cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwan13312229@gmail.com
Phone
+6285268719668
Journal Mail Official
lp3m@stikesmuh-pringsewu.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ghalib No. 112 Pringsewu Lampung
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20896484     EISSN : 26558157     DOI : https://doi.org/10.35952/jik
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan, This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. with registered number ISSN ONLINE : 2655-8157, ISSN PRINT: 2089-6484. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Nursing, Midwifery, Dental health, Pharmacy, Environmental Health, Nutrition, Health analyst, Labor Health, Public health.
Articles 459 Documents
PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN CEDERA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI KOMUNITAS SADILA BANDAR LAMPUNG Liyana khairunnisa; Lina novikasari; Setiawati; Rilyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3711

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan dengan sikap orang tua yang kurang baik dapat menyebabkan orang tua sering kali memilih tindakan yang tidak tepat ketika memberikan pertolongan pertama cedera pada anak, sehingga menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan berujung kematian pada anak, terlebih lagi pada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang beresiko lebih tinggi mengalami cedera karena memiliki keterbatasan fisik, mental-intelektual, social maupun emosional..Tujuan: Diketahui pengetahuan orang tua dengan kejadian cedera pada anak berkebutuhan khusus (ABK) di Komunitas Sadila Bandar Lampung tahun 2025.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan Desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada berjumlah 106 responden dengan sampel sebanyak 106 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariate menggunakan uji chi square.Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square yang telah dilakukan didapatkan nilai p- value 0,001 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian cedera pada anak berkebutuhan khusus di komunitas Sadila Bandar Lampung Tahun 2025. Orang tua disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan cedera pada anak berkebutuhan khusus agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat saat terjadi cedera.
ANALISIS PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENYILEUKAN Denni Fransiska Helena.M; Yuyun Sarinengsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3712

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Panyileukan adalah Puskesmas Tingkat pertama yang berada di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, menyediakan layanan kesehatan dasar komprehensif termasuk layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Imunisasi dan Tumbuh kembang anak. Hasil studi pendahuluan didapatkan angka kejadian Stunting di Puskesmas Panyileukan pada tahun 2024 sebanyak 94 balita dari 567 balita dan termasuk kedalam urutan 10 besar angka presentasi stunting di Kota Bandung. Berbagai Upaya telah dilakukan pemerintah dalam menurunkan angka kejadian stunting dan melibatkan berbagai sektor dimasyarakat, salah satunya adalah melibatkan kader posyandu dalam melakukan skrining stunting pada balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan kader posyandu dalam deteksi dini stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan. Design penelitian yang digunakan deskritif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini stunting pada balita yang diberikan kepada 55 orang kader posyandu. Analisa data dilakukan dengan statistic deskriptif dan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader posyandu memiliki tingkat pengetahuan Baik (78,18%), lebih dari setengahnya berusia 51-60 tahun (50,91%), lebih dari setengahnya berpendidikan menengah (56,36%), sebagian besar sudah menjadi kader > 3 tahun (70,91%) dan hampir seluruhnya pernah mengikuti pelatihan kader (94,55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, tingkat pendidikan, lama menjadi kader, dan riwayat pelatihan dengan tingkat pengetahuan kader (seluruh p-value > 0,05). Kesimpulan: Karakteristik kader tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan, baik dari segi: Usia (p-value 0.9911), Tingkat Pendidikan (p-value 0.5766), Lama bertugas sebagai kader (p-value 0.9190), dan Pelatihan kader yang pernah diikuti (p-value 0.3559).
GAMBARAN PERAN SUAMI SEBAGAI PENDAMPING PERSALINAN DI KECAMATAN PRINGSEWU BARAT Farah Faadhila; Istikomah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3713

Abstract

Keterlibatan suami dalam mendampingi persalinan merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan maternitas yang berpusat pada perempuan (Women Centered Maternity Care) dan implementasi Respectful Maternity Care (RMC) untuk menciptakan pengalaman persalinan yang aman, nyaman, dan bermakna. Meskipun demikian, peran suami dalam mendampingi persalinan masih menunjukkan variasi di berbagai daerah, sehingga diperlukan informasi empiris mengenai kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran suami dalam mendampingi persalinan di Kecamatan Pringsewu Barat Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada lima Praktik Mandiri Bidan di Kecamatan Pringsewu Barat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner peran suami yang terdiri atas 20 pernyataan dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran suami berada pada kategori sedang sebanyak 20 responden (40,0%), diikuti kategori tinggi sebanyak 19 responden (38,0%), dan kategori rendah sebanyak 11 responden (22,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar suami telah berperan dalam mendampingi persalinan, meskipun masih terdapat suami yang belum menjalankan perannya secara optimal. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan terutama untuk memperkuat edukasi kepada pasangan serta meningkatkan implementasi pelayanan kebidanan yang mendukung keterlibatan suami sebagai pendamping persalinan.
AKTIVITAS FISIK DAN KEBIASAAN MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PETANI Muhammad Faris Nuuruddin; W. Azhar Na’im; Al Um Aniswatun Khasanah; Rinaldi Prima Saputra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3714

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSD) merupakan masalah kesehatan kerja yang dominan pada kelompok petani, dengan prevalensi risiko tinggi mencapai 41,3% di Kecamatan Metro Utara, namun peran kombinasi intensitas aktivitas fisik dan kebiasaan merokok sebagai faktor risiko independen belum dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan risiko keluhan MSD pada petani di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Penelitian menggunakan desain cross-sectional analitik terhadap 329 petani yang direkrut melalui consecutive sampling; keluhan MSD diukur dengan Nordic Body Map, aktivitas fisik dengan GPAQ, dan kebiasaan merokok dengan Indeks Brinkman, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan Koefisien Kontingensi. Hasil menunjukkan 41,3% responden berisiko tinggi MSD. Aktivitas fisik berat berhubungan signifikan dengan risiko tinggi (χ²(4) = 294,401; p < 0,001; CC = 0,687), dengan 94,6% petani beraktivitas berat berisiko tinggi, dan kebiasaan merokok juga berhubungan signifikan (χ²(4) = 171,148; p < 0,001; CC = 0,585). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik berat dan merokok berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko MSD, dengan aktivitas fisik sebagai asosiasi yang lebih dominan, sehingga diperlukan intervensi fisioterapi preventif yang mengintegrasikan manajemen beban kerja, edukasi ergonomi, dan strategi berhenti merokok.
HUBUNGAN BEHAVIORAL NUTRITION DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK DALAM KERANGKA ASUHAN ADAPTIF PADA ANAK USIA 2–5 TAHUN Nurwinda Saputri; Andriansyah; Muji Lestari; Maya Dika Dahliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3715

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi dan perilaku makan pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam pencapaian tumbuh kembang yang optimal. Pendekatan Behavioral Nutrition dipandang sebagai salah satu kerangka asuhan adaptif yang berpotensi mendukung pembentukan perilaku makan sehat pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Behavioral Nutrition dengan tumbuh kembang anak usia 2–5 tahun dalam kerangka asuhan adaptif. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional terhadap 100 anak usia 2–5 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Perilaku makan diukur menggunakan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), status gizi dinilai berdasarkan z-score WHO, sedangkan perkembangan anak diukur menggunakan Denver II Developmental Screening Test. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Skor Behavioral Nutrition berhubungan positif dengan berat badan menurut umur (r=0,682; p<0,001), tinggi badan menurut umur (r=0,591; p<0,001), dan skor perkembangan Denver II (r=0,473; p<0,001). Anak dengan skor Behavioral Nutrition yang lebih tinggi memiliki odds stunting yang lebih rendah (OR=0,24; IK95%: 0,11–0,53). Setelah dikontrol terhadap usia dan pendidikan ibu, skor Behavioral Nutrition tetap menunjukkan hubungan yang bermakna dengan berat badan menurut umur. Simpulan: Behavioral Nutrition berhubungan secara bermakna dengan status gizi dan perkembangan anak usia 2–5 tahun. Mengingat penelitian menggunakan desain cross-sectional, hasil penelitian menunjukkan hubungan antarvariabel dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat. Penelitian longitudinal atau uji intervensi diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan kausal.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DAN ESKTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS JANTAN PUTIH YANG DIINDUKSI ALOKSAN Novita Saraya; Ade Maria Ulfa; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3718

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, dan menjadi penyebab kematian tertinggi secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus jantan putih yang diinduksi aloksan, serta mengetahui dosis kombinasi yang paling efektif. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorik. Penelitian ini menggunakan tikus jantan galur Wistar yang dibagi ke dalam 6 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (glibenklamid), dan tiga kelompok perlakuan dengan variasi dosis kombinasi ekstrak (1:1, 1:2, dan 2:1). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut post hock test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun jambu biji dan sirsak secara signifikan menurunkan kadar gula darah (p<0,05). Hasil HSD kombinasi dosis 1:2 (250mg/kgBB:500mg/kgBB) dan 2:1 (500mg/kgBB:250mg/kgBB) memiliki efektivitas sebanding dalam menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki potensi sinergis sebagai antidiabetik alami.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) TERHADAP LALAT RUMAH (Musca dosmestica Linnaeus, 1758) Eiga Auliya Ummi; Dwi Susanti; Mastuti Widianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3720

Abstract

Buah dan tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, terpenoid, dan fenolik yang memiliki efektivitas sebagai bioinsektisida terhadap lalat rumah (Musca domestica Linnaeus, 1758). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ekstrak buah dan tangkai menunjukkan perbedaan efektivitas bioinsektisida yang signifikan pada berbagai konsentrasi, menentukan konsentrasi ekstrak buah dan tangkai yang paling efektif sebagai bioinsektisida lalat rumah, dan untuk mengetahui nilai LC50 ekstrak buah dan tangkai. Ekstraksi buah dan tangkai cabai merah keriting dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bobot ekstrak buah dan tangkai diperoleh sebesar 98,213 g dan 33,364 g. Penelitian ini menggunakan 6 kelompok perlakuan dengan ekstrak buah dan tangkai 20%, 15%, 10%, 5%, Malathioin 0,28% sebagai kontrol positif, dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif yang tiap kelompok berisi 25 lalat rumah dengan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah dan tangkai memiliki perbedaan efektivitas bioinsektisida yang signifikan pada berbagai konsentrasi. Konsentrasi ekstrak buah dan tangkai yang paling efektif sebagai bioinsektisida lalat rumah adalah 20% (buah pada jam ke-5 dan tangkai jam ke-6). Nilai LC50 5,207% (ekstrak buah) dan 5,221% (ekstrak tangkai). Hasil uji menyatakan bahwa ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting memiliki efektivitas dalam membunuh lalat rumah
PENGARUH SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK KOMBINASI DAUN MANGKOKAN (Polyscias scutellaria) DAN DAUN PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT BAGI KESEHATAN KULIT Putri Agil Ardiela; Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3721

Abstract

Kerontokan rambut adalah permasalahan umum yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Banyak produk penumbuh rambut beredar dipasaran, namun sebagian besar mengandung bahan kimia seperti minoxidil yang dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sediaan hair tonic dari ekstrak kombinasi daun mangkokan (Polyscias scutellaria) dan daun pare (Momordica charantia L.) terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat sediaan hair tonic dalam tiga formula dengan perbandingan ekstrak F1 (1:2), F2 (2:1), dan F3 (1:1). Pengujian dilakukan dengan cara mengukur pertumbuhan panjang rambut kelinci selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula F1 dengan perbandingan (1:2) memiliki aktivitas paling tinggi dalam merangsang pertumbuhan rambut. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, dan fenolik dalam ekstrak diduga berkonkontribusi terhadap efektivitas hair tonic. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi ekstrak daun mangkokan dan daun pare berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam sediaan penumbuh rambut.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP ODHA DI RSUD.DR.H.ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Maya Dika Dahliana; Muji Lestari; Andriansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3466

Abstract

Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius untuk diperhatikan. Berdasarkan data klinik Voluntary Counseling Test (VCT) RSUD. DR. H. Abdul Moeloek pada tahun 2024 terdapat 121 orang terinfeksi HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer dan populasi dalam penelitian ini adalah 121 orang, dengan pengambilan total sampel. Analisis data dengan univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai kualitas hidup kurang baik (62,8%), berada pada stadium penyakit lanjut (63,6%) mengalami depresi (50,4%), merasakan stigma negatif (62,8%), dukungan keluarga tidak mendukung (59,5%). Pada analisis korelasi didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stadium klinis penyakit, depresi, stigma, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p=0,000 dan 0,009, a=0,05). Selanjutnya, hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan responden yang mengalami depresi dan berada pada stadium penyakit lanjut beresiko untuk memiliki kualitas hidup kurang baik. Selain itu, diketahui pula bahwa depresi merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kualitas hidup dengan nilai 0R=7,786. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya pencegahan serta penanganan terhadap masalah depresi agar dapat memperbaiki kualitas hidup pasien HIV/AIDS.
IDENTIFIKASI INFEKSI KECACINGAN (Soil Transmitted Helminth) DALAM TUMBUH KEMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Mario Sandro; Nurwinda Saputri; Muhammad Arif
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3474

Abstract

Banyaknya kasus terjadinya kecacingan pada saat ini yaitu dapat disebabkan karena kurangnya kepekaan masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, hal ini yang memicu dapat terjadinya kasus kecacingan yang ada di masyarakat. Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan dari berbagai macam banyak aspek seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Sarana atau sanitasi lingkungan rumah tempat tinggal seseorang, kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan metode Crossectional Study dengan pengukuran secara langsung pada sampel yaitu seluruh siswa kelas 1,2,3, dan yang mempunyai kuku yang panjang. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan kuku, hal ini untuk mengetahui bagaimana personal hygiene siswa yang merupakan salah satu indikator dalam penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan mengukur tumbuh kembang siswa. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa-siswi memiliki hygiene personal yang baik, namun ada beberapa siswa-siswi yang memiliki hygiene personal yang kurang baik, yang ditemukan 3 orang (9%) positif ada telur cacing pada sampel kuku tersebut. Pada analisis bivariat yaitu pada status kejadian kecacingan dengan tinggi badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan tinggi badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan tinggi badan. pada status kejadian kecacingan dengan berat badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan berat badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan berat badan.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 10 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 9 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 8 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 7 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 3, No 6 (2014): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 3, No 5 (2014): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue