cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 119 Documents
Harmonisasi Sosial Masyarakat Beragam Sukubangsa Edwin Akbar Prakoso; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis harmonisasi sosial pada masyarakat dengan keberagaman sukubangsa di Kelurahan Wirotho Agung. Kelurahan Wirotho Agung terdiri atas beragam sukubangsa yaitu orang Jawa, orang Minangkabau, orang Batak, dan orang Melayu. Hubungan di antara perbedaan tersebut terlihat harmonis tanpa adanya konflik di permukaan. Menarik untuk mengkaji keharmonisan tersebut. Teori yang dipakai sebagai alat analisis yaitu teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, informan berjumlah 15 orang terdiri dari perangkat kelurahan dan masyarakat Kelurahan Wirotho Agung dengan kriteria yaitu orang Jawa, orang Minangkabau, orang Batak, dan orang Melayu yang telah berumur lebih 17 tahun dan bertempat tinggal di Kelurahan Wirotho Agung minimal selama 15 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harmonisasi masyarakat Kelurahan Wirotho Agung dalam keberagaman sukubangsa yaitu Pertama, masyarakat mengutamakan kebersamaan dalam keberagaman sukubangsa dengan saling tolong menolong dalam kegiatan yang dilakukan oleh warga dan saling berbaur satu sama lain. Kedua, masyarakat tidak membeda-bedakan hak setiap sukubangsa, masyarakat saling menghargai terhadap perbedaan latar belakang yang dimiliki setiap sukubangsa. Ketiga, masyarakat menghindari konflik antara sukubangsa.
Upaya Pelestarian Tradisi Pidato Pasambahan di Kota Jambi Balkis Oktaviani Putri; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan pelestarian tradisi pasambahan oleh organisasi Perkumpulan Keluarga Besar Manggopoh atau yang disingkat menjadi PKBM yang berada di Kota Jambi. Tradisi pidato pasambahan merupakan salah satu tradisi lisan asal Minangkabau yang terkenal dengan kiasan-kiasannya yang indah dengan makna tersirat di dalamnya. Tradisi ini tidak hanya dapat dijumpai di daerah asal saja tetapi di daerah rantau yaitu di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipan, wawancara, dan studi dokumen. Jumlah informan adalah 9 orang. Permasalahan penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons dengan skema AGIL. Temuan penelitian ini yaitu dalam mencapai tujuan melestarikan kebudayaan PKBM telah melakukan upaya pelestarian tradisi pidato pasambahan secara bersama dengan cara mengupayakan guru pidato pasambahan, mengupayakan anggota belajar pidato pasambahan, melaksanakan proses pembelajaran secara rutin, serta melakukan praktek tradisi pidato pasambahan pada upacara-upacara adat di lingkungan PKBM.
Sinoman: Solidaritas Sosial Transmigran Jawa Dwiki Soelistyo; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti solidaritas sosial masyarakat Jawa. Sistem tukar menukar pemberian yang masih eksis pada masyarakat berpendapatan rendah dan pelaksanaan pesta yang meriah berbiaya tinggi menjadi menarik perhatian. Penelitian kualitatif tipe studi kasus ini dianalisis dengan teori The Gift oleh Marcel Mauss. Informan sebanyak 20 orang, pemilihan melalui purposive sampling yang terdiri dari pegawai pemerintahan desa, ketua tradisi sinoman pihak penyelenggara pesta perkawinan, dan masyarakat yang mengikuti tradisi sinoman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data melalui model analisis interaktif oleh Miles dan Huberman. Penelitian ini mengungkap tradisi sinoman sebagai wujud solidaritas sosial pada masyarakat Jawa di Desa Rimbo Mulyo. Wujud dari solidaritas sosial tersebut berupa tolong menolong sesama anggota masyarakat ketika anggota masyarakat melaksanakan pesta perkawinan, pada saat itulah anggota masyarakat lainnya memberikan bantuan berupa barang keperluan konsumsi. Pihak penerima barang memiliki kewajiban untuk mengembalikan barang pemberian tersebut dan melebihkan nilainya atau setara apa yang diberikan. Pengembalian barang dengan melebihkan nilai menghasilkan kegiatan yang tidak ada putusnya. Aktivitas tradisi sinoman ini sebagai wujud dari kesadaran kolektif saling memerlukan bantuan orang lain untuk melaksanakan pesta perkawinan yang meriah.
Strategi Sekolah dalam Mempertahankan Harmonisasi Sosial Ade Rizka Tanjung; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.176

Abstract

Indonesia salah satu negara yang majemuk terdiri dari berbagai ras, etnik, dan agama. Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia dapat memicu terjadi konflik. SMA Sultan Iskandar Muda salah satu sekolah yang mempunyai siswa dari latar belakang yang beragam dari etnik, agama, bahkan status sosial ekonomi.Namun keberagaman maupun perbedaan yang ada tidak pernah memicu terjadi konflik antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan terjalin harmonisasi sosial antar siswa di SMA Sultan Iskandar Muda. Penelitian dianalisis dengan memanfaatkan teori struktural fungsionalisme dari Talcott Parson dengan skema AGIL. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pemilihan informan dalam penelitian memakai teknik purposive sampling, dalam penelitian ini informan berjumlah 23 orang yang diantaranya, Kepala Keguruan, Kepala Sekolah, Guru, serta siswa SMA Sultan Iskandar Muda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara secara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data penelitian terdiri dari beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan harmonisasi sosial antar siswa seperti menerapkan doa lintas agama, kelas religiusitas, pengintegrasian pendidikan multikultural dalam mata pelajaran yang relevan.
Studi Etnosains Makam Keramat Datuak Parpatiah Nan Sabatang Mustika Rani; Adri Febrianto; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.177

Abstract

Datuak Parpatiah Nan Sabatang dikenal oleh masyarakat Minangkabau sebagai salah seorang pelopor adat istiadat Minangkabau selain Datuak Ketamanggungan. Dalam tambo adat Minangkabau disebutkan bahwa Datuak Parpatiah Nan Sabatang sebagai pendiri kelompok Bodi Caniago (Moiety) yang disebut lareh Bodi Caniago. Makam Datuak Parpatiah Nan Sabatang berlokasi di Jl. Munggu Tanah Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Makam ini bagi masyarakat dianggap keramat. Warga masyarakat melakukan ziarah ke makam serta melakukan aktivitas religius di makam, selain itu masyarakat memiliki pengetahuan mengenai makam ini. Studi ini menjelaskan tentang pengetahuan masyarakat mengenai makam keramat Datuak Parpatih Nan Sabatang dengan pendekatan etnosain. Penelitian lapangan (fieldwork) dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kekeramatan makan Datuak Perpatih Nan Sabatang. Pengetahuan masyarakat seperti bunyi atau dentuman di makam, terjadi apabila adanya anggota masyarakat setempat yang melakukan perbuatan yang tidak baik atau maksiat, tanda-tanda musibah yang berkaitan dengan makam, serta pohon beringin yang ada dekat makam dipercayai sebagai obat dan asal pohon beringin diyakini oleh masyarakat merupakan tongkat dari Datuak Parpatiah Nan Sabatang.
Komunikasi Lintas Budaya dalam Menciptakan Perdamaian Antar Etnis di Indonesia Fendy Financy; Farrencia Nallanie; Fhelincia Nathanto; Naniek N. Setijadi
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.180

Abstract

Komunikasi yang berbeda dalam keberagaman etnis menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik sosial di Indonesia sehingga dapat mengancam perdamaian tanah air jika dibiarkan begitu saja. Komunikasi lintas budaya merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun kedamaian dari masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi lintas budaya yang telah dilakukan di Indonesia untuk meredam konflik antar etnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif dimana terdapat 6 literatur ilmiah yang digunakan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa setidaknya terdapat tiga strategi yang dapat dilakukan pada komunikasi lintas budaya untuk meredam konflik di Indonesia yakni melibatkan pimpinan tokoh adat sebagai komunikator, menggelar forum lintas budaya dan melibatkan pihak yang netral sebagai mediator. Melalui tema tersebut, terdapat tiga aspek penting yang muncul dalam komunikasi lintas budaya dalam konteks konflik etnis di Indonesia yakni kepemimpinan, media untuk bertemu serta organisasi sosial. Ketiga aspek tersebut dapat menjadi kerangka kerja komunikasi lintas budaya untuk menganalisis penyelesaian konflik antar etnis di Indonesia.
Titik Balik Seksualitas di Kalangan Kaum Muda Zakaria Efendi; Irwan Abdullah
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.199

Abstract

Pergeseran makna seksualitas di kalangan kaum muda telah menjadi fenomena sosial di era globalisasi. Hubungan seksual yang sebelumnya dianggap sakral melalui ikatan pernikahan, saat ini telah mengalami pergeseran pemaknaan dan menjadi sebuah hubungan yang dianggap biasa saja melalui perilaku seks bebas di kalangan remaja. Studi ini mencoba untuk menjelaskan fenomena tersebut dengan melihat perilaku seksual yang dilakukan oleh lima mahasiswi di Yogyakarta. Sehingga studi ini berfokus pada pertanyaan “Bagaimana makna seksualitas telah bergeser di kalangan kaum muda? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan faktor yang sangat kompleks dan merubah persepsi remaja terhadap seksualitas dan mendorong mereka pada perilaku seks bebas melalui prostitusi. Temuan dari studi menunjukkan bahwa pergeseran makna seksualitas di kalangan remaja disebabkan karena pengalaman buruk seksual yang pernah dialami, pengaruh media dan budaya pop, serta berubahnya makna sosial dan gender yang mendorong remaja perempuan pada perilaku seks bebas. Prostitusi menjadi alternatif yang dipilih sebagai pengekspresian seksual dengan tujuan untuk memperoleh kebahagiaan seks tanpa melalui komitmen hubungan sosial. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa bergesernya makna seksualitas di kalangan kaum muda disebabkan oleh pengaruh internal melalui dorongan psikologis akibat pengalaman buruk dalam seksualitas yang pernah dialami dan pengaruh eksternal melalui pengaruh lingkungan dan budaya pop yang menjadi fenomena sosial saat ini. Penelitian ini merekomendasikan agar bergesernya makna seksualitas di kalangan remaja dijelaskan dengan mencari data yang berasal dari remaja di berbagai kalangan yang terlibat dalam perilaku seks bebas dan menggunakan informan lebih banyak untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dari fenomena tersebut.
Upaya Konservasi Tenun Songket oleh Masyarakat Nagari Pandai Sikek Deo Antoni Pratama; Delmira Syafrini
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i1.155

Abstract

Tenun songket Pandai Sikek adalah salah satu warisan budaya khas Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, keindahan seni, dan filosofi mendalam. Tenun ini terkenal karena motifnya yang rumit dan sarat makna, seperti motif pucuak rabuang dan kaluak paku. Namun, saat ini keberadaan tenun songket Pandai Sikek mulai mendapatkan ancaman baik dari penjualan yang mulai menurun, mesin tenun songket yang berkurang, hingga kurangnya generasi muda yang menenun. Hal ini menarik untuk diteliti dikarenakan selain merupakan warisan dari leluhur masyarakat Pandai Sikek, tenun songket juga merupakan mata pencaharian masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya konservasi tenun songket oleh masyarakat Pandai Sikek. Penelitian ini dianalisis dengan teori aksi yang dikemukakan oleh Talcott Parsons yang menjelaskan bahwa tindakan manusia muncul dari situasi eksternal dalam posisinya sebagai objek. Sebagai objek manusia bertindak untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam bertindak manusia menggunakan cara, teknik, prosedur, metode serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan tersebut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan purposive sampling dengan jumlah informan 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Untuk mendapatkan kredibilitas dari data agar valid dilakukan triangulasi data. Teknik analisis data dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Pandai Sikek agar eksistensinya tenun songket Pandai Sikek tetap terjaga yaitu; 1) Pemeliharaan kualitas tenun songket Pandai Sikek, 2) Pewarisan pengetahuan menenun pada generasi muda,3) Didirikannya sanggar tenun songket Pandai Sikek 4) Pembiasaan penggunaan songket Pandai Sikek dalam berbagai acara, serta masyarakat Pandai Sikek melakukan event festival Seribu Songket sebagai upaya pengenalan songket Pandai Sikek ke dalam ajang promosi.
Batalam Ampek: Simbol Hubungan Induak Bako dan Anak Pisang dalam Upacara Perkawinan Restu Amelia; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i1.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna batalam ampek dalam perkawinan di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Batalam ampek merupakan baki atau nampan yang berisi empat macam makanan yaitu siwajik, siputiah, sikuniang, dan pinyaram. Makanan ini dibawa oleh induak bako (saudara perempuan ayah) ke rumah anak pisang (anak-anak dari saudara laki-laki) pada waktu upacara perkawinan. Prosesi arak-arakan anak pisang dari rumah bako ke tempat pesta perkawinan, serta makanan khas yang dibawa oleh bako, menarik untuk dikaji secara mendalam. Setelah anak-arakan dan menikmati hidangan di rumah mempelai, rombongan induak bako melaksanakan jamba (memotong isi talam ampek) sebelum meninggalkan rumah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 15 informan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, wawancara mendalam dan studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tradisi batalam ampek dimaknai sebagai wujud kepedulian induak bako terhadap anak pisang, serta sebagai wadah untuk tetap menjaga silaturahmi antara induak bako dengan anak pisang, ayah dengan saudara perempuannya, maupun dengan masyarakat sekitar yang ikut prosesi batalam ampek.
Strategi Kelompok Sadar Wisata dalam Pengembangan Desa Wisata Ardi Amirul; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan desa wisata di Nagari Tuo Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menarik untuk dibahas karena pengunjung yang datang ke desa terindah dunia Nagari Tuo Pariangan mengalami penurunan setiap tahunnya dibandingkan dengan wisata-wisata yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Realita yang ditemukan masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan meskipun sudah dibentuk Pokdarwis, sehingga dibutuhkan strategi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan pariwisata desa terindah dunia di Nagari Tuo Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Teori untuk menganalisis fenomena ini adalah teori aksi yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pengumpulan data dengan cara observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 14 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai strategi Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata Nagari Tuo Pariangan agar tetap banyak dikunjungi oleh pengunjung yaitu dengan: Pertama, promosi wisata Pariangan melalui dunia digital, promosi dilakukan oleh Pokdarwis Nagari Tuo Pariangan melalui media sosial seperti instagram, tiktok, facebook, dan Pokdarwis Nagari Tuo Pariangan juga memiliki website. Kedua, promosi paket wisata oleh Pokdarwis, banyak paket yang disediakan oleh Pokdarwis contohnya saja yaitu paket makan bajamba, paket trakking, paket belajar tari piring. Ketiga, menjaga keaslian alam dan budaya Nagari Tuo Pariangan, wisatawan yang berkunjung ke desa Terindah di dunia Nagari Tuo Pariangan bisa langsung belajar bersama-sama dengan anggota sanggar seni, seperti belajar memainkan bansi, belajar meniup saluang, belajar petatah petitih, belajar randai, belajar silek, dan belajar banyak lagi budaya Nagari Tuo Pariangan. Keempat, festival Pesona Pariangan Nagari terindah, dalam ajang ini yang memperlihatkan bahwa banyak kesenian dari Nagari Tuo Pariangan sampai kebudayaan unik lainnya yang dimiliki Nagari Tuo Pariangan.

Page 11 of 12 | Total Record : 119


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue