cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwan13312229@gmail.com
Phone
+6285268719668
Journal Mail Official
lp3m@stikesmuh-pringsewu.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ghalib No. 112 Pringsewu Lampung
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20896484     EISSN : 26558157     DOI : https://doi.org/10.35952/jik
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan, This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. with registered number ISSN ONLINE : 2655-8157, ISSN PRINT: 2089-6484. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Nursing, Midwifery, Dental health, Pharmacy, Environmental Health, Nutrition, Health analyst, Labor Health, Public health.
Articles 459 Documents
EFEKTIVITAS STRENGTHENING DAN STRECHING EXERCISE PADA KONDISI LOWER CROSS SYNDROME Fitri Yani; Riska Risty Wardhani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3697

Abstract

Lower Crossed Syndrome (LCS) merupakan kondisi ketidakseimbangan otot yang ditandai dengan kelemahan otot abdominal dan gluteal serta ketegangan otot iliopsoas, yang berpotensi menyebabkan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching terhadap perbaikan kondisi LCS pada mahasiswa program studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-test post-test one group design. Sebanyak 20 mahasiswa (11 perempuan dan 9 laki-laki) berusia 20-22 tahun yang telah terdiagnosis LCS berdasarkan pemeriksaan fisik oleh fisioterapis, berpartisipasi dalam intervensi dengan latihan strengthening otot abdominal (curl-up) dan stretching otot iliopsoas (pelvic bridging) selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran kekuatan otot abdominal dan gluteal dilakukan menggunakan isometric abdominal endurance test dan manual muscle testing (skala Oxford), sedangkan panjang otot iliopsoas diukur dengan modified Thomas test menggunakan goniometer universal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan otot abdominal (dari 3,255 ± 0,5823 menjadi 4,861 ± 0,2181) dan kekuatan otot gluteal (dari 2,754 ± 0,256 menjadi 4,876 ± 0,1562), serta penurunan panjang otot iliopsoas (dari 15,510 ± 1,556 menjadi 4,244 ± 1,090) setelah intervensi (p < 0,05). Disimpulkan bahwa intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching efektif dalam meningkatkan kekuatan otot abdominal dan gluteal, serta fleksibilitas otot iliopsoas pada mahasiswa dengan LCS. Intervensi ini berpotensi menjadi bagian dari program penanganan komprehensif untuk LCS, yang dapat dikombinasikan dengan edukasi ergonomi dan modifikasi gaya hidup untuk hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dan efektivitas intervensi ini pada populasi yang lebih beragam.
EFEKTIVITAS KELAS NUTRISI REPRODUKSI TERPADU DENGAN RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING REMAJA PUTRI SMA 1 RANCAEKEK Ina Sugiharti; Linda Rofiasari; Lia Novita; Laila zahra Khidan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3698

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada kualitas generasi masa depan. Remaja putri sebagai calon ibu merupakan kelompok strategis dalam pencegahan stunting sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Kelas Nutrisi Reproduksi Terpadu dengan relaksasi progresif terhadap pengetahuan, sikap, perilaku, serta kecemasan remaja putri. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 sesi yang mencakup edukasi gizi, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, dan latihan relaksasi progresif. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku serta penurunan kecemasan dengan nilai p < 0,001. Intervensi terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja putri dalam pencegahan stunting. Diharapkan terdapat peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri dalam pencegahan stunting setelah mengikuti intervensi ini.
EFEKTIFITAS BRISK WALKING EXERCISE DALAM MENGONTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TYPE II Rizky Wulandari; Agus Riyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3699

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita diabetes mellitus diperkirakan akan terus meningkat. Pada penderita diabetes yang melakukan latihan fisik dengan teratur akan meningkatkan toleransi insulin terhadap gula darah. Diabetes jika tidak di tangani akan menyebabkan masalah komplikasi seperti stroke, gagal jantung dan penyakit vaskuler. Salah satu cara untuk menangani kadar gula tinggi pada pasien diabetes mellitus yaitu dengan brisk walking exercise. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan gula darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini terdapat dua kelompok dengan rancangan yang digunakan adalah quasi experimental pre and post test two group design with control. Yang bertujuan untuk mengeahui pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan gula darah pada penderita diabetes mellitus. Jumlah responden 20 orang. Alat ukur pada penelitian ini dengan menggunakan Glucometer dan uji analisis menggunakan paired sample t-Test. Hasil: Brisk walking exercise dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes mellitus dan didapat nilai probabilitas (nilai p) sebesar 0,043 dimana p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh brisk walking exercise terhadap penurunan gula darah pada penderita diabetes mellitus. Saran: Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini tidak menganalisa konsumsi karbohidrat, penggunaan obat, keadaan sakit, stress, siklus menstruasi, dehidrasi, dan konsumsi alcohol, maka diharapkan penelitian selanjutnya dapat dikaji dan dilakukan lebih dalam lagi.
BANTAL PIJAT EFEKTIF MENGURANGI KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL Enny Fitriahadi; Menik Sri Daryanti; Andry Ariyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3700

Abstract

Sekitar 30–40% wanita hamil di seluruh dunia mengalami ketidaknyaman dalam kehamilan yaitu nyeri punggung. Nyeri punggung (Low Back Pain) biasanya akan meningkat intensitasnya seiring pertambahan usia kehamilan karena nyeri ini merupakan akibat penggeseran pusat gravitasi wanita tersebut dan postur tubuhnya. Cara mengurangi sakit punggung ibu hamil bisa melakukan beberapa cara salah satunya menggunakan bantal pijat untuk menopang punggung bagian bawah yang sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas bantal pijat dalam mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode pre dan post eksperimen dengan jumlah sampel 40. Kriteria Inklusi yaitu ibu hamil pada usia kehamilan 12 hingga 29 minggu yang mengalami nyeri punggung, menggunakan skala nyeri analog visual nyeri (VAS). Hasil penelitian di dapatkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan bantal pijat punggung terhadap nyeri punggung pada ibu hamil. Kontribusi penelitian di harapkan ibu hamil yang mengeluh nyeri punggung bisa menggunakan bantal pijat.
VIDEO EDUKASI BERBASIS TIKTOK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PADA KELUARGA KONTAK SERUMAH Nur Fadhilah; Aulia Maharani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3701

Abstract

Latar Belakang: Keluarga kontak serumah merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami penularan tuberkulosis karena memiliki intensitas kontak yang tinggi dengan penderita. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan masih menjadi tantangan dalam upaya memutus rantai penularan di lingkungan keluarga. Media video edukasi dipandang mampu meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan melalui penyampaian informasi yang lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diingat. Tujuan: Menganalisis efektivitas video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga kontak serumah. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan, sikap, dan praktik dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa video edukasi menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Video edukasi memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan pengetahuan (p=0,007), sikap (p=0,001), dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis (p<0,001). Seluruh variabel menunjukkan peningkatan skor setelah intervensi diberikan. Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga kontak serumah sehingga berpotensi menjadi media promosi kesehatan yang dapat diintegrasikan dalam program pengendalian tuberkulosis di tingkat pelayanan kesehatan primer.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA SISWA SISWI KELAS X DI SMK WIDYA YAHYA GADINGREJO, KABUPATEN PRINGSEWU Desi Ari Madiyanti; Idayati; Hananda Tri Y
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3702

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi perilaku seksual remaja dan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan tidak diinginkan serta infeksi menular seksual. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/siswi kelas X di SMK Widya Yahya Gadingrejo Kabupaten Pringsewu sebanyak 164 siswa. Sampel berjumlah 68 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku seks bebas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, namun masih terdapat responden dengan tingkat pengetahuan kurang dan perilaku seksual berisiko. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja siswa/siswi kelas X di SMK Widya Yahya Gadingrejo. Peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan perilaku seks bebas.
PENGARUH MINDFUL EATING DAN YOGA TERHADAP TINGKAT STRES DAN INDEKS MASSA TUBUH REMAJA PUTRI Dyah Ayu Fitriani; Iceu Mulyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3703

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami stres dan gangguan pola makan, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan keseimbangan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intervensi mindful eating dan yoga dalam menurunkan tingkat stres serta menjaga IMT pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sebanyak 30 siswi SMA di SMAN 1 Rancaekek mendapatkan edukasi mindful eating dan sesi yoga rutin selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), Mindful Eating Questionnaire (MEQ), serta pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rerata skor stres yang bermakna dari 21,47 menjadi 15,13 (p=0.000), peningkatan skor mindful eating yang signifikan dari 2,61 menjadi 3,74 (p=0.000), serta penurunan rerata IMT yang signifikan secara statistik dari 22,81 menjadi 22,14 (p=0.032). Kesimpulannya, kombinasi mindful eating dan yoga secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan tingkat stres, peningkatan perilaku makan, serta menjaga kestabilan IMT remaja putri.
STATUS GIZI BERDASARKAN ASUPAN KARBOHIDRAT DAN KUALITAS TIDUR REMAJA DI SURAKARTA Isma Dewi; Firmansyah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3705

Abstract

Status gizi remaja dipengaruhi oleh asupan makan yaitu konsumsi makan harian, pola makan yang terdiri dari jumlah dan jenis kemudian aktivitas fisik serta kualitas tidur. Karbohidrat sebagai salah satu zat gizi makro berperan penting dalam terbentuknya energi pada tubuh. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi keseimbangan hormon leptin dan ghrelin, yang berperan penting dalam pengaturan nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat dan kualitas tidur dengan status gizi remaja di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 155 responden yang ditentukan dengan simple random sampling. Data asupan karbohidrat diperoleh menggunakan food record 7 hari dan data kualitas tidur menggunakan kuisioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur dengan software WHO Anthro Plus. Hasil penelitian menunjukkan 76,1% siswa memiliki asupan karbohidrat defisit, 60% siswa memiliki kualitas tidur buruk, dan 74,8% siswa memiliki status gizi baik. Hasil uji analisis chi square menunjukkan nilai (p=0,02) artinya ada hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan status gizi remaja. Untuk hasil analisis data kualitas tidur dengan status gizi remaja tidak terdapat hubungan dengan nilai (p=0,847).
THERAPUETIC TOUCH MENURUNKAN SKALA NYERI PADA IBU BERSALIN Fayakun Nur Rohmah; Nuli Nuryanti Zulala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3707

Abstract

Persalinan merupakan proses yang fisiologis tetapi menimbulkan kekhawatiran bahkan trauma tersendiri bagi ibu bersalin akibat nyeri persalinan yang dirasakan. Banyak metode telah dikembangkan untuk mengurangi nyeri pada persalinan baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Therapeutic Touch (TT) merupakan salah satu teknik yang direkomedasikan dalam pengurangan nyeri pada ibu bersalin, namun demikian metode ini belum banyak dipraktikkan oleh pendamping persalinan. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh TT terhadap penurunan skala nyeri ibu dalam masa persalinaan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment. Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 41 ibu bersalin di Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sleman. Kriteria inkusi: ibu yang bersalin secara spontan pada kala 1 fase aktif, tidak terdapat penyulit persalinan dan didampingi oleh suami. Teknik pelaksanaan TT dilakukan dengan menggegam tangan ibu selama 15 menit oleh bidan bergantian dengan suami, skala nyeri sebelum dan sesudah diukur menggunakan VAS. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan mayoritas ibu bersalin masuk ke usia reproduksi (82,9%), 51,5% merupakan ibu multigravida dan 90.2% ibu berpendidikan menengah. Hasil uji analisis dengan Wilcoxon menunjukkan perubahan nilai rata-rata skala nyeri pada ibu yang didampingi suami dari 8,0 menjadi 5,4 dan dari skor 7,5 turun menjadi 4,8 untuk ibu yang TT oleh Bidan. Secara statistik hasil pada TT oleh kedua pendamping menunjukkan angka p =0,000 sehingga disimpulkan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan TT. Namun demikian hasil uji Mann Whietney U menunjukkan angka p= 0,638, artinya tidak adan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pendamping. TT diharapkan dapat direkomendasikan menjadi prosedur tetap dalam pengurangan nyeri ibu bersalin secara non farmakologis, dikombinasikan dengan teknik pernafasan baik disampingi suami maupun bidan.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI METODE SIMULASI TERHADAP PENGETAHUAN ORANGTUA DALAM PENCEGAHAN RESIKO KEJANG Okva Hikma Kesumasari; M. Ricko Gunawan; Dewi Kusumaningsih; M. Arifki Zainaro
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3708

Abstract

Latar belakang: Kejang demam merupakan kondisi gawat darurat yang sering terjadi pada anak balita, terutama saat demam tinggi tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Banyak orangtua masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai cara pencegahan dan penanganannya. Kurangnya informasi dan edukasi menjadi salah satu faktor utama penyebab keterlambatan penanganan. Tujuan: Diketahui pengaruh edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap pengetahuan orangtua dalam pencegahan resiko kejang di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 40 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji t-test berpasangan. Hasil: Uji t-test menunjukkan nilai p-value = 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap peningkatan pengetahuan orangtua dalam mencegah kejang demam pada anak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi kesehatan melalui metode simulasi terhadap pengetahuan orangtua dalam pencegahan resiko kejang di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 10 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 9 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 8 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 7 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 3, No 6 (2014): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 3, No 5 (2014): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue