tradisional masyarakat Minangkabau mengenal istilah perkawinan ideal yaitu perkawinan beda suku (exogami suku) dan dalam satu nagari (endogami nagari). Pada masyarakat Nagari Tarok adat mengatur warga masyarakatnya untuk mencari pasangan di luar suku (clan) dan di luar nagari. Jika dilanggar maka terdapat sanksi adat yang disebut dengan lompek paga. Menariknya pada saat sekarang ini semakin banyak yang memperoleh pasangan dari luar nagari, dan dilaksanakan adat lompek paga. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena lompek paga pada masyarakat Nagari Tarok, terutama terdapatnya perubahan dalam masyarakat mengenai pola ideal dalam pemilihan jodoh. Penelitian ini dianalisis dengan teori strukturalisme oleh Claude Lévi-Strauss. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknis analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian ditemukan bahwa struktur pemikiran masyarakat dalam pemilihan jodoh yaitu lebih mengutamakan pasangan yang seiman (Islam), memiliki pekerjaan, pendidikan, dan sikap karakter pasangan. Pasangan yang berada di luar suku tetap menjadi perhatian masyarakat karena dianggap masih seketurunan, namun jika berbeda datuk atau nagari maka dianggap sudah jauh hubungan garis keturunan.
Adaptasi Sosial Budaya Orang Jawa di Nagari Pulau Mainan Agung Novialdi; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan oleh orang Jawa di Nagari Pulau Mainan. Nagari Pulau Mainan termasuk daerah transmigrasi pada periode tahun 1978-1979 Kabupaten Dharmasraya. Orang Jawa sebagai penduduk transmigrasi beradaptasi dengan lingkungan mereka yang baru. Sebelumnya mereka bekerja di sawah, namun sebagai penduduk transmigrasi mereka ditempatkan di wilayah hutan yang baru dibuka, yang selanjutnya dijadikan lahan perkebunan dan tempat tinggal. Orang Jawa ini juga dihadapkan dengan penduduk asli (orang Minangkabau) dan mereka harus dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains yang dikemukakan oleh James Spradley. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian kualitatif, dengan tipe etnosains. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan informan penelitian sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi aktif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data peneliti melakukan triangulasi data. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan analisis etnografi yang dikemukakan oleh Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kondisi lingkungan di tempat yang baru di Nagari Pulau Mainan dapat diatasi dengan kemampuan pengetahuan mereka. Proses adaptasi yang dilakukan oleh orang Jawa merupakan wujud dari usaha-usaha mereka mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kemampuan transmigran Jawa mengubah lahan yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif dengan mendapatkan penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari merupakan keberhasilan dalam proses adaptasi transmigran Jawa dalam menghadapi lingkungan baru. Begitu pula kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan sesama Jawa dengan latar belakang daerah, bahasa dan budaya yang berbeda serta berinteraksi dengan penduduk asli (orang Minangkabau).
Harmonisasi antara Orang Minangkabau dan Orang Batak Rahmat Idris; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.151

Abstract

Artikel ini menjelaskan orang Minangkabau dan orang Batak bisa meredam konflik pribadi sehingga tidak meluas menjadi konflik kelompok, faktor-faktor harmonisasi di Nagari Pauah. Penelitian ini dianalisis dengan teori pluralisme budaya dari Horrace Kallen. Pemilihan informan dalam penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang di antaranya, Wali Nagari, orang Minangkabau, serta orang Batak. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data Miles dan Huberman. Lokasi penelitian yaitu Nagari Pauah Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa orang Minangkabau dan orang Batak dapat meredam konflik pribadi sehingga tidak meluas menjadi konflik kelompok, karena adanya kesadaran orang Minangkabau dan orang Batak bahwa berkonflik itu tidak baik. Orang Minangkabau dan orang Batak memiliki rasa malu jika bertengkar dan selalu mengutamakan kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah. Harmonisasi yang terjadi antar orang Minangkabau dan orang Batak karena interaksi sosial yang dibangun berjalan dengan baik, adanya sikap saling menghargai antar orang Minangkabau dan orang Batak, dan solidaritas sosial antar orang Minangkabau dan orang Batak.
Identitas Perantau Minangkabau Asal Pariaman di Kelurahan Wirotho Agung Helsi Amry; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan identitas perantau Minangkabau khususnya perantau Pariaman di Kelurahan Wirotho Agung. Penelitian ini dianalisis dengan teori culture area dari Franz Boas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 15 orang. Data dikumpulkan dengan metode observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan tiga langkah yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perantau Minangkabau asal Pariaman dapat mempertahankan identitasnya walaupun berada di daerah rantau yang memiliki beraneka ragam penduduk dan budaya yang dimiliki. Identitas perantau Pariaman sebagai pedagang dapat terlihat di pasar tradisional terbesar di Rimbo Bujang, pedagangnya mayoritas ialah orang Minangkabau, selain itu bahasa yang dipakai sehari-hari ialah bahasa Minangkabau dengan dialek Pariaman sebagai identitas Minangkabau seperti nyeh, wayoik, ciuniang dan ajo. Identitas upacara adat perantau Pariaman di Kelurahan Wirotho Agung juga tetap bertahan seperti barantam, bararak, bajapuik bagi laki-laki Pariaman, dan makan bajamba. Identitas kesenian yang dimiliki perantau Pariaman juga dapat dilihat adanya tabuik, tambua tasa, silek, pakaian adat Minangkabau, tarian tradisional seperti tari piring, tari galombang, tari pasambahan, dan terakhir adanya petatah petitih Minangkabau
Efek Jera Sanksi Nikah di Pasar Bagi Remaja Angela Hendrika; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek jera pemberlakuan sanksi nikah di pasar terhadap kalangan remaja di Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Sanksi nikah di pasar diberlakukan sebagai upaya efek jera terhadap kejadian hamil di luar nikah yang tinggi di kalangan remaja. Metode yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif yaitu suatu pendekatan yang menjelaskan realitas sosial yang ingin diteliti secara mendalam dengan menggunakan data kualitatif berupa kata-kata dan kenyataan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kontrol Sosial oleh Travis Hirschi dimana teori ini dibangun atas dasar manusia yang memiliki kecenderungan untuk tidak mengikuti aturan atau tidak patuh hukum. Lokasi penelitian dilakukan di Nagari Koto Lamo, yang memiliki kehidupan masyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh adat dan norma setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberlakuan sanksi nikah di pasar telah memberikan dampak positif dalam mengurangi kejadian hamil di luar nikah di kalangan remaja Nagari Koto Lamo. Masyarakat merasa takut dan waspada terhadap dampak sosial seperti adanya hamil di luar nikah, anaknya mengalami nikah di Los Pasar dan jadi cemoohan masyarakat jika terlibat dalam perbuatan tersebut. Selain itu, remaja juga menjadi lebih hati-hati dalam menjalani hubungan dan bergaul.

Page 10 of 12 | Total Record : 119


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue